MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Belum sadar


__ADS_3

"Bapak yakin ingin menjodohkan putri bapak dengan Saya? Saya bukan pria idaman wanita, Pak! Diluar sana Saya mempunyai image buruk, dan itu membuat Saya sudah tidak ingin menikah lagi." papar sang duda. Rico menepuk pundak Daniel, pria yang kini berusia lebih dari setengah abad itu tersenyum kepada Daniel dan berkata. "Tapi sayangnya, Aku lebih suka Kamu menjadi menantuku, karena Aku tahu semua rumor itu sengaja dibuat untuk menghancurkan karirmu, banyak pengusaha yang iri melihat kemampuan hebat mu, tak bisa dipungkiri Kamu memang memiliki kemampuan yang sangat cerdas, itulah sebabnya mereka ingin melihatmu jatuh. Tapi, mereka tidak berhasil meyakinkan ku untuk tetap memberimu applaus, alangkah bahagianya jika putriku, Kiara menikah dengan pria sepertimu." ungkap Rico yang membuat Daniel tersenyum.


"Tapi, Saya ini duda Pak, apa Putri Bapak tidak keberatan menikah dengan seorang duda?" tanya Daniel meyakinkan. Mendengar itu Rico tertawa dan kembali duduk bersama Daniel.


"Kamu pikir Duda tidak bisa mendapatkan seorang gadis? Aku dulu juga seorang duda, siapa sangka jika Aku menikahi seorang anak perawan! Tidak ada yang tidak mungkin, Putriku bukan gadis seperti yang lainnya, dia memang sedikit cerewet, tapi sebenarnya dia sangat lembut, Aku sangat menyayanginya, begitu pun Mama sambungnya. Kami ingin melihatnya mendapatkan laki-laki yang bertanggung jawab, dan tentunya yang bisa mengayomi nya, setidaknya lebih dewasa dari usianya, dan nggak tahu kenapa Aku melihat mu berbeda dari yang lainnya, kamu memang seorang duda, tapi aku ingin menjadikan mu sebagai menantuku."


Daniel tidak menyangka, dalam kondisi nya yang seperti itu, masih ada orang yang baik kepadanya, bahkan ingin menikahkan dirinya dengan putrinya. Namun, Daniel juga tahu diri, Ia tidak mungkin menerima begitu saja, dirinya perlu waktu untuk mengiyakan permintaan Rico yang tentunya pria itu sangat menghormati Rico sebagai seniornya.


"Saya sangat menghormati Bapak, terima kasih Pak Rico sudah mau percaya pada Saya, tidak mengurangi rasa hormat Saya, maaf Pak! Saya belum bisa menerimanya, Saya khawatir akan mengecewakan putri Pak Rico yang pastinya putri bapak menginginkan pria yang baik dan tentunya pria yang normal." ucapnya dengan nada yang merendah.


"Baiklah! Aku juga tidak bisa memaksa, tapi setidaknya pertimbangkan dulu, kamu belum melihat putriku. Nanti, jika kamu sudah melihat putriku, Aku sangat yakin Kamu pasti akan tertarik." Rico berusaha meyakinkan Daniel, dan pria itu tampak tersenyum malu.


"Semoga saja, Pak! Saya juga sudah capek sebenarnya dengan keadaan ini, semoga saja Saya bisa mendapatkan obatnya dengan segera, agar putri Bapak tidak kecewa dengan Saya."


Rico dan Daniel saling tertawa, kedua pria tampan itu rupanya memiliki kecocokan dalam berbisnis, dan itu membuat Rico berinsiatif untuk menjodohkan putrinya dengan Daniel.


FLASHBACK OFF


"Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata mereka memang berjodoh, ini sangat kebetulan. Aku ingin tahu bagaimana kisah mereka selanjutnya. Tapi, sepertinya Aku lebih baik diam dulu, Aku ingin melihat keseruan mereka, pasti sangat menyenangkan, Aku merasa seperti melihat kisah masa lalu ku dengan istriku," Rico tersenyum sembari melihat acara televisi itu, sementara sang istri datang menghampirinya dengan membawa secangkir teh.


"Apa yang kamu lihat, Sayang? Tumben senyum-senyum sendiri?" Cinthya datang dan duduk di samping suaminya setelah dirinya meletakkan secangkir teh itu di atas meja.


