
Cynthia tidak percaya jika pria yang berada di sampingnya adalah Rico, bukannya Ibra. Rico mulai menengok ke samping, dimana Cynthia terlihat sedang menatapnya haru.
"Om Rico! Om ... bagaimana bisa Om ada di sini?" tanyanya dengan mata yang tidak mau lepas dari wajah pria yang seumuran Papi nya itu. Rico tersenyum dan meraih tangan Cynthia, pria itu belum berkata apa-apa, Ia tampak memasangkan cincin kawin pada jari manis Cynthia.
Setelah Rico memasangkan cincin di jari manis Cynthia, dan berganti Cynthia yang memasangkan cincin pada jari manis Rico yang kini menjadi suaminya, Cynthia terus memandangi wajah Rico dengan haru, Ia tak percaya jika pria yang akan menjadi suaminya bukanlah Ibra melainkan Rico.
Kemudian pria itu berkata. "Jangan menatapku seperti itu, apa kamu tidak suka melihatku di sini? Apa kamu tidak senang Aku menjadi suamimu?" ucapan Rico membuat Cynthia sontak memeluk pria itu dengan uraian air mata kebahagiaan yang membasahi wajah cantik Cynthia.
Rico pun membalas pelukan Cynthia penuh kehangatan, semua yang hadir memberi tepuk tangan, akhirnya keduanya dipertemukan dalam suasana yang bahagia, Benny tampak menitikkan air mata melihat kebahagiaan putrinya.
"Sudahlah, jangan menangis! Aku tidak mau melihat pengantin ku bersedih, tersenyumlah! Bukankan ini hari bahagia untuk kita." bisik Rico di telinga Cynthia.
"Maafkan Cynthia, Om! Cynthia nggak bermaksud untuk ....!" belum sampai Cynthia melanjutkan kata-katanya, Rico sudah membungkam bibir Cynthia dengan ciumannya, gadis itu pasrah tatkala sentuhan itu berhasil membuat dirinya melupakan segala kesedihannya.
Setelah beberapa saat ciuman itu berlangsung, Rico menatap wajah Cynthia dengan lembut. "Aku sudah tahu semuanya, kenapa kamu tidak bilang terus terang saja, kenapa dirimu harus berkorban seperti ini, Aku tidak bisa bayangkan jika kamu sampai menikah dengan Ibra, Aku bisa gila, Cynthia!" ucap Rico dengan tatapannya yang tajam.
"Om jangan bicara seperti itu, Om tahu bagaimana perasaan Cynthia saat itu, Cynthia harus memilih antara Om dan keselamatan Papi, Cynthia harus memilih di antara dua orang yang Cynthia sayangi, maaf jika Cynthia lemah, Cynthia sangat menyayangi Papi, Ibra mengancam jika dia akan menyakiti Papi, itulah kenapa Cynthia harus merelakan Om pergi, tapi jujur Cynthia sangat tersiksa, Om!" gadis itu berkata dengan menundukkan wajahnya.
Rico mengangkat dagu gadis yang kini menjadi istrinya itu, dengan lembut Rico menangkup wajah Cynthia dan berkata. "Jangan panggil Aku Om! Aku adalah suamimu, Sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita berdua, kamu adalah milikku, Aku adalah milikmu, dan selamanya akan seperti itu."
Cynthia tampak tersipu malu mendengar penuturan dari pria dewasa yang kini telah resmi menjadi suaminya. Sementara itu Abel dan Jessie yang ikut datang ke acara pernikahan itu terlihat gembira, akhirnya Cynthia bisa bersatu dengan Rico, meskipun perbedaan usia yang cukup jauh, tak membuat pasangan itu berkurang kemesraannya.
Abel dan Jessie menghampiri Cynthia dan mengucapkan selamat kepada teman baiknya itu.
"Hai Cynthia, Sayang! Selamat ya teman! Akhirnya nikah juga kamu sama Om Rico, kita ikut terharu!" ucap Abel dan Jessie sembari memeluk Cynthia dengan haru.
