MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Rencana Juliet 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Juliet membanting tasnya di atas sofa, dirinya masih belum mengerti bagaimana bisa Ia melakukan hal itu dengan Ibra, hingga akhirnya Juliet baru menyadari jika semalam dirinya berada di bar bersama Ibra dan Ia minum terlalu banyak, dan itulah yang membuat Juliet tidak sadar jika telah bercinta dengan pria brondong yang baru saja ia kenal.


"Semalam Aku minum terlalu banyak, dan setelah itu Aku tidak sadar apa yang sudah Aku lakukan, shiiit!" rutuknya pada dirinya sendiri.


Juliet rupanya masih tidak terima jika Rico telah menikahi Cynthia, Ia terus berpikir mencari cara untuk memisahkan Cynthia dan Rico.


"Aku harus melakukan sesuatu untuk membuat mereka berpisah, Aku tidak mau putriku melupakan aku karena kehadiran gadis itu, ini tidak akan ku biarkan, tapi bagaimana caranya?" Juliet tampak mondar mandir sambil berpikir untuk memisahkan Rico dan Cynthia.


Sejenak Juliet terpikirkan ide gila yang pastinya akan membuat hubungan Rico dan Cynthia retak. Juliet tersenyum jahat, Ia sudah mendapatkan sesuatu yang tentunya akan membuat dirinya lebih mudah untuk merebut Rico Kembali ke dalam pelukannya, meskipun ide yang akan Ia lakukan beresiko sangat tinggi. Namun, demi ambisinya untuk merebut kembali perhatian anak dan mantan suaminya, Juliet akan melakukannya.


"Ibra pasti bisa membantu ku, Ia bisa ku manfaatkan untuk membuat rencana ku berjalan mulus, hmm iya benar, Ibra! Dia akan menjadi jalanku untuk memisahkan Mas Rico dari Cynthia, dan akhirnya Aku bisa berkumpul kembali dengan anakku!" ucapnya dengan senyum jahat


Hari itu juga Juliet memikirkannya rencana awalnya untuk menjebak Rico agar masuk ke dalam perangkapnya.


"Aku harus pura-pura bersikap baik kepada mereka, setidaknya Aku akan mengucapkan selamat kepada mereka, supaya mereka tidak curiga, dan saat mereka berdua lengah, di situ Aku akan membuat Cynthia membenci Mas Rico. Dan tentu saja Mas Rico tidak akan bisa menghindari ku."


*


*


*


Tiga hari telah berlalu, setelah Rico dan Cynthia resmi menjadi suami istri, hari itu Cynthia dan Kiara tampak sedang berada di ruang santai, Cynthia menemani Kiara bermain boneka, sementara Rico sedang menghadap laptop sambil menyelesaikan tugas kantornya, sesekali Rico memperhatikan Cynthia dan anaknya yang terlihat begitu akrab. Sementara Oma Nini juga berada di ruangan itu tampak sedang menonton TV, sinetron kesukaan nya yaitu drama ikan terbang.


Hingga tiba-tiba Kiara mengatakan sesuatu yang membuat Rico dan Cynthia saling menatap, karena mengingat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kiara rupanya sudah mulai mengantuk.

__ADS_1


"Hoam ... Kiara sudah ngantuk nih, Ma! Kia mau bobo dulu, Mama Cynthia dan Daddy juga bobo, ya! Biar Kia cepat-cepat punya Dede bayi," celetuk sang bocah yang membuat Oma Nini tersenyum. Sementara Cynthia dan Rico tampak saling memandang.


Tentu saja Ucapan Kiara membuat Rico segera menutup laptopnya dan mengikuti perintah sang Anak.


"Hmm kalau begitu ayo Sayang kita bobo, Kia menyuruh kita segera bobo, biar secepatnya kita berikan Adek untuknya, benar kan, Kia!" ucap Rico sembari tersenyum kepada sang anak. Kia tersenyum senang dan Ia pun segera menyuruh Daddy dan Mama nya segera masuk ke dalam kamar. Meskipun Ia tidak tahu apa yang dilakukan oleh Daddy-nya di dalam kamar berdua dengan Mama Cynthia-nya, Kiara merasa jika Daddy-nya dan Mama Cynthia hanya tidur bersama saja pasti akan membuat Mama Cynthia-nya hamil.


"Iya Dad! bobo ajah sama Mama Cynthia cepetan, biar Mama Cynthia cepat hamil, dan Kia segera punya Adek bayi deh." jawab Kia sembari kegirangan. Cynthia tersenyum kepada Kia dan bertanya kepada gadis yang mulai beranjak dewasa itu.