"Kamu lihat itu!" Rico menunjukkan Cynthia tayangan yang akan membuatnya terkejut sekaligus senang. Cynthia pun mengikuti perintah sang suami, Ia memperhatikan acara televisi itu. Dan, betapa terkejutnya saat ia melihat wajah sang putri dan seorang pria yang tidak asing baginya, sedang bersama dalam sebuah acara, dan tentunya mereka terlihat begitu mesra.


"Loh! Itu bukannya Kiara dan Daniel? Daniel Mahardika! Benar kan, sayang!" Cynthia menatap wajah sang suami dengan serius, Rico pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya benar!" jawabnya yakin.


"Omaigad! Berarti mereka berdua sudah kenal, dong! Jadi, kita tidak usah repot-repot lagi untuk mempertemukan mereka berdua." Cynthia pun ikut senang akhirnya Kiara secara tidak langsung sudah bertemu dengan calon suaminya.


"Iya! Tapi, sayangnya mereka belum sadar jika sebenarnya mereka telah kita jodohkan, tentu saja Daniel belum mengetahui wajah gadis yang akan dijodohkan dengannya, pun juga sama dengan Kia, dia juga tidak tahu siapa yang akan dijodohkan dengannya. Tapi, jodoh itu memang sudah digariskan untuk mereka." Rico terlihat senang melihat kedekatan Daniel dan putrinya.


"Kamu benar, Sayang! Jika memang sudah jodoh, apapun penghalang nya pasti akan tetap ketemu, seperti perjalanan cinta kita, tak akan pernah bisa terpisahkan, meskipun batu besar menghadang cinta kita, pada akhirnya batu itu pasti hancur, karena ketulusan dan kekuatan cinta kita." Cynthia berkata sembari memeluk suaminya, Rico membalasnya dengan kecupan hangat di kening Cynthia.


"Terima kasih sudah mau menemaniku untuk berbagi suka dan duka, terima kasih kamu sudah merawat anak-anak kita, terutama Kiara, dia bukan darah dagingmu, tapi kamu begitu menyayanginya seperti putrimu sendiri, Aku memang tidak salah memilih istri sepertimu, Aku mencintaimu!"


Keduanya terlihat begitu mesra, meskipun usia keduanya sudah tidak muda lagi, apalagi Rico yang sudah berumur lebih dari setengah abad. Tapi, Cynthia tetap menyayangi suaminya dan selalu setia menemaninya, meskipun dirinya masih terlihat muda. Tak lantas membuat Cynthia malu memiliki suami yang usianya lebih tua darinya, justru dirinya merasa bangga karena suaminya begitu sangat memahami karakter dan sifatnya yang sedikit cerewet dan terkadang masih bersikap kekanak-kanakan.


*


*


*


Setelah acara itu selesai, Kiara pun meninggalkan Daniel dan menghampiri adiknya, Kaila. Untuk mengajaknya pulang.


"Ayo kita pulang, Kai!" ajaknya sembari menggandeng tangan sang Adik.


"Iya, Kak!" jawab Kaila. Namun, tiba-tiba saja Kaila menanyakan sesuatu kepada Kiara yang membuat Kia bingung untuk menjawabnya.


"Kak Kia! Kakak sama Om Daniel akan menikah, ya?" sontak apa yang dikatakan oleh Kaila membuat Kiara menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Em ... Kakak! Nggak kok Kakak nggak ...!" Kiara tampak garuk-garuk tengkuknya apa yang akan dikatakan kepada sang Adik. Tiba-tiba saja secara tak sengaja Kaila melihat Dio anak Daniel yang sedang di tengah jalan, sedang menyeberang dan ada mobil dari arah kanan yang melaju dengan kencang, Kaila berteriak agar Dio lekas minggir.


"Dio awas! Cepat pergi!!!!"


"Kamu kenapa Kai?"


"Itu Kak! Dio mau ketabrak, tolongin Kak! Dio nggak dengar kayaknya!"


Kiara yang mendengar adiknya berteriak kepada Dio, Kia pun segera menghampiri Dio dan segera membawa tubuh anak dari Daniel itu untuk segera menghindar.


"Awas Dek!!!!"


"Aaaaaaaaa!"


...BERSAMBUNG...


...Apa yang terjadi selanjutnya? Tetap pantau kisah mereka, ya? 😊...


...*...


...*...


...*...


Jangan lupa mampir ke karya author Azzura yang berjudul MERUBAH NERAKA MENJADI SURGA ...cuss kepoin yuk 🏃🏃🏃

__ADS_1



__ADS_2