
"Eh ... apa? Loh ini, hehehe! Dengar ya anak-anak kalian jangan salah faham dulu, ini tidak seperti yang kalian bayangkan, ya! Jadi begini ... !" rupanya Daniel bingung harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana pun juga dirinya sudah tertangkap basah tengah memakai baju milik Kiara.
"Apa, Pa!" Dio terus mendesak agar Daniel mengatakan hal yang sebenarnya, bagaimana bisa sang Papa memakai baju Kiara yang bermotif bunga-bunga lengkap dengan karakter hello Kitty di salah satu kantung nya.
"Hmm ... Papa nggak tahu kenapa suka dengan model bajunya Mama Kiara, jadi semalam Papa minta Mama Kiara untuk melepas bajunya ...!"
"Apa, Pa? Papa menyuruh Mama Kia untuk melepas bajunya? Waah Papa pasti mau mesum nih!" celetuk Dio dengan wajah menelisik
"Heh ... apa katamu? Papa mau mesum. Ya enggaklah, bukan seperti itu. Papa tuh pinjam sebentar doang, karena Papa suka aja sama motifnya, ngerti nggak sih, dasar bocah!" Daniel tampak mengacak rambutnya dan terlihat mencari-cari alasan lagi untuk mengelabuhi kedua anak itu.
"Papa jangan bohong deh! Dio udah gede, Pa! Atau jangan-jangan memang benar jika Papa itu memang seorang ...!" Dio tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia juga tahu gosip apa yang menimpa sang Papa.
"Seorang apa? Hah ...!" Daniel berkata sembari menaikkan alisnya.
"Papa itu seorang Gay! Hiii Papa tuh suka dandanan cewek, tuh buktikan baju Mama Kiara saja Papa pake dan Papa suka, sampai dipinjam segala. Ahh ... Papa nggak asyik!" ucap Dio kesal, anak itu pun segera pergi meninggalkan Sang Papa yang masih tampak kebingungan dengan sikap sang anak.
"Aduuhh, Dio! Serba repot, kalau Papa ngaku nanti rahasia Papa terbongkar dong! Kalau nggak ngaku, kamu masih mengira jika Papa tidak normal, hmm ... ya sudahlah, ini memang salah Papa!" batin Daniel sembari memperhatikan putranya pergi, sementara itu Kaila masih berdiri di depan pintu kamar Daniel, dirinya hanya berharap bisa segera bertemu dengan kakaknya.
__ADS_1
"Om Daniel! Kak Kiara kemana? Om Daniel jangan sakiti Kakak ya, Om!" ucap gadis itu dengan polosnya. Kemudian Daniel berkata kepada Kaila, "Kaila nggak usah sedih, Kakak Kai tidak apa-apa kok, Om hanya pinjam bajunya Sebentar saja, nanti juga Om kembalikan!" jawab pria itu mencoba meyakinkan Kaila.
"Mana mungkin Om nyakitin kakakmu, Kai! Pastinya Om bakal ngasih dia kenyamanan dan kenikmatan!" batin Daniel sembari menatap wajah Kaila yang polos, tidak seperti anaknya, Dio. Yang selalu ingin tahu dan penasaran dengan masalah orang dewasa, Kaila lebih mudah dikelabui.
"Ya sudah! Kaila mandi aja dulu, nanti kalau minta apa-apa Kaila bisa panggil pelayan, sambil nunggu Kak Kiara datang!"
"Sekarang! Kak Kiara kemana dong, Om! Dari tadi Kaila belum nemu-nemu juga!" ucap gadis itu putus asa.
"Oh ... Pasti sekarang kakakmu sedang diluar, mungkin saja Kak Kiara sedang joging barangkali, bisa saja, kan!" Daniel terus berusaha menutupi dimana keberadaan Kiara.
