
Di saat keduanya sedang asyik menikmati ciuman itu, tiba-tiba saja terdengar suara dering telepon dari ponsel Rico, spontan Cynthia melepaskan ciuman itu dan memalingkan wajahnya dari Rico, dirinya begitu malu kepada pria itu. Bagaimana bisa Ia menikmati ciuman itu, sementara dirinya gengsi untuk mengakui perasaannya.
Rico mengambil ponselnya dalam saku kemejanya, Ia melihat ke layar ponsel, rupanya Kiara sudah menunggu kedatangan nya.
"Kiara!"
Rico segera membuka percakapan dengan putri satu-satunya itu.
"Halo, Kiara!"
"Daddy gimana sih! Kia udah nungguin lama nih! Daddy lupa, ya!"
"Astaga! Iya iya Daddy lupa, oke oke sekarang Daddy akan segera ke sana! Kamu tunggu, ya! Jangan kemana-mana!"
"Memangnya Daddy ngapain sih kok lama banget?" tanya sang anak penasaran.
"Oh ... Daddy sedang bersama Mama Cynthia sekarang!" jawabnya dengan senyum.
__ADS_1
"Apa? Mama Cynthia? Mama Cynthia ada di situ, Dad?"
"Iya!"
"Oh ... ya sudah lanjutin aja ngobrol nya, Dad! Enggak apa-apa kok, Kiara bisa pergi sama Oma Nini. Biar Daddy bisa berdua dengan Mama Cynthia!" ucap Sang anak yang membuat Rico tersenyum.
"Bener nih kamu nggak apa-apa? Kamu nggak marah kan dengan Daddy?"
"Enggak dong Dad! Kiara malah senang, itu artinya sebentar lagi Daddy dan Mama Cynthia akan segera bersatu dan menikah, Kiara udah nggak sabar ingin punya Adek, Cepetan bikinin ya, Dad! Jangan lama-lama. Pokoknya Kiara maunya Daddy sama Mama Cynthia, titik!" ucapan Kiara rupanya membuat Cynthia membulatkan matanya, Rico sengaja mengeraskan loud speaker dan tentu saja suara Kiara terdengar begitu jelas di telinga Cynthia.
"Aduh Kiara! Kok pintar banget sih Dia bikin Aku salting di depan Om Rico, mana minta segera di bikinin Adek segala. Aduh ... Bikin Adek itu susah, Kia! Mama Cynthia belum bisa! Mama belum nyoba bikin yang begituan." ucapnya lirih sembari memijit pelipisnya. Benar saja Ucapan Cynthia tak sengaja terdengar oleh Rico, pria itu mendekati Cynthia dan berbisik. "Kamu jangan khawatir, Aku akan mengajarkannya kepada mu, tidak susah kok!"
"Hehehe ... Om Rico jangan ngawur, ya!" jawab Cynthia sembari menunjuk pada wajah Rico.
"Bagaimana mungkin Aku ngawur, Cynthia! Aku sudah tahu betul bagaimana caranya. Hasilnya, kamu bisa lihat sendiri, Kiara putriku bisa seimut itu, bukan! Tentu saja Daddy-nya pintar mengaduk adonan!" ucap sang Duda yang sengaja menggoda gadis itu.
"Mengaduk adonan? Diihh emang kue pakai di aduk segala. Om jangan ngajarin Cynthia gila dong! Lama-lama kepala Cynthia pusing tahu, nggak!" ujar sang gadis yang membuat Rico tertawa.
__ADS_1
"Cynthia -Cynthia kamu benar-benar lugu, polos sekali, ini yang Aku suka!" batin sang duda dengan tatapan nakal nya.
"Sarap nih orang! Dah ah pulang aja, lama-lama Aku nggak akan bisa tahan terlalu dekat dengan Om Rico. Bukan apa-apa sih, takut saja jika Aku tidak bisa mengendalikan diriku, terus ... au ah, nggak-nggak traveling nih otak!" gumam Cynthia sembari bersiap untuk segera pergi dari ruangan Rico.
"Cynthia pamit pulang, Om! Papi pasti udah nungguin Cynthia!" pinta Sang gadis untuk pulang ke rumahnya.
"Pulang? Secepat itu, Apa Kamu nggak kangen sama Aku? Setelah pulang nanti Aku nggak jamin loh jika Kamu tiba-tiba merindukan Aku di rumah," jawab sang Duda dengan santainya.
"Nggak! Saya nggak bakalan kangen! Lama-lama berada di sini, Cynthia bisa-bisa menjadi gila kayak Om!" ucap Cynthia sembari tersenyum dan beranjak pergi dari ruangan kantor Rico. Gadis itu berlalu sembari mencium pipi Rico sekilas sebelum dirinya keluar dari ruangan Rico.
"Muach! Dahh Om Rico, sampai jumpa besok malam!"
Cynthia segera berlari kecil menuju pintu keluar, setelah itu Ia buka dan keluar dari ruangan itu. Sebelum Cynthia menutup pintu, gadis itu tampak mengecup Rico dari jauh. Dan setelahnya, wajah cantik itu pun menghilang di balik pintu.
Rico tersenyum dan menghela nafasnya, pria itu benar-benar tak menyangka jika dirinya bisa jatuh cinta kepada gadis yang usianya terpaut jauh dari dirinya.
"Cynthia-Cynthia, Kamu benar-benar gadis yang unik, lucu dan tentu saja menggemaskan."
__ADS_1
...BERSAMBUNG...