
Akhirnya mobil Rico pun mulai pergi dari rumah Cynthia, saat itu juga Cynthia protes kepada Benny apa yang sebenarnya terjadi.
"Papi kenapa sih, nggak biasanya deh Papi kayak gini? Katakan ada apa, Pi?" tanya Cynthia penasaran.
Benny menghela nafasnya dan Ia duduk di kursi dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Cynthia mendekati sang Ayah dan mencoba mencari tahu apa penyebab Benny bersikap itu kepada Rico.
"Papi kenapa? Papi ada masalah?" Cynthia duduk di samping Benny, menatap wajah sang Ayah yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Perlahan Benny menatap wajah sang anak, Ia harus mengatakan hal yang sebenarnya kepada Cynthia tentang hutang-hutang Benny kepada keluarga Ibra.
"Cynthia! Papi mau ngomong sama kamu!" Benny mengawali pembicaraan nya. Cynthia melihat ada sesuatu yang Benny sembunyikan dari dirinya, baru kaki ini Cynthia melihat kesedihan dalam mata sang Ayah.
"Katakan, Pi! Ada apa?" Cynthia akan mencoba mendengarkan apa yang ingin Benny katakan.
__ADS_1
"Maafkan Papi! Jika tadi Papi tidak datang ke acara ulang tahunmu, Papi tahu jika hari ini adalah hari yang spesial untuk anak Papi, Namun tidak untuk Papi. Hari ini Papi harus membuat sebuah keputusan besar yang akan membuat mu bersedih karena Papi tahu kamu dan Rico saling mencintai."
"Maksud Papi apa?" Cynthia mulai panik jika Benny sudah menyebut nama Rico.
"Dengarkan Papi, Cynthia! Papi hanya ingin yabg terbaik untukmu, Papi tidak ingin melihatmu hidup menderita, Papi ingin melihat mu bahagia!" ucap Benny yang masih belum tega untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Ayolah Papi! Maksud Papi apa sih, jika Papi ingin Cynthia bahagia. Simple kok, nikahkan Cynthia dengan Om Rico, udah itu aja. Cynthia pasti bahagia bersama Om Rico. Papi tahu nggak! Tadi Aku sudah melamar Om Rico, Pi! Dan Om Rico menerimanya. Ya ampun! Cynthia senang banget tahu nggak sih, Pi! Cynthia jamin Papi pasti sangat setuju iya, kan?" Cynthia terlihat begitu bahagia menceritakan tentang dirinya yang berhasil melamar Rico.
"Papi! Apa yang Papi katakan! Cynthia tidak salah dengar, kan?" Cynthia menatap wajah sang Ayah dengan memelas, berharap apa yang dikatakan oleh Benny hanyalah sebuah candaan. Benny menatap wajah sang anak dan berkata. "Papi tidak bercanda, Nak! Lupakan Rico! Karena Papi akan menikah kan kamu dengan seorang pria yang akan membahagiakan mu, Papi yakin pilihan Papi tidak akan salah!"
Seperti petir di siang bolong, Cynthia mendengar ucapan Benny yang membuatnya tak bisa membendung air matanya, Benny menyuruh Cynthia untuk melupakan Rico, dunia hancur seketika bagi Cynthia.
"Tidak, Pi! Papi pasti bercanda, kan? Papi pasti tidak serius, kan!" Cynthia berkata dengan air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya. Benny mencoba memberi pengertian kepada putrinya.
__ADS_1
"Maafkan Papi! Kali ini Papi tidak bercanda, Nak! Papi serius. Papi mohon kamu lupakan Rico dan menikahlah dengan pria pilihan Papi!" ucap Benny memelas, Cynthia pun tak bisa mengerti kenapa Benny berkata itu kepadanya.
"Kenapa Papi jahat sekali, Cynthia sangat mencintai Om Rico, Pi! Kami saling mencintai. Papi sendiri pernah bilang kalau Papi akan mendukung hubungan kami. Tapi, kenapa sekarang Papi berkata lain. Cynthia kecewa sama Papi!" ucap gadis itu sembari menangis sesenggukan.
"Papi punya alasan kuat mengapa Papi melakukan hal ini kepadamu!" Benny mencoba berterus terang.
"Papi memiliki hutang 2 milyar kepada keluarga Ibra! Dalam waktu 24 jam, jika Papi tidak melunasi nya, maka Papi akan dijebloskan ke penjara dan kamu, Papi tidak bisa melihatmu menderita. Mereka memberikan penawaran, jika Papi ingin terbebas dari hutang-hutang itu, maka Papi harus menikah kan dirimu dengan Ibra, dan itulah mengapa Papi menyuruhmu untuk melupakan Rico. Papi tidak ingin Ibra menghancurkan hidup mu, Cynthia! Tapi ... jika Kamu tidak menginginkan nya, baiklah! Papi tidak akan memaksamu untuk melakukan nya, biarlah Papi di penjara, karena semua ini adalah kesalahan Papi, kamu tidak berhak menerima imbasnya." ungkap Benny sembari pergi ke kamarnya.
Sejenak Cynthia terdiam, seperti makan buah simalakama, Cynthia di buat bingung dengan pernyataan Benny. Bagaimana mungkin Ia tega melihat Benny di dalam penjara, sementara dirinya tidak bisa melakukan apa-apa untuk Ayahnya. Dirinya tidak mungkin mengadu kepada Rico, karena hutang Benny bukanlah jumlah yang sedikit.
"Ya Tuhan! Apa Aku harus melakukannya? Aku tidak mungkin mengatakan hal ini kepada Om Rico, Aku tidak ingin merepotkan nya!"
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1