
Sementara itu Rico pun menaruh curiga dengan sikap Benny, seperti ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya itu, tidak seperti biasanya ketika Rico saat bertemu dengan teman semasa sekolahnya dulu.
"Aku rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Benny, Aku harus mencari tahu apa yang sedang di hadapinya, tidak seperti biasanya Ia bersikap seperti hari ini." batin Rico sembari mengemudikan mobilnya.
Cynthia benar-benar tidak bisa berpikir jernih, di sisi lain Ia telah mendapatkan cintanya dengan Rico, tapi di sisi lain Ia hadapkan oleh masalah Benny. Sebagai seorang anak Ia tentunya tidak tega melihat sang Ayah yang terlilit hutang sebanyak itu, apalagi Benny akan di penjara jika pria itu tidak segera melunasi hutang-hutangnya secepatnya.
"Sepertinya Aku harus melakukan sesuatu, Om Rico? Apa Aku harus meminta tolong kepada nya? Dia pasti akan menolongku, tapi Aku merasa seperti memeras dia, tidak-tidak Aku tidak bisa lakukan itu. Tapi, jika Aku tidak bicara dengannya, bisa-bisa Aku menikahi Ibra, nggak-nggak Aku nggak mau. Aku harus menemui Om Rico, Iya ....Aku harus menemuinya!"
Cynthia pun beranjak pergi untuk menemui Rico, gadis itu akan menceritakan semuanya yang terjadi pada Benny, karena Cynthia yakin jika Rico pasti bisa membantunya.
Malam itu juga Cynthia pergi ke rumah Rico, Ia menaiki mobil nya dan segera melesat ke jalan raya. Sementara itu terlihat beberapa anak buah Ibra yang sudah memantau rumah Benny sejak kedatangan Cynthia dengan Rico.
"Halo, Bos! Gadis itu rupanya sudah pergi, sepertinya Dia akan menemui seseorang yang bernama Rico untuk meminta bantuan, kami sudah menyadap pembicaraan mereka." salah seorang anak buah Ibra tengah memberi tahukan kepergian Cynthia. Sejenak Ibra mengerutkan keningnya.
"Rico! Apa itu pria yang telah memukuliku saat malam itu? Hmm berani-beraninya dia menjadi pahlawan kesiangan untuk Cynthia, tidak akan Aku biarkan itu terjadi. Sebelum Rico mengetahui dari Cynthia, Aku akan membuat Cynthia bungkam dan tutup mulut."
Ibra segera mengerahkan anak buahnya untuk menculik Benny dari rumah nya, selain karena masalah hutang piutang Benny kepada Ayahnya, Ibra juga ingin membalas dendam atas penolakan Cynthia terhadap nya, pria itu ingin memiliki Cynthia sepenuhnya dengan cara apapun.
"Cynthia! Kamu tidak akan bisa lari dariku! Sejauh mana kamu berlari, Aku akan tetap bisa mengejar mu!" ucap Ibra dengan tatapan yang serius.
Malam itu juga anak buah Ibra menculik Benny dan membawanya ke tempat persembunyian yang sudah di sediakan oleh Ibra.
"Hei ... kalian siapa? Lepaskan!"
Benny mencoba berontak, namun Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena anak buah Ibra datang beberapa orang sehingga tak mungkin bagi Benny untuk menghindar mereka semua.
"Ikut dengan kami, jika tidak putrimu yang akan menjadi taruhannya."
"Cynthia! Tidak, apa yang akan kalian lakukan pada Cynthia? Jangan macam-macam pada putriku!" ucap Benny yang begitu khawatir dengan keadaan putrinya.
__ADS_1
"Tenang saja! Bos kami tidak akan menyakiti putrimu, asalkan kamu bisa melunasi hutang-hutang mu semua, Ayo ikut! Bos ingin kamu membujuk putrimu untuk mau menikah dengan Bos kami, ayo!"
Benny di bawa oleh gerombolan anak buah Ibra dan tak berselang lama Benny sudah berada di suatu tempat persembunyian Ibra. Benny di hadapkan oleh seorang pria yang sedang duduk di kursi sembari membelakangi nya.
"Bos! Orangnya sudah datang!" seru seorang anak buah Ibra sembari membawa Benny di sampingnya. Ibra pun membalikkan badannya dan melihat Benny yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ibra! Apa yang kamu inginkan dari Putriku, Katakan di mana dia?" paksa Benny agar Ibra memberi tahukan di mana Cynthia berada. Ibra berdiri dan menghampiri Benny yang terlihat begitu cemas dengan keadaan Cynthia.
