
Setelah beberapa menit, Ibra datang dan membawa kabar baik, Kiara sudah diperbolehkan pulang. Hari itu juga Kiara dibawa pulang ke rumah, Kaila sangat senang sekali, akhirnya Ia bisa berlama-lama dengan sang kakak.
"Kaila senang banget akhirnya kakak mau nemenin Kaila." ucap gadis itu sembari memeluk Kiara yang duduk di kursi belakang, sementara Ibra tampak sibuk mengemudi sembari melihat keseruan kedua putrinya. Tiba-tiba saja terdengar dering telepon dari saku bajunya. Ibra melihat layar ponselnya dan Ia melihat Daniel tengah menghubunginya.
"Halo!"
"Bagaimana keadaan putrimu, Maaf Aku tidak bisa lama-lama di sana, Aku sangat capek tadi. Jadi, Aku pulang saja, lagipula Kiara sudah agak mendingan, dan semua adminstrasi sudah Aku bayar, kamu jangan khawatir." ucap Daniel sembari duduk santai di atas sofa. Pria itu terlihat begitu seksi dengan memakai piyama tidur yang menunjukkan belahan dadanya yang bidang. Pria itu tampak memegang tas milik Kiara yang tertinggal di dalam mobilnya.
"Kiara sudah diperbolehkan pulang, dan sekarang kami sedang dalam perjalanan pulang, terima kasih atas semuanya." ucap Ibra yang tak sengaja obrolan sesama duda itu di dengarkan oleh Kiara.
"Syukurlah! Aku ikut senang." Daniel tampak bahagia akhirnya Kiara sudah bisa pulang ke rumah.
"Hmm ... untuk sementara Kiara akan tinggal di rumah ku, untuk menemani adiknya, Kaila. Karena besok pagi Aku harus keluar kota. Jadi, Kaila sendirian di rumah. Makanya, Kiara untuk sementara akan tinggal di sini selama Aku pergi ke luar kota."
Rupanya pernyataan Ibra membuat Daniel sangat bahagia, entahlah kenapa tiba-tiba saja dirinya sangat bahagia saat tahu jika Kiara akan tinggal lebih lama di kota itu.
"Jadi, Kiara akan tinggal di rumah Ibra untuk beberapa hari! Hmm Aku pastikan kamu tidak akan mau pulang ke rumah mu Kiara." batin Daniel dengan senyum bahagianya.
"Eh ... bukannya kamu juga ada bisnis di luar kota? Kok kamu malah ada di rumah?" tanya Ibra.
"Iya memang, Aku nggak jadi keluar kota, Anakku Dio minta ditemani ikut lomba tadi. Hmm dia maksa banget ingin Aku yang menemaninya, ya sudahlah! Aku tunda dulu Minggu depan." jawabnya.
"Oh ... ya sudah! Aku tutup dulu ...!"
Saat Ibra ingin mengakhiri percakapan nya dengan Daniel, tiba-tiba saja Kiara bersin dan tentu saja suara Kiara terdengar jelas lewat ponsel Daniel, pria itu segera memohon kepada Ibra untuk berbicara sebentar dengan Kiara.
"Itu suara Kiara, bukan?" tanya Daniel.
"Iya, kenapa kamu ingin bicara dengan nya?"
"Hmm iya ... kalau Kamu mengizinkan!"
"Baiklah! Sebentar saja, nanti kamu lama-lama bisa menggoda putriku. Awas saja kalau kamu berani macam-macam padanya!" Daniel tertawa mendengar penuturan dari Ibra, kemudian Ibra memberikan ponselnya kepada Kiara. "Kia! Daniel ingin bicara dengan mu."
__ADS_1
"Om Daniel ingin bicara dengan Saya, Om?" Ibra menganggukkan kepalanya, entah kenapa tiba-tiba saja Kiara sangat bahagia saat Daniel ingin berbicara dengannya, Ia pun segera menerima telepon itu dengan sedikit gugup.
"Cie ... Kakak Seneng banget di telepon Om Daniel!" goda Kaila sembari tersenyum kepada Kiara.
"Sssttt Kaila!" Kiara tampak tersenyum malu-malu, kemudian gadis itu meletakkan ponsel pada telinganya.
"Ha-halo!"
"Halo, sayang! Bagaimana keadaanmu?" ucap Daniel menggoda putri Rico itu. Ia tampak tersenyum senang bisa berbicara dengan gadis yang sudah membuatku tidak bisa tidur nyenyak itu.
