
Setelah keduanya siap, hari itu juga Rico mengajak keluarga kecilnya untuk makan di luar, sungguh kebahagiaan yang sempurna bagi Rico dan Cynthia, kehangatan dalam keluarga, melihat Kiara dan Oma Nini yang begitu bahagia, membuat Rico dan Cynthia tak berhenti tersenyum.
Rico mengajak keluarga kecilnya makan di suatu tempat dimana biasanya anak-anak muda nongkrong, sejenis Cafe tapi menu yang disajikan begitu variatif dan itu membuat Kiara sangat senang.
"Waahh Daddy beneran ngajak Kita makan disini?" seru Kiara yang begitu bersemangat untuk makan di tempat yang menurutnya keren itu. Gadis seusia Kiara sudah pasti mengerti tempat-tempat yang keren, usianya yang mulai menginjak dewasa, Kia begitu suka dengan suasana yang ada di cafe itu, romantis katanya.
"Kia suka makan disini?" tanya Cynthia sembari melihat wajah Kia yang berbinar-binar.
"Suka banget, Ma! Di sini tempatnya asik dan keren, Kia boleh nggak ke sana Daddy? Kia mau lihat pemandangan yang di sana!" rengek Kia sembari menunjuk ke arah sebuah tempat di cafe itu yang menyuguhkan pemandangan kota yang indah. Rico mengangguk dan Kia pun berlari menuju ke tempat tersebut, tempat yang mengarah pada beberapa kursi pelanggan, sejenak Kia mengusap matanya seakan dirinya melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Tampak di ruangan sebelah yang masih satu cafe, Kia melihat pemandangan yang terlihat begitu romantis.
"Loh! Bukankah itu Opa Benny? Sama siapa tuh? Waah kayaknya Mama Cynthia bakal punya Mama baru. Bilang Mama Cynthia ah!" ucap Kia yang tampak tersenyum melihat Benny sedang makan berdua dengan seorang wanita.
Rico, Cynthia dan Oma Nini tampak duduk di kursi pada sebuah meja di dekat hiasan air mancur di tengah Cafe, sembari menunggu kedatangan pelayan yang akan membawakan menu makanan untuk mereka.
Kiara tampak berlari kecil menuju tempat mereka bertiga, Kia mendekati Cynthia dan mengajaknya untuk melihat sesuatu yang baru saja ia lihat. "Ayo ikut Kia deh, Ma! Kia mau tunjukin sesuatu pada Mama!" ajaknya sembari menarik tangan Cynthia.
"Ada apa sih, Kia? Mama mau diajak kemana?" tanya Cynthia yang masih belum mengerti maksud Kia.
"Udah deh, Ma! Pokoknya Mama harus ikut Kia, ayo!"
"Kia kamu mau ajak Mama Cynthia kemana?" tanya Rico yang melihat putrinya tampak menarik-narik tangan Cynthia.
"Ini tidak ada hubungannya sama Daddy! Daddy di sini saja duduk manis sambil nunggu mbak pelayan datang, oke!" jawab Kia kepada Rico yang terlihat garuk-garuk kepala.
Oma Nini tampak tertawa kecil melihat ekspresi wajah Rico.
"Dasar anak cewek! Gini nih kalau udah sekongkol sama Mama nya! Daddy dicuekin! Moga aja anak ku yang kedua cowok, biar ku balas kalian, ya!" ucapnya kesal sambil memperhatikan Kia dan Cynthia yang pergi meninggalkannya.
"Rico Rico, kamu tuh ada-ada saja!" ucap Oma Nini sambil geleng-geleng kepalanya.
__ADS_1
Sementara itu Kia membawa Cynthia ke tempat dirinya melihat Benny yang sedang makan berdua dengan seorang wanita. Kia menunjukkan kepada Cynthia Benny yang sedang duduk bersama dengan seorang wanita yang seumuran dengan Papinya.
"Itu Opa Benny kan, Ma?" ucap Kiara sambil menunjuk ke arah Benny duduk. Cynthia melihat sang Papi yang tengah ngobrol-ngobrol sesekali tertawa kecil dengan wanita itu.
"Papi? Sama siapa tuh!" Cynthia kemudian menghampiri Benny yang belum tahu keberadaan putrinya yang juga berada di tempat yang sama.
Sementara itu Benny terlihat berbicara kepada wanita yang bernama Vivi itu.
"Kamu hari ini Cantik sekali," ucap pria bertubuh gemuk itu. Sang wanita terlihat malu-malu seperti anak-anak sekolah yang baru pertama pacaran, Ia tutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil menundukkan wajahnya. Pun sama Benny juga terlihat malu-malu, baru kali ini Benny sedekat itu dengan wanita, Benny berniat untuk mengenalkan wanita itu kepada putrinya, namun Ia mencari waktu yang tepat untuk mengatakan kepada Cynthia.
Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang membuat Benny membulatkan matanya.
"Papi!"
"Deg!"
"Cynthia!" Sejenak Benny terdiam dan perlahan pria itu membalikkan badannya dan dirinya melihat wajah sang putri yang sedang berdiri di belakang nya dengan tersenyum.
