MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Adegan Rico dan Juliet


__ADS_3

"Iya! Seperti yang Aku bilang, gadis itu sudah membohongi mu, Mas! Aku sudah tahu rencana nya, dia sendiri yang bilang kepada ku, akan membuat kamu tunduk kepada nya, setelah itu Ia akan meninggalkan mu begitu saja. Hmm sungguh gadis yang licik, hanya demi sebuah pengakuan jika dirinya adalah seorang playgirl, Ia membuat mu mencintainya, dan setelah itu kamu yang akan tersakiti. Jadi, Aku ingatkan kepadamu, Mas! Jangan pernah terima pinangan gadis itu, sebelum kamu menyesalinya." ucap Juliet dengan tersenyum puas.


Rico terdiam, Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan Juliet. Ia yakin jika Cynthia tidak mungkin melakukan hal itu kepadanya. Ia tahu betul bagaimana Cynthia. Gadis itu memang seorang playgirl, tapi sikapnya kepada sang putri tidak mungkin jika Cynthia melakukan pertaruhan. Jika itu benar, Rico yakin jika Cynthia benar-benar mencintai dirinya.


"Bagaimana, Mas! Kamu mulai percaya padaku, kan?" Juliet tampak mendekati Rico dan menatap wajah Rico.


Rico tampak menyikapi nya dengan santai dan Ia pun berkata kepada Juliet. "Sudah! Sudah puas kamu menjelek-jelekkan Cynthia di hadapan ku? Aku tahu siapa Cynthia, dia memang gadis playgirl, dia memiliki banyak pacar, tapi setidaknya kelakuan nya jauh berbeda dengan dirimu. Dia gadis dengan sejuta pria di sampingnya. Tapi, tak satupun dari pria tersebut yang berhasil menjamah tubuhnya. Tidak seperti dirimu, kamu begitu mudahnya memberikan tubuhmu kepada pria lain, padahal kamu sudah memiliki suami dan anak yang begitu mencintai mu. Tapi, sayangnya sekarang kamu harus kehilangan keduanya."


Juliet tampak mengeratkan giginya, Ia begitu tertampar dengan sindiran Rico kepadanya, niatnya untuk menghasut Rico, gagal karena mantan suaminya itu tidak percaya dengan mudah.


"Brengsek! Mas Rico sudah termakan rayuan gadis itu. Aku harus mencari cara lain untuk membuat Cynthia menggagalkan rencana nya melamar Mas Rico. Aku harus cepat!"


Juliet pun merasa harus pergi dari kantor Rico. Ia beranjak meraih tas nya di atas meja yang sudah terpasang kamera tersembunyi. Namun, Ia berpura-pura kakinya tersandung dan Ia pun seolah-olah akan terjatuh. Sehingga membuat Rico spontan menangkap tubuh Juliet. Dengan cepat Juliet memeluk Rico seolah-olah mereka sedang bermesraan, dan adegan itu sangat jelas tertangkap kamera yang ada di dalam tas Juliet yang sengaja Ia letakkan di atas meja.


"Awwww ... ya ampun!" Juliet memeluk Rico dengan erat, sementara sang Duda terlihat risih dan segera melepaskan tangan Juliet dari tubuhnya.


"Sudah, Lepaskan! Sekarang pergilah!" ucap Rico sembari menjauh dari posisi Juliet.


"Hmm ... bagus! Ini akan menjadi tontonan yang menarik untuk Cynthia," batin Juliet sembari mengambil tasnya. Dan setelah itu Ia segera pergi dari ruangan Rico.


"Aku pergi, Mas! Aku harap Kamu tidak menyesal dengan pandangan mu terhadap Cynthia."


Juliet lalu pergi dari ruangan Rico. Pria itu menghela nafasnya, kemudian Ia tampak sedang duduk di kursi kebesarannya dan menenangkan dirinya. Rico tidak percaya sama sekali dengan ucapan Juliet. Meskipun itu benar, jika saja Cynthia memang awalnya melakukannya demi pertaruhan. Namun, Rico yakin jika Cynthia menaruh hati padanya. Rico sangat yakin jika gadis itu sudah mencintainya.


"Apa pun yang ingin kamu katakan padaku besok malam, Aku tidak akan pernah membiarkanmu meninggalkan ku, Cynthia! Kamu pasti akan selalu dalam pelukan ku! Dan hanya Aku yang akan memiliki mu!" ucap lirih Rico dengan senyum penuh harap.

