MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Daddy nakal


__ADS_3

Sinar matahari mulai menyapa dunia, meskipun semalam Cynthia di sibukkan dengan aktivitas yang luar biasa, gadis tak lantas berpangku tangan, Ia pun bangun dan membersihkan dirinya, sementara sang suami masih berada di atas tempat tidur, Rico terlihat begitu kelelahan setelah pertempurannya semalam.


Cynthia memandangi wajah sang suami dengan tersenyum, betapa pria yang usianya terpaut jauh itu sudah membuat hati Cynthia tergila -gila kepada nya. Kala dirinya mengingat kejadian semalam yang membuatnya sangat malu, Ia ingat betul bagaimana dirinya begitu menikmati permainan sang suaminya yang pandai sekali membawa dirinya dalam puncak hasrat.


Cynthia mengecup kening Rico sebelum dirinya pergi ke luar kamar. Namun tiba-tiba saja tangan Cynthia di tahan oleh tangan Rico, kembali Cynthia terjatuh dalam pelukan sang suami yang kala itu masih telanjang bulat hanya selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Rico dengan suara seraknya.


"Aku mau keluar, Kiara pasti akan mencari kita." jawab Cynthia sembari memandang bola mata pria yang membuatnya gila itu.


"Kasihan Kia! Semalam kita meninggal nya di kamar sendirian, biarkan aku menemaninya sejenak, nggak apa-apa, kan?"


Rico menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Baiklah! Tapi sebentar saja biarkan aku melahap bibir ini untuk sarapan pagi ku!"


"Hmmmppttt!"


Untuk beberapa detik Rico mellumat bibir mungil Cynthia, meskipun semalam Ia sudah puas dengan menikmati seluruh tubuh istrinya, nyatanya pria ini masih saja kurang untuk merasakan kenikmatan bibir sang istri.


Cynthia melepaskan ciuman itu dan berkata, "Sudah dulu, Sayang! Hari semakin siang, apa kamu tidak ke kantor hari ini?" ucapnya.


"Tidak! Hari ini Aku cuti! Aku ingin menikmati kebersamaanku dengan pengantin ku," jawabnya sembari tersenyum nakal.


Cynthia segera menjauh dari posisi duduk nya, karena Ia merasa jika hasrat pagi-pagi adik kecil sang suami telah bangun kembali. Tak sengaja Cynthia menyentuh keperkasaan pria itu yang membuatnya membulatkan matanya seketika.


"Plis deh sayang! Jangan mulai lagi, Aku sudah mandi dan sekarang Aku mau menemui putriku dulu!" Cynthia berdiri dan beranjak pergi dari kamar itu.


"Sayang, kamu Kok pergi! Terus bagaimana dengan ini!" seru Rico sembari menunjuk ke arah miliknya yang mulai menegang kembali.


Cynthia menepuk jidatnya dan gadis itu berkata, "Di tahan dulu ya! Aku mau ke kamar melihat Kiara, daaah Sayang!"


Rico tampak garuk-garuk kepalanya, terpaksa Ia harus menahannya, hmm setidaknya Ia sudah puas sudah membobol gawang sang istri. Tak ada bekas darah pada sprei mereka, yang ada hanya bekas cairan kenikmatan yang sempat membasahinya sprei itu. Rico tak mempermasalahkan jika Cynthia berdarah atau tidak pada malam pertamanya, tapi yang jelas dirinya lebih tahu bagaimana kondisi wanita yang sudah tersentuh dan belum tersentuh.


"Bagiku kamu tetaplah masih perawan, meskipun tak ada noda darah pada sprei ini, karena Aku yakin sekali Aku lah orang yang pertama menyentuh tubuhmu, Aku lah yang merasakan bagaimana sempit nya tempat itu, benar-benar pure!" batin Rico bangga.

__ADS_1


Cynthia pergi dan membuka pintu kamar tamu itu, Ia kemudian beranjak ke kamar utama, dimana Kiara masih berada di dalam kamar itu. Cynthia mulai membuka pintu dan Ia masih melihat Kiara yang masih pulas dalam tidurnya. Ia mendekati gadis yang kini menjadi putrinya itu.


Cynthia mencium kening Kia dengan lembut sembari berbisik, "Kia! Ayo bangun, Sayang! Sudah siang, Kia harus sekolah bukan!"


Perlahan gadis itu membuka matanya dan mengusap-usapnya, wajah pertama yang Ia lihat adalah wajah Cynthia yang sedang tersenyum kepadanya.


"Mama Cynthia! Mama cantik banget hari ini!" puji Kiara yang melihat wajah Cynthia yang tampak berseri-seri.


"Oh ya! Masa sih!" Cynthia tampak menyentuh wajahnya dan memeriksanya.


"Kia juga cantik kok! Udah ayo mandi habis itu kita sarapan, Kia mau di masakin apa nih sama Mama!" tawar Cynthia kepada Kia yang tak sengaja memperhatikan leher Mamanya.


