MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Pamitan


__ADS_3

Hingga tiba waktunya hari terakhir Kiara dan Kaila tinggal di rumah Daniel, mereka berdua berpamitan untuk pulang, Dio terlihat sedih saat Kiara pamitan pulang.


"Bisa nggak sih, Mama Kia tinggal di sini selamanya, Dio pingin banget Mama Kia jadi istrinya Papa." ucap Dio kepada Kiara dengan wajah melasnya.


"Dio nggak usah sedih gitu, dong! Udah seminggu lebih loh Mama Kiara tinggal di sini, sekarang waktunya Mama harus pulang ke rumah orang tua Mama Kia, karena Om Ibra besok sudah pulang, jadi Kaila udah ada yang nemenin. Kalau Dio kangen sama Mama, Dio bisa telepon Mama atau kita VC an." ucap Kia yang mencoba merayu Dio.


Sementara itu Daniel hanya bisa diam melihat Kiara berpamitan kepadanya.


"Kami pulang dulu, Om! Maaf sudah mengganggu waktu nya, terima kasih banyak selama ini sudah memberikan fasilitas yang super mewah kepada kami, sekarang waktunya kami harus pulang!" Kiara menatap wajah Daniel yang tampak memalingkan wajahnya.


"Hmm!" jawabnya singkat, sepertinya Daniel tidak rela jika Kiara kembali pulang.


"Om kenapa?" tanya Kiara.


"Tidak, tidak apa-apa, ya sudah pulang sana!" jawabnya sedikit ketus sembari meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Kaila! Kamu tunggu kakak di mobil ya! Kakak mau ngomong dulu sama Om Daniel." titahnya kepada sang adik. Dan Kaila pun mengangguk.


"Iya, Kak!"


Tentu saja sikap Daniel membuat Kia tidak tenang, Ia tahu pasti jika pria itu tidak rela dirinya pergi. Kia pun memanggil Daniel dan menghampirinya.


"Tunggu, Om!" Daniel berhenti dan berdiri dengan membelakangi Kiara.


Sejenak Kia menoleh ke arah Kaila yang sedang berjalan menuju keluar rumah bersama Dio, memastikan kedua anak itu tidak melihat mereka berdua sedang berdua, kemudian Ia mendekati Daniel dan memeluknya dari belakang.


Pria itu membalikkan badannya dan menatap wajah Kia penuh cinta, "Aku pasti sangat kesepian jika kamu pulang, siapa dong yang menemani ku malam ini, kamu tega membiarkan ku tidur sendirian, hmm?" balas Daniel sembari memeluk istrinya dengan erat, seolah-olah Kiara tidak boleh lepas dari pelukannya.


"Iya Aku tahu, sabar dikit dong! Aku akan membicarakan tentang hubungan kita pada Daddy, biar secepatnya kita bisa menikah. Kamu tahu nggak sih, Aku tuh nggak mau ya sampai Tante Alana datang lagi dalam hidupmu, dia memang Mamanya Dio, tapi Dia bukan istrimu lagi, dan Aku tidak mau dia merebut mu dariku." rupanya ucapan Kia yang terlihat manja itu dibalas tawa kecil dari bibir Daniel.


"Kamu ini ngomong apa sih, mana mungkin Aku tergoda dengan Alana, asal kamu tahu, tidak ada lagi wanita yang bisa membangkitkan hasrat ku selain kamu, bahkan Alana sekalipun dia tidak akan pernah bisa, hanya kamu yang berhak memiliki ku, Kiara! Hanya kamu!" Daniel berkata sembari menatap bibir Kia begitu mesra.

__ADS_1


"Bener? Kamu nggak bohong?" tanya Kia mencoba meyakinkan dirinya jika Daniel tidak berbohong padanya.


"Kamu bisa pegang kata-kataku, Aku tidak pernah berbohong, bahkan sekarang saja Aku sangat ingin sekali mencumbu mu, Sayang!" balas Daniel sembari meraih bibir Kia dengan manis. Ciuman yang tidak bisa dielakkan, disela-sela kemesraan mereka, sejenak Daniel membisikkan sesuatu pada telinga sang istri.


"Sebelum kamu pergi, bisakah kita ke kamar lima menit saja, hmm!" rupanya ucapan Daniel membuat Kiara membulatkan matanya.


"What? Sayang! Anak-anak udah pada nungguin di luar, kalau mereka tanya gimana?"


"Nggak akan! Ayolah Baby, anggap saja ini untuk salam perpisahan, tentu saja kita tidak akan bisa bertemu lebih intens lagi, kita ke kamar!" kata pria berbadan besar itu sembari menggendong istrinya untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Braaakkkk ceklek -ceklek!"


Pintