MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Liburan


__ADS_3

Pagi pun menyapa, hari ini bertepatan dengan hari Sabtu, tentu saja ini adalah waktunya weekend bagi Rico. Ia mengajak keluarganya untuk liburan ke puncak. Semua Rico ajak, Oma Nini dan Kiara. Rico memiliki sebuah villa mewah di kawasan puncak, hari itu dia akan menginap di villa miliknya bersama keluarganya.


Semua sudah bersiap untuk berangkat, pagi itu juga mereka berangkat. mereka menempuh perjalanan cukup lama, Kiara begitu bahagia Ia duduk di samping Cynthia dengan manja, betapa gadis itu sangat menyayangi Mama Cynthia-nya.


Setelah sekitar 2 jam perjalanan, akhirnya mobil mereka tiba di depan villa yang dibeli Rico khusus untuk keluarga nya ketika liburan tiba, dengan pemandangan pegunungan yang sejuk dan tentu saja hawa yang sangat mendukung untuk pengantin baru.


"Kita sudah sampai."


Mobil berhenti dan Rico mulai turun dari mobil, semuanya turun dan masuk ke dalam Villa.


Rico berjalan merangkul pundak sang istri dengan wajah yang berseri-seri, sementara Kiara tampak sudah tidak sabar untuk segera berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar Villa.


"Waahhh Daddy, Kia mau jalan-jalan ya!" pinta sang anak.


"Kia hati-hati harus ada yang nemenin," jawab Rico.


"Kia sama Oma, kok! Ayo Oma kita jalan-jalan!" ajak sang cucu sembari meraih tangan Oma Nini.


"Eh tunggu Kia! Oma mau pipis dulu, di sini hawanya dingin sekali," pamit Oma ke kamar mandi diikuti Kia yang ingin mengambil baju tebal di kamarnya.


Rico dan Cynthia tersenyum, memang tak bisa dipungkiri suhu di puncak memang sangat dingin, Cynthia terus berada di samping suaminya, meskipun dirinya telah mengenakan pakaian tebal tapi tetap saja Ia merasa sangat kedinginan, apalagi Cynthia tipe yang tidak tahan dengan kondisi suhu rendah.


Kesempatan selalu berpihak pada Rico yang leluasa untuk mendekap tubuh istrinya.


"Kamu kedinginan!" tanyanya kepada Cynthia.


"Hmm ... Dari dulu Aku kurang tahan dengan suhu dingin!" jawabnya sembari membenamkan wajahnya pada dada sang suami. Rico tersenyum dan semakin erat memeluk Cynthia.


"Kamu tidak perlu khawatir, Aku pasti menghangatkan tubuh mu!" jawabnya dengan senyum smirk. Cynthia menatap wajah suaminya yang tentu saja Ia pasti sudah tahu maksud senyuman Rico itu.

__ADS_1


Sembari menikmati pemandangan alam Cynthia dan Rico tetap saling memeluk, kehangatan pelukan Rico membuat Cynthia tenang, sementara itu Kia dan Oma sudah keluar untuk jalan-jalan di sekitar Villa, menikmati pemandangan alam yang masih sangat alami.


Sedangkan Cynthia dan Rico berdiri di atas balkon melihat Kia dan Oma Nini yang sedang berada di taman di samping Villa mereka.


"Kamu lihat! Mereka berdua sangat bahagia sekali, Mama dan Kia adalah dua wanita yang spesial dalam hidupku! Aku tidak bisa jauh dari mereka!" Rico terlihat memperhatikan Anak dan sang Ibu yang terlihat begitu menikmati liburan mereka.


"Hmm ... apa cuma mereka wanita yang berharga untukmu?" sahut Cynthia sambil melepaskan pelukannya. Rico tersenyum dan menyelipkan rambut Cynthia yang jatuh menutupi sebagian wajahnya.


"Itu berbeda, mereka berdua adalah orang-orang kesayangan ku, tapi kamu bukan hanya sekedar tersayang, kamu adalah segalanya, belahan jiwa ku, kamu hidupku, kamu yang membangkitkan rasa cinta itu lagi, jangan pernah tinggalkan Aku, Baby! Aku bisa gila jika kamu pergi dariku. Apapun yang terjadi, Plis tetaplah bersamaku, temani Aku sampai maut memisahkan."


"Ssstttt ... kamu ngomong apa sih, Aku mohon jangan bicarakan itu lagi, apapun yang terjadi Aku akan selalu di sampingmu, menemani mu dalam suka dan duka. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua, jika kamu mati aku pasti akan mati." jawab Cynthia membuat Rico semakin terharu, sungguh Ia pria yang sangat beruntung mendapatkan wanita yang tepat untuk hidup bersanding dengannya untuk selamanya.


