
"Datang lah ke tempat ku besok, jika kamu masih ingin bertemu dengan Om Benny, kita akan menikah secepatnya, Aku tidak mau menunggu terlalu lama, Aku tunggu kedatangan mu jam tujuh malam, jika kamu tidak datang, maka jangan salahkan Aku jika Papi mu ...."
"Jangan! Jangan sakiti Papi, baiklah Aku akan datang!" balas Cynthia yang terpaksa mengikuti perintah Ibra.
Ibra tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dengan mudahnya Ia bisa menaklukkan kesombongan Cynthia, gadis itu akan menjadi manusia miliknya.
"Bagus! Aku pegang kata-katamu, besok akan Aku kirimkan baju pengantin untukmu, besok
malam kita akan menikah dan Aku akan mempersiapkan penghulu untuk kita, ingat! Jangan terlambat!" Ibra langsung menutup telepon nya, Cynthia menangis, baru saja Dirinya bersemangat untuk mengatakannya kepada Rico. Sekarang Ia terpaksa harus harus menuruti permintaan Ibra, bagaimana pun juga Cynthia sangat menyayangi Benny.
"Demi Papi! Apapun akan Aku lakukan, Aku harus membebaskan Papi dari cengkeraman Ibra." Cynthia memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia tidak jadi ke rumah Rico, padahal Ia sudah berhenti tepat di depan rumah duda itu.
Di saat Cynthia pergi dari rumah Rico, tampak sepasang mata yang sedang mengintip Cynthia dari celah jendela rumah Rico.
"Cynthia! Itu mobil Cynthia, kenapa dia malam-malam datang ke rumah? Apa ada masalah? Aku harus mencari tahu!"
Rico yang melihat itu langsung pergi dengan mobilnya mengejar mobil Cynthia yang melaju tidak terlalu kencang. Dengan cepat Rico melajukan mobilnya agar Ia segera bertemu dengan gadis yang dicintainya itu.
Tak butuh waktu lama, Rico berhasil mendapati mobil Cynthia yang tampak sedang berhenti di sebuah tempat di pinggir kota, Cynthia tampak turun dari mobilnya dan Ia menuju pada sebuah bangku, Cynthia duduk di bangku panjang itu dengan menundukkan wajahnya lesu.
Tak berselang lama terdengar tap sepatu seseorang yang sedang berjalan mendekatinya. Perlahan Cynthia mengangkat wajahnya dan Ia sangat terkejut saat melihat wajah yang sangat Ia kenali sedang berdiri di depannya.
"Om Rico!"
Rico tersenyum dan duduk di samping Cynthia, gadis itu diam tak mengucapkan sepatah kata pun.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Duduk sendirian di tengah malam? Apa yang ingin kamu katakan! Aku lihat tadi Kamu sempat berhenti di depan rumah, sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu katakan." ucap Rico sembari menatap wajah Cynthia.
__ADS_1
Cynthia menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk tegar, Ia tidak ingin Rico curiga jika dirinya dalam masalah besar.
"Tidak apa-apa, Om! Tadi Cynthia datang ke rumah Om, karena Cynthia ingin bertemu dengan Kiara, karena hari sudah malam, jadi Saya memutuskan untuk pulang, tentu saja Kia sudah tidur, Saya tidak ingin mengganggunya."
"Bohong!" Rico spontan berkata itu kepada Cynthia, Ia tahu jika ada masalah lain yang sedang di pendam oleh gadis itu. Cynthia menatap tajam wajah Rico, seolah Rico tahu jika Cynthia ada dalam masalah besar.
"Benar, Om! Cynthia tidak bohong, kenapa Om tidak percaya, sih!" balas gadis itu gugup. Rico mendekati Cynthia menatap dalam-dalam bola mata indah itu.
"Katakan padaku! Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu seperti menyembunyikan sesuatu dariku, Katakanlah!" desak Rico agar Cynthia segera memberitahukan rahasia apa yang sedang di pendam oleh gadis pujaannya itu.
"Tidak ada, Om! Tidak ada apa-apa!" Cynthia terus mengelak.
"Cynthia, cukup! Aku tahu kamu berbohong. Katakan, Sayang! Katakan sejujurnya. Apa yang sedang terjadi?" Rico terus mendesak agar Cynthia mengatakan hal yang sebenarnya.
