
Setiap hari, setiap malam. Daniel selalu menghabiskan waktunya bersama Kiara, tentu saja menunggu Kaila tertidur, kali ini bukan Daniel yang mencari keberadaan Kiara. Tapi, Kiara sendiri yang datang kepada pria itu. Hingga akhirnya apa yang mereka lakukan tidak sengaja diketahui oleh salah seorang pelayan yang dulu melayani sempat mantan istri Daniel, Alana.
Pelayan itu melihat Kiara dan Daniel masuk ke dalam kamar dan setelah itu menguncinya, sang pelayan pun tampak penasaran apa yang sedang dilakukan oleh kedua orang yang belum terikat dengan Pernikahan itu, sang pelayan masih mengira jika Daniel dan Kiara tengah melakukan perzinahan.
"Astaga! Tuan Daniel dan gadis itu sedang apa di dalam kamar berdua? Jangan-jangan mereka sedang melakukan itu! Aku harus mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi."
Pelayan itu mengendap-endap di depan pintu kamar Daniel yang terkunci rapat dari dalam, kemudian Ia menempelkan telinganya tepat di depan pintu kamar Daniel, tak berselang lama terlihat ekspresi wajah sang pelayan yang sedang menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Ia mendengar ada suara-suara desaahan dari dalam kamar Daniel, dan pastinya itu adalah suara Kiara dan Daniel yang sedang bercinta.
"Oh ya ampun! Rupanya mereka berdua benar-benar melakukannya! Ini tidak bisa dibiarkan. Nyonya Alana harus tahu, jika suaminya sedang kumpul kebo dengan gadis itu, ini sangat melanggar etika, gadis itu benar-benar sudah menggoda Tuan Daniel, huuuh dasar gadis murahan!" gumam pelayan itu sembari terus mendengarkan suara-suara dibalik pintu kamar Daniel.
Hingga tak terasa, pelayan itu tiba-tiba saja mengompol karena mendengarkan suara desaahan kenikmatan antara Kiara dan Daniel.
"Oh ... sayang! Aku mencintai!"
"Kamu suka? Hmm!"
"Hmm ... suka sekali, benar-benar besar!"
__ADS_1
Tentu saja sang pelayan tidak tahan mendengar suara erotis itu yang membuat dirinya tiba-tiba mengompol.
"Sial! Pake ngompol segala lagi, huuu awas saja ya, Aku laporin ke Nyonya Alana, biar tahu rasa tuh cewek murahan." seru pelayan itu sembari pergi meninggalkan tempat itu, sementara dirinya terlihat kotor karena air kencingnya sudah membasahi bajunya.
Setelah beberapa menit, Daniel dan Kiara terhempas dan kelelahan, seperti pengantin baru, tak ada kata libur untuk tidak bermesraan selagi ada waktu yang tepat, mereka berdua pun melakukannya, saling mencurahkan segala rasa cinta dan kasih sayang. Tapi, kenyataannya mereka memang pasangan pengantin baru.
Kiara beranjak bangun dan tidur di atas dada bidang Daniel sembari berkata, "Sayang! Kita harus cepat-cepat segera menikah. Jika begini terus, lama-lama Aku bisa hamil, kalau Aku hamil beneran? Gimana dong?" kata Kia yang tentu saja dirinya begitu khawatir jika hamil dari hasil hubungan itu, mengingat mereka berdua tidak memakai pengaman sama sekali.
"Kamu tidak usah khawatir, Aku pasti akan menikahi mu, jikalau kamu hamil, itu bagus dong! Dio pastinya sangat senang akan memiliki seorang Adik!" Daniel berkata sembari mengusap lembut rambut sang istri.
"Iya juga sih! Tapi, kita belum sah, Sayang! Aku takut saja jika orang lain tahu tentang apa yang kita lakukan, pasti mereka mengira jika kita ini pasangan mesum, terus Daddy tahu masalah ini, pasti Daddy tidak akan pernah memaafkan Aku! Aku takut banget tahu, nggak?" ucap Kia sembari memeluk Daniel dengan erat.
*
*
*
__ADS_1
*
Sementara di tempat lain, Alana yang saat itu sedang bersama seorang laki-laki di sebuah kamar hotel, tiba-tiba saja ia mendapati ponselnya berdering, suara dering ponsel itu cukup mengganggu pendengaran Alana yang saat itu sedang di servis oleh pria bayarannya, sejenak Ia menyuruh pria itu berhenti bergerak dan Alana tampak membuka siapa yang sudah menganggu nya yang sedang bercinta dengan laki-laki brondong nya.
"Halo! Ada apa?"
"Nyonya Alana, Saya Marni. Ada berita luar biasa Nyonya, ternyata Tuan Daniel dan seorang gadis sedang melakukan perbuatan mesum di rumah ini, Nyonya."
"Apa?"
"Benar, Nyonya! Saya tidak bohong, Saya melihat dengan mata kepala sendiri, jika Tuan Daniel dan gadis yang bernama Kiara itu sedang masuk ke dalam kamar, dan setelah Saya cek, ternyata mereka berdua sedang bermesraan, Nyonya! Ya ampun, mereka berdua tampak sangat menikmatinya, Nyonya! Bahkan Saya saja merasa merinding mendengar suara mereka, beuh sampai Saya ikut mengompol, Nyonya!" rupanya pengakuan pelayan itu membuat Alana begitu marah. Rupanya Daniel sudah benar-benar Kembali normal seperti dulu lagi.
"Kurang ajar! Ini tidak mungkin, bagaimana bisa hal itu terjadi. Mas Daniel pria yang perkasa, Aku tahu itu, dia tidak akan mengecewakan ku di atas ranjang. Setelah beberapa tahun Mas Daniel berhasil menyembuhkan penyakitnya, harusnya Aku yang menikmati keperkasaan nya, bukan gadis ingusan itu, pokoknya Aku harus memisahkan mereka berdua, Mas Daniel hanya milikku!" gumam Alana yang mulai membayangkan kembali keperkasaan mantan suaminya.
Setelah Alana menutup ponselnya, Ia pun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan kembali pria bayarannya itu melanjutkan tugasnya. Sementara itu Alana tidak merasakan apa-apa saat tubuhnya di sentuh oleh pria brondongnya.
"Hei ... cepat dikit, dong! Letoy amat jadi cowok! Nggak kayak Mas Daniel. Kamu tuh loyo, nggak kerasa tahu, nggak?" umpat Alana kepada pria yang kini tengah berada di atas tubuhnya. Pria itu terlihat tidak terima Alana mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Pria itu pun segera turun dari tubuh Alana sembari berkata, "Bagaimana nggak kerasa, orang udah kendor semua, udah loss doll Nyonya! Sorry Saya permisi dulu, percuma melayani perempuan cerewet seperti Anda, tuh pakai saja knalpot, biar puas sekalian. Enak aja ngatain letoy," umpat sang pria sembari memakai bajunya, kemudian pria itu segera pergi meninggalkan Alana yang sedang kesal.
__ADS_1
"Brengsek! Sialan kamu! Dasar gigolo payah. Haaaaaaa ... Mas Daniel, Aku pastikan Kamu akan tergoda dengan ku lagi." ucap Alana dengan wajah seriusnya.
...BERSAMBUNG ...