
Akhirnya hari itu juga Benny pulang ke rumahnya, wajahnya jelas terlihat sekali jika dirinya sangat menahan beban berat. Namun, Ia tak ingin Cynthia mengetahui kesedihan hatinya, Ia takut jika putrinya kecewa. Maka dari itu Benny mendiami masalah ini sejenak hingga Ia mempunyai waktu yang tepat untuk mengatakan bahwa kepada putrinya.
Tak berselang lama Cynthia pulang ke rumah dengan wajah yang berbinar-binar, bagaimana tidak dirinya baru saja bertemu dengan Pria yang sudah menjadi bagian dari hatinya. Sejenak Cynthia melihat sang Papi yang sedang berdiri di depan jendela dengan pandangan yang jauh menerawang.
"Papi, Papi ngapain di sana?" seru Cynthia sembari berjalan menghampiri Benny yang tengah mencari cara lain untuk membayar hutang-hutangnya kepada Ibra.
"Papi! Papi kenapa? Tumben-tumbenan Papi ada di sini?" tanya Cynthia sembari menatap wajah Benny yang tampak terlihat diam.
Benny menatap wajah sang anak dan tersenyum, "Papi nggak apa-apa, emangnya Papi nggak boleh ada di sini?"
"Ya ... bukan gitu sih, Pi! Cuma aneh aja Papi nggak biasanya seperti ini, Papi ada masalah dengan kantor?" pertanyaan Cynthia membuat Benny menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada, sudahlah! Papi tidak apa-apa, oh iya kamu darimana saja? Kok baru pulang?" tanya Benny balik.
Cynthia tampak malu-malu kucing dan menjawab. "Cynthia baru saja bertemu dengan Om Rico, Pi! Ah ... Papi, Cynthia seneng banget, Pi! Ngomong-ngomong Papi setuju nggak sih jika Cynthia dan Om Rico pacaran, emm ... nggak-nggak Cynthia nggak mau pacaran, langsung nikah gitu, Pi! Hehehe ... pasti Papi setuju, kan?" jawab Cynthia sembari bergelayut pada lengan Benny.
Pria itu hanya diam belum bisa mengambil keputusan untuk menyetujui permintaan putrinya, mengingat jika dirinya diancam oleh Ibra, meskipun sebenarnya Ia bisa saja meminta Rico untuk menolongnya. Tapi, Benny tidak mau merepotkan sahabatnya itu, karena hutang-hutang Benny tidaklah sedikit.
"Maafkan Papi, Cynthia! Papi belum bisa menyetujuinya." batin pria itu yang belum berani Ia ungkapkan kepada putrinya.
"Cynthia! Papi mau ke kamar dulu. Papi benar-benar capek, kamu harus istirahat. Besok adalah ulang tahun mu, bukankah kamu harus tampil lebih cantik!" ucap Benny menghindari pembicaraan tentang Rico dan putrinya sembari beranjak pergi masuk ke dalam kamarnya.
"Iya, Pi!"
Cynthia mengerutkan keningnya, apa yang terjadi pada sang Papi? Tiba-tiba saja Benny bersikap lain hari ini.
"Papi aneh banget, biasanya Papi paling bersemangat jika Aku membicarakan Om Rico, apa mereka bertengkar? Ah nggak mungkin lah Papi sama Om Rico bertengkar, orang tadi Om Rico bersama ku, ah sudahlah lebih baik aku mandi, habis itu Aku mau video call sama Abel dan Jessie, Aku sudah nggak sabar ingin bercerita kepada mereka."
__ADS_1
Cynthia dengan senangnya pergi ke kamarnya. Gadis itu masih belum mengerti apa yang terjadi dengan sang Ayah.
Setelah Cynthia tiba di dalam kamar. Ia pun sempat kepikiran tentang Benny, gadis itu benar-benar bingung dengan sikap Benny yang tiba-tiba seperti itu. Cynthia pun mencoba menghubungkan Rico. Mungkin saja Rico mengetahui permasalahan Ayahnya, mengingat mereka berdua adalah sahabat.
Saat itu Rico sedang dalam perjalanan pulang, Ia melihat ke layar ponselnya jika Cynthia tengah menghubunginya.
"Cynthia!" sejenak wajahnya berbinar kala melihat nama Cynthia tertera pada layar panggilan ponselnya. Duda itu segera membuka telepon dari Cynthia.
"Halo, Sayang! Kenapa kamu menelepon ku, kamu sudah kangen, ya! Aku kan sudah bilang!" goda Rico yang membuat Cynthia menggelengkan kepalanya.
