
"Ya udah, Papa siap-siap tuh dijenguk Mama Kiara! Awas aja kalau Papa nggak jadiin Mama Kiara sebagai istrinya Papa, Dio bakal ngambek, mogok makan!" ancam sang anak kepada Daniel yang terlihat tertawa lepas.
"Hei ... kamu pikir Papa juga nggak pingin, makanya itu, dukung terus usaha Papa, biar kamu punya Mama lagi." Daniel berkata dengan perasaan yang bahagia, ternyata sang anak mendukung sepenuhnya usahanya untuk mendapatkan Kiara.
"Itu sudah pasti, Pa! Papa nggak usah khawatir."
Akhirnya percakapan mereka pun berakhir karena Dio segera masuk ke dalam kelas, sementara Daniel bersiap untuk bertemu dengan Kiara.
Tak butuh waktu lama, Kiara pun tiba di depan rumah super mewah milik Daniel Mahardika, sang supir mengehentikan mobilnya di depan pagar rumah mewah itu, Sementara penjaga keamanan bertanya kepada sang supir.
"Maaf! Ada yang dapat saya bantu?" tanya sang security. Terlihat kamera CCTV yang terpasang pada sudut atap pos satpam itu, tentu saja Daniel sudah melihat kedatangan mobil yang sedang berhenti di depan rumahnya. Ia mengerutkan keningnya dan memperhatikan mobil siapkan itu.
"Mobil siapa itu? Apa itu mobilnya Kiara?" tanyanya dalam hati.
Terlihat supir keluar dari mobil dan menghampiri satpam seraya berkata, "Pak Daniel nya ada?"
"Ada? Apa sudah ada janji dengan beliau?" jawab sang supir.
"Belum sih! Tapi Nona kami ingin bertemu dengan Pak Daniel!"
"Maaf! Jika belum ada janji, Saya tidak bisa membiarkan orang yang tak dikenal masuk begitu saja ke dalam rumah, ini sudah perintah Tuan Daniel." ucapan security itu membuat sang supir datang menghampiri Kiara yang masih berada di dalam mobil.
"Maaf Non! Sepertinya satpam melarang kita untuk masuk, karena Non Kiara belum ada janji dengan Pak Daniel." kata sang supir.
"Ya ampun! Kayak orang penting saja pakai janjian segala, biar Saya yang ngomong sama tuh satpam." Kiara langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Satpam penjaga rumah Daniel. Sontak Daniel langsung terkejut melihat siapa yang turun dari mobil yang berhenti di depan rumah nya.
"Shiiit ... itu Kiara!" Daniel bergegas menghubungi security nya untuk membiarkan mobil Kiara masuk ke dalam halaman rumahnya, sementara itu Kiara sekarang sudah berada di depan sang satpam yang sedang menerima telepon dari Daniel.
"Cepat kamu buka gerbangnya dan biarkan mobil itu masuk! Jangan pakai lama, cepat!"
"Ba-baik Tuan!" satpam itu pun menutup telepon dari Daniel dan segera membukakan pintu gerbang untuk mobil Kiara, sedangan Kiara dibuat bingung kenapa tiba-tiba satpam itu membuka pintu gerbangnya, padahal sebelumnya satpam itu melarang mobil Kiara masuk ke halaman.
__ADS_1
"Maaf, Nona! Silahkan mobil Anda masuk. Tuan sudah menunggu." ucapan sang security membuat Kiara menggelengkan kepalanya, kemudian gadis itu naik ke dalam mobil dan segera masuk ke area rumah mewah itu.
Sementara di dalam kamar, Daniel mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan gadis pembawa obat yang super manjur itu, Ia pun berpura-pura tidur dengan selimut yang tebal, seolah-olah dirinya tengah sakit.
Kiara turun dari mobilnya, kemudian Ia disambut oleh beberapa pelayan dengan sangat ramah, tentu saja itu adalah perintah dari Daniel yang sudah mengetahui kedatangan Kiara.
"Mari Nona! Silahkan, Tuan ada di dalam kamarnya." ucap seorang pelayan kepada Kiara.
"Di kamarnya? Apa Saya harus ke kamarnya?" tanyanya dengan mata yang membola.
"Iya Nona! Tuan tidak bisa bangun, jadi dia berada di dalam kamar terus. Dokter baru saja memeriksa nya, mungkin sekarang Tuan sedang tidur." jawab sang pelayan.
"Ya ampun separah itu kah? Perasaan kemarin baik-baik saja deh! Kok cepet banget sakit nya." ucap Kiara lirih.
"Mari! Saya antar kan ke kamarnya."
