
Kia pun masuk ke dalam mobil. Dio dan Kai tampak memperhatikan Kiara dengan serius, tentu saja Kia merasa ada yang aneh dengan kedua anak itu.
"Loh! Kalian berdua kenapa lihatin kakak kayak gitu?" tanya Kia sembari mengerutkan keningnya. Tiba-tiba saja Kaila mengatakan sesuatu yang membuat Kia salah tingkah.
"Kakak mau nikah ya sama Om Daniel?" pertanyaan Kaila membuat Kiara garuk-garuk tengkuk nya.
"Hehehe ... enggak lah! Mana mungkin Kakak nikah sama Om Daniel, itu cuma bercanda." jawabnya yang tak sengaja membuat Dio bersedih.
"Loh tadi Dio bilang kalau Kakak bakal jadi Mama nya Dio, Kakak akan menikah dengan Om Daniel. Kakak gimana sih, yang benar yang mana?" Kiara tampak melihat Dio yang sedang menundukkan wajahnya sedih saat Kaila mengatakan hal itu kepadanya.
"Emm ... Kakak." Kiara tampak ragu untuk mengatakan iya kepada kedua anak itu yang belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Daniel.
"Mama Kia nggak mau ya jadi Mama nya Dio, padahal Dio udah bilang sama teman-teman jika kakaknya Kaila akan menjadi Mama-nya Dio, hiks hiks hiks!" Kiara tampak panik melihat Dio yang tiba-tiba menangis.
"Eh eh ... Dio! Aduh jangan nangis dong! Iya iya deh Mama Kia mau kok jadi Mama nya Dio, udah ya jangan nangis lagi." rupanya ucapan Kiara membuat Dio berhenti menangis dan ekspresi wajah nya berubah menjadi senyum bahagia.
"Beneran nih Mama Kia mau jadi istrinya Papa? Mau jadi Mama-nya Dio?" ucap putra Daniel itu kepada Kiara yang sedang tersenyum paksa.
"Hehehe ... kalau jadi Mama-nya Dio, pasti Mama mau. Tapi, kalau jadi istrinya Papa kamu ...! Aduh bisa nego nggak sih, Dio!"
__ADS_1
"Nego gimana, Ma?" jawab sang anak tampak garuk-garuk kepalanya.
"Ya ... jadi Mama-nya Dio aja, nggak usah jadi istrinya Papa kamu. Bisa, kan?" pertanyaan Kiara rupanya dijawab dewasa oleh anak berusia sekitar sepuluh tahun itu.
"Ya ampun, Mama! Nggak boleh ngomong kayak gitu, itu dosa, bener kan Kai? Itu namanya kumpul kebo, Kalau Mama jadi Mama-nya Dio, maka Mama harus nikah dulu sama Papa, itu hukumnya wajib. Kalau Mama nggak nikah sama Papa, ya nggak bisa dong Dio jadi anaknya Mama Kia! Dio mau Mama Kia nikah sama Papa-nya Dio. Itu baru afhdol."
"What! Kumpul kebo?" Ya salaaaam! Kia terlihat menepuk jidatnya mendengar ucapan dari Dio, ternyata anak dan bapak sifatnya nggak jauh berbeda, pintar berkata-kata dan ngeles agar Kia menyetujui jika Daniel akan menikahinya.
"Hehehe ... begitu, ya! Jadi, Mama Kia harus nikah dulu gitu sama Papanya Dio?"
"Harus dong, Ma! Wajib ... iya nggak, Kai!" Dio tampak meminta persetujuan dari Kaila selaku adik dari Kiara. Tentu saja gadis itu mengangguk senang dan menyetujui ucapan Dio.
"Bener banget tuh, Kak! Apa yang dikatakan sama Dio itu benar. Om Daniel baik kok, Kaila setuju kok kalau Om Daniel menikah sama Kakak, dan Daddy pasti juga menyetujuinya." ucap gadis itu dengan senang.
"Jangan kelamaan mikirnya, Kak! Nanti kalau Om Daniel pergi, kakak nyesel loh." kata Kaila mengingatkan. Kiara hanya melihat ekspresi kedua bocah itu yang terlihat sumringah.
"Dasar bocah-bocah! Paling seneng kalo lihat Aku pusing gara-gara tuh duda," Kiara rupanya tersenyum kecil sembari melihat ke arah jendela mobil, sekilas bayangan wajah Daniel terpantul dalam kaca mobil. Ia pun mengucek kedua matanya, memastikan jika itu hanya lah halusinasi.
"Om Daniel! Shiiit ... ngapain juga sih muncul terus dalam pikiran ku!"
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Yuk mampir dulu bestie 🥰🥰🥰
CINTA DIBAYAR TUNAI
(Dtyas)
Mihika Yodha yang menyamar sebagai karyawan baru pada salah satu perusahaan milik Ayahnya. Berada pada situasi dimana Mihika harus menikah dengan Arka, direktur perusahaan Ayahnya. Berusaha mengungkap segala permasalahan perusahaan juga sebagai asisten dan istri dari Direktur perusahaan milik ayahnya tidak membuat Mihika putus asa.
“Jangan harap aku akan berlaku seperti seorang suami pada umumnya, karena kamu bukan wanita idamanku,” ujar Arka setelah melangsungkan akad nikah dengan Mihika. Arka tidak mengetahui identitas asli Mihika termasuk wajah asli istrinya.
Arka benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak menghargai Mihika sebagai istrinya, bahkan tetap berhubungan dengan wanita lain. Mihika mengira jika Arka adalah dalang dibalik masalah perusahaan. “Arka, kamu akan menyesal telah berbuat jahat termasuk menghina hubungan ini. Saat kamu menyesal semua sudah terlambat,” ucap Mihika lirih.
__ADS_1
Lalu bagaimana kisah Mihika dengan Arka setelah terungkapnya pelaku kejahatan di perusahaan? Apakah Arka akan jatuh cinta pada Mihika sesuai dengan janji saat mengucapkan ikrar akad nikah? Karma atau cinta dibayar tunai.