
Sesuai jadwal hari ini, Cynthia, Kiara dan Oma akan pergi ke pasar malam, demi menyenangkan hati Kia, Cynthia rela berdesak-desakan berbaur dengan anak-anak kecil seusia Kia, gadis itu begitu bahagia di temani oleh Cynthia. Keduanya tampak menikmati wahana yang ada di pasar malam itu.
Sementara itu Rico yang bersiap untuk pertemuan malam ini, Ia sudah berada di suatu tempat dimana malam ini Ia akan makan malam bersama klien barunya membicarakan tentang promosi produk terbaru mereka yang akan mengenalkan model yang akan membintangi iklan dari produk terbaru mereka.
Rico dan sekretaris nya sudah berada di suatu restoran mewah, rupanya Rico sudah ditunggu oleh Mr. Fransiskus, kliennya yang akan menawarkan kerjasama dengan Rico tentang produk terbaru mereka.
"Selamat malam, Pak Rico! Selamat datang, Mari, silahkan duduk!" sambut Mr. Fransiskus kepada Rico.
"Terima kasih banyak Mr. Fransiskus, apa Anda sudah lama?" tanya Rico sembari tersenyum, sang sekretaris pun ikut duduk di kursi.
"Oh tidak, baru sepuluh menit Saya berada di sini," jawab Mr. Fransiskus yang di dampingi oleh Asisten pribadinya.
"Bagaimana, apa bisa kita mulai rencana kerja kita?" ucap Rico memulai pembicaraan.
"Tunggu sebentar, Pak! Ada seseorang yang belum datang, dia adalah model yang akan menjadi maskot produk kita, sebentar mana dia!" jawab Mr. Fransiskus sembari memperhatikan sekeliling untuk mengetahui kedatangan model yang Ia tunggu.
Setelah cukup lama memperhatikan sekeliling, rupanya Mr. Fransiskus tampak tersenyum karena model yang dimaksud sudah datang.
"Nah itu dia!" tunjuk Mr. Fransiskus kepada seorang wanita cantik yang sedang berjalan menghampiri mereka, spontan Rico ikut menoleh ke arah seseorang yang ditunjuk oleh kliennya tersebut.
Rico tampak sangat terkejut dengan kedatangan seseorang yang akan dijadikan model untuk produk terbaru mereka, yang tak lain adalah mantan istrinya, Juliet.
"Juli?" Rico mengusap wajahnya, kenapa dia harus bertemu lagi dengan wanita yang sudah Ia lupakan itu.
"Maaf Saya terlambat, Hai Mas! Apa kabar!" sapa Juliet sembari mengulurkan tangannya kepada Rico yang terlihat santai menyikapi kedatangan mantan istrinya, tapi dia tetap hati-hati, Ia tidak mau kejadian tempo hari di kantor bisa membuat Cynthia cemburu.
"Baik!" jawabnya singkat.
Mereka pun duduk dalam satu meja membicarakan rencana kerja tentang pemasaran produk terbaru itu. Yaitu sebuah produk kosmetik dimana Rico adalah salah satu pemegang saham dalam bisnis itu.
__ADS_1
Juliet menatap wajah Rico dengan penuh rencana, rupanya Juliet telah menyiapkan semuanya untuk menjebak Rico malam ini. Tak berselang lama seorang pelayan datang mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka.
"Silahkan menikmati!" ucap sang pelayan.
Lantas pelayan itu segera pergi dan Ia pun tampak memberi kode kepada Juliet, Juliet mengangguk dan tersenyum kepada pelayan itu. Mereka pun menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan sembari membicarakan tentang rencana mereka.
"Hmm ... bagus! Kamu sudah masuk ke dalam perangkap ku, Mas! Ini baru permulaan, dan sebentar lagi Cynthia pasti akan meninggalkanmu!" gumamnya sembari menatap wajah Rico dengan senyum smirk.
Hampir setengah jam, tiba-tiba saja Rico merasa kepalanya sedikit pusing, Ia pun meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar.
"Maaf! Saya ke kamar kecil dulu!"
Mr. Fransiskus menganggukkan kepalanya, sementara itu Rico mulai masuk ke dalam kamar mandi dengan keadaan terhuyung, entah kenapa tiba-tiba saja pria itu merasa kepalanya sangat berat dan pandangannya mulai gelap.
"Apa yang terjadi dengan ku?" ucapnya sembari membasuh mukanya, sejenak Ia merasa sedikit membaik. Dan Ia pun kembali ke meja makan dengan mencoba menutupi keadaannya agar terlihat baik-baik saja.
"Kamu kenapa, Mas?" tanya Juliet yang melihat wajah Rico yang tampak kurang enak badan.