"Diiihh sayang-sayang, apa sih Om ini panggil sayang-sayang!" jawabnya dengan kesal. Ibra pun ikut tertawa mendengar suara Kiara yang tampaknya Daniel sedang menggoda putri sambung nya itu.
"Eh jangan marah gitu dong! Nanti cantiknya ilang loh! Oh ya tas kamu ketinggalan di mobil, Maaf Aku lupa memberikan nya."
"Pantes aja Aku cari-cari nggak ada, ternyata Om Daniel yang bawa, awas saja ya kalau berani buka-buka isinya." ucap Kiara serius.
"Memangnya kenapa kalau aku buka isinya, paling isinya cuma handphone sama dompet, Aku nggak bakalan ambil isi dompet kamu, malah Aku tambahin lebih banyak nanti, syaratnya Kamu harus mau jadi istriku." ucapnya sembari tertawa membayangkan ekspresi wajah Kia saat ini.
"Atau nggak apa? Kalau kamu mau tasmu, ambil saja sendiri di rumah, Aku sangat sibuk, tidak bisa mengantarkannya ke rumah Ibra." ucap Daniel beralasan, Ia bisa saja mengantarkan tas itu ke rumah Ibra dengan menyuruh sopir untuk mengantarkan nya. Namun, Ia memang sengaja melakukan itu karena Ia ingin Kiara datang sendiri ke rumah nya.
"Ya ampun! Masa Saya harus datang ke rumah Om sih? Om tahu sendiri kan Saya masih baru pulang dari rumah sakit," jawab Kiara.
"Itu terserah kamu, mau di ambil silahkan, nggak di ambil ya terserah kamu, Aku nggak pernah maksa."
"Sialan nih Om-om, dia mau ngerjain Aku. Hmm nggak bakalan dia mengerjai ku lagi." batin Kiara.
"Oke! Besok Saya ke rumah, Om! Tapi awas ya jangan di buka isinya dan jangan buka ponsel Kiara, itu privasi. Awas saja!" ucap Kiara mengingatkan.
"Kamu bisa percaya padaku, Baby!" panggilan sang duda sukses membuat hati Kiara mulai tergelitik, sejenak Ia sedikit senang mendengar Daniel memanggil nya dengan Baby.
"Hmm ya sudah, besok Kia datang setelah jemput Kaila dari sekolah."
Daniel tampak tersenyum bahagia mendengar kata Kiara, bahwa gadis itu akan datang ke rumah nya besok.
__ADS_1
*
*
*
*
Setelah mengakhiri percakapan nya dengan Kiara, Daniel meletakkan ponselnya dan meraih tas Kiara. Ia tersenyum karena gara-gara tas itu, Kiara akan datang ke rumah nya.
"Aku pasti menunggumu, Sayang! Untung saja Pak Rico sudah mengatakannya kepadaku, jika kamu adalah putrinya. Jadi, Aku akan lebih semangat untuk mendapatkan mu, karena kita memang ditakdirkan berjodoh." Daniel mengingat saat Rico meneleponnya baru saja.
FLASHBACK ON
"Halo, Daniel!"
"Pak Rico! Ada yang bisa Saya bantu, Pak?"
"Aku ingin berbicara dengan mu, tentang perjodohan mu dengan putriku."
Kemudian Rico menjelaskan semuanya tentang siapa putrinya dan siapa gadis yang sedang bersama Daniel dalam acara lomba baca puisi itu. Rico mengatakan jika itu adalah Kiara, putrinya. Yang tak sengaja bertemu dengan Daniel, sang calon suami.
Tentu saja Daniel sangat bahagia, ternyata Dewi Fortuna memihak kepada nya, apalagi Kiara adalah wanita satu-satunya yang membuat kelelakian nya bangkit kembali setelah tidur panjangnya.
"Jadi, Kia adalah putri Pak Rico! Ternyata Saya tidak salah lagi, ini benar-benar suatu kebetulan, Saya sangat mau menikah dengan putri bapak, karena putri bapak sudah membuat hidup Saya berwarna." ucap pria itu dengan senang.
"Iya, kita pura-pura dulu di hadapan Kia, Aku ingin Kia menyesal karena menolak perjodohan ini, Aku ingin dia sendiri yang datang melamarmu, padahal sebenarnya kalian berdua memang sudah dijodohkan."
"Baik, Pak! Pasti ini sangat menyenangkan,"
Rupanya kedua pria tampan itu sudah merencanakan untuk mengerjai Kiara sebelum Rico memberi tahukan jika Daniel adalah calon suaminya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1