MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Tiba waktunya


__ADS_3

"Daddy! Kia ... cinta sama orang lain, ma-maaf Dadd! Kia nggak bisa meneruskan perjodohan ini." jawabnya memberanikan diri sembari menundukkan wajahnya. Rico terlihat diam tanpa kata, Ia hanya memperhatikan wajah sang putri, sejenak hatinya ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Kia.


"Ya Tuhan! Apakah Aku terlalu kejam membuat putriku seperti ini, maafkan Daddy Sayang, tentu saja kamu pasti akan bertemu dengan pria yang kamu cintai, kamu pasti bertemu dengannya, dan kalian pasti akan bahagia." batin Rico sembari pergi meninggalkan Kiara. Sontak apa yang dilakukan oleh Rico membuat Kia bingung.


"Daddy kok diem saja, sih! Nggak marah, apa diamnya Daddy menunjukkan setuju atau tidak setuju sih? Bingung Aku tuh." batin Kiara sembari duduk lemas. Cynthia yang melihat itu kemudian Ia menghampiri putrinya sembari menenangkan Kiara.


"Mama mengerti perasaanmu, Sayang! Tapi, Daddy-mu belum menjawabnya, mungkin Daddy masih butuh waktu. Kamu tahu kan tidak semudah itu memutuskan hubungan secara sepihak, mengingat Daddy dan pria itu adalah rekan bisnis. Jadi, Daddy harus berpikir seribu kali untuk membatalkannya. Karena Daddy sudah terlanjur janji kepada pria itu." ungkap Cynthia yang juga mengikuti sandiwara itu.


"Terus, Kia musti gimana dong, Ma! Kia nggak bisa menikah dengan pria lain kecuali dia, Kia sudah terlanjur cinta sama dia." ucap Kiara memelas kepada Cynthia.


"Begini saja, jika pria itu benar-benar mencintaimu, ya dia harus gentle dong! Suruh dia menghadap kepada Daddy dan bicara baik-baik. Mama yakin jika Daddy pasti bisa mengerti, sebelum acara pertemuan itu, sebaiknya kamu minta laki-laki itu untuk datang menghadap Daddy." Cynthia mencoba mencari solusi agar Kiara bisa tenang.


"Mama benar! Tapi, untuk Minggu-minggu ini, dia sedang pergi ke luar kota, Kia takut aja jika dia tidak bisa datang sebelum acara pertemuan itu." ungkap Kiara yang terlihat cemas.


"Ya kamu harus usahakan agar pria itu datang sebelum acara pertemuan itu, Kia! Jika tidak maka Mama tidak bisa membantu mu, Daddy akan tetap menikahkanmu dengan pria pilihan Daddy." Cynthia berkata sembari menatap wajah Kia.


"Ya ampun Sayang! Lihatlah dirimu, rupanya kamu benar-benar mencintai suamimu, hmm jangan bersedih Sayang! Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan suamimu, hmm Daddy-mu itu benar-benar sudah membuat prank untukmu!" batin Cynthia.


Satu hari, dua hari sampai hari keenam, belum ada tanda-tanda Daniel akan pulang, Kiara pun terus menghubungi nomor Daniel, tapi jawaban Daniel tetap sama, belum waktunya dia pulang.


"Sayang! Kapan kamu pulang? Ini sudah hari ke enam loh! Besok Aku dan pria itu dipertemukan oleh Daddy, kamu mau Aku menikah dengannya?" ancam Kia yang terlihat begitu khawatir.

__ADS_1


"Sebentar lagi Aku nyampe rumah, ini masih dalam perjalanan pulang, kamu jangan khawatir Aku pasti datang kepadamu, dan Aku pasti akan menikahi mu, sudahlah! Kamu tenang saja, hmm!" Daniel berkata sembari tersenyum menahan rasa ingin tertawa nya. Sungguh dirinya juga sebenarnya sudah sangat rindu sekali dengan istrinya, apalagi hampir seminggu mereka tidak bertemu.


"Tapi Aku takut banget, Sayang! Aku takut jika kamu tidak datang. Awas saja kalau kamu nggak datang." ucap Kia sembari mengerucutkan bibirnya.


"Percayalah, Aku pasti akan datang, Aku akan datang menjemput bidadari ku, kita akan bertemu lagi, Aku sudah sangat merindukanmu, Baby!" ucap Daniel dengan mesra, Kiara pun tidak bisa menahan rasa kerinduannya, dirinya juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Daniel.


"Aku juga kangen banget tahu, nggak! Hmm pokoknya kalau sampai besok kamu nggak datang. Aku bakal kabur dari rumah, Aku nggak mau tahu, pokoknya kita harus menikah, bila perlu Aku akan ngomong sama pria itu jika Aku sudah tidak gadis lagi, biar dia nggak jadi nikahi Aku."


"Kalau dia tetap maksa dan nggak perduli dengan statusmu, dan dia menerima menerima mu apa adanya, apa yang kamu lakukan?" desak Daniel menggoda istrinya.