Sejenak terlintas ucapan Ibra jika dirinya tidak akan segan-segan menyakiti Benny, jika dirinya tidak melakukan perintahnya, yaitu untuk menikah dengannya. Cynthia mulai berkaca-kaca dan saat itu juga Ia mengatakan sesuatu kepada Rico, yang membuat duda itu terkejut setengah mati.
"Maaf Om! Saya tidak bisa menikah dengan Om! Semua ini Saya lakukan hanya demi sebuah pertaruhan, lebih baik Om lupakan Saya, karena kita tidak akan pernah bisa menikah." ucap Cynthia kepada Rico.
"Kamu pikir ini sebuah permainan dan Kamu bisa semudah itu lari dariku, Aku sudah menerima lamaran mu, itu artinya siap atau tidak kamu harus menikah denganku, karena Aku terlanjur jatuh cinta kepadamu!" jawab Rico sembari menatap kedua bola mata Cynthia dan meraih pinggul ramping itu.
"Tidak bisa, Om!" jawab Cynthia dengan gugup.
"Oh ya! Jika begitu hari ini Aku akan menjadikan mu milikku, karena hanya dirimu lah, wanita yang membuat rasa cintaku bangkit kembali." jawab sang duda dengan tersenyum smirk.
"Om! Cynthia mohon lepaskan Cynthia! Jika Om benar-benar mencintai Cynthia, lepaskan Cynthia sekarang juga, please!" rengek Cynthia saat Rico membawa tubuh Cynthia dalam pelukannya.
Rico menghela nafas panjang, sebenarnya Ia tak yakin Cynthia bisa berkata itu kepadanya, itu bukanlah dari dalam hati seorang Cynthia, seperti ada seseorang yang menekannya, Rico pun menuruti permintaan gadis itu, Ia melepaskan nya.
__ADS_1
"Baiklah! Jika itu maumu, tapi Aku tidak percaya begitu saja dengan ucapan mu ini Cynthia, Aku yakin pasti ada hal lebih besar yang kamu sembunyikan dari ku, cepat atau lambat Aku akan segera mengetahuinya." jawab Rico sembari membalikkan badannya.
"Maafkan Aku, Om! Tidak seharusnya ini semua terjadi, tapi Aku tidak bisa berbuat apa-apa, jika Aku tidak menikah dengan Ibra, maka Papi! Mungkin ini semua sudah takdir, kita tidak berjodoh!" gumam Cynthia sembari pergi meninggalkan Rico, demi sang Ayah, Ia harus kuat, sebelum dirinya terlalu jauh dengan Rico, Ia harus secepatnya pergi dari kehidupan Rico.
Rico yang melihat Cynthia pergi, dengan cepat pria itu menahannya. Cynthia menghentikan langkahnya dan menatap wajah Rico dengan sendu.
"Lepaskan tangan Cynthia, Om!"
"Tidak akan! Sebelum kamu mengatakan apa yang terjadi?" Rico terus memaksa agar Cynthia mengatakan sejujurnya.
"Tatap mataku, Cynthia! Lihat betapa Aku sangat mencintaimu! Kamu tidak bisa semudah itu pergi dariku, karena Aku sudah terlanjur tergila-gila kepada mu, Aku mohon jangan pergi! Apa kamu tidak kasihan dengan Kiara, apa yang akan Aku katakan padanya? Kiara sangat menyayangimu, pikirkan sekali lagi?"
"Sudahlah, Om! Semua ini sudah berakhir, Cynthia pergi, selamat tinggal!"
Gadis itu segera berlari menuju mobilnya, dengan perasaan yang hancur berkeping-keping, Cynthia tetap membiarkan Rico berdiri di tempatnya. Sejenak Cynthia menatap Rico untuk yang terakhir kalinya, sangat jelas terlihat wajah Rico yang kehilangan seseorang. Kemudian Cynthia mau tidak mau harus merelakan semua ini.
"Meski sakit, setidaknya Aku harus berani mengambil keputusan, Cynthia! Papi mu lebih membutuhkan mu, kamu harus secepatnya datang menyelamatkan nya!"
Sementara itu Rico yang merasa ada yang tidak beres dengan Cynthia, Ia segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis pujaannya itu. Duda itu segera pergi mencari bukti sebelum semuanya terlambat.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
__ADS_1
...Hmm kira-kira berhasil nggak ya, Om Rico menemukan bukti-bukti jika Cynthia telah berbohong? 🤔...