"Ma! Itu leher Mama kenapa? Kok merah-merah gitu, kayak di gigit vampir, hiii serem!" ucap bocah itu dengan polosnya, Cynthia gugup dan mencoba mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan gadis kecil itu.


"Emm ... ini Mama di gigit semut, Sayang! Iya ... semutnya nakal sekali, Mama di gigitin deh!" jawabnya sembari memutar bola matanya.


"Mama pasti bohong!" Kia spontan berkata itu kepada Cynthia.


"Aduh ... Kia ngerti nggak sih? Semoga aja dia nggak ngerti gini-ginian, ihh Daddy nya nih yang resek banget, bikin cuppang nggak kira-kira!" batin Cynthia yang khawatir jika putrinya itu tahu jika itu adalah ulah bapaknya.


"Hehehe kenapa Kia bisa berkata seperti itu?" tanya Cynthia penasaran.


"Kata teman-teman sekolah Kia, mereka bilang itu bekas cuppang, Ma! Teman-teman Kia banyak yang lihat itu di Internet, mereka bilang itu bekas digigit gitu, Ma! Tapi bukan gigitan semut, tapi ...." sejenak gadis itu menghentikan kata-katanya dan tiba-tiba saja ia menangis sambil berkata, "Daddy! Huaaaaa ... Daddy nakal! Hiks hiks hiks!"


Cynthia terkejut dan langsung memeluk Kiara yang tiba-tiba menangis, Kiara memeluk Cynthia dengan erat takut jika Daddy nya menggigil leher sang Mama seperti dalam bayangannya.


"Kia! Kia kok nangis!" tanya Cynthia sembari mengusap air mata Kiara.


"Itu ulah Daddy kan, Mommy! Daddy nakal, Daddy udah nyakitin Mama Cynthia! Kia benci sama Daddy! Huhuhu." Kia tampak mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang tampak sedang bersedih karena melihat Mam Cynthia seolah-olah di sakiti oleh Daddy-nya.


"Kenapa Kia bisa bilang kalau Daddy nakal?" Cynthia tampak masih sangat penasaran, Kia berusia 10 tahun, gadis itu memang mulai beranjak dewasa, tapi bagaimana bisa Kia mengetahui jika tanda di leher nya adalah bekas cuppang.


"Tahu lah, Ma! Kia di beritahu sama teman-teman Kia, kalau ada tanda-tanda seperti itu pada Mama atau Daddy kita, itu artinya Mama digigit sama Daddy, hiks hiks hiks Daddy jahat!" ucapnya kembali membuat batin Cynthia tertawa.

__ADS_1


"Astaga, Kia! Kamu polos banget sih! Hmm itu memang bekas gigitan Daddy kamu, tapi Mama suka kok!"


Tak berselang lama Rico yang selesai membersihkan dirinya, Ia pun mulai masuk ke dalam kamar miliknya, dimana sang putri tidur semalaman di kamar tersebut.


Rico masuk dengan menggunakan handuk piyama dan Ia tampak masih mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


Kia yang melihat sang Daddy mulai masuk ke dalam kamar, spontan Kia menghampiri Rico dan menghalangi Rico untuk masuk ke dalam kamar.


"Stop! Daddy nggak boleh masuk!"


"Kia! Kok Daddy nggak boleh masuk? Ini kan kamar Daddy?" jawab pria yang terlihat begitu cool dengan rambut basahnya.


"Daddy di larang deketin Mama Cynthia! Kia nggak ngebolehin Daddy dekat-dekat, nanti Daddy bisa gigitin Mama Cynthia terus, Kia kasihan sama Mama, Dadd!" rupanya ucapan Kia membuat Rico mengerti dan garuk-garuk kepalanya.


Rico tersenyum dan berjongkok di depan putrinya.


"Kalau Daddy nggak boleh dekat-dekat sama Mama Cynthia, terus gimana Kia bisa punya Adek secepatnya! Katanya Kia mau di buatin Adek!" ucap Rico sembari melirik ke arah Cynthia yang sedang tersenyum.


"Jadi gitu ya, Daddy! Harus dekat terus? Setelah itu Kia bisa punya Adek?"


"Iya dong udah pasti!" jawab Rico yakin.


"Ya udah deh, Kia bolehin Daddy dekat-dekat sama Mama Cynthia, tapi awas ya Daddy nggak boleh gigit leher Mama Cynthia lagi, kasihan Dadd! Pasti sakit tuh Mama!" ucap sang anak yang membuat Rico membatin.


"Kia! Kia! Nggak mungkin Mama Cynthia kesakitan, yang ada justru Mama ketagihan!" batin Rico dengan menatap wajah Cynthia nakal.


...BERSAMBUNG...


*


*


...Repotnya kalau punya anak yang menginjak dewasa, ada aja yang ditanya in๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2