Benny tampak garuk-garuk kepala dah malu ternyata sang Putri memergoki dirinya sedang ngedate bersama seorang wanita.
"Oh ya Cynthia, kenalin ini Vivi, teman Papi dia adalah karyawan di perusahaan yang sama dengan tempat dimana Papi bekerja!" Benny memperkenalkan Vivi kepada Cynthia.
"Kenalkan, Saya Vivi teman Mas Benny!" ucap Vivi sembari mengulurkan tangannya kepada Cynthia. Cynthia pun turut mengulurkan tangannya kepada Vivi.
"Cynthia! Senang bisa berkenalan dengan Tante Vivi!" jawabnya sembari menyambut uluran tangan Vivi. Cynthia tampak mengajak Vivi untuk mengobrol, keduanya terlihat sangat akrab dan nyambung, Cynthia terlihat nyaman saat berbicara dengan Vivi, seperti seorang kakak adik yang saling bercerita tentang keseruan mereka.
"Cynthia! Sepertinya dia menyukai Vivi, semoga saja Aku bisa mendapatkan persetujuan dari anakku biar Aku nggak kesepian terus!" gumam Benny yang melihat kedekatan Cynthia dan Vivi.
"Oh ya Cynthia! Kamu datang kemari sama Rico?" tanya Benny.
__ADS_1
"Iya Pi! Kita ke sana yuk! Kita gabung makan bareng!" ajak Cynthia kepada Benny dan Vivi.
"Tapi, Papi malu, Papi nggak enak sama suamimu" jawab Benny.
"Kenapa Papi malu, suamiku pasti senang lihat Papi disini, Papi sama Suami ku kan berteman dari dulu!"
"Iya sih, ya sudah baiklah kita ke sana!"
Benny pun menyetujui permintaan putrinya, mereka akhirnya berjalan menghampiri Rico dan Oma Nini yang sedang duduk sembari menunggu Kiara dan Cynthia.
Rico melihat kedatangan istrinya bersama Benny, Pria itu berdiri dan menyambut kedatangan mertua sekaligus sahabatnya itu.
"Hai Ayah mertua! Apa kabar kamu!" Rico merangkul Benny sembari menepuk-nepuk pundaknya.
"Baik! Kamu sendiri! Hei kamu terlihat makin keren aja, bagi resepnya dong!" ucap Benny sambil melihat penampilan Rico yang semakin keren. Rico tertawa dan Ia melirik ke arah Cynthia sembari berkata, "Ini semua berkat putrimu yang sudah merawatku dengan baik, meskipun sedikit suka ngomel tapi Aku sangat menyukainya, Dia benar-benar putrimu yang paling berharga untukku!" ungkap Rico yang diiringi gelak tawa mereka.
"Oh ya Rico, terima kasih kamu sudah menjaga putriku dengan sangat baik, Aku tidak tahu harus berkata apa, kasih sayang yang kalian berikan kepada putriku sangatlah berharga sebagai ganti kasih sayang Ibunya yang tidak pernah Ia dapatkan, Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti dirimu, terima kasih untukmu dan seluruh keluarga mu, Nyonya Nini dan Nak Kiara yang sudah sangat menyayangi Cynthia!" ungkap pria itu yang diiringi pelukan dari Cynthia.
"Papi! Papi jangan ngomong gitu dong! Cynthia jadi sedih! Cynthia juga sangat berterima kasih sama Papi, selama ini Papi selalu menuruti permintaan Cynthia, Papi selalu menunggu persetujuan Cynthia untuk teman-teman cewek yang dekat dengan Papi, sekarang Cynthia tidak akan menekan Papi lagi, jika Papi ingin menikah lagi, Cynthia pasti menyetujuinya, Tante Vivi Aku lihat dia wanita yang baik dan ramah, nggak kayak teman-teman Papi dulu yang jutek, Tante Vivi orangnya lembut, Cynthia suka!"
Rupanya ucapan Cynthia membuat Benny bahagia sekaligus terharu, akhirnya baru kali ini Cynthia menyetujui dirinya untuk menikah lagi.
"Terima kasih, Nak! Papi Sayang sekali padamu, semoga kamu selalu bahagia bersama Rico dan semoga secepatnya kamu diberi momongan." ucapan Benny rupanya membuat Kiara terpaksa mengatakan kabar gembira tentang kehamilan Cynthia kepada Benny.
"Loh Opa Benny belum tahu ya! Kalau Mama Cynthia sekarang sedang hamil, Opa!"
Sontak apa yang dikatakan oleh Kiara membuat Benny bahagia sekaligus tidak percaya, secepat itu dirinya akan menjadi seorang kakek.
"Benarkah! Ya Tuhan, sungguh kebahagiaan yang luar biasa, putriku sekarang sedang mengandung cucuku, hei Rico! Cepat sekali kamu isi tuh perut putriku, kamu apain aja dia, pasti nggak ada istirahat nya tuh!" ucapnya sembari berbisik pada telinga Rico.
__ADS_1
"Hehehe ... sorry bro! Aku nggak bisa nahan soalnya, kebelet banget, gas aja lah!" jawabnya di iringi keduanya yang saling cekikikan.