MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Kia mau bobo sama Mama Cynthia


__ADS_3

Setelah beberapa menit, mobil Rico sudah sampai di depan rumah mewah Pengusaha kaya raya itu, jam menunjukkan pukul sepuluh malam, di jam seperti ini biasanya Kiara sudah beranjak untuk tidur, Rico dan Cynthia turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


Ini adalah kali pertama Cynthia datang sebagai seorang istri dan menantu. Rico menggandeng tangan Cynthia dengan mesra. Rico menekan bel pintu dan tak berselang lama seorang pelayan membukakan pintu untuk majikannya. Sang pelayan sangat terkejut melihat Rico datang bersama Cynthia, gadis yang pernah datang ke rumah Rico.


"Selamat malam Tuan, Nona!" sapa pelayan kepada Cynthia dan Rico yang terlihat memberikan senyum kebahagiaan untuknya.


"Malam juga, oh iya apa Mama dan Kia sudah tidur?" tanya Rico sembari berjalan menuju ruang tengah.


"Nyonya besar baru saja masuk ke dalam kamar sedangkan Non Kia sudah beranjak tidur, Tuan!" jawab sang pelayan.


"Baiklah! Aku akan menghampiri Mama di kamarnya, oh iya mulai sekarang Cynthia adalah Nyonya di rumah ini, sekarang dia adalah istriku." ucapan Rico membuat sang pelayan terkejut.


"Maksud Tuan! Nona Cynthia sekarang adalah istri Tuan! Tuan sudah menikah?" tanya sang pelayan penasaran. Rico mengangguk, Sementara itu Cynthia tampak tersenyum malu.


"Syukurlah! Saya ikut senang melihatnya, akhirnya Non Kia tidak akan kesepian lagi, Nyonya besar dan Non Kia pasti bahagia sekali mendengarnya!" ucap sang pelayan.


"Ini akan menjadi berita yang membahagiakan, Saya pergi dulu,Tuan! Mau bilang ke anak-anak kalau Tuan udah punya istri baru, Permisi Tuan!" pamit pelayan itu dengan bahagia.


Sekarang tinggal mereka berdua, Rico mengajak Cynthia untuk menemui Nini di dalam kamarnya, "Ayo kita ke kamar Mama, Mama pasti senang mendengar berita bahagia ini!" ajak Rico sembari menggandeng tangan Cynthia.


Cynthia tersenyum dan mengangguk kepalanya, kemudian gadis itu mengikuti perintah Rico. Mereka berdua datang ke kamar Nini untuk memberi tahukan tentang berita pernikahan mereka.


Rico mulai mengetuk pintu kamar Sang Mama, terdengar suara Nini dari dalam kamar.


"Tunggu sebentar!" wanita itu tampak membukakan pintu untuk Rico. Sejenak Nini membulatkan matanya saat melihat Rico datang bersama dengan Cynthia yang hari itu sedang memakai gaun pengantin.


"Rico, Cynthia! Kalian?"


"Mama!" Cynthia memeluk Nini dengan haru, Nini pun membalasnya dengan pelukan hangat.


"Kalian berdua bagaimana bisa ada di sini?"


"Kami sudah menikah, Ma!"


Sontak jawaban Rico membuat Nini tidak percaya, bagaimana bisa mereka berdua menikah secepat ini. Rico menceritakan semuanya kepada Nini tentang pernikahan mereka yang mendadak. Nini bahagia akhirnya sang putra telah mendapatkan cintanya, meskipun dibalik itu masih ada campur tangan Juliet yang sengaja ingin memisahkan mereka berdua.


"Mama bahagia sekali melihat kalian berdua bisa bersatu, Mama selalu berdoa supaya kalian berdua selalu mendapatkan kebahagiaan, dan tentu saja semoga secepatnya diberikan momongan, supaya Kiara tidak kesepian." ucap Nini yang membuat keduanya saling menatap.

__ADS_1


"Bikin yuk!" tiba-tiba saja Rico mengucapkan itu kepada Cynthia yang terlihat bingung.


