
Kiara mendekati Kaila dan berkata, "Kai! Dengerin kakak, Kakak sama kamu itu saudara, meskipun kita beda Ayah, kita akan tetap menjadi saudara, kita dari satu rahim yang sama, dan Kakak sudah menganggap Om Ibra sebagai Ayah kandung Kakak, iya kan Om!" ucap Kiara kepada Adiknya. Ibra pun mengiyakan ucapan Kiara.
"Nah! Kakak mu benar! Daddy udah menganggap Kak Kiara itu seperti putri Daddy sendiri, ngapain Daddy naksir kakakmu, orang teman-teman kakakmu aja cantik-cantik! Mending naksir teman kakakmu saja, ah tapi Daddy udah males nikah lagi, Daddy mau fokus pada kerjaan Daddy saja, biar Daddy bisa melihat putri Daddy sukses menggapai cita-cita." jawaban Ibra membuat Kaila mulai mengerti, gadis itu pun merangkul Ibra dan berkata, "Maafin Kaila ya, Dad! Kaila sekarang udah ngerti, makasih Daddy udah sayang sama Kaila, meskipun terkadang Kaila kangen banget sama Mommy, Kaila juga ingin punya Mommy kayak teman-teman sekolah Kaila! Apalagi sekarang ada lomba baca puisi, teman-teman pada ditemani sama Ibunya, terus Kaila ditemani siapa dong Dadd?" ucapan gadis kecil itu sejenak membuat Ibra bersedih.
Sementara Kiara yang mendengar keluhan adiknya, Ia pun menawarkan diri untuk mewakili Ibra untuk menemani Kaila lomba baca puisi.
"Kaila nggak usah sedih, gimana kalau Kakak temenin Kaila ikut lomba, biar Daddy yang kerja, Kaila sama Kakak saja, oke!" Kaila tampak senang, Ia pun menatap wajah Ibra dan memohon izin agar Kiara bisa menemaninya ikut lomba.
"Boleh ya, Dadd?" Ibra menganggukkan kepalanya. Akhirnya hari itu Kiara pergi bersama Kaila untuk menemani adiknya ikut lomba baca puisi.
*
*
*
*
Setibanya di tempat lomba, sebuah aula besar yang mulai ramai dengan peserta yang berdatangan dari berbagai sekolah unggulan di kota itu. Kaila tampak bersemangat untuk mengikuti lomba tersebut.
Hingga akhirnya sebuah mobil mewah tampak sedang berhenti tiba-tiba di samping Kiara dan Kaila yang sedang berjalan. Membuat Kiara dan Kaila kaget setengah mati, "Astaga! Ih mobil siapa sih nih! Main berhenti sembarangan aja!" umpat Kiara sembari berjalan menghampiri pemilik mobil yang belum menampakkan batang hidungnya. Namun, Kaila tampak menahan tangan Kiara untuk tidak menghampiri mobil itu.
__ADS_1
"Jangan, Kak! Jangan ke sana!"
"Dia udah ngagetin kita, Kai! Dia musti Kakak beri pelajaran, dipikir Kakak nggak berani apa!" Kiara terus menghampiri mobil Alphard itu. Kaila terlihat cemas bagaimana nasib Kiara jika Ia memaksa untuk melabrak mobil yang diketahui milik seorang teman sekolahnya itu, yaitu Dio. Dio anak dari seorang pengusaha kaya raya yang bernama Daniel Mahardika yang merupakan seorang duda tampan. Dia juga pemilik gedung aula tersebut.
"Aduhh! Kak Kiara dalam bahaya nih, Papanya Dio galak banget, nanti Kak Kiara bakal kena masalah!" Kaila tampak begitu khawatir dengan Kiara.
"Eh keluar Kamu!" paksa Kiara sembari mengetuk pintu mobil mewah itu. Tak berselang lama pintu mobil terbuka dan Kiara melihat seseorang pria tampan yang sedang memakai kacamata hitam mewah dengan penampilan yang necis dan modern, tampak sedang turun dari mobil itu.
Pria itu adalah Daniel Mahardika, pengusaha kaya raya yang juga seorang Duda hot yang telah dua tahun bercerai dengan istrinya. Pria itu membuka kaca mata hitamnya dan melihat seorang gadis yang sedang berdiri di depannya dengan berkacak pinggang.
