MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Kamar nomor 125 ( Tamat )


__ADS_3

Sementara itu Dio yang menyadari jika sang Papa tidak ada di ruang resepsi, Ia pun segera mencari keberadaan Papanya, pun sama Kaila, Al dan juga Nesya juga tidak menemukan keberadaan sang kakak.


"Eh Papa Kemana, ya?" tanya Dio sembari menatap ketiga temannya.


"Iya nih, Kak Kiara juga tidak ada di sini." balas Kaila.


"Gimana kalau kita cari aja mereka berdua!" sahut Al.


"Eh jangan, Kak! Mungkin saja Kak Kiara dan Om Daniel sedang berduaan, kita jangan ganggu mereka!" balas Nesya.


"Nggak apa-apa lah, lagipula kita masih kangen banget sama Kak Kiara, sebentar lagi Kak Kiara udah nggak tinggal bersama kita, anggap saja malam ini kita bobo terakhir bareng Kakak, besok Kakak udah nggak sama kita lagi." ucap Al yang bersedih mengingat Kia belum lama tinggal bersama mereka.


Karena Dio merasa kasihan kepada Al, Ia pun menyetujui untuk mencari keberadaan Mama Kiara dan Papanya.


"Ya udah kita cari mereka yuk!" ajak Dio dengan senang.


"Tapi, kita cari dimana mereka?" imbuh Kaila.


Sejenak mereka berempat berpikir dimana mereka akan mencari Kiara dan Daniel.


"Ahhh ... aku tahu, Papa dan Mama pasti ada di sana! Yuk kita ke sana!" ajak Dio kepada ketiga temannya.


"Kemana Dio?" tanya Kaila yang masih belum mengerti dimana mereka akan menemukan Kiara dan Daniel.


"Ya ... tentu saja di kamar Papa!" Dio berkata sembari menatap ketiga temannya. Akhirnya mereka berempat pergi ke kamar dimana Daniel sedang mempersiapkan malam pengantinnya bersama Kiara.


"Emang kamu tahu dimana kamar Kak Kiara?" tanya Al kepada Dio.


"Tahu dong! Tadi aku sempat dengar Papa bicara sama pelayan hotel, jika Papa memesan kamar hotel nomor 125." jelas Dio.


Tanpa lama-lama mereka berempat pergi ke menuju kamar nomor 125.


Sementara itu di dalam sebuah kamar nomor 125, ada dua insan yang sedang dimabuk asmara, segala cumbu rayu, segala kerinduan mereka tumpahkan pada malam itu juga, setelah seminggu lamanya mereka berdua tidak bertemu, bagaikan setahun bagi Daniel yang sangat merindukan istrinya.

__ADS_1


"Malam ini milik kita berdua, Sayang!" bisiknya mesra di telinga sang istri.


"Iya ... sekarang Aku milikmu seutuhnya, jiwa raga ini hanya kamu yang berhak memilikinya, suamiku!" balas Kia sembari menahan setiap sentuhan yang diberikan oleh Daniel kepadanya.


Terlihat senyum nakal menghiasi wajah Daniel yang terlihat mesum pada malam ini, sementara Kiara bersiap untuk menerima kedatangan sang Suami. Dan setelah beberapa detik, akhirnya mereka menyatukan raga mereka dalam sebuah percintaan yang mereka rindukan.


Tangan cantik nan lentik itu mengusap lembut rambut Daniel dan sesekali mencengkram nya saat Daniel bergerak terlalu cepat. Terlalu semangat pria itu malam ini, sehingga tidak memberikan celah untuk istrinya bergerak. Tapi, Kiara justru menikmatinya dengan desaahan manja yang keluar dari bibir mungilnya.


Baru tiga menit mereka merasakan kenikmatan surga dunia itu, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Sejenak Daniel mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah pintu.


Tok tok tok


"Papa! Mama Kiara! Buka pintunya Pa! Ini Dio, Kaila, Al dan Nesya!" suara Dio terdengar oleh Daniel yang sedang berada di atas tubuh sang istri, sontak keduanya saling menatap dan akhirnya Daniel terpaksa melepaskan sambungan siaran langsung malam ini, dengan sedikit mengumpat Daniel beranjak berdiri dan memakai piyama tidurnya yang tergeletak di atas lantai.


