
Cynthia menundukkan wajahnya saat Rico mengatakan hal itu kepadanya, sungguh bibirnya Kelu tidak bisa berkata apa-apa.
"Oh God! Kenapa Aku jadi seperti ini, Om Rico benar-benar membuat ku tidak bisa berbuat apa-apa, ini benar-benar aneh. Apa mungkin aku juga mencintainya?" batin gadis itu sembari merremas-rremas ujung kemejanya. Ia begitu gugup dan gemetaran.
Perlahan Rico meraih tangan Cynthia, benar-benar terasa dingin seperti salju, gadis itu memang gugup sekali. Rico tersenyum dan mencium tangan Cynthia dengan lembut. Kecupan manis pada punggung tangan Cynthia, membuat gadis itu menatap wajah Rico begitu dalam. Pandangan itu pun bertemu kembali.
"Om Rico, apa yang Om lakukan?" ucap Cynthia sembari menarik tangannya. Namun tak semudah itu Cynthia melepaskan tangannya dari genggaman Rico.
"Aku mencintaimu, Cynthia! Ini adalah perasaan ku yang terdalam dari dasar hati. Aku juga tidak mengerti bagaimana bisa Aku jatuh cinta kepada putrinya Benny dan Sandra, mereka berdua adalah teman-teman ku. Aku sangat berterima kasih kepada Benny dan Sandra, karena mereka telah memiliki seorang putri yang cantik, dan gadis itu sudah berhasil meruntuhkan kerasnya tembok dalam hatiku setelah Aku tidak percaya lagi akan namanya cinta. Kamu sudah membangkitkan lagi rasa yang selama ini tak ingin lagi Aku mengenalnya. Cinta! Iya cinta ... Kamu datang mewarnai kembali cinta ku. Katakan! Apa kamu sudi menerima cintaku?"
Cynthia menelan ludahnya kasar, hatinya berkecamuk antara cinta dan pertaruhan. Cynthia pun merasa jika dirinya sudah mencintai duda tampan itu. Sadar atau tidak, Cynthia begitu bahagia jika Rico juga mencintainya.
"Sa-saya ... saya akan menjawabnya pada saat ulang tahun Cynthia nanti. Om Rico datang, ya! Cynthia akan memberikan kejutan spesial untuk Om Rico!" balas gadis itu yang di iringi senyum manis Rico.
__ADS_1
"Ulang tahun? Harusnya Aku yang memberi kejutan padamu. Tapi, kenapa justru kamu yang memberikan kejutan untukku?" Rico kembali menatap wajah Cynthia. Membuat gadis itu semakin malu.
"Memangnya Saya tidak boleh memberikan kejutan untuk, Om?" jawab gadis itu dengan tersenyum. Rico tertawa kecil dan kembali melajukan mobilnya.
Setelah beberapa saat mobil Rico tiba di depan rumah Cynthia. Hari itu Benny sudah pulang dari kantor. Ayah Cynthia rupanya sudah menunggu kedatangan putrinya yang ia dapati belum pulang ke rumah.
Benny berdiri dan melihat ke arah luar rumah, Ia tersenyum melihat kedatangan Putrinya dan Rico.
"Terima kasih banyak Om sudah mengantarkan Saya pulang!" ucapnya sembari tersenyum. Namun, tiba-tiba Benny memanggil nama Rico dan mengajaknya untuk mampir ke rumah.
"Hei Ric! Ngapain di situ, ayolah kita masuk dulu!" seru Benny kepada Rico yang masih duduk di kursi kemudi. Rico pun tak bisa menolak permintaan sang sahabat, akhirnya Rico turun dari mobilnya dan Ia pun turut masuk ke dalam rumah.
"Kalian dari mana saja? Terus mobil mu kemana, Cyn?" tanya Benny kepada anaknya. Belum lagi Cynthia menjawab, tapi Rico sudah mengatakan kepada Benny jika Cynthia baru saja dari rumah nya.
__ADS_1
"Tadi, Cynthia pingsan di kamar mandi. Maka dari itu Aku antar dia pulang, takutnya di jalan kenapa-kenapa." seru Sang duda sembari menatap wajah Cynthia.
"Pingsan? Kamu sakit, Cyn?" tanya sang Papi.
"Emm ... nggak, Pi! Cynthia nggak sakit kok, tadi ada kecoa yang merambat di kaki Cynthia, karena Cynthia takut ya ... pingsan deh!" jawabnya dengan wajah yang gugup.
"Ohh ... kecoa! Lah biasanya kamu nggak takut kok sama kecoa, malah sering kamu timpuk pakai sendal. Kok tiba-tiba kamu pingsan lihat kecoa, aneh!" ucap Benny sambil garuk-garuk kepalanya.
"Hehehe ... kecoa nya beda, Pi! Di sana kecoanya bikin jantung Cynthia berhenti berdetak. Sumpah Cynthia kaget banget, Pi! Nggak nyangka aja jika kecoa itu udah berani merambat ke kaki Cynthia." jawabnya sembari menatap mata Rico yang membuat Cynthia malu.
"Aduh ... Om Rico! Plis dong jangan tatap Cynthia seperti itu, Ngga kuat Aku tuh!"
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1