
Setelah Daniel dan Kiara mereguk indahnya surga dunia, kini Kia membenamkan wajahnya pada dada bidang Daniel yang tentu saja terlihat begitu seksi dengan bulu-bulu halus yang tumbuh subur di sana, dengan bahagianya Kia tersenyum dan mengusapnya dengan mesra. Sementara Daniel tampak mengecup kening istrinya sebagai tanda bahagianya, malam ini Kiara sudah benar-benar menunjukkan rasa cintanya kepada pria itu.
"Istirahatlah! Jika kamu merasa lelah, kembalilah ke kamarmu, maafkan Aku sudah menganggu waktu tidurmu." ucap Daniel kepada Kiara yang masih bermanja-manja dalam pelukan pria yang menurutnya masih berstatus Duda itu.
"Nggak mau, Aku lebih suka di sini sama kamu!" jawabnya dengan semakin mempererat pelukannya. Daniel tersenyum sembari mengusap lembut istri kecilnya itu.
"Nanti kalau Kaila bangun, gimana? Dia pasti akan mencarimu!" seru Daniel mengingatkan, sejenak Kiara bangun dan melihat ke arah jam dinding yang kini menunjukkan pukul jam dua pagi.
"Hmm masih jam 2 pagi, Kaila pasti masih tidur nyenyak, biarkan saja. Aku ingin tidur disini sampai jam lima pagi, setelah itu Aku pasti keluar dari kamar ini, kenapa! Kamu nggak suka Aku tidur di sini?" Kiara berkata kepada Daniel yang kala itu sedang bersandar pada sandaran tempat tidur.
"Kamu ini ngomong apa sih, Aku berharap kamu bisa menemaniku tidur di sini selamanya, agar aku setiap hari Aku bisa melihat wajah Istriku yang cantik ini!" Daniel berkata secara tidak sadar, dirinya keceplosan mengatakan jika Kiara adalah Istrinya.
"Apa? Istri katamu! Ayolah Sayang, kita belum menikah loh." protes Kia sembari menatap wajah Daniel dengan mengerucutkan bibirnya.
"Hehehe oh iya, memangnya tidak boleh ya Aku menganggap mu sebagai istriku? Bukankah sebentar lagi Aku akan menjadikan mu sebagai istri, semoga saja kedua orang tua mu bisa menerimaku, Aku khawatir saja jika mereka menolakku, karena kamu sudah dijodohkan oleh pilihan mereka." ucapan Daniel rupanya membuat Kia sedikit bersedih, pastinya sang Daddy akan marah jika tahu putrinya sudah jatuh cinta dengan pria lain, sementara sang Daddy berharap Kia menikah dengan pria pilihannya.
"Semoga saja Daddy bisa ngertiin aku, dan kamu jangan pernah bohongin Aku, jangan pernah tinggalin Aku sendiri, kamu harus ikut Aku untuk menghadap langsung sama Daddy." jawab Kiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Dengan cepat Daniel memeluk istrinya itu, rupanya jebakan yang direncanakan oleh Rico benar-benar membuat gadis ini bersedih, ada rasa kasihan jika melihat Kiara seperti ini, seolah Daniel ingin mengatakan yang sebenarnya jika dirinya sudah menikahi Kia secara sah dimata agama, dan mereka memang sudah diperbolehkan untuk berhubungan suami istri.
"Maafkan aku, Sayang! Ingin sekali Aku mengatakan kepadamu, jika kita sebenarnya sudah menikah, tapi Daddy meminta ku untuk merahasiakannya, Daddy ingin membuat kejutan untukmu, tunggulah saat itu tiba, semua kebahagiaan akan menjadi milikmu, Kiara!" Daniel mencium puncak kepala Istrinya dan mengusap rambutnya dengan lembut, hingga akhirnya Kia tertidur dalam dekapannya. Daniel memandangi wajah sang istri saat tidur, sungguh benar-benar seperti bidadari, Daniel tidak bisa menjauhkan dirinya dari Kiara
"Aku merasa seperti sosok paling jantan di dunia ini, dulu mereka mengganggap ku seorang Gay, sekarang kamu sudah membuktikan jika Aku ternyata seorang pejantan tangguh, kamu adalah bidadari ku, Kia!" ucapnya sembari mengusap bibir sang istri dan menciumnya sekilas.
Tanpa Daniel sadari, Kia membuka matanya perlahan ketika Ia merasa ada sesuatu yang hangat pada bibirnya, ternyata itu adalah sentuhan dari Daniel yang sudah membuatnya merasakan getaran itu kembali.