"Aku sangat mencintaimu!" Rico menatap wajah Cynthia dengan satu tangan memegang tengkuk Cynthia, Ia mulai mencium bibir Cynthia dengan lembut. Cynthia pun terhanyut dalam suasana romantis itu. Apalagi di dukung dengan suhu dingin puncak yang menusuk kulit, membuat Cynthia semakin mempererat pelukannya.


*


*


*


"Permisi, Aku ingin bertemu dengan Tuan Rico Arven Arion, apa beliau ada di rumah?" Juliet bertanya sembari melepaskan kacamata hitamnya.


"Maaf Nyonya! Tuan Rico sedang liburan bersama semua anggota keluarga." jawab sang Satpam.


"Liburan?" Juliet mengerti keningnya.


"Iya Nyonya! Baru pagi ini mereka berangkat."


"Mereka pergi ke mana?" tanya Juliet semakin menyelidik.

__ADS_1


"Ke puncak Nyonya!"


Juliet tampak sedikit kesal, hari ini Ia gagal untuk bertemu dengan Rico, akhirnya Juliet pergi dari rumah Rico dengan kecewa.


"Sialan! Oke tidak apa-apa, mungkin hari ini Aku belum beruntung. Tapi, masih ada hari ke depan yang tentunya kesempatan untuk bertemu dengan Mas Rico pasti ada, tunggu saja kejutan dariku Mas!"


Malam pun mulai menghiasi langit yang cerah, menampakkan bintang-bintang yang berkilauan di atas sana. Karena seharian Kia dan Oma sibuk jalan-jalan, akhirnya mereka berdua tampak sudah sangat kelelahan, padahal jam baru menunjukkan pukul delapan malam, Kia dan Oma Nini sudah pulas di buai mimpi indah. Namun berbeda di dalam sebuah kamar yang cukup besar. Dalam suhu yang dingin dan mencapai titik terendah itu, terlihat sesuatu yang bergerak-gerak di bawah selimut, dalam kamar yang temaram terdengar suara desaahan dan lenguhan erotis dari balik selimut itu.


Bisa ditebak apa yang tersembunyi di balik selimut tebal berwarna putih itu. Tentu saja Rico dan Cynthia terhanyut dalam suasana yang romantis dan hawa yang cocok untuk melakukan perkembangbiakkan.


Lain halnya di suatu tempat dimana Juliet berada, Ia berada di dalam kamarnya. Namun, entah kenapa Ia tidak bisa tidur, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya wajah Ibra, pemuda yang kemarin sudah bercinta dengannya. Malam itu Juliet tak bisa tenang, entah kenapa Ia ingin sekali bertemu dengan Ibra.


"Shiiit ... kenapa wajah bocah ingusan itu tak mau pergi juga! Apa Aku harus menemuinya? Setidaknya bertemu dengannya akan semakin melancarkan rencanaku, iya ... Aku akan menemuinya!"


Juliet beranjak pergi dari rumah dan segera menemui Ibra di apartemennya. Wanita itu memiliki rencana untuk menjebak Rico lewat bantuan Ibra, dan Juliet berharap rencananya ini akan berhasil, demi mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang sang anak, Juliet rela melakukan apapun termasuk rencananya yang cukup beresiko itu.


Juliet telah sampai di depan pintu apartemen Ibra, wanita itu mulai menekan tombol pintu, dan tak berselang lama seorang pria yang sedang bertelanjang dada sedang membukakan pintu untuknya. Pria itu tersenyum saat melihat siapa yang sudah datang ke apartemennya.


"Tante Juli! Aku tahu Tante pasti akan datang kemari!" ucap Ibra membuka pintu selebar mungkin untuk wanita itu. Juliet pun langsung masuk ke dalam apartemen Ibra, segera Ibra menutup pintu dan menguncinya.


Juliet meletakkan tasnya di atas tempat tidur dan Ia membalikkan badannya kearah Ibra yang sedang berjalan menghampirinya.


Tak bisa dipungkiri jika tubuh pria muda yang kini sedang berdiri di depan nya itu tidaklah buruk, tubuhnya memang atletis. Namun tidak seperti Rico yang memiliki tubuh properti.


"Bocah ini cukup lumayan, hmm meskipun tidak segagah Mas Rico, tapi apa salahnya Aku mencoba untuk merasakan kekuatannya, malam itu Aku tidak bisa merasakan semuanya, karena Aku terpengaruh dengan alkohol, tapi kali ini Aku ingin tahu seberapa kuat anak ini, mampukah dia mengalahkan ku!" batin Juliet sembari melepaskan blazer yang Ia kenakan.


"Wooww ... Tante! Kamu sengaja menggodaku!" ucap Ibra saat melihat Juliet duduk di atas tempat tidur dengan posisi yang menggoda.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2