"Rupanya, Om sangat mengkhawatirkan Cynthia! Jangan khawatir Om! Cynthia baik-baik saja, saat ini putri Om yang sombong itu sedang menuju ke suatu tempat dimana seseorang akan menolongnya, tapi Aku tidak akan biarkan itu terjadi," seru Ibra sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Maksudmu, apa?"
Kemudian Ibra memberikan ponsel kepada Benny, Ibra memaksa Benny untuk berbohong agar Cynthia dengan cepat menyetujui permintaan Ibra untuk menikahkan dirinya dan Cynthia.
"Tekan nomor Cynthia, beritahu padanya jika sekarang Om tidak punya pilihan lain lagi, Cynthia harus menikah dengan ku. Cepat! Katakan pada nya! Cepaaattt!" bentak Ibra sembari memberikan telepon kepada Benny.
"Nomor siapa, nih? Jangan-jangan ini adalah Juliet? Ia ingin kirim apa lagi sih! Males!"
Cynthia menutup kembali ponselnya, dan Ia segera melajukan mobilnya sampai di depan rumah Rico. Tapi, lagi-lagi ponselnya berdering kembali dan lagi-lagi nomor itu juga yang memanggil.
"Astaga! Ini nomor siapa sih! Ngerepotin banget tahu nggak! Hiii sorry Aku nggak bakal terima!" Cynthia menutup ponselnya lagi, dan tak berselang lama ponselnya kembali berdering, kali ini Cynthia membiarkan nya, Namun Ia rupanya dibuat penasaran dengan siapa yang sudah berani-berani mengganggu ketenangan nya.
Akhirnya sebelum Cynthia turun dari mobilnya, Ia menjawab telepon masuk tersebut, dengan nada bicara yang kesal, Cynthia berbicara dengan sedikit keras.
"Halo! Ini siapa sih! Gangguin ajah, ini pasti Tante Juliet, iya kan? Ngomong aja, Aku nggak akan bisa terpengaruh oleh ucapan mu Tante!" ucap Cynthia sembari berkacak pinggang.
"Cynthia! Ini Papi!"
Cynthia dibuat terkejut setengah mati saat mendengar suara Benny.
__ADS_1
"Papi! Ya ampun Papi, Aku kira siapa? Papi bikin panik aja." jawab Cynthia sembari menghela nafasnya.
"Kamu di mana, Nak?"
"Aku sedang berada di depan rumah om Rico, Pi! Aku akan minta bantuan kepada nya, biar Papi bisa terbebas dari hutang-hutang itu, dan Cynthia tidak akan pernah menikah dengan Ibra, Papi akan bebas!" ucap Cynthia penuh harap, Namun siapa sangka jika ucapan Cynthia mendapat balasan dari Ibra yang mengambil alih telepon dari Benny.
"Halo, Sayang! Apa kabar kamu!" suara Ibra membuat Cynthia membulatkan matanya.
"Ibra! Apa yang kamu lakukan pada Papi? Jangan macam-macam kamu, ya!" Cynthia dibuat panik saat mendengar suara mantan kekasih nya itu.
"Apa yang akan kamu lakukan, Sayang! Kamu akan memberi tahu kepada laki-laki itu tentang masalah Ayahmu! Ck ck ck Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!" Ibra terdengar tertawa lepas saat mengatakan hal itu kepada Cynthia.
"Jangan macam-macam kamu, brengsek! Jika berani sedikit saja Kamu menyakiti Papi, Aku tidak akan memaafkanmu!"
"Oh ya! Bagaimana dengan ini!"
Terdengar suara Benny yang sedang kesakitan, karena anak buah nya sedang memukuli pria itu. Cynthia dibuat menangis saat mendengar suara Benny yang sedang meraung kesakitan.
"Papiiiiii!"
"Tolong! Jangan sakiti Papi, Aku mohon! Lepaskan Papi! Aku tidak tega melihat Papi kesakitan, lepaskan Papi!" rengek Cynthia sembari menangis.
"Hmm tidak semudah itu Aku akan melepaskan Om Benny, kamu harus melakukan sesuatu untukku, apa kamu setuju?" ucap Ibra dengan senyum jahatnya.
"Katakan!" Cynthia mencoba mengikuti perintah Ibra demi ayahnya.
"Lakukan perintah ku dengan baik, maka Aku tidak akan menyakiti Om Benny, Tapi jika kamu tidak melakukannya, maka kamu tahu sendiri akibatnya, Om Benny! Aku tidak janji akan melepaskan nya, ayahmu akan membusuk di dalam penjara, tapi sebelum Om Benny membusuk di penjara, Aku akan bersenang-senang dulu dengan menyiksanya. Jadi, tidak ada alasan untuk mu menolak keinginan ku, menikahlah denganku, Cynthia!"
...BERSAMBUNG...
__ADS_1