"Kia tahu darimana jika Daddy dan Mama tidur bersama pasti bisa bikin Mama hamil dan Kia punya Adek?" tanya Cynthia sembari mengerutkan keningnya.


"Dari teman-teman Kia, Ma! Mereka bilang gitu, jika Daddy dan Mama Cynthia bobo bareng pasti bisa bikin Mama Cynthia hamil," jawabnya dengan wajah yang serius.


"Oh ya! bobo bareng doang bisa bikin Mama hamil?" seru Cynthia sembari tersenyum geli. Sementara Rico terlihat memutar bola matanya sambil menunggu istrinya untuk beranjak ke kamar.


"Iya, Ma!" Kiara menjawab dengan mengangguk.


"Enggak dong, Ma! Kalau nanti Daddy nakal, bilang ke Kia saja, biar Kia sama Oma yang akan jewer kuping Daddy, kayak kemarin tuh, Daddy udah nakal gigitin leher Mama, jahat banget Daddy!" sahut Kia sembari mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya menatap wajah sang Daddy yang tampak sedang cengar-cengir.


"Aduh Kia! Jika Daddy nggak nakalin Mama Cynthia, mana bisa Mama Cynthia hamil, Daddy pinginnya terus nakalin Mama Cynthia, biar Adek kamu cepat-cepat hadir dalam perut Mama Cynthia!" batin Rico sembari menatap wajah Cynthia nakal.


Sementara Oma Nini yang sedari tadi mendengarkan mereka tampak senyum-senyum sendiri, akhirnya Oma Nini mengajak Kia untuk segera masuk ke dalam kamar.


"Kia! Kalau begitu Ayo kita ke kamar, katanya pingin segera punya Adek, biar Daddy bisa bobo bareng sama Mama Cynthia, Kia nggak boleh gangguin mereka biar Adek Kia segera hadir dan Mama Cynthia secepatnya hamil.


Kia pun mengangguk dan mengikuti perintah Oma Nini, berharap Daddy dan Mama Cynthia memberikan Adek kepada nya secepatnya.

__ADS_1


"Iya, Oma! Ayo kita ke kamar, biar Daddy dan Mama Cynthia segera buatin Kia Adek!" jawab lagu gadis itu. Rico dengan cepat mengajak sang istri untuk segera masuk ke dalam kamar.


"Iya iya ayo! Kita ke kamar, Sayang! Kita buatin Adek untuk Kia secepatnya." dengan wajah yang berseri-seri Rico begitu semangat untuk segera pergi ke kamarnya.


"Iya kamu duluan, Aku akan mengantar Kia ke kamar nya!"


"Oke! Aku tunggu di kamar!"


Rico pun segera pergi ke kamar lebih dulu, sementara Cynthia tampak mengucapkan selamat tidur untuk Kia dengan mengecup kening gadis itu.


"Selamat tidur Sayang! Semoga mimpi indah!"


"Makasih, Ma!"


Setelah mengucapkan selamat tidur kepada Kia, Cynthia segera datang ke kamar suaminya, sementara Rico sudah bersiap untuk menyambut kedatangan sang istri. Cynthia mulai membuka pintu kamar, Cynthia dibuat tersenyum saat melihat Rico yang sedang berbaring di atas ranjang sembari menepuk-nepuk kasur agar Cynthia segera datang ke ranjang tidur mereka. Sementara Rico terlihat telah bertelanjang dada dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


Cynthia menggelengkan kepalanya, sungguh suaminya begitu lucu dan menggemaskan saat ingin sesuatu darinya, tak menunggu lama Cynthia pun datang ke ranjang sang suami. Ia pun ikut berbaring di samping suaminya. Namun rupanya Rico sudah tidak sabar ingin segera memeluk istrinya saat itu juga.


Cynthia di bawa masuk ke dalam selimut bersamanya, membuat Cynthia membulatkan mata saat dirinya merasakan jika Rico sudah tidak mengenakan pakaian satu apapun, karena tangan lentik Cynthia tak sengaja menyentuh sesuatu yang mulai menegang di bawah selimut.


"Omaigad, Sayang! Kamu ...." Cynthia menatap wajah sang suami dengan tersenyum malu-malu. Rupanya tangannya tidak bisa melepaskan sesuatu yang terlanjur Ia pegang. Cynthia tampak begitu suka saat memegangi nya.


"Kenapa? Kamu pasti suka, kan? Kita bikinin Kia Adek, sepertinya Kia ingin segera melihat mu hamil, itu berarti kita harus gencar melakukannya, kamu setuju, kan?" ucapnya sembari mulai mengecup bibir Cynthia.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


...Gimana? Kalian setuju apa tidak dengan ucapan Rico? 😁...


__ADS_2