"Shiiit ... ngapain juga anak-anak gangguin, mana lagi asyik-asyiknya, mereka nggak tahu apa jadi pusing kan nih kepala!" ucap Daniel komat-kamit sembari berjalan menuju ke arah pintu kamar, sementara Kiara terlihat tertawa kecil melihat sang suami yang sedang kesal, acara ehem-ehem nya terpaksa mereka tunda, Kiara pun memakai kembali bajunya yang sempat terlepas dari tubuhnya.


Perlahan Daniel membuka pintu kamar itu dan ...


"Hai Pa!"


Mereka berempat, Daniel, Kaila, Al dan juga Nesya tampak tersenyum sumringah menyapa Daniel yang terlihat berkeringat.


"Kalian! Astaga ....!" Daniel menepuk jidatnya sendiri melihat anak-anak itu tersenyum kepadanya.


"Pa! Kita boleh masuk, ya! Dio ingin bertemu dengan Mama Kiara." ucap Dio.


"Kaila juga, Om!" sahut Kaila.


"Kami juga Om Daniel, Kakak dan Saya juga ingin bertemu dengan Kakak Kia, karena malam ini adalah malam terakhir kami bertemu dengan Kakak, besok Om Daniel pasti membawanya pulang ke rumah Om, izinkan Kami menemui Kakak ya, Om! Pliss!" rengek Nesya memohon untuk bertemu dengan Kiara. Karena Daniel merasa kasihan melihat Nesya dan Al, terpaksa malam ini Ia harus menunda aktivitas kenikmatan itu.


"Hmm ... ya sudah, masuklah!" jawab Daniel dengan menghela nafas panjangnya.


"Huftt ... nasib malang menimpa diriku malam ini, duuhhhh! Anak-anak bikin kepala ku pusing!" batin pria itu dengan berjalan malas.

__ADS_1


"Hore ... makasih Om Daniel!" Al dan Nesya begitu bahagia, akhirnya mereka bisa bobo bareng bersama Kakak mereka, ke empat bocah itu menghampiri Kiara yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kakak .....!!!!!!"


"Hei ... kalian semua kok ada di sini?" Kiara sangat bahagia sekaligus terkejut melihat kedatangan adik-adiknya, Kaila, Al dan Nesya.


Ketiganya memeluk Kiara dengan manja, sementara Daniel hanya bisa melihat sang istri yang dikerubungi oleh adik-adiknya dan juga anaknya. Mereka tampak bahagia bersama Kiara.


"Kak! Malam ini kita bobo bareng sama Kakak, Om Daniel udah ngizinin kok!" ucap Nesya kepada sang kakak.


"Karena besok Kakak udah pulang ke rumah Om Daniel, jadi kita ingin malam ini bobo sama Kakak, kami pasti merindukan Kakak." sahut Al.


"Hmm ... !" sejenak Kiara menatap wajah sang suami, seolah dirinya meminta izin agar adiknya diperbolehkan untuk tidur bersamanya. Daniel pun mengerti, pria itu tampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Kiara. Melihat ekspresi wajah Daniel yang mengizinkan untuk dirinya menemani sang Adik, Kiara pun menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Oke! Malam ini Kakak akan menemani kalian tidur, gimana kalian senang?"


Mendengar itu anak-anak itu terlihat gembira, akhirnya malam ini mereka bisa tidur bersama sang Kakak, tak perduli jika Daniel tengah cemburu melihat ke empat bocah itu tidur di samping istrinya.


Akhirnya Daniel pun tidur di atas sofa, dirinya mengalah agar anak-anak itu mencurahkan kerinduannya kepada Kiara.


"Nasib nasib ... sabar-sabar, sabar Daniel ini hanya untuk semalam saja, masih banyak malam-malam lainnya yang pasti akan kalian lewati berdua." batin Daniel sembari menatap wajah sang istri yang sedang menatapnya juga.


"Ya ampun! Kasihan juga lihat dia tidur sendiri di sana, tapi mau gimana lagi, mereka ingin sekali tidur bersamaku, adik-adik ku tersayang! Maafkan Kakak ya! Kakak pasti akan merindukan kalian semuanya, Kaila, Al dan Nesya. Kakak sayang banget sama kalian." Kiara mengusap kepala adik-adik secara bergantian, dan Dio pun ikut juga tidur di samping Mama barunya.


...TAMAT...


...*...


...*...


...*...


Guys yang belum mampir ke karya author yang baru yang berjudul AMNESIA BRINGS LOVE, yuk buruan kepoin, kisahnya nggak kalah menarik loh. Dan jangan lupa DUKUNGANnya ya 😊

__ADS_1



__ADS_2