Kiara pun mengikuti pelayan Daniel untuk menemui Tuannya yang sedang sakit. Setelah mereka sampai di depan pintu kamar Daniel, sang pelayan langsung membuka pintu kamar Daniel, Kiara dipersilahkan untuk masuk ke dalam kamar Daniel, Ia pun memberanikan diri untuk menemui pria yang sudah membuatnya pusing setengah mati itu.
"Mendekatlah, Sayang! Aku ingin sekali mencium aroma tubuhmu yang harum, bagaimana pun juga tak lama lagi kamu akan menjadi milikku." batin sang duda sembari memasang akting seolah-olah dirinya sedang sakit.
Kiara berjalan mendekati Daniel dan duduk di dekat Daniel yang sedang terbaring, Ia menatap wajah sang duda, tak dipungkiri Kiara tersenyum saat melihat ketampanan seorang Daniel Mahardika, hidung yang mancung dan rahang yang tegas, sungguh terlihat sangat maskulin dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar rahang sampai dadanya, sejenak Kiara menelan ludahnya ketika melihat belahan dada Daniel yang begitu seksi.
"Kalau tidur gini, kayak nggak punya dosa, seperti seorang bayi yang tertidur lelap, beda kalau pas bangun, nyebelin setengah mati, bikin jantung mau copot saja." ucapan Kiara yang tentu saja Daniel pun mendengarkan nya, membuat sang Duda semakin bersemangat untuk mendapatkan Kiara.
Kiara memberanikan diri untuk menyentuh kening Daniel, dia merasa jika suhu tubuh Daniel tidak lah panas, normal seperti biasa.
"Nggak panas! Sepertinya baik-baik saja, apa jangan-jangan dia membohongi ku?" batin Kiara sembari menyentuh kening Daniel. Tiba-tiba saja Daniel merasa menggigil, Ia berpura-pura menggigil untuk menambah kesan drama sakit nya.
"Loh Om! Om kenapa? Aduuh ..."
Daniel pun terus memeluk selimut nya seolah dirinya tengah kedinginan, sementara Kiara terlihat kebingungan melihat Daniel seperti itu.
__ADS_1
"Aduh Om Daniel kenapa? Om Om ... aduh gimana nih, Aku panggil pelayan saja." Kiara beranjak pergi memanggil pelayan. Namun tiba-tiba saja tangannya ditahan oleh Daniel, membuat gadis itu terkejut dan melihat tangan Daniel yang memegang tangannya. Kemudian Daniel berkata sembari tetap memejamkan matanya. "Jangan pergi dari sini!" ucapnya dengan suara yang parau.
Kiara menghentikan langkahnya dan berbalik arah mendekati Daniel dan duduk di samping pria itu.
"Om Daniel nggak apa-apa, kan?" tanya Kiara sembari memperhatikan wajah Daniel yang tampak kesakitan.
"Kiara! Jangan pergi dari sini, Aku ingin meminta maaf kepadamu, jika selama ini Aku sudah berani mengganggumu, Aku rasa sudah tak kuat lagi, mungkin ini adalah pertemuan kita yang terakhir." ucap sang Duda dengan suara yang melemah. Sejenak apa yang diucapkan oleh Daniel membuat Kiara tiba-tiba bersedih.
"Om jangan ngomong gitu, dong! Emang Om mau kemana? Om pasti baik-baik saja, Om pasti sembuh, Kia udah maafin Om kok, Om emang nyebelin sih, tapi lihat Om kayak gini Kia nggak tega." mendengar penuturan dari mulut gadis itu, Daniel tersenyum dalam hatinya, harapan nya untuk meluluhkan hati Kiara sangatlah besar.
"Tapi, Aku sudah tidak kuat lagi, Aku minta satu permintaan sebelum Aku pergi."
"Om jangan gitu dong! Om tega ninggalin Dio sendiri, Dio masih membutuhkan Om." ucap Kiara dengan ekspresi yang sangat cemas.
"Tolong kamu jaga Dio! Aku tidak kuat lagi, rasanya sangat sakit seperti rasanya saat kamu menolak untuk dijadikan sebagai istri ku, Aku pergi ... selamat tinggal." Daniel memejamkan matanya seolah-olah dirinya pergi untuk selamanya.
Spontan Kiara menangis sejadi-jadinya dan memeluk Daniel dengan bertabur air mata.
"Om Daniel Jahat, kenapa Om tinggal kan Kia, Kia nggak mau Om pergi." Kiara terus memeluk Daniel yang sedang pura-pura itu.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
yuk mampir dulu ke karya punya kak AdindaRa yang berjudul COMPLICATED MISSION. Cuss 🏃🏃🏃
__ADS_1