MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Satu ... dua ... tiga


__ADS_3

Mengetahui jika Juliet juga melahirkan di rumah sakit yang sama, Rico pun datang ke kamar tempat dimana mantan istrinya itu di rawat tentu saja Rico datang bersama Cynthia yang sudah mulai bisa beraktivitas ringan meskipun dirinya masih duduk di atas kursi roda.


Dalam kamar itu, sudah ada Kiara yang datang terlebih dahulu menjenguk adik Keduanya itu. Rico mengetuk pintu kamar Juliet, Ibra tampak berjalan membukakan pintu untuk mereka.


"Cynthia, Om Rico! Mari silahkan masuk!" Ibra mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam kamar. Juliet terlihat senang melihat kedatangan Rico dan Cynthia.


"Mas Rico, Cynthia! Aku senang melihat kalian berdua di sini, by the way selamat atas kelahiran buah hati kalian, maaf Aku belum sempat melihat bayi kalian," ucap Juliet sembari tersenyum.


"Tidak apa-apa, kami mengerti kok, lagipula kamu juga sama-sama melahirkan, mana mungkin kamu datang ke kamar kami," balas Rico.


"Kami berdua juga mengucapkan selamat untuk Tante Juli dan Ibra, nggak nyangka kita lahiran bareng, itu berarti usia anak kita cuma beda beberapa jam saja, pasti mereka juga akan tumbuh bersama," ucap Cynthia kepada Juliet.


"Tentu saja, mereka berdua akan tumbuh bersamaan, tapi sayang, kami harus meninggalkan kota ini, karena Ibra ada bisnis di luar kota, jadi kami tidak bisa tinggal di sini,"


"Aduh sayang banget ya! Kita nggak bisa berdampingan, bagaimana dengan Kia, Tante! Dia pasti kangen banget sama adeknya." ucap Cynthia menyayangkan.


"Ya mau gimana lagi, Aku tidak bisa me-cancel nya, itu sudah keputusan perusahaan, jadi mau nggak mau kami harus pindah dalam waktu seminggu ini," sahut Ibra.


"Tapi kalian tidak usah khawatir, Kia akan tetap bisa bertemu dengan Baby Kai, Kia bisa sewaktu-waktu datang ke sana, kamu bisa mengantarkan Kia, Mas! Atau supir bisa juga! Aku selalu ada di rumah kok!" ucap Juliet kepada Rico.


"Hmm ... iya kamu benar! Biar nanti sopir yang mengantarkannya, atau jika ada waktu kami akan datang ke rumah kalian!" balas Rico sembari tersenyum.


Mereka semua tampak berbahagia, canda tawa pun mewarnai kehangatan suasana dalam kamar itu. Sungguh kebahagiaan yang membuat Kiara tidak pernah menyangka jika dirinya mempunyai dua Ibu, dua Ayah, serta dua adik sekaligus.


*


*


*

__ADS_1


Waktu berjalan begitu cepat, kini Baby Al sudah berusia 3 bulan, wajah menggemaskan dari putra Rico dan Cynthia itu membuat siapa saja yang melihatnya pasti ingin sekali menggendongnya. Hari itu baru saja Cynthia berkonsultasi kepada dokter tentang apakah dirinya bisa melaksanakan tugas utamanya sebagai seorang istri yakni melayani kebutuhan biologis suaminya.


Sang Dokter menyatakan jika kondisi jahitan luka bekas operasi Caesar itu sudah mengering dan tidak berbahaya lagi, jadi Cynthia sudah diperbolehkan untuk melayani kebutuhan suaminya.


Sementara itu Rico masih takut jika harus menggauli istrinya, Ia masih sangat khawatir dengan keadaan bekas luka operasi Caesar istrinya. Maka dari itu, meskipun Cynthia sudah melewati masa nifas, Pria itu setiap malam selalu tidur bersama putranya, agar dirinya bisa mengalihkan keinginannya untuk bersama sang istri.


Malam ini sepertinya Cynthia akan memberikan kejutan untuk sang suami, mengingat Ia merasa kasihan kepada sang Suami yang selama ini belum berani sama sekali menyentuh dirinya, setelah menidurkan Baby Al, Cynthia beranjak pergi untuk merias dan mempercantik penampilannya, agar Rico terpesona dengan kecantikannya kembali.


Rico yang terlihat sedang memegang laptopnya, tampak serius sembari memperhatikan Cynthia yang sedang beranjak pergi ke kamarnya.


Cynthia menghampiri suaminya dan berkata, "Sayang! Aku ke kamar dulu, ya! Aku mau mandi sebentar, nanti kalau Baby Al nangis, panggil saja Aku!" ucapnya sembari mencium pipi Rico.


"Hmm ... iya, mandilah! Biar Aku yang jagain Baby kita." jawabnya sembari mencium tangan istrinya. Cynthia mencoba menggoda sang suami dengan membuka sedikit kancing bajunya agar Rico tergoda untuk melihatnya. Namun, rupanya Rico bisa menahan godaan dari istrinya, Ia tampak memijit tengah dahinya dan berkata kepada Cynthia, "Ya sudah, kamu mandi sana, setelah itu istirahatlah, Aku yang akan menjaga Baby Al."


