
...Bulan depan author udah nyiapin novel baru buat kalian, ada yang masih ingin Rico dan Cynthia lanjut, nggak? Kalau kalian minta lanjut, maka Kiara pastinya udah dewasa dan kisah cinta baru dimulai dengan generasi yang berbeda. Jika enggak ya nggak apa-apa othor akan tamatkan novel ini 🤠Author akan launching novel baru yang berjudul ASMARA TURUN RANJANG tanggal 1 nanti, yang bertajuk romance religi, jadi author mau nyoba tokoh utamanya berhijab ya bestie, tapi romantis nya tetap ada, mau nyoba sesuatu yang berbeda ðŸ¤...
SINOPSIS 👇
Wanita mana yang sanggup hidup menjanda saat baru dua hari menikah? Di tinggalkan suami tercinta untuk selama-lamanya, membuat kehidupan Khaira Arandhita, gadis yang biasa dipanggil Aira, menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Ia harus menikah dengan adik iparnya sendiri karena wasiat dari mendiang suaminya.
"Jangan pernah berharap Aku akan menyentuhmu, karena Aku sudah mencintai wanita lain, pernikahan ini ku anggap hanya sebuah wasiat, bukan ikatan." ucap Martin kepada Aira di saat malam pengantin mereka.
Martin Nugroho, mantan adik ipar yang kini menjadi suami Aira, yang sudah memiliki kekasih yang di pacarinya sejak dua tahun, Martin memaksa tetap akan menikahi pacarnya meskipun dirinya sudah menikah dengan istri dari kakaknya.
Akankah kehidupan rumah tangga Aira berjalan mulus? Mampukah Aira meluluhkan hati suaminya?
SPILL BAB 1 👇
"Saya terima nikah dan kawinnya Khaira Arandhita binti Ahmad Baihaqi dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat seratus gram dibayar tunai." ucap Martin Nugroho di saat dirinya mengucapkan ijab Kabul untuk memperistri Aira, wanita yang tidak pernah Ia bayangkan akan menikah dengannya.
Sah sudah pernikahan keduanya, di saksikan oleh seluruh keluarga, tak ada wajah bahagia dalam diri Martin, seolah Ia ingin lari saja dari tempat itu. Apalagi melihat istri yang di nikahi nya, wanita yang tidak pernah Ia cintai, membuat Martin ingin pergi saja dengan segera.
"Martin! Ibu berharap kamu bisa melaksanakan wasiat dari kakakmu, Aira gadis yang baik, Ibu yakin sekali Aira pasti akan membahagiakan mu." ucap Bu Asri kepada putra keduanya.
"I-iya, Bu!" jawabnya singkat.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah bisa bahagia bersama gadis ini, Aku tidak pernah mencintainya, Aku hanya menganggap nya sebagai gadis panti asuhan, Astaga! Kenapa Aku yang harus mendapatkan wasiat seperti ini!" gumam Martin yang tampak berpura-pura baik-baik saja di depan sang Ibunda.
Demi tidak ingin menyakiti hati orang tuanya, Martin terpaksa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan pernikahan ini yang tentu saja membuatnya benar-benar tertekan, apalagi dirinya sudah mempunyai seorang kekasih yang bernama Talita.
Acara resepsi pernikahan Martin dan Aira pun telah usai, kedua mempelai telah berada di dalam kamar pengantin yang sudah dihias sedemikian rupa dengan bunga-bunga segar.
Aira tampak sedang duduk di atas tempat tidurnya, Ia yang biasa memanggil Martin dengan sebutan namanya, kini Ia memanggil Martin dengan sebutan Mas. Karena mulai hari ini Aira sudah resmi menjadi istri Martin Nugroho adik Almarhum Panji Nugroho, suami pertama Aira yang meninggal tiga bulan yang lalu. Seusai masa Iddah, Aira langsung dinikahkan dengan Adik kandung Panji Nugroho, dimana pernikahan mereka adalah permintaan dari mendiang Panji sendiri yang menginginkan Adiknya menikah dengan istrinya saat dirinya wafat nanti.
"Martin! Mas punya satu permintaan untukmu!" ucap pria yang sedang terbaring tak berdaya di atas tempat tidur dengan luka yang sangat parah pada area kepalanya.
"Mas harus banyak istirahat, kondisi Mas masih belum stabil," balas sang Adik yang mencoba menenangkan sang Kakak. Di temani Istri dan kedua orang tuanya, Bu Asri dan Pak Burhan, Panji saat itu mengucapkan sebuah kata yang membuat Istri dan Adiknya begitu terkejut.
"Aku tahu, Aku rasa tidak lama lagi Aku akan pergi menghadap sang Pencipta, sebelum Mas menghadap kepada sang Illahi, Mas mohon kepadamu, berjanjilah untuk melakukan satu hal untukku!" ucap Panji dengan menahan rasa sakitnya.