"Hmm ... ini belum seberapa, Mas! Karena sebentar lagi akan ada yang lebih dari ini," batinnya sembari memberikan kode lagi kepada pelayan yang sama untuk menambahkan kembali minuman pada gelas Rico.
Sang pelayan pun menuangkan kembali minuman pada gelas Rico, sebuah minuman soft drink, namun rupanya Juliet sudah mencampurkan minuman itu dengan sesuatu yang tentunya akan membuat Rico tak sadarkan diri. Ia membayar seorang pelayan untuk memasukkan obat itu ke dalam minuman Rico.
Setelah pertemuan itu, Mr. Fransiskus undur diri, sementara yang ada sekarang hanya Juliet dan Rico yang di dampingi oleh sekretarisnya.
Karena Rico meminum lagi soft drink yang diberikan oleh pelayan, tentu saja kepalanya semakin bertambah pusing, dan itu membuat sang sekretaris panik.
"Pak Rico! Pak Rico tidak apa-apa? Kita pulang saja ya, pak! Saya antar bapak!"
Rupanya Juliet tidak mau rencananya kali ini berantakan, Ia sengaja membayar seseorang untuk menelepon sekretaris Rico Seolah-olah itu adalah keluarganya yang memintanya untuk segera pulang.
__ADS_1
Dengan cepat orang suruhan Juliet menghubungi nomor sang Sekretaris. Ia tampak panik dan cemas setelah mendengar telepon itu.
"Kamu kenapa? Panik gitu!" tanya Juliet pura-pura.
"Aduh saya harus gimana, tadi ada telepon dari rumah, jika anak saya sedang sakit, Nyonya! Tapi bagaimana dengan Pak Rico, Pak Rico sepertinya butuh bantuan!" ucap sang sekretaris bingung dirinya harus berbuat apa.
Juliet pun tampak menawarkan bantuan kepada wanita itu.
"Ya sudah sebaiknya kamu pulang saja! Kasihan anakmu, dia membutuhkan mu, soal Mas Rico, biar Aku yang mengantarkan nya pulang, kamu tidak usah khawatir!" tawar Juliet dengan tersenyum smirk.
"Baiklah kalau begitu, Saya pulang dulu, Nyonya! Pak Rico saya minta maaf, Saya pulang dulu, Pak! Anak Saya sedang sakit!" pamit sang sekretaris kepada Rico yang sudah terlihat tidak kuat menahan rasa pusing di kepalanya.
"Ya sudah, pulanglah! Aku yang akan mengantarkan Mas Rico!"
Akhirnya sekretaris Rico pulang ke rumah, sementara itu Rico tampak di papah Juliet untuk masuk ke dalam mobilnya. Dan setelah Rico sampai di dalam mobil, Juliet segera membawa Rico ke rumahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, tak terasa Kia dan Cynthia bermain wahana itu bersama, mereka pun puas sudah menikmati berbagai wahana di pasar malam itu.
"Kia, ayo kita pulang! Ini sudah malam, besok Kia bisa terlambat sekolah, loh!" ajak Oma Nini.
"Oma benar, kita pulang sekarang, yuk! biar Kia nggak capek, mainnya udah puas kok, besok-besok Mama Cynthia ajak Kia kesini lagi, Oke!" sambung Cynthia yang di balas anggukan dari Kia.
"Oke, Ma! Kita pulang!"
Akhirnya malam itu mereka pulang, Kiara tampak bahagia sekali malam ini, Ia ditemani Cynthia bermain wahana apa saja, dulu Kia selalu sendiri naik roller coaster karena sang Daddy takut, sekarang Ia ada yang menemani, yaitu Mama Cynthia yang turut naik roller coaster bersamanya.
Dalam perjalanan pulang Kia tampak antusias bercerita tentang baru saja yang Ia alami dengan Mama Cynthia nya saat menaiki wahana permainan itu, Oma Nini tampak tertawa mendengar penuturan sang cucu.
Sementara di saat Kia bercerita tentang keseruan nya bersama Cynthia, tiba-tiba saja Cynthia di kejutkan dengan seseorang yang berada di dalam mobil yang berlawanan arah dengan mobilnya. Ia melihat seperti suaminya sedang duduk bersama dengan seorang perempuan di dalam mobil, apalagi Cynthia benar-benar tidak menyangka jika suaminya sedang bersama Juliet, mantan istri Suaminya.
__ADS_1
"Mas Rico! Itu seperti Mas Rico dan mantan istrinya, ya Tuhan semoga saja dugaanku salah!" batin Cynthia.
...BERSAMBUNG ...