MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Karya spektakuler


__ADS_3

Kini Kiara berdiri di atas panggung mendampingi adiknya untuk menerima hadiah penghargaan atas apa yang sudah didapatkan oleh Kaila sebagai juara pertama lomba baca puisi. Kiara terlihat memeluk adiknya dengan senang, Ia sangat bangga ternyata Kaila menorehkan prestasi yang luar biasa.


"Selamat ya, Kai! Kakak bangga sama kamu. Om Ibra pasti sangat bahagia mendengar kamu menang juara satu." ucapnya kepada sang adik yang kini berada di sampingnya.


"Terima kasih, Kak! Andai saja Mommy ada bersama diantara kita, pasti Mommy juga ikut senang." Kaila memeluk Kiara dengan sedih sembari mendongak menatap wajah sang Kakak yang tampak menghiburnya.


"Sudah! Nggak usah bersedih, kan ada Kakak sama aja, kan! Mommy sudah bahagia di sana, Kaila nggak boleh lemah. Kaila harus kuat, supaya Daddy bangga sama Kaila, mempunyai Putri yang cantik dan juga kuat."


ucapnya sembari tersenyum kepada sang adik. Tentu saja Kaila pun terhibur dengan ucapan Kiara hingga tak sadar Kaila melihat sebuah tanda yang membuat gadis itu mengerutkan keningnya. Tanda berwarna merah yang menghias pada leher Sang Kakak. Kaila tampak penasaran, di hadapan seluruh penonton Kaila menyentuh tanda merah itu pada leher Kiara yang jenjang.


"Ini tanda apa, Kak? Kok bisa merah gitu sih leher Kakak? Di gigit serangga, ya?" pertanyaan Kaila membuat Kiara terkejut dan meraba-raba lehernya, Ia pun bingung apa maksud Kaila berkata seperti itu kepadanya.


Sementara MC yang berada di sampingnya juga ikut memperhatikan leher Kiara yang tentu saja MC tahu jika itu adalah bekas gigitan cinta. MC itu tampak tersenyum tipis melihat tanda merah pada leher Kiara.


"Apa sih, Kai! Tanda apa maksudmu?" Kiara tampak mengambil ponselnya dan mencoba bercermin pada layar ponsel miliknya. Dan betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah tanda merah yang jelas menghiasi leher cantik itu, sontak Kiara pun berusaha untuk menutupi tanda itu dengan menaikkan kerah bajunya, agar orang-orang tidak bisa melihatnya. Namun sayang, usaha Kiara tidak berguna sama sekali. Semua orang sudah terlanjur melihatnya dan tentu saja itu membuatnya sangat malu, apalagi MC yang berada di dekatnya dan juga penonton yang tampak sedang berbisik-bisik membicarakannya.


"Sialan! Ini semua gara-gara duda impoten itu, diihh malu banget! Mana naruhnya di sini lagi, aduhh kalau Daddy sama Mama Cynthia tahu, bisa gawat nih. Aduuhh gimana dong!" batin gadis itu tidak tenang. Ia berdiri dengan keringat dingin yang mulai bercucuran pada wajah cantiknya. Mau tidak mau Kiara saat itu menjadi perbincangan hangat di antara penonton.


Hingga akhirnya MC mengatakan bahwa juri akan memberikan hadiah penghargaan kepada Kaila dengan memberikan sebuah tropi dan uang tunai kepada Kaila, yang akan diwakilkan oleh seseorang yang istimewa, dimana orang itu telah memberikan wadah untuk menggelar lomba baca puisi ini, orang itu didaulat untuk memberikan penghargaan kepada Kaila secara langsung.

__ADS_1


"Baiklah! Kami akan memberikan penghargaan kepada adik kita Kaila Sherly Sifabella sebagai juara satu lomba membaca puisi tingkat Sekolah dasar. Kami mohon kesediaannya kepada Pak Daniel Mahardika sebagai wakil untuk memberikan penghargaan kepada pemenang, silahkan naik ke atas panggung, Pak!"


"Deg!"


"What? Om Daniel! Kenapa harus dia! Omaigad apa-apaan ini!" batin Kiara yang tidak percaya jika Daniel yang akan memberikan hadiah itu kepada Kaila. Perlahan pria itu berjalan masuk ke dalam aula sembari matanya tertuju pada sosok gadis yang sedari tadi sudah mengganggu ketenangannya. Pria itu naik ke atas panggung dengan sangat elegan, sungguh pesonanya tidak bisa diragukan lagi, parasnya yang rupawan, badan tinggi tegap dan tentu saja penampilan nya yang modern dan stylish, membuat wanita mana saja pasti akan tersenyum kepada pria yang digosipkan seorang gay itu.


