
Cynthia menatap bola mata suaminya lekat-lekat, ada gurat kesedihan terpancar dari sorot mata itu.
"Apa kamu memaafkanku? Aku janji akan lebih berhati-hati, tolong apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Aku! Aku tidak bisa bayangkan jika harus berpisah denganmu, berjanjilah! Aku mohon!" melihat rengekan suaminya, apalah daya hati seorang wanita, Ia tak tega melihat suaminya memohon ampun padanya.
"Baiklah! Aku memaafkanmu!" spontan Rico tersenyum bahagia mendengar ucapan istrinya, Ia pun memeluk Cynthia dengan mesra. Namun tiba-tiba saja Cynthia mengucapkan sesuatu kepada sang suami yang membuat nya tercengang.
"Tapi malam ini, kamu harus tidur di luar! Aku ingin tidur sendiri!" sontak Rico pun protes dengan ucapan sang istri, Ia pun bertanya kenapa dirinya harus tidur di luar.
"Aku tidur di luar? Sayang! Kamu tidak bercanda, kan?" kata Rico dengan ekspresi yang bingung. Cynthia segera mengambil bantal dan selimut dan setelah itu Ia berikan kepada suaminya.
"Ambil ini! Maaf malam ini Aku tidak bisa menemani mu tidur, Aku memang sudah memaafkanmu, tapi tidak semudah itu kamu bisa menyentuhku lagi!" ucapnya lirih.
"Aduh Sayang, kok kamu tega banget sih, di luar dingin, masa kamu tega sih biarin Aku tidur sendirian, ah jangan bercanda dong!" lagi-lagi Rico protes kepada istrinya.
"Pokoknya kamu tidur di luar, Aku nggak mau kamu ada di sini, Aku masih sebel sama kamu!" ucap Cynthia sembari mendorong tubuh Rico untuk keluar dari kamarnya.
"Braaakkkk ceklek -ceklek."
Cynthia mengunci pintu kamar dan Ia segera menjauh dari pintu itu. Sedangkan Rico tampak bergelayut di depan pintu sembari mengetuk pintu kamar itu. Cynthia tersenyum puas, ternyata dirinya sedang memberi hukuman untuk suaminya karena sudah ceroboh.
"Hihihi syukurin, makanya kudu waspada sama tuh perempuan, Untung saja Kia nelpon Mommy-nya, dibalikin tuh kamu, kalau nggak ya pastinya sekarang kamu sudah berada dalam pelukannya," gerutu Cynthia sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Buka dong pintunya, Sayang! Tega banget sih kamu! Aku bobo sama siapa dong! Mana dingin lagi, kalau aku masuk angin gimana hayo! Nggak ada yang nemenin aku nih," ucap Rico mencoba menggoda istrinya. Sedangkan Cynthia masih berdiri di balik pintu sembari komat -kamit menirukan ucapan Rico.
"Sayang! Ayo buka pintunya!" rengek Rico yang terus merayu Sinta untuk membuka pintu nya.
"Nggak mau! Males!" jawabnya dari dalam.
Disaat mereka berdua sedang drama, ada dua pasang mata yang mengintip dari kamar sebelah. Kiara dan Oma Nini tampak cengengesan melihat keduanya.
__ADS_1
"Ya ampun, Daddy lucu banget kalau gitu, dihh kegantengan Daddy ilang kalau kayak gitu, jadi kayak pus meong, Aku video in ah buat kenang-kenangan." batin Kiara sembari membawa ponsel untuk merekam Daddy-nya yang sedang merengek.
"Ayo dong, Sayang! Dingin nih, buka dong!"
"Sekali enggak tetap enggak, udah aku mau tidur!"
Karena Rico rasa usaha nya tidak berhasil, maka Ia terpikir kan satu cara yang paling ampuh, dan ini adalah usahanya yang terakhir, jika Cynthia tidak juga mau membuka pintu nya, terpaksa Rico memang harus tidur di luar.
Rico tidak lagi menyender pada pintu, kini Ia berdiri tegak di depan pintu kamarnya sembari berkata. "Baiklah! Jika kamu tidak mau bukain pintunya tidak masalah, Aku akan pergi saja, biar kamu bisa puas menyendiri, di sini juga percuma Aku nggak bisa tidur di kamar, lebih Aku cari angin segar saja, siapa tahu ada yang menemani ku, setidaknya menghiburku yang sedang merana ini!"
Sontak apa yang diucapkan oleh Rico itu membuat Cynthia panik, awalnya dia tersenyum puas kini Cynthia terlihat cemas, bagaimana jika suaminya itu benar-benar ingin keluar rumah dan bagaimana jika dia bertemu dengan mantan istrinya lagi. Cynthia dibuat kelabakan atas perkataan Rico kepadanya.