"Ya sudah deh kalau gitu, Kaila tunggu Kakak di kamar saja!" ucap Kaila yang memutuskan untuk pergi dari hadapan Daniel. Gadis kecil itu pun pergi meninggalkan Daniel yang masih berdiri di balik pintu kamarnya. Kemudian Ia menutup kembali pintu kamarku dan segera menguncinya.
"Astaga! Pantas saja anak-anak pada lihatin mulu, sial! Bodoh sekali Aku!" umpat Daniel pada dirinya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Kiara segera membersihkan dirinya sekalian, dan tak berselang lama Kia keluar dari kamar mandi. Alangkah terkejutnya saat dirinya melihat Daniel yang sedang memakai baju miliknya. Spontan Kiara tidak bisa menahan rasa ingin tertawanya melihat Daniel yang sedang memakai kemeja cewek dengan motif bunga-bunga disertai hiasan hello Kitty.
Tentu saja Daniel segera melepaskan kemeja Kiara dan menghampiri istrinya yang sedang menahan rasa sakit di perutnya karena terlalu menahan tawanya.
__ADS_1
"Hmm ... gitu ya! Kamu senang melihatku seperti ini, hampir saja anak-anak mengetahuinya!" ucap Daniel sembari menatap wajah Kiara yang memerah karena menahan rasa tertawa.
Kiara pun berhenti tertawa dan dirinya mencoba mengatur nafasnya, setelah Ia tahu Daniel sudah melepaskan kemejanya dari tubuhnya. Kemeja itu menutupi tubuh Daniel sebatas paha, Karena kemeja Kia cukup panjang, sehingga area sensitif Daniel pun bisa ditutupi dengan mudah. Karena kini Daniel sudah melepaskan kemeja itu. Maka, sekarang Kia berhadapan dengan tubuh polos pria itu.
"Awwww! Aduh ditutup sedikit dong, Sayang! Mataku jadi gatal lihatnya!" Kiara tampak menutupi kedua matanya dengan telapak tangannya, melihat pejantan tangguh milik Daniel yang menggantung indah.
"Halah ... pakai ditutup segala, lagipula kamu juga sudah merasakan khasiatnya. Benar, kan! Dan pastinya kamu sudah sangat ketagihan." rupanya ucapan Daniel membuat Kiara begitu malu, tak bisa dipungkiri malam ini Daniel sudah membawa Kia benar-benar terbang melayang menikmati surga dunia.
"Diiihh, PD sekali Anda!" jawab Kiara sembari memakai kembali Pakaian dalamnya. Daniel pun menyunggingkan senyumnya dan berbisik di telinga Kiara.
"Kamu nggak percaya! Coba hitung berapa kali kamu mencapai puncak? Aku baru satu, kamu sudah lima." rupanya pengakuan Daniel sukses membuat Kia tidak bisa berkata apa-apa, dirinya benar-benar terpuaskan dengan sentuhan yang diberikan oleh Daniel kepadanya.
Setelah mengatakan hal itu Daniel segera masuk ke kamar mandi dengan menorehkan senyum nakalnya sebelum dirinya menutup pintu kamar mandi tersebut. Namun sebelum Daniel masuk ke kamar mandi Ia mengatakan kepada Kiara, "Cepat ganti bajumu, Jangan pakai baju itu lagi, Aku sudah persiapkan baju ganti untukmu, kamu tinggal pilih yang kamu suka, Aku mau mandi dulu, Aku ingin menyegarkan tubuhku kembali, setidaknya supaya tenaga ku masih tetap terjaga untuk malam-malam berikutnya bersamamu!"
Kiara membulatkan matanya, bagaimana bisa pria itu mengatakan hal seolah dirinya adalah Suami Kiara.
"Oh God! Aku harus segera bicara kepada Daddy! Jika hubungan ini berlarut-larut bisa-bisa Aku hamil duluan dan tentunya Daddy pasti sangat marah besar, dia tidak pernah membuang nya diluar, kok kayak disengaja gitu, ya! Ada yang aneh!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...