MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Menyelamatkan Dio


__ADS_3

"Braaakkkk!"


"Kakaaaaaakkkk!"


Kaila menjerit histeris melihat Sang Kakak terserempet sebuah mobil, Kiara mendorong tubuh Dio agar anak itu segera menepi ke jalan raya. Namun naas Kiara tidak bisa menyelamatkan diri dengan cepat, tubuhnya terserempet mobil mewah itu, Kiara tergeletak di pinggir jalan. Kaila menjerit keras sekali, hingga orang-orang yang masih berada di dalam aula mendengarnya, tentu saja Daniel yang saat itu sedang bertemu dengan seorang kenalannya tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan seorang anak kecil dari arah luar gedung.


Daniel pun segera beranjak keluar gedung dan melihat Kaila yang sedang menangis di pinggir jalan sembari menunjuk ke arah seberang jalan dimana seorang wanita tengah tergeletak. Saat Daniel keluar gedung, Ia melihat Kaila yang sedang dan memanggil-manggil nama Sang Kakak.


"Kakaaaaaak! Kak Kiaraaaaaa!" teriak Kaila dengan isak tangisnya di pinggir jalan, Ia tak berani menghampiri kakaknya karena banyak mobil yang lalu lalang melintasi jalan itu.


"Kaila, kamu kenapa?"


"Kakak, Om! Itu kak Kiara!" tunjuk Kaila ke seberang jalan dimana Kiara sedang tergeletak di sana. Sementara orang-orang sekitar belum banyak yang mengetahui jika Kiara baru saja terserempet mobil.


"Astaga! Kiara!"


Dengan cepat Daniel berlari menuju ke tengah jalan, Ia menghentikan beberapa mobil yang melintas, agar dirinya bisa segera datang untuk menyelamatkan Kiara. Sementara itu ada beberapa orang yang mulai menghampiri dan berusaha mengangkat tubuh Kiara yang sudah lemas itu, dua orang laki-laki yang berusaha menolong Kia agar segera dibawa ke rumah sakit. Namun, saat Daniel tiba di tempat Kiara, Daniel segera menyuruh mereka untuk melepaskan gadis itu dan Ia sendiri yang akan membawanya ke rumah sakit.


"Minggir! Lepaskan dia!"


Melihat Daniel Mahardika yang sedang menghampiri mereka, kedua orang laki-laki itu pun segera melepaskan tubuh Kiara dan memberikannya kepada Daniel, sementara Dio anaknya terlihat menangis di samping Kiara karena hampir saja Dirinya tertabrak mobil, beruntung karena Kiara telah menyelamatkannya.


"Dio! Kenapa kamu menangis? Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Daniel kepada putranya yang terlihat sedang tersedu-sedu meratapi Kiara yang sudah menolongnya.


"Tidak Pa! Cepetan bawa Kakak ini ke rumah sakit, Pa! Kakak ini sudah menyelamatkan Dio , Pa! Kalau tidak ada Kakak nya Kaila pasti Dio sudah celaka!" mendengar penuturan dari sang anak Daniel pun segera membawa Kiara ke rumah sakit. Ia pun segera menelepon Sekretaris nya untuk mendampingi Dio dan Kaila, sementara dirinya akan pergi ke rumah sakit untuk segera membawa Kiara agar cepat segera mendapatkan pertolongan.


"Ya Tuhan! Tolong selamatkan gadis ini, kenapa semua ini harus terjadi, baru saja Aku mempunyai harapan untuk hidup kembali, tolong jangan ambil harapan itu, Kiara! Jangan tinggalkan Aku!" ucapnya sembari membawa Kiara dalam pelukannya dan mencium tangan Kiara yang masih menutupkan mata itu, Daniel melihat ada luka di kepalanya akibat benturan pada aspal, pria itu membersihkan darah yang mengalir melewati wajah cantik Kiara.

__ADS_1


"Plis, bertahan lah! Aku akan membawa mu ke rumah sakit dengan cepat!" Daniel menggendong tubuh lemas Kiara, entah kenapa hatinya begitu sedih saat melihat wajah Kiara yang terluka, seolah dirinya merasa sangat dekat dengan gadis itu.


Daniel meletakkan tubuh Kiara pada jok mobilnya dan dengan cepat Ia mengendarai mobil mewahnya menuju ke rumah sakit.


Setelah beberapa menit, Daniel berhasil membawa Kiara ke rumah sakit, Ia sendiri yang membawa gadis itu untuk segera dibawa ke ruang UGD. Ada beberapa petugas medis yang datang menghampiri Daniel dan mereka segera menyiapkan ruangan untuk Kiara.