"Kamu nggak bobo bareng Aku?" tawar Cynthia kepada Rico.


Rico tersenyum dan menutup kembali laptopnya seraya berkata, "Aku takut jika menyakitimu, luka itu sembuhnya lama, Sayang! Aku khawatir saja jika kamu ...!" Rico tidak melanjutkan kata-katanya karena Cynthia menutup bibir sang Suami dengan satu jari tangannya. Perlahan Cynthia mengucapkan sesuatu yang membuat Rico sedikit bernafas dengan lega.


"Benarkah? Tapi, Aku masih belum berani Sayang, Aku tak tega melihatmu kesakitan!"


"Siapa bilang Aku kesakitan, kalau belum di coba kita nggak akan pernah tahu." jawabnya sembari duduk di atas pangkuan Rico.


Bagaimana pun juga meskipun Rico sebenarnya sangat merindukan kehangatan istrinya, tapi pria itu tak lantas langsung memaksa istrinya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.


Cynthia duduk dengan posisi yang begitu menggoda, Ia duduk dengan kedua kaki terbuka lebar dan kedua tangannya yang melingkar pada leher suaminya. Tentu saja Rico merasa ada yang mengganjal dan membuatnya tidak tenang, sementara Cynthia tampak bergerak-gerak indah membuat sang suami mulai berkeringat dingin.


Karena merasa dirinya mulai menegang, Rico lantas mencoba mengalihkan perhatian Cynthia. "Tadi katanya kamu mau mandi! Ya sudah mandi lah!" ucapnya sembari menahan rasa yang mulai bergejolak dalam dirinya.


Cynthia menatap bola mata sang suami dengan penuh kemesraan.

__ADS_1


"Apa kamu tidak menginginkan ku, Sayang?" tawarnya sembari membuka kancing baju Rico.


"Emm ... Aku! Aku takut jika nanti akan menyakitimu!" jawabnya dengan suara yang mulai parau.


"Yakin kamu tidak menginginkannya?" tawar Cynthia sekali lagi. Rico terlihat tersenyum dan tetap menahan rasa inginnya.


"Baiklah! Kalau begitu Aku mandi dulu, jika kamu mencariku, datanglah ke kamar!" Cynthia turun dari pangkuan suaminya, kemudian dengan jalan yang menggoda, Cynthia membuka pintu dan keluar dari kamar putranya dengan senyuman yang menggoda sang suami.


"Kita lihat saja seberapa kuat kamu menolakku, Sayang!" ucap Cynthia lirih sembari beranjak pergi ke kamarnya.


Sementara itu Rico tampak semakin tidak tenang, Cynthia memang sudah pergi, namun akibat ulah istrinya itu, Rico tidak bisa menidurkan adik kecilnya, "Ah sial! Nggak mau tidur juga nih si Rambo, apa Aku harus menyusul istriku, kata dokter kami sudah bisa melakukannya, ah tapi kok Aku masih takut untuk melakukan nya," gumamnya sembari memikirkan cara untuk menaklukkan Rambo miliknya, tapi bayangan gerakan-gerakan Cynthia yang erotis tadi membuatnya semakin tidak tenang.


Melihat Baby Al yang sudah tertidur pulas, Rico beranjak pergi untuk menghampiri istrinya. Dengan langkah pelan-pelan Pria itu keluar dari kamar bayinya dan memberi perintah kepada seorang pelayan untuk menjaga bayinya.


"Kamu jaga Baby Al dulu, Aku mau pergi sebentar!" titahnya kepada seorang pelayan.


"Baik Tuan!"


Sementara itu di dalam kamar, Cynthia sudah bersiap untuk menyambut kedatangan suaminya, Ia sangat yakin jika malam ini Sang suami pasti datang kepada dirinya. Ia pun menyiapkan diri dengan berpakaian super seksi yang pastinya akan membuat mata Rico tidak bisa mengedipkan matanya.


Cynthia pun memoles wajannya dengan makeup yang terlihat fresh dan tentu saja menggoda, dan juga Ia menyemprotkan parfum yang disukai oleh suaminya.


Setelah itu Cynthia pura-pura tidur di atas ranjang dengan posisi yang tentu saja membuat mata lelaki tak tahan ingin menyentuhnya. Cynthia pun mulai merasa jika suaminya akan segera tiba.


"Dalam hitungan ketiga, Aku tahu kamu pasti akan masuk ke kamar dan mencariku, Aku di sini, Sayang! Datanglah kepadaku. Aku sudah sangat merindukanmu!" ucapnya sembari melihat kearah pintu. Dan benar saja, dalam hitungan ketiga handle pintu kamar mereka mulai bergerak.


"Satu ... dua ... tiga!"


Pas dalam hitungan ketiga, wajah Rico mulai terlihat masuk ke dalam kamar yang sengaja dibuat temaram oleh Cynthia.

__ADS_1


"Akhirnya kamu datang juga, Sayang! Aku tahu kamu pasti akan segera datang kemari, dan kamu tidak akan pernah bisa menolakku."


__ADS_2