"Sayang-sayang, berani sekali Om panggil Saya Sayang! Emang Cynthia pacarnya Om?" protes gadis itu. Rico tertawa kecil dan berkata. "Bukan memang, tapi bukankah sebentar lagi kita akan menikah!" duda itu berkata dengan senyum yang mengembang.
"Menikah? Ah udah deh Om nggak usah godain Cynthia mulu, Oh ya Om, Cynthia mau nanya sama Om!"
"Apa Sayang tanya saja!" balas Rico yang pandai sekali membuat Cynthia salah tingkah dengan panggilan Sayang.
"Apa Om punya masalah dengan Papi?"
"Apa? Aku punya masalah dengan Benny? Enggak kita nggak ada apa-apa, kita baik-baik saja, memangnya kenapa dengan Benny?" tanya Rico menyelidik.
"Hari ini Papi aneh banget tahu nggak sih, Om!"
"Aneh?" Rico tampak mengerutkan keningnya.
"Iya ... aneh gitu, nggak seperti biasanya, lebih pendiam gitu, Om! Kira-kira Papi kenapa, ya!"
"Mungkin saja Benny kecapekan, sudah nggak usah terlalu dipikirin. Lebih baik kamu mikirin Aku saja, Aku ingin tahu surprise apa yang akan kamu berikan untukku, Aku berharap surprise nya tidak membuat ku kecewa!" ucap Rico penuh harap.
__ADS_1
Cynthia tersenyum dan menjawab, "Rahasia dong! Jika Cynthia bilang sekarang, surprise nya nggak jadi dong! Nggak seru, Om. Cynthia ingin semua orang tahu kejutan apa yang akan Cynthia berikan kepada Om Rico!" ucap Cynthia serius. Gadis itu akan melamar Rico saat acara ulang tahunnya, kali ini Ia tidak menunggu Rico yang melamarnya, Ia akan melakukannya sebelum Rico mengatakan itu kepadanya, dan Cynthia melupakan semua pertaruhan itu, Ia sudah tidak memperdulikan masalah prestasinya sebagai Playgirl di kampus nya, Ia sudah tidak memperdulikan itu semua, baginya bersama Rico adalah sesuatu yang paling membahagiakan, duda itu sukses membuat hati Cynthia merasakan cinta yang sesungguhnya.
Hal yang sama pun dirasakan oleh Rico, setiap hari Rico selalu senyum-senyum sendiri kala mengingat kejadian saat bersama Cynthia, Ia merasa nyaman dan bahagia saat di dekat Cynthia. Duda itu sudah tergila-gila dengan putri sahabatnya sendiri, apalagi sang putri, Kiara. Sudah memberikan lampu hijau untuk dirinya.
*
*
*
Waktu pun berjalan, hingga tiba saatnya yang dinanti-nantikan. Iya acara ulang tahun Cynthia, malam ini Cynthia sangat berdebar hatinya, selain bertambahnya usia gadis itu. Cynthia harus memberanikan diri memohon kepada Rico untuk bersedia menjadi suaminya.
"Om Rico! Aku sudah nggak sabar lagi ingin mengetahui bagaimana reaksi Om saat Aku mengatakannya, ya ampun ini benar-benar membuat ku deg-degan!" ucapnya lirih.
"Hai Cynthia! Ya ampun kamu cantik banget malam ini, kita yakin Om Rico pasti klepek-klepek nggak berkedip lihat kamu anggun begini, emm pria mana sih yang nolak gadis secantik kamu, Cyn!" ujar Abel yang menghampiri Cynthia yang sedang berdiri menunggu kedatangan Rico.
"Kalian bisa aja!" balas Cynthia malu-malu.
Hingga akhirnya kedatangan seseorang yang sangat ia nantikan hadir juga. Seorang pria yang sedang bersama dua orang perempuan terkasihnya. Oma Nini dan juga Kiara. Mulai masuk ke dalam Cafe dimana Cynthia merayakan ulang tahunnya.
"Wow keren sumpah, Om Rico ganteng banget ya ampun!" seru Jessie yang mengetahui kedatangan Rico beserta Kiara dan Oma Nini.
Cynthia langsung membalikkannya badannya dan melihat kedatangan Rico bersama Kiara dan juga Oma Nini. Cynthia tampak malu-malu kucing ketika Rico menatapnya penuh kemesraan.
"Cie cie sang pangeran sudah datang nih!" goda kedua teman Cynthia.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1