MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Video call


__ADS_3

Malam harinya.


Cynthia tidak bisa memejamkan mata sedetikpun, Ia benar-benar mengalami insomnia, hingga jam menunjukkan pukul sebelas malam. Namun, matanya benar-benar tidak bisa di ajak kerjasama.


"Aduhhh kok nggak bisa tidur, sih! Mana besok ada kuliah pagi lagi! Sial!" umpatnya sembari menutupi matanya dengan bantal. Tiba-tiba saja terdengar ponselnya berdering. Cynthia membuka matanya dan Ia meraih ponsel yang Ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.


Cynthia melihat ke layar ponsel, dilihatnya Kiara yang sedang melakukan panggilan kepada nya.


"Kiara!" sejenak wajah Cynthia berbinar-binar melihat Kiara sedang melakukan video call. Cynthia tampak merapikan rambut dan baju tidurnya, seperti biasa Cynthia selalu memakai baju tidur yang minim, dengan memperlihatkan pundak sampai sebatas buah dada bagian atas. baju tidur berwarna soft pink itu membuat kulit Cynthia terlihat begitu cerah.


Karena hanya Kiara yang sedang video call dengannya, maka Cynthia tidak perlu menutupi bagian tubuh yang terbuka, karena mereka sama-sama perempuan. Kemudian Cynthia membuka percakapan dan dirinya melihat Kiara yang sedang menyapa dirinya.


"Hai Mama! Kiara nggak bisa tidur, Ma!" ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hai, Sayang! Loh kenapa Kiara nggak bisa tidur? Besok Kiara kan harus sekolah? Nanti terlambat loh!" balas Cynthia sembari tersenyum.


"Kia mau bobo sama Mama!"

__ADS_1


"Ya ampun, Kia! Kamu lucu banget, deh!"


"Mama Cynthia sendiri kok belum bobo? Mikirin Daddy, ya?"


"Hah ... mikirin Daddy-nya Kiara! Enggak-enggak, Mama nggak mikirin Daddy kok, Mama memang lagi nggak bisa bobo, kepala Mama pusing!" jawab Cynthia cengar-cengir.


"Asseeemm ... nih anak tahu aja kalau Aku sedang mikirin Om Rico!" batin Cynthia.


"Oh Mama pasti pusing karena mikirin Daddy-nya Kiara, ya! Soalnya Daddy juga nggak bisa tidur tuh kayaknya!" seru Kiara yang melihat sang Daddy tampak sedang berdiri di atas balkon.


"Iya, Ma! Daddy aneh deh, Ma! Masa dari tadi senyum-senyum sendiri, Daddy kenapa, ya! Tuh lihat deh, Ma!" Kiara tampak berjalan menuju ke tempat Rico berada dan menghadapkan kamera pada Rico. Cynthia melihat Rico yang sedang berdiri dan memandang ke atas langit. Setelah Kiara berada di samping Daddy-nya. Ia pun melanjutkan kembali percakapannya dengan Cynthia.


"Mama lihat sendiri, kan! Daddy seperti itu!"


Rico pun terkejut kenapa tiba-tiba saja Kiara berada di sampingnya sembari berbicara dengan layar ponselnya.


"Kiara! Kamu ngapain di sini?" tanya Rico penasaran, Kiara tampak menyuruh Rico untuk tidak bicara keras-keras, karena dirinya sedang ngobrol dengan Mama nya.

__ADS_1


"Sssttt jangan berisik Dad! Kiara sedang ngobrol sama Mama Cynthia!" ucap gadis itu yang membuat Rico penasaran.


"Mama Cynthia?" Rico bertanya sekali lagi. Dan Kiara pun mengangguk-angguk kepalanya.


Saat Kiara sedang asik ngobrol dengan Cynthia, Rico tampak curi-curi pandang sembari melihat ke layar ponsel anaknya yang sedang melakukan video call bersama Cynthia. Duda itu terlihat mengintip layar ponsel Kiara, sejenak Rico membulatkan matanya saat melihat penampilan Cynthia yang membuatnya semakin tidak tenang.


"Wow ... gede juga, Shiiit!" batin pria itu sembari menelan ludahnya. Rico melihat betapa mulusnya kulit Cynthia yang saat itu menampakkan bagian tubuh atasnya, karena Cynthia berfikir jika dirinya sedang berbicara dengan Kiara saja. Tanpa Cynthia sadari jika Rico sudah melihat sekilas penampilan nya malam ini.


"Aduh aduh ... kalau seperti ini, Aku sudah nggak mau lama-lama menduda, gila gila! Gadis itu sudah membuat kepalaku pusing. Mana cenut-cenut lagi!" gumamnya sembari menahan rasa entah kenapa tiba-tiba dirinya merasakan cenut-cenut di suatu bagian tubuhnya.


Apalagi Kiara menghadapkan kamera di depan Rico, gadis kecil itu tidak sadar jika sang Daddy yang berada di belakangnya pun ikut tersorot kamera ponselnya, alhasil Cynthia melihat wajah Rico yang sedang memandangi nya dengan tatapan yang tajam.


"Om Rico! Hah ... selimut-selimut mana selimut." Cynthia tampak panik menutupi bagian dadanya yang menonjol itu dengan selimut. Sementara Rico sudah terlanjur berkeringat dingin melihat sesuatu yang semestinya belum boleh Ia lihat.


"Percuma saja kamu tutupi, kepalaku terlanjur pusing!" Rico tampak mengusap wajahnya kasar.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2