
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, pernikahan Cynthia dan Rico sudah genap satu bulan, kemesraan di antara mereka pun semakin hari semakin besar. Terlihat disaat mereka sedang jalan berdua, tangan Rico tidak pernah lepas sedetikpun dari sang istri, sehingga membuat orang-orang sekitarnya senyum-senyum sendiri. Kecantikan wajah Cynthia tentu saja membuat pria manapun akan terpesona melihatnya.
Hingga suatu hari saat mereka sedang jalan-jalan di sebuah Mall, ada seorang pemuda yang sedang menggoda Cynthia, saat itu Cynthia sedang menunggu Rico yang sedang pergi ke kamar mandi. Cynthia terlihat duduk di sebuah kursi sembari menunggu sang suami datang.
Tiba-tiba saja datang seorang cowok tampan dan keren datang menghampiri Cynthia, cowok itu rupanya mahasiswa baru satu kampus dengan Cynthia, namun dia beda fakultas, alih-alih ingin berkenalan dengan seorang gadis cantik yang populer di kampusnya yang duduk sendirian sambil makan Snack.
"Eh itu bukannya cewek yang populer di kampus itu, bukan! Deketin ah siapa tahu bisa dijadiin pacar!" gumamnya sembari berjalan menghampiri Cynthia.
"Hai! Boleh nggak Aku duduk!" izin sang cowok sembari tersenyum kepada Cynthia yang terlihat jutek.
"Duduk aja! Ngapain pake nanya!" jawabnya ketus. Tapi, rupanya Cowok itu tidak memperdulikan sikap Cynthia yang cuek, Ia terus mendekati Cynthia dengan mencoba berkenalan dengannya.
"Kenalin! Namaku Kevin, kamu Cynthia, kan?" ucap pria itu sembari tersenyum.
"Kok kamu tahu?" balas Cynthia terkejut.
"Cynthia! Nama yang cantik, secantik orangnya! Ya tahulah siapa sih yang nggak tahu gadis cantik yang menjadi trending topik Cowok-cowok sekampus!" puji Kevin sembari senyum-senyum sendiri.
"Kamu sekampus sama Aku?" tanya Cynthia yang dirinya sendiri tidak tahu jika Cowok itu adalah teman sekampus nya.
"Iya, Aku mahasiswa baru!" jawabnya
"Oh ... pantes aja! Nggak pernah lihat tuh muka!" jawab Cynthia jutek.
"Aku senang bisa ketemu sama kamu disini, ternyata benar ya kata anak-anak, kamu tuh asli cantik banget, pantesan aja cowok-cowok pada ngejar kamu!" puji Kevin sembari senyum-senyum sendiri. Tentu saja Kevin tidak tahu jika Cynthia sudah menikah dan menganggap Cynthia masih single.
"Diiihh dasar cowok, gombal nya dikeluarin!" batin Cynthia yang terus melanjutkan makan Snack nya.
"Hmm Kamu sendirian?" tanya Kevin.
"Enggak! Aku sama seseorang, dia sedang ke kamar mandi!" jawabnya sembari memperhatikan arah kamar mandi, menunggu sang suami yang belum keluar juga.
"Ohh ... ngomong-ngomong Aku boleh minta nomor telepon mu, nggak?"
"Buat apa?"
__ADS_1
"Ya ... Aku pingin kenalan lebih jauh denganmu, siapa tahu kita ada kecocokan gitu!" ucap Kevin penuh harap.
"Diiihh nih cowok belum tahu apa kalau Aku udah kawin, eh iya sih anak-anak kan nggak semua tahu kalau Aku udah nikah, cuma Abel, Jessie dan Ibra doang." batin Cynthia.
"Gimana? Boleh nggak Aku minta nomor kamu?" desak Kevin.
"Hmm Nggak ada!" jawab Cynthia yang sengaja tidak memberitahu kan nomor telepon nya.
"Yah ... sayang banget! Padahal Aku pingin banget kenalan lebih dekat sama kamu!" ucap Kevin kecewa.
"Sorry! Aku nggak bisa kasih nomorku sembarangan, permisi!" Cynthia segera pergi meninggalkan Kevin dan Ia menghampiri Rico yang mulai keluar dari kamar mandi.
Kevin melihat Cynthia pergi menghampiri seorang pria yang lebih tua darinya, Kevin mengerutkan keningnya, kenapa Cynthia menghampiri pria itu, ada hubungan apa Cynthia dengannya?
"Cynthia ngapain gandeng mesra tuh Om-om, jangan-jangan Cynthia jadi selingkuhan Om-om itu, wah parah pantes aja Aku nggak boleh minta nomor telepon nya, pokoknya bagaimana pun caranya Aku harus bisa deketin Cynthia, sebelum janur kuning melengkung nggak perduli Cynthia jalan sama Om-om sekalipun." ucap Kevin yang bertekad untuk mendekati Cynthia. Kevin rupanya mengikuti kemanapun Cynthia pergi.
Kevin tampak membuntuti kemanapun Cynthia dan Rico pergi, hingga akhirnya Cynthia berada di depan toko kosmetik langganan nya, dan Ia pun spontan masuk ke dalam toko itu.
"Sayang! Kita ke sana yuk! Aku mau beli lipstik baru!" ucap Cynthia sembari menggandeng mesra Rico.