"Tidak, Martin! Aku tidak punya banyak waktu lagi, Aku harus mengatakannya kepadamu!" ucapnya dengan nada yang mulai terbata-bata. Karena Martin tidak tega melihat kondisi sang Kakak, Ia pun berusaha mendengarkan permintaan kakaknya.
"Baiklah! Aku akan mendengar permintaan Mas Panji, katakan apa yang Mas Panji inginkan?" Martin terlihat pasrah dengan apa yang akan dikatakan oleh sang Kakak.
"Martin! Mas ingin Kamu berjanji satu hal, tolong nikahi Aira selepas kepergianku, Aku ingin kamu menjaganya, Aku sangat menyayangi Aira, Aku tidak ingin Ia sendirian dalam dunia ini, temani Dia, Mas rela jika Aira menjadi istrimu, berjanjilah Martin!"
Martin menatap wajah kedua orang tuanya, Asri dan Burhan terlihat mengangguk, Martin pun tidak bisa menolaknya, karena dirinya begitu menyayangi kakaknya itu, akhirnya Martin pun bersedia untuk menikahi Kakak iparnya.
__ADS_1
"I-iya Mas, Aku akan menuruti permintaan mu, tapi Aku mohon Mas jangan bicara seperti itu lagi, Mas pasti baik-baik saja!"
"Aku tidak akan bisa kembali pulih, sekarang Aku bisa lega sudah mengatakan hal ini kepadamu dan kamu Aira, kemarilah!" Panji terlihat memanggil gadis yang baru dua hari menjadi pengantinnya itu. Aira mendekati Panji dengan air mata yang menghiasi wajah cantiknya.
"Mas Panji! Aku mohon jangan katakan itu lagi, Aku hanya milik Mas Panji, kamu pasti sembuh Mas!" Aira berkata sembari mencium tangan suaminya yang terpasang selang infus.
"Kamu jangan bersedih, Mas sangat menyayangimu, kamu tidak akan sendirian, meskipun Mas tidak bisa menemani hari-harimu, Namun percayalah cinta Mas padamu akan tetap abadi selamanya, sekarang Mas hanya minta satu hal kepada mu, menikahlah dengan Adikku, Martin! Mas yakin Martin akan menjagamu, seperti Aku yang selalu menjagamu, berjanjilah padaku, Aira! Setelah itu Aku bisa pergi dengan tenang!"
Air mata Aira tidak bisa terbendung lagi, benar-benar gadis itu mengalami nasib yang sangat buruk, baru dua hari ia melangsungkan pernikahan dengan Panji Nugroho, pengusaha muda yang sukses, pria yang sangat mencintai Aira, gadis dari panti asuhan yang Ia kenal saat acara donasi di panti asuhan asal Aira tinggal.
Aira menatap dalam-dalam bola mata sang suami dan Ia terpaksa mengatakan hal itu dihadapan sang suami.
"Iya, Aku janji sama kamu, Mas! Aku akan menikah dengan Martin!" ucapnya di iringi air mata yang terus keluar dari sumbernya.
Panji tersenyum dan setelah mendengar penuturan istrinya, Ia pun mulai menutup mata sembari berucap "Laailahaillaah Muhammadur Rosulullah." Ucapan terakhir Panji sebelum Ia menghembuskan nafasnya untuk yang terakhir.
"Mas! Mas Panji! Bangun Mas ...! Jangan tinggalkan aku, Mas!"
Sejenak Martin tersadar dari lamunannya, Pria itu tampak mengganti bajunya dengan baju biasa, Ia pun segera beranjak mengambil jaket warna hitam dan bersiap untuk pergi malam ini juga, sementara Aira terkejut melihat suaminya yang hendak pergi ke luar.
"Kamu mau ke mana, Mas?" tanyanya sembari memperhatikan penampilan Martin yang terlihat rapi. Martin mendekati Aira dan berkata, "Kamu tidak berhak tanya-tanya kemana aku pergi, itu bukan urusanmu!"
__ADS_1
"Tapi, Kita sudah menikah, Mas! Aku berhak tahu kemana saja kamu pergi! Apalagi hari ini adalah malam pengantin kita, tidak pantas jika seorang pengantin meninggalkan pasangannya di hari pernikahan mereka." ucapnya kepada pria yang dulu menjadi adik iparnya itu.
"Jangan pernah berharap Aku akan mencintaimu, karena Aku sudah mencintai wanita lain, pernikahan ini ku anggap hanya sebuah wasiat, bukan ikatan. Jadi jangan bermimpi Aku akan menganggap mu sebagai seorang istri, Aku sangat menyayangi Mas Panji, apapun yang Ia minta pasti akan Aku kabulkan, meskipun kini Ia telah tiada, kamu tidak lebih adalah gadis panti yang dipungut oleh Kakakku!" ucap Martin kepada Aira di saat malam pengantin mereka. Martin pergi begitu saja seusai dirinya mengatakan hal itu kepada wanita yang baru saja Ia nikahi.