"Bikin? Bikin apa?" tanya Cynthia penasaran.


"Tadi Mama bilang supaya kita secepatnya di berikan momongan, kita bikin dari sekarang saja biar cepat jadi, ayo!" jawaban Rico membuat Cynthia memaksakan senyumnya, sementara Nini tampak menggelengkan kepalanya.


"Hehehe harus sekarang, ya?"


"Iya dong! Huup"


Rico menggendong tubuh Cynthia ala-ala bridal, spontan membuat Cynthia terkejut dengan perlakuan Rico yang mesra kepadanya.


"Ahh ... Sayang! Kamu bikin kaget ajah, turunin! Malu ada Mama." Cynthia tampak memohon untuk diturunkan dari gendongan Rico. Namun, pria itu justru berpamitan kepada Mamanya untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Ma! Rico ke kamar dulu! Karena Kia sudah tidur, biar besok saja Rico memberikan kejutan untuknya, sekarang Rico mau lembur dulu, Ma! Tolong bilang sama pelayan, jangan ada yang menggangu kamar Rico, Rico pergi dulu, Ma! Selamat malam Mamaku sayang!" pamit Rico dengan Cynthia yang berada dalam gendongannya.


Nini tampak menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya yang konyol, wajar Rico sudah tidak sabar untuk malam pengantinnya, mengingat sudah berbulan-bulan Rico tidak mendapatkan kehangatan dari seorang wanita, semenjak Ia bercerai dengan Juliet.


"Mama doakan semoga malam ini kamu berhasil, Rico! Mama juga ingin menggendong cucu lagi, hmm mudah-mudahan tuh anak secepatnya memberikan Adek untuk Kia." ucap Nini tersenyum sembari beranjak masuk ke dalam kamar.


Sementara itu Rico dan Cynthia sudah sampai di dalam kamar mereka, Rico merebahkan tubuh Cynthia di atas ranjang pengantin mereka. Tatapan mata keduanya saling bertemu. Rico tersenyum dan membelai lembut wajah sang istri.


"Sayang, Pliss! Jangan teruskan, Aku nggak bisa nahan." desaah Cynthia disela-sela dirinya menahan rasa geli bercampur keenakan saat sang suami menyesap lehernya yang putih.


Pemanasan pun dimulai, Rico tentu saja lebih ahli daripada Cynthia, mengingat dirinya tahu dimana letak titik-titik sensitif seorang wanita, Rico tak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat Cynthia merasakan foreplay terlebih dahulu, sebelum mereka benar-benar melebur dalam satu raga.


Sementara di luar kamar, Kiara tiba-tiba saja terbangun, malam itu Kia baru saja mimpi buruk, Ia bermimpi jika seolah-olah dirinya melihat Daddy dan Mama Cynthia nya sedang berperang, sehingga membuat gadis cantik itu terbangun dari tidurnya. Kiara mengetuk pintu kamar Nini.


"Oma! Buka pintunya Oma! Kia ingin masuk!" seru Kiara sembari mengetuk pintu kamar Nini berkali-kali. Dan tak lama pintu itu mulai terbuka.


"Kia, ada apa, sayang? Kenapa kamu bangun?" tanya Sang Oma sembari membawa Kiara masuk ke dalam kamar.


"Kia mimpi buruk, Oma! Kia takut!" ucap Kia sambil memeluk Nini.


"Ya ampun! Kasihan banget sih kamu! Ya udah Kia bobo bersama Oma aja, ya! Memangnya Kia tadi mimpi apa, sih? Kok kelihatan takut banget.


"Kia melihat Daddy dan Mama Cynthia main perang-perangan Oma! Kia jadi takut, jika mereka berdua perang beneran!" pengakuan sang cucu nyatanya membuat Nini tersenyum.

__ADS_1


"Ya ampun Kiara! Emang sekarang Daddy kamu sedang berperang sama Mama Cynthia, hmm yang pastinya bukan perang beneran, tapi perang kenikmatan." gumam Nini sembari tertawa kecil.