Rico beranjak pergi dari depan pintu dengan membawa bantal dan selimutnya, sementara di ruangan sebelah Kiara dan Oma Nini tampak kecewa dengan drama kali ini.
"Ya payah Daddy! Nggak jadi bobo bareng dong? Gimana bisa cepat bikin Adek kalau bertengkar mulu, gimana dong Oma!" ucap Kiara kepada Oma Nini yang terlihat fokus dan melihat tiba-tiba saja handle pintu bergerak.
"Eh tunggu -tunggu, tuh Mama Cynthia keluar." ucap Oma Nini dengan tersenyum saat melihat menantunya membuka pintu. Kiara pun melihat Mama Cynthia-nya keluar dari kamar dan tampak memanggil Daddy-nya yang baru saja melangkahkan kakinya pergi dari kamar mereka.
Spontan Rico menghentikan langkahnya, bibirnya melukiskan suatu kebahagiaan, Ia pun berhasil dengan usahanya yang terakhir. Sekarang giliran Rico yang jual mahal kepada istrinya. Cynthia mendekati suaminya dan berkata. "Kamu mau kemana lagi?"
"Terserah Aku lah pergi kemana, daripada Aku nggak bisa tidur, lebih baik nongkrong sama teman-teman aja!" jawab Rico yang masih membelakangi Cynthia dengan tertawa kecil.
"Kamu nggak boleh pergi!" sahut Cynthia cepat. Rico membalikkan badannya dan menatap wajah sang istri.
"Kenapa? Bukannya kamu ingin sendirian, ya sudah daripada Aku ganggu kamu terus, ya mending Aku nongkrong aja bareng teman-teman tuh, biar nggak jenuh di rumah, mau bobo juga nggak ada yang nemenin, ya sudah!" Jawab Rico dengan wajah yang santai.
Cynthia pun menyerah, Ia tidak bisa membiarkan suaminya pergi lagi, Ia pun segera menarik tangan Rico untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Sontak Rico terkejut saat tangan Cynthia membawanya untuk masuk kembali ke dalam kamar mereka. Sangat terlihat ekspresi wajah Rico yang riang gembira.
__ADS_1
"Yes ... yes ... akhirnya luluh juga tembok amarahmu, Sayang! Ah tidak akan ada yang bisa menandingi rayuan Rico, asiiikk bisa bobo bareng nih." batin Rico dengan senyum yang mengembang.
Kiara dan Oma Nini juga ikut bahagia melihat Daddy dan Mama Cynthia-nya rukun kembali.
"Syukurlah Oma! Daddy dan Mama Cynthia baikan lagi, Kia Seneng banget!" ucap gadis kecil itu bahagia.
"Ya sudah, ayo kita tidur! Biarkan Mama Cynthia dan Daddy bikinin Adek buat Kiara
"Iya, Oma!"
Kiara dan Oma Nini masuk ke dalam kamar masing-masing. Sementara di dalam kamar Rico dan Cynthia, Cynthia terlihat meletakkan kembali bantal milik suaminya, sedangkan Rico terlihat meraih pinggang Cynthia.
"Apa kamu benar-benar ingin Aku tidur di kamar ini?" ucap Rico sembari membelai lembut leher istrinya, Cynthia tampak malu-malu menatap wajah sang suami.
"Aku tidak mau kamu pergi dari sini," jawabnya sembari menundukkan wajahnya.
"Yakin!"
"Hmmm !"
"Tadi katanya Aku nggak boleh berada di kamar ini, suruh tidur di luarb saja, gimana sih plin plan kamu." balas Rico sembari tersenyum kepada istrinya.
"Aku nggak mau kamu cari hiburan di luar, akan sangat berdosa sekali jika Aku biarkan kamu lebih betah di luar rumah!" ucap Cynthia malu-malu.
Rico kembali mempererat pelukannya dan menatap wajah Cynthia dalam-dalam.
"Terus, bagaimana caranya agar Aku bisa betah di rumah?" tanya Rico dengan senyum smirknya. Cynthia tertunduk malu dan perlahan Ia mengeluarkan suara seksinya.
"Kamu bisa lakukan apa saja yang kamu mau terhadap diriku, Aku tidak akan menolaknya." jawab gadis itu malu-malu.
__ADS_1
Rico menyeringai dan tentu saja itu adalah sesuatu yang membuat keduanya gila, karena itu adalah kesenangan nya, baik dirinya dan juga kesenangan Cynthia.