__ADS_1
"Abel, Jessie! Makasih banget kalian datang! Eh ... kok kalian bisa tahu sih jika Aku berada di sini?" tanya Cynthia penasaran, bagaimana pun juga tempat itu adalah tempat rahasia Ibra yang khusus untuk acara pernikahan Cynthia dan Ibra nantinya. Tapi, nyatanya sekarang semuanya sudah berubah.
Abel dan Jessie kemudian menceritakan semuanya kepada Cynthia tentang apa yang mereka ketahui, bahwa sesungguhnya Juliet sudah mempengaruhi Ibra untuk memisahkan Cynthia dengan Rico, apalagi Juliet tahu jika Benny memiliki hutang kepada Ayah Ibra.
"Jadi, Tante Juli yang membuat Ibra melakukan hal ini, astaga! Kenapa dia ingin sekali menghancurkan ku?" tanya Cynthia pada dirinya sendiri.
"Karena Juliet tidak ingin kamu dekat dengan ku, Juliet tahu jika Aku mencintaimu, itulah kenapa dia berambisi untuk memisahkan kita berdua," sahut Rico sembari meraih pinggang Cynthia dan memeluknya.
"Ya ampun so sweet banget sih Om Rico, duhh pasti Om Rico lembut banget memperlakukan Cynthia yang pecicilan, Om Rico pasti menaklukkan Cynthia dengan mudah, hmm seperti anak kucing yang nemplok sama induknya." bisik Abel kepada Jessie.
"Pasti tuh, Cynthia pasti tak berkutik menghadapi Om Rico, secara gitu loh Om Rico tuh udah berpengalaman, klepek-klepek deh Cynthia!" balas Jessie. Keduanya tampak saling tertawa membayangkan bagaimana Cynthia di malam pertamanya dengan pria yang lebih dewasa darinya.
Benny pun menghampiri Cynthia dan Rico, Benny terlihat sangat terharu, pria itu mengucapkan terima kasih kepada Rico yang sudah berjasa dalam hidupnya, sahabat sekaligus menantunya.
"Papi! Cynthia juga sayang Papi!"
Cynthia memeluk sang Ayah dengan haru, entahlah suasana dalam ruangan itu mendadak menjadi haru ketika Benny pasrahkan putri satu-satunya kepada pria yang kini akan membawanya pulang ke rumahnya.
"Aku sangat mencintai putrimu, kamu tidak usah mengkhawatirkannya, Cynthia akan mendapatkan berjuta kasih sayang dariku, putriku dan Mama, juga akan menyayanginya, kami semua akan menyayanginya." jawab Rico sembari tersenyum kepada Benny.
*
*
*
__ADS_1
Setelah acara akad nikah, Rico dan Cynthia akhirnya pulang ke rumah, mereka berdua akan memberikan kejutan untuk Kiara dan Oma Nini, selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya Rico memandang wajah istrinya. Sungguh pria itu tidak mau melepaskan tangannya dari genggaman tangan Cynthia, mereka berdua duduk di kursi belakang dengan seorang supir pribadi yang mengantarkan mereka ke rumah.
"Kamu cantik sekali malam ini, Aku sudah tidak sabar untuk ...!" Rico tak melanjutkan kata-katanya.
"Untuk apa? Apa yang akan Om lakukan?"
"Sudah kubilang jangan panggil Aku Om! Panggil aku dengan suamiku." sahut Rico sembari menatap wajah Cynthia dalam-dalam.
"Suamiku! Iya ... suamiku! Ahh ... apa yang kamu lakukan, Suamiku! Kamu nakal banget sih!" ucap Cynthia saat dirinya merasa jika tangan Rico mulai nakal menjamah bagian dadanya. Rico menyeringai dan menyunggingkan senyumnya.
"Ini belum apa-apa, masih ada les privat yang akan Aku ajarkan kepadamu," bisik Rico pada telinga Cynthia.
"Les privat? Untuk apa?" tanya Cynthia penasaran.
"Untuk merasakan indahnya surga dunia!" jawabnya sembari mengecup bibir Cynthia.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
...Nggak usah bayangin reaksi supirnya ketika melihat majikannya bermesraan, anggap saja supirnya buta dan tuli 😁...
__ADS_1