"Oma kok malah ketawa, sih?" tanya sang cucu yang melihat ekspresi Nini yang tampak sedang tertawa.


Tiba-tiba saja seorang pelayan datang ke kamar Nini, pintu kamar yang masih terbuka membuat pelayan itu masuk dan berkata. "Maaf Nyonya! Itu barang-barang Nyonya Cynthia diletakkan di mana, Nyonya? Katanya kita tidak bisa masuk ke dalam kamar mereka?" ucapan sang pelayan membuat Kiara sangat terkejut.


"Apa? Mama Cynthia? Mama Cynthia ada di rumah ini, Oma?" tanya Kiara yang tidak sengaja mendengar ucapan pembantu mereka.


"Hehehe, iya Sayang! Mama Cynthia sekarang sudah menjadi istrinya Daddy, Kiara sudah mempunyai Mama baru, yaitu Mama Cynthia!" ungkap Nini yang membuat Kiara begitu bahagia.


"Benar itu, Oma? Daddy dan Mama Cynthia sudah menikah?" Kiara terlihat begitu berbahagia, matanya berbinar-binar, sementara Nini tampak mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Kiara.


"Sekarang Daddy dan Mama Cynthia ada di mana, Oma? Kia ingin bertemu dengan Mama Cynthia!" ucap gadis itu yang tidak sabar ingin bertemu dengan Mama barunya.


"Daddy dan Mama Cynthia sedang beristirahat, Sayang! Besok saja kalau ketemu , mungkin sekarang mereka sedang ... Kia! Tunggu Kia! Kamu mau kemana?" Nini melihat Kia yang berlari menuju ke kamar Rico.


"Kia mau bobo sama Mama Cynthia, Oma!"


Kiara terus berlari menuju ke kamar Rico, sementara Nini terlihat bingung harus ngomong apa sama cucunya, mengingat malam ini adalah malam pengantin Rico dan Cynthia.


"Aduh Kia! Jangan ke sana dulu, Nak!" seru Oma Nini sembari mengejar Kiara yang sedang menuju ke kamar Rico. Namun sia-sia, Kiara sudah sampai di depan pintu kamar Rico yang terkunci dari dalam.


Sementara itu di dalam kamar, Cynthia dibuat tidak berdaya, Rico berhasil membuat Cynthia tak berkutik, terlihat tanda merah yang jelas mulai di cetak indah pada leher Cynthia, meskipun belum seluruhnya baju mereka terlepas, tapi setidaknya Rico sudah membuka kancing kemejanya, dan tampak lah bulu-bulu halus yang tumbuh pada dada bidang pria itu, Ia pun sudah membuka sabuk celananya, sangat terlihat dengan jelas sesuatu yang sudah mendesak-desak di dalam celana, entah itu apa.


Sementara Cynthia terlihat separuh telanjang dengan rok yang terbuka ke atas, sedangkan kain penutup aset berharga miliknya perlahan mulai terlepas, meski hanya sebatas paha tapi Rico sudah melihatnya sekilas, membuat pria itu sudah tidak sabar ingin menyelami dasar kenikmatan yang ada pada istri nya, dan juga dua gunung kembar Cynthia sudah menyembul keluar, sehingga terlihat dengan sempurna aset berharga milik gadis itu nan putih dan mulus.


"Shiiit ... ini lebih besar dari punya Juliet, kamu sungguh sempurna!" ucapnya memuji aset berharga milik Cynthia.


"Ahhh ... Sayang! Kamu sangat-sangat nakal!" Cynthia berucap sembari menggigit bibir bawahnya ketika Rico melahap dua butir kelereng yang berada di pucuk gunung kembar itu.


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.


"Tok tok tok!"


"Daddy! Mama Cynthia!"


Rico dan Cynthia saling memandang dengan sama-sama mengatakan, "Kiara!"

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...Weih sabar ya, Othor gemetaran guys ngetiknya, tetap setia dengan kisah mereka ya 😊❤️🥰...


__ADS_2