__ADS_1


*


*


*


Sementara di kampus. Cynthia berjalan bersama dua temannya, Abel dan Jessie. Abel dan Jessie pun tampak sedang sibuk mempersiapkan hadiah sepatu Gucci yang mereka janjikan untuk Cynthia seandainya Cynthia berhasil melamar duda tampan itu.


"Kalian berdua sibuk ngapain, sih! Dari tadi Aku di cuekin mulu ih!" seru Cynthia sambil memperhatikan kuku-kuku cantiknya yang baru saja di manicure.


"Ya kita lagi persiapin tuh sepatu Gucci kamu, secara besok kamu bakal ngelamar Om Rico di depan semua orang. Hmm yang pastinya kita yakin, jika Cynthia pasti berhasil merayu Om Rico. Cynthia gitu loh!" ucap Abel. Cynthia tersenyum dan berkata kepada kedua temannya.


"Kalian nggak usah repot-repot lagi menyiapkan sepatu Gucci itu, karena Aku sudah tidak membutuhkan nya lagi." ucapan Cynthia membuat Abel dan Jessie melototkan matanya.


"What? Kita nggak salah dengar nih, hello Cynthia! Kamu pasti bercandain kita ya, kan!" seru Jessie tak percaya.


Tentu saja kedua teman Cynthia dibuat bingung setengah mati, bagaimana bisa Cynthia tiba-tiba membatalkan pertaruhan itu.


"Cynthia! Kamu tahu akibatnya jika kamu membatalkan rencana ini? Maka Kimmy ...." ucap Abel yang tak melanjutkan kata-katanya.


"Aku tidak perduli lagi, biar saja Kimmy yang menjadi pemenangnya, yang terpenting sekarang adalah Aku dan Om Rico bisa bersatu." jawab Cynthia dengan bangga.


"Wait Cynthia! Jangan bilang jika Kamu sudah jatuh cinta beneran dengan Daddy-nya Kiara?" tanya Abel menduga. Cynthia menatap kedua temannya.


"Iya ... Aku memang sudah jatuh cinta kepada Om Rico! Kalian pasti berfikir jika Aku ini gila, iya ... Aku memang sudah gila. Om Rico benar-benar sudah membuat ku jatuh cinta."

__ADS_1


Abel dan Jessie tampak lemas sekaligus bahagia mendengar Cynthia jatuh cinta kepada Daddy-nya Kiara itu. Kedua temannya ikut senang, akhirnya Cynthia bisa mencintai seorang pria dengan sungguh-sungguh. Tidak seperti pria-pria yang selama ini menjadi pacar sesaat nya.


"Kami senang! Akhirnya kamu mendapatkan pria idaman mu, Cyn! Kita berharap semoga dilancarkan sampai hari pernikahan nanti, dan semoga saja mantan istri Om Rico tidak gangguin kamu dan Om Rico." ucap Jessie.


"Iya, terima kasih atas dukungan kalian." Cynthia memeluk kedua temannya itu. Hingga akhirnya ia dering ponsel Cynthia memecah suasana. Cynthia mengambil ponselnya yang ia letakkan di dalam tasnya.


Kemudian Ia melihat ke layar ponsel, sebuah pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Cynthia segera membuka nomor tersebut dan dirinya di suguhkan dengan sebuah video yang memperlihatkan adegan Rico dan Juliet yang sedang berpelukan.


"Apa ini?"


Cynthia menggelengkan kepalanya dan saat itu Ia segera pergi ke kantor Rico untuk mendapatkan penjelasan dari duda itu.


"Ada apa, Cyn?" tanya Abel penasaran.


"Sorry guys! Aku pergi dulu, ada urusan sebentar!" pamitnya kepada kedua temannya.


Hari itu juga, Cynthia melajukan mobilnya ke alamat kantor Rico untuk meminta penjelasan. Setelah beberapa menit, Cynthia tiba di kantor Rico. Gadis itu tampak meminta izin kepada sekretaris Rico untuk bertemu dengan Bos-nya. Sementara itu Rico mendapati telepon dari sang sekretaris.


"Maaf, Pak! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda!"


"Siapa?"


"Nona Cynthia, Pak!


Rico tampak tersenyum sumringah dan Ia segera menyuruh sekretaris nya untuk mengizinkan Cynthia segera masuk ke dalam ruangan nya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2