"Nggak bisa dipungkiri sih, dia memang tampan! Tapi sayang menyebalkan banget, udah bikin Aku malu kayak gini. Nih orang sarap kayaknya!" batin Kiara sambil menutupi sebagian lehernya dengan tangannya.


Daniel berjalan menuju ke tengah panggung dimana Kiara dan Kaila berada di sana dengan beberapa pemenang lainnya. Daniel memperhatikan ekspresi wajah Kiara yang sedang terlihat gugup, gadis itu terlihat tidak nyaman saat berhadapan dengan pria yang beberapa waktu lalu mencium bibirnya.


"Aku memang tidak bisa untuk jauh dari mu, Baby! Aku harus mendapatkan mu!" batin Daniel sembari berjalan menghampiri Kaila dan menyerahkan tropi penghargaan untuk putri relasi bisnisnya itu.


"Selamat ya Kaila! Om bangga sama kamu, semoga hadiah ini bermanfaat untukmu, pasti Daddy kamu sangat bangga memiliki putri yang berprestasi seperti dirimu!"


"Kaila juga sangat berterima kasih kepada Om Daniel, sudah meluangkan waktunya untuk memberikan penghargaan kepada Kaila!"


Daniel tampak mengusap lembut puncak kepala Kaila, setelah itu Ia berlanjut menghampiri Kiara sebagai wali orang tua Kaila. Pria itu tampak memperhatikan Kiara dengan seksama dan tentu saja Daniel mengulurkan tangannya kepada Kiara yang sedang sibuk menutupi gigitan vampir duda itu pada lehernya.


"Selamat! Adikmu benar-benar luar biasa, dia benar-benar murid yang berprestasi, dia memang layak untuk dibanggakan!" ucap Daniel kepada Kiara dengan mengulurkan satu tangannya, karena Kia tidak bisa berbuat apa-apa, dengan terpaksa Ia melepaskan tangannya dari leher yang berwarna merah itu, kemudian Ia membalas uluran tangan Daniel. Dan, tentu saja Daniel melihat sebuah tanda merah pada leher gadis yang baru saja Ia cumbu, dan Ia sangat yakin sekali jika itu adalah hasil karya spektakuler nya.

__ADS_1


"Iya! Adik Saya memang hebat, Ia mampu menorehkan prestasi yang luar biasa, nggak seperti Adik Om yang selalu meresahkan!" balas nya dengan kesal. Daniel tertawa kecil dan tentu saja Ia pun membalas ucapan Kiara yang pastinya akan membuat wajah gadis itu bersemu merah.


"Wah sangat indah sekali! Sayang cuma satu. Kalau ada banyak mungkin lebih bagus dan lebih indah menghiasi leher cantikmu, Sayang!" ucapnya kepada Kiara yang tampak membulatkan matanya melihat senyum Martin yang terlihat senang.


"Ini semua gara-gara Om tahu nggak! Lihat tuh orang-orang pada ngomongin Saya! Om harus tanggung jawab nih, Kia nggak mau ya dipermalukan seperti ini," protes gadis itu dengan ekspresi kesal. Daniel pun semakin tersenyum lebar. Ia pun semakin semangat untuk menggoda gadis yang usianya masih jauh dibawahnya itu.


"Itu salah mu! Kenapa harus kamu bisa membuat ku terbangun,"


"Diih kok Saya sih yang disalahin,"


"Mungkin kita adalah jodoh!"


"Hah ... Plis deh Om! Om pergi aja deh dari sini, kepala Kia tambah pusing mikirin Om berseliweran di sini!"


Kia tampak menarik tangannya dari menjabat tangan Daniel, Ia pun berpura-pura tersenyum sembari memeluk Kaila dan berkata kepada Daniel, agar orang-orang tidak curiga dengan apa yang dilakukan dirinya dan Daniel.


"Terima kasih banyak, Pak Daniel! Saya sebagai wakil orang tua adik Saya Kaila, Saya sangat senang Pak Daniel memberikan penghargaan kepada Kaila, semoga bisa bermanfaat bagi Adik Saya dan tentunya untuk nama baik sekolah." ucap gadis itu dengan senyum yang mengembang dari bibir mungilnya, tentu saja baru kali ini Daniel melihat senyum Kiara.


"Plis Baby! Jangan tersenyum lagi, Kalau saja ini bukan tempat umum, sudah Aku gigit bibir itu, Shiiit! Aku benar-benar sudah tergila-gila padanya."

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2