"Apa masalahmu, Nona!" ucap pria yang seusia Ibra itu dengan sikap dinginnya.
"Oh my God! Ganteng banget ya ampun, eh Kiara! Kamu nggak boleh terpesona dengan pria menyebalkan ini, ayo marahi dia habis-habisan!" batin Kiara.
Mendengar kata dari sang adik, Kiara terlihat membulatkan matanya dan berbisik pada telinga Kaila. "Apa maksudmu, Kai? Dia pemilik tempat ini? Orang songong ini?"
"Iya Kak! Itu Om Daniel, Papanya Dio. Om Daniel yang memberi izin untuk mengadakan lomba baca puisi ini di tempat ini,"
Daniel tampak memakai kacamatanya kembali, Ia pun segera masuk ke tempat lomba bersama putranya yang juga teman sekelas Kaila. Dengan wajah datar dan dingin, Daniel berjalan tanpa memperhatikan Kiara yang sedang berada di tempat itu dengan wajah yang mengumpat.
"Astaga! Baru kali ini Aku melihat pria sedingin ini, untung saja Kamu ganteng. Kalau jelek udah Aku lempar sepatu tuh muka, menyebalkan!"
__ADS_1
Rupanya ucapan Kiara tidak sengaja di dengar oleh Daniel, pria itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik arah kepada Kiara.
"Apa katamu?" tanyanya dengan wajah serius.
"Hah ... apa! Emang Saya ngomong apa Tuan?" jawab Kiara sembari merapikan blazer nya. Daniel berjalan menghampiri Kiara dengan menatap wajah Kiara.
"Kamu Ibunya Kaila? Tapi kok masih ingusan, apa Ibra sudah menikah lagi? Hmm rendah sekali seleranya, kayaknya Aku harus memberikan masukan untuk Ibra agar meninggalkan gadis sepertimu, benar-benar masih bocah."
"Bukan, Om! Ini bukan Ibu Kaila, ini Kakak Kaila, dia Kak Kiara, kakak Kaila tapi beda Ayah!" pengakuan Kaila tampak membuat Daniel mulai mengerti.
"Oh ... jadi ini anak tiri Ibra! Hmm ... rupanya Ibra sudah memiliki anak perawan, tapi sayang, anak perawannya nggak sopan dengan orang tua!" setelah mengatakan hal itu, Daniel pun segera masuk ke dalam gedung itu, sementara Kiara tampak semakin kesal karena ulah pria itu yang sudah mengatainya masih ingusan dan tidak sopan.
"Diiihh sok sekali Anda!"
"Sudah, Kak! Ayo kita masuk, waktunya sudah dimulai!" ajak Kaila sembari menggandeng tangan Kiara untuk masuk ke dalam aula.
Kiara dan Kaila pun masuk ke dalam ruangan auditorium itu, Kaila tampak duduk bersama peserta lomba lainnya, sedangkan Kiara duduk di kursi penonton bersama yang lainnya. Kiara duduk di kursi nomor tiga di urutan kedua, Ia duduk dengan biasa, hingga Ia tak sadar siapa-siapa yang duduk di samping kursi miliknya. Karena Kiara tampak sibuk sedang membuka ponselnya.
Hingga akhirnya penampilan peserta pertama dari anak Daniel, Dio. Kiara tampak memperhatikan Dio dengan seksama, secara tak sadar Kiara berbicara sendiri menilai Dio yang sedang membaca puisi seolah-olah tidak ada yang mendengarnya.
"Eh itu bukannya anak pria songong yang tadi nggak sih? Ya ampun! Intonasinya kurang banget, terus mimik wajahnya nggak meyakinkan gitu, hmm kayaknya dia nggak bakalan menang! Coba lihat deh, ya ampun! Sangat-sangat jelek, sejelek bapaknya! Benarkan, Tu ....!" Kiara tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia menoleh ke arah seseorang yang sedang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Hehehe ... Anda Tuan! I-itu anak Anda! Waah sangat keren penampilannya, salut! Pasti menang hehehe!" Kiara terlihat memuji Dio seketika saat dirinya melihat wajah Daniel yang sedang menatapnya dengan tajam.
...BERSAMBUNG...