"Ya tetap saja, Aku nggak mau nikah sama dia, Aku maunya sama kamu titik nggak pakai koma." seru Kiara.


"Kiara! Andai saja kamu tahu, jika pria itu adalah Aku, ingin sekali rasanya Aku memelukmu sekarang juga. Tinggal menghitung jam, kita akan bertemu, Sayang! Dan setelah itu kamu akan mengetahuinya, setidaknya Aku ingin melihat dulu ekspresi wajah mu ketika melihat calon suami yang dipilihkan Daddy untukmu, dan tentu saja itu adalah Aku sendiri. Pasti sangat-sangat mendebarkan."


Hingga tiba waktunya, malam ini adalah malam dimana Rico akan memperkenalkan calon suami Kia kepada putrinya itu. Rico menghampiri Kia yang sedang berdiri di depan jendela.


"Siapa yang kamu tunggu? Laki-laki itu? Daddy sudah bilang, Dia tidak akan pernah datang, kamu jangan mudah terkecoh dengan rayuan seorang pria. Jika dia benar-benar cinta sama kamu, pasti dari kemarin-kemarin dia sudah datang ke rumah ini dan menyatakan keinginannya untuk menjadikan mu sebagai istrinya, tapi nyatanya apa? Semua itu nonsen!" Kiara terlihat bersedih saat Rico mengatakan hal itu kepadanya.


"Kenapa Daddy tega banget ngomong kayak gitu? Aku ini anak Daddy, apa Daddy tidak ingin melihat Kia bahagia, Daddy jangan egois dong!" protes Kia dengan sesekali menyeka air mata yang keluar dari sudut mata indahnya.


"Pokoknya, Daddy tidak mau tahu, kamu mau bisnis Daddy hancur gara-gara kamu menolak perjodohan ini, kamu mau karir Daddy berantakan. Kiara! Daddy mengerti perasaan mu, jika kamu ingin Daddy tetap hancur, kamu bisa menolak perjodohan ini. Tapi, kalau kamu masih ingin nama baik Daddy tetap terjaga. Maka, kami harus menerimanya. Jika sampai jam tujuh pria itu tidak datang, maka terpaksa Kamu harus bersedia menikah dengan calon pilihan Daddy. Itu sudah keputusan mutlak. Sekarang ganti bajumu, setelah ini kita berangkat."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Rico segera meninggalkan Kia dan menyuruh Cynthia untuk mendandani Kiara secantik mungkin, karena malam ini mereka akan berangkat untuk bertemu dengan pria pilihan Rico.


"Dandani dia secantik mungkin, Aku tidak mau melihat dia dengan wajah sedihnya itu, Sebentar lagi calon menantu kita akan bertemu dengannya, Aku ingin calon mantu kita terpesona dengan kecantikan Putri kita, mengerti!" Rico berkata sembari menatap istrinya dan berpura-pura tegas.


"Iya, Sayang! Aku mengerti!" jawab Cynthia sembari mengedipkan matanya sebelah.


"Daniel! Kamu kemana? Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Aku benci sama kamu, Aku benci!" batin Kiara sembari pergi ke kamarnya, sementara Cynthia tampak mengikuti Kiara dari belakang.


"Kia! Tunggu sayang!" Cynthia memanggil-manggil Kiara yang terus berlalu masuk ke dalam kamar. Sedang di kamar, Kiara terlihat sangat bersedih dan Ia pun memeluk Cynthia penuh haru.


"Aku nggak ngerti kenapa Daddy melakukan itu pada Kia, Ma! Daddy jahat banget!"


"Sssttt ... kamu jangan ngomong gitu dong, dimana-mana seorang Ayah pasti akan memberikan kebahagiaan untuk putrinya, Mama yakin Daddy pasti tidak akan mengecewakan mu, Daddy sayang banget sama kamu. Sekarang kamu turuti saja perintah Daddy, ya! Mama yakin sekali kamu pasti suka dengan pria pilihan Daddy, percayalah!" ucap Cynthia yang terus menghibur Kiara.


"Ah Mama, mana mungkin Kia suka dengan pria itu, pasti pria itu udah tua, jelek udah gitu dia duda, kan! Pastinya anaknya banyak, ah Daddy kenapa sih harus pakai di jodoh-jodohin segala. Sebel!" umpatnya sembari menatap ke arah cermin.


Setelah beberapa menit.


"Nah! Sekarang kamu sudah terlihat sangat cantik! Pasti calon suamimu sangat terpesona melihat dirimu yang sangat anggun sekali." puji Cynthia kepada putrinya itu yang malam ini terlihat begitu cantik dan mempesona.


Tentu saja berbeda dengan Kiara yang tampak malas untuk ikut bersama mereka, tentunya dirinya masih memikirkan Daniel yang tak kunjung datang.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat!" titah Rico kepada Cynthia dan tentu saja Kiara untuk segera naik ke dalam mobil.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2