Setelah Daniel meletakkan tubuh Kiara di atas tempat tidur, Ia pun di suruh petugas medis untuk menunggu di luar sementara dokter akan memeriksa kondisi Kiara.


"Maaf, Pak! Sebaiknya Anda tunggu di luar, dokter akan segera memeriksa kondisi pasien!" ucap seorang suster kepada Daniel yang terlihat sangat cemas.


"Tolong! Selamatkan dia, Saya akan bayar berapapun untuk biayanya, asalkan selamatkan gadis itu, Saya mohon!" rengek Pria itu dengan memohon sangat kepada seorang dokter yang akan menangani kondisi Kiara.


"Bapak tidak usah khawatir! Kami akan melakukan yang terbaik untuk gadis itu, permisi! Kami akan segera memeriksanya!" pamit sang dokter kepada Daniel yang sudah terlihat pucat dan gugup. Betapa pria itu benar-benar mencemaskan kondisi Kiara. Mau tidak mau Ia harus menunggu dokter memeriksa kondisi Kiara, Ia duduk di kursi tunggu dengan tidak tenang, sesekali Ia melihat ke arah pintu ruangan dimana Kiara sedang di tangani oleh dokter.


Tak berselang lama Dio dan Kaila datang menghampiri Daniel yang saat itu masih panik dan belum bisa tenang.


"Dio! Kaila! Bagaimana bisa kalian ada di sini? Kenapa tidak pulang?" tanyanya kepada keduanya.


"Kami ingin melihat keadaan Kakaknya Kaila, Pa!" jawaban polos dari Dio membuat Daniel lemas, Ia duduk di kursi tunggu dengan menyandarkan punggung dan kepalanya.


"Om Daniel! Kakak Kaila kenapa, Om? Kak Kiara baik-baik saja, kan?" tanya gadis polos itu yang sedang duduk disampingnya sembari menggoyang-goyangkan badannya.


Daniel menoleh dan berkata kepada Kaila.


"Dokter masih memeriksa keadaan Kak Kaila, kita berdoa saja semoga Kak Kiara baik-baik saja, ya!" Daniel mencoba menenangkan Kaila agar gadis itu tidak ikut bersedih.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya dokter keluar dari ruangan UGD, Daniel yang sudah menunggu lama dokter keluar, Ia pun segera menanyakan bagaimana keadaan Kiara sekarang.

__ADS_1


"Dokter! Bagaimana keadaan gadis itu?"


"Pasien hanya mengalami luka kecil di kepalanya dan Ia sedikit shok, itu tidak apa-apa, sebentar lagi pasien akan sadar," ucap sang dokter yang membuat Daniel merasa lega.


"Syukurlah! Apa saya bisa bertemu dengannya dokter!" pinta Daniel untuk menemui Kiara.


"Silahkan!"


"Terima kasih banyak, Dokter!"


Daniel pun sangat bahagia, Ia langsung masuk ke dalam bersama Dio dan Kaila, mereka bertiga masuk ke dalam dan melihat Kiara yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur dengan kepala yang diperban.


Ketiganya menghampiri Kiara, Kaila langsung memeluk sang Kakak dan menangis di sampingnya.


"Kakak! Kakak segera sadar dong! Kaila khawatir banget sama Kakak!" ucapnya sembari mengusap wajah Kiara.


Dio pun ikut duduk di samping Kiara sembari memegang tangan Kiara, "Kak Kiara! Dio minta maaf jika Dio sudah membuat Kakak seperti ini, Dio berterima kasih banget sama Kakak, Kakak udah mau nolongin Dio, bangun dong Kak! Jangan bikin kami cemas!"


Kiara pun belum juga membuka kedua matanya, Ia masih memejamkan dua netra indah itu, kemudian Daniel menghampiri gadis yang kini membuat hidupnya berubah itu. Pria itu menyentuh tangan Kiara dan menggenggamnya erat seraya berkata. "Bangun lah gadis cerewet! Jangan membuat kami khawatir seperti ini, kamu lihat Adikmu sangat khawatir dengan keadaanmu, Dio juga sangat ingin melihatmu membuka mata," sejenak Daniel menghela nafasnya dan tidak melanjutkan kata-katanya.


"Apalagi diriku! Apa kamu tega melihatku menderita seperti ini!"


Seolah kata-kata itu adalah sebuah bisikan keras pada telinga Kiara, perlahan ada sebuah gerakan yang terasa saat Daniel menggenggam tangan Kiara. Gerakan halus yang membalas genggaman tangan Daniel pada tangan Kiara.


"Deg!"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2