"Buat apa?" tanya sang suami.
"Kok cepat banget habis, perasaan baru kemarin kamu beli, emangnya kamu makan tuh lipstik?" ucap Rico dengan tertawa kecil.
"Ihhh ... bukan Aku yang ngabisin, tapi kamu!" balasnya sembari mencolek hidung suaminya.
"Heleh ... kok Aku, sih! Aku kan nggak makan lipstik!" jawab Rico sembari membulatkan matanya.
"Iya ... kamu emang nggak pakai lipstik, tapi ini kamu itu loh yang nakal, suka banget emmut bibir Aku!" ucap Cynthia yang gemas sembari menyentuh bibir suaminya dengan manja. Rico tertawa sembari garuk-garuk kepalanya. Memang seperti itu kenyataan nya, tiada hari tanpa ciuman bagi Rico, sehari tak di cium laki-laki itu seperti lemas tak bergairah.
"Ya udah beli yang banyak, Aku suka sekali dengan rona bibirmu yang selalu menggoda, rasanya kenyal-kenyal manis, Aku suka sekali!" bisiknya sembari merremas pantat Cynthia sekilas.
"Iiihhh ... apa sih, sayang! Nakal banget kamu!" Cynthia tampak menepis tangan Rico yang mengelus pantat gemoy itu. Rico hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Cynthia yang tampak malu-malu. Sontak apa yang dilihat oleh Kevin membuat pria itu melototkan matanya.
"Gila! Dasar Om-Om mesum, Aku harus memantau mereka berdua, sepertinya Cynthia sudah mengambil jalan yang salah, memilih menjadi simpanan Om-om seperti itu, sangat disayangkan, gadis secantik dirinya tidak semestinya menjadi simpanan laki-laki tua. Cynthia lebih pantas bersamaku daripada dengan laki-laki itu." batin Kevin yang melihat kemesraan Rico dan Cynthia yang kelewat batas.
__ADS_1
Setelah puas memilih kosmetik terbarunya, kini mereka berdua melanjutkan untuk makan siang, Rico dan Cynthia masuk ke dalam sebuah restoran, dengan tangan mereka yang terus bergandengan.
Akhirnya Rico dan Cynthia duduk di sebuah meja nomor tiga, merekah berdua tampak sedang memilih menu yang di suguhkan di restoran itu.
Setelah berembug, akhirnya Rico dan Cynthia memesan bebek panggang dengan oseng-oseng Pare. Rico tampak terkejut kenapa tiba-tiba istrinya minta menu oseng-oseng Pare.
"Oseng-oseng pare? Bukannya kamu tidak suka dengan masakan yang pahit-pahit?" tanya Rico.
"Nggak tahu deh sayang, tiba-tiba aja pingin pesan makanan itu!" jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Tak berselang lama pelayan datang dengan membawa pesanan mereka, Rico dan Cynthia pun menikmati makan itu siang bersama.
Saat Cynthia melihat oseng-oseng pare, entah kenapa tiba-tiba perutnya mual, sepertinya Ia tak tahan dengan aroma Pare yang Ia pesan tadi.
"Kamu kenapa?" tanya Rico yang melihat istrinya sedang menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Cynthia menggelengkan kepalanya dan dengan cepat menyodorkan sepiring oseng pare itu kepada suaminya.
"Loh nggak dimakan parenya? Tadi katanya minta pesan ini? Sekarang malah nggak mau?" ucap Rico.
"Kamu aja yang makan, perutku mual, sayang!" balas Cynthia yang terus menutup mulutnya.
"Nggak ah! Kamu tahu sendiri Aku nggak suka Pare, pahit!" tolak Rico sembari menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja Rico memikirkan sesuatu tentang apa yang di alami oleh istrinya, seperti dulu Juliet juga mengalami seperti itu, tiba-tiba merasa mual pingin muntah, dan ternyata Juliet sedang mengandung anak pertama mereka yaitu, Kiara.
"Sayang! Jangan-jangan kamu ...!" ucap Rico sembari menatap wajah sang istri.
"Apa?" balas Cynthia yang masih bingung dengan maksud suaminya.
"Kamu hamil!" apa yang dikatakan oleh Rico membuat Cynthia sangat terkejut, apa iya dirinya sedang hamil.
"Hamil?" Cynthia tidak percaya jika secepat itu dirinya hamil, Ia pun mengingat-ingat kapan dirinya terakhir datang bulan. Sejenak Cynthia terlihat bahagia, bisa jadi dirinya memang sedang hamil.
"Aku terakhir datang bulan, seminggu sebelum kita menikah, itu artinya apakah Aku benar-benar hamil? Oh ya Tuhan, jika benar Aku hamil, secepat ini Engkau Percayakan padaku seorang bayi dalam perut ku, Kiara pasti sangat senang mendengarnya!" ucap Cynthia sembari tersenyum kepada Rico.
Sementara itu, Kevin yang sengaja membuntuti mereka berdua, tentu saja Ia mendengarkan perbincangan Rico dan Cynthia.
__ADS_1
"Apa? Cynthia hamil? Astaga ... bagaimana bisa Cynthia hamil, dia belum nikah. Nggak salah lagi, ini pasti ulah Om-om itu." gerutunya yang tak terima jika Cynthia dihamili oleh Rico.
...BERSAMBUNG...