
Kia menghampiri sang Adik yang tengah bermain bersama Dio, dengan sedikit menahan rasa perih itu, Kia berusaha terlihat baik-baik saja meskipun dirinya sedikit terlihat berantakan.
"Kaila! Ayo kita pulang, ini sudah larut malam, biarkan Dio istirahat. Bukankah besok kalian harus sekolah?" ucap Kiara kepada kedua anak tersebut. Sementara itu Kaila dan Dio terlihat saling menatap, kedua anak itu tampak memperhatikan Kiara yang terlihat berbeda.
"Hei! Kalian berdua kenapa? Kok lihatnya gitu sih?" tanya Kia sembari melihat kedua bocah itu yang tampak serius melihatnya. Tiba-tiba saja Kia mendengar sang Adik yang berkata sambil menunjuk ke arah lehernya.
"Kakak! Itu apa? Kak Kiara habis digigit vampir, ya!" sontak apa yang dikatakan oleh Kaila membuat Kia panik untuk menutupi lehernya.
"Hah! Ooo ... ini ... ini bukan apa-apa, tadi ada semut yang sengaja gigit, terus Kakak garuk-garuk sampai kayak gini, hehehe!" Kiara terlihat cengengesan menutupi bekas kissmark karya Daniel tersebut.
"Digigit semut? Pasti semut nya gede banget tuh! Kasihan Mama Kiara, kalau saja Dio tahu yang mana semutnya, uuuhhh pasti Dio injek-injek tuh semut!" sahut Dio sambil memeragakan dirinya yang sedang menginjak-injak.
"Ya ampun, Dio! Kalau saja kamu tahu jika semutnya itu Papa kamu sendiri. Hmm mungkin dulu Aku juga begitu saat melihat ada tanda merah di leher Mama Cynthia, sekarang Aku sendiri yang mengalaminya." batin Kiara sembari tersenyum paksa.
__ADS_1
"Ya udah, Kaila! Kita pulang yuk! Dio, Mama sama Kaila pulang dulu ya, Dio istirahat gih! Jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur, besok kita ketemu lagi di sekolah!" ucap Kiara kepada Dio sembari mengusap lembut wajah anak itu.
Namun, rupanya Dio terlihat bersedih saat Kia pamit pulang ke rumah, tentu saja Kia merasa kasihan melihat Dio yang terlihat murung kembali.
"Loh! Kok Dio sedih sih! Jangan sedih dong! Besok kita bisa bertemu lagi, kan?" ucap Kiara mencoba merayu Dio.
"Sebenarnya, Dio nggak mau Mama pulang, Dio ingin Mama menginap di rumah ini semalam saja, ayo dong Ma, plis! Sekali saja. Mama Kiara bobo di rumah Dio, ya!" rengek sang bocah sembari menatap wajah Kia dengan ekspresi memelas.
"Tapi Kai! Kakak ...!" belum selesai Kia melanjutkan kata-katanya tiba-tiba saja terdengar suara Daniel dari atas hendak turun menghampiri mereka bertiga. Dengan memakai piyama tidur yang menunjukkan belahan dadanya yang berbulu itu, membuat Kia teringat saat tubuh kekar itu mendekap dirinya dengan erat.
"Astaga! Ngapain juga sih Om Daniel datang ke sini, bikin Aku nggak tenang saja."
"Tinggal lah di sini semalam saja, itung-itung biar Dio senang, lagipula ini sudah larut malam, lebih baik kamu tinggal di sini semalam saja, tidak masalah bagiku, nanti pelayan akan menunjukkan kamar untuk mu dan Kaila, kamu bisa tidur di sana, dan supir mu akan ku suruh pulang, biar besok Aku yang akan mengantarkan mu pulang." kata Daniel dengan senyum smirk nya.
__ADS_1
"Ya ampun! Kalau Aku bermalam di sini, sudah dipastikan pria ini pasti akan ... akan ... ah sudahlah!" batin Kiara yang pastinya dirinya akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ayo dong, Ma! Mau ya! Plis Plis!" Dio terlihat bersimpuh di hadapan Kiara, entahlah kenapa tiba-tiba saja bocah itu bisa melakukan hal seperti orang dewasa. Tanpa disuruh dan di arahkan, Dio memohon kepada Kiara untuk bermalam di rumah nya.
"Dio! Eh ... Apa yang kamu lakukan? Jangan gitu dong! Ayo bangun!" titah Kia sembari mengangkat tubuh Dio agar anak itu berdiri.
"Dio nggak mau, sebelum Mama Kia menyetujuinya," jawab sang bocah. Kia tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya terpaksa dia menuruti permintaan Dio.
"Iya iya Mama mau tinggal disini, sekarang kamu berdiri, Mama tidak suka kamu melakukan itu lagi, mengerti!" ucap Kia sembari melihat wajah Daniel yang terlihat tersenyum bahagia.
"Apa yang kamu lihat, Sayang! Aku tahu kamu pasti suka dengan apa yang ku lakukan padamu, dan malam ini Aku ingin mengulang nya kembali, hmm Aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa melupakannya!"
...BERSAMBUNG...
__ADS_1