Perlahan namun pasti, Kia pun membalas ciuman Daniel, spontan Daniel terkejut dan melihat istrinya yang membalasnya penuh gairah. Daniel melepaskan ciuman itu dan menatap wajah Kia yang saat ini tengah berada di dalam pelukannya.
__ADS_1
"Belum tidur?" tanya pria itu sembari memperhatikan bibir Kia yang sudah basah itu.
"Bagaimana Aku bisa tidur, setiap sentuhanmu membuat ku ingin merasakan kembali percintaan kita, hmm kamu nakal banget tahu nggak sih!" Kiara tampak mencubit hidung Daniel gemas.
"Again?" tawar Daniel kepada Kiara yang tampak menginginkan sentuhannya kembali.
"Jangan ditanya, dari tadi Aku sudah siap." jawaban Kiara sontak membuat Daniel menengok ke arah sana, pria itu tampak menyunggingkan senyumnya saat melihat apa yang sudah dilakukan Kiara.
"Okay! Sekarang kamu sudah pintar rupanya!" Daniel pun langsung mengeksekusi apa yang sudah Kiara siapkan untuknya.
Kembali, kedua insan yang tengah dimabuk cinta itu, berlayar bersama dalam indahnya samudera cinta, bergelut dalam kenikmatan surga dunia yang membuat siapa saja pasti ketagihan.
*
*
*
"Loh kakak kemana?" tanyanya entah pada siapa. Kemudian Kaila memutuskan untuk mencari keberadaan sang kakak, Ia membuka kamar mandi mungkin saja keberadaan Kiara ada di sana. Nyatanya, tidak ada siapapun di sana.
"Kak Kiara kemana sih? Pergi nggak bilang-bilang." Kaila pun beranjak pergi ke luar kamar dan berharap bisa menemukan sang kakak dengan segera.
"Kakak! Kak Kiara! Kakak dimana?" Kaila mencari keberadaan Kia dengan sedikit berteriak, mengingat rumah mewah milik Daniel itu sangat luas. Sementara Kaila sedang memanggil nama sang kakak, rupanya Dio mengetahui Kaila yang sedang memanggil Kiara.
"Kaila! Kamu ngapain?" tanya Dio.
__ADS_1
"Kamu lihat kakak nggak? Dari tadi Aku belum nemuin, duh Kakak kemana sih? Aku takut saja kalau kakak diculik." gadis itu tampak khawatir dengan keadaan sang Kakak yang pergi begitu saja dari kamar mereka.
"Enggak! Aku nggak lihat, Hmm kita tanya Papa yuk! Mungkin saja Papa tahu dimana Mama Kiara!" ajak Dio untuk pergi ke kamar Daniel.
"Iya kamu benar, kita tanya Om Daniel saja!"
Akhirnya kedua bocah itu datang ke kamar Daniel yang masih terkunci rapat. Setelah beberapa saat mereka berdua tiba di kamar Daniel, Dio mulai mengetuk pintu dengan memanggil Papanya agar segera keluar.
"Tok tok tok!"
"Papa! Ini Dio, Pa! Bukain pintunya Pa! Mama Kiara nggak ada di kamar, Pa! Papa!"
Sementara di dalam kamar, tentu saja Kiara terbangun saat mendengar suara Dio, dengan cepat Kia membangunkan Daniel yang saat itu masih belum mengenakan apapun.
"Sayang, bangun! Ada Dio di luar. Mereka pasti mencariku, aduhh Aku kesiangan!" Kiara tampak panik dan Ia segera bersembunyi dan masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Daniel pun juga tak kalah panik, pria itu pun mengambil baju apa saja untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka, hingga tak sadar Ia memakai kemeja milik Kiara yang tergeletak di atas lantai. Kemudian Ia segera membukakan pintu untuk sang anak.
"Hmm ada apa Dio, Kaila! Kalian berdua sudah bangun rupanya!" ucapnya yang tidak sadar jika dirinya sedang memakai kemeja milik Kiara.
Sontak kedua bocah itu saling menatap dan garuk-garuk kepala. Tiba-tiba Dio berkata sembari menunjuk pada baju yang dikenakan oleh sang Papa. kemeja dengan motif bunga-bunga dan hiasan hello Kitty di sakunya.
"Pa! Kenapa baju Mama Kiara, Papa yang pakai?" sontak ucapan Sang anak mulai menyadarkan pria itu jika dirinya salah memakai baju.
...BERSAMBUNG ...
...NAH LOH GIMANA JAWABNYA OM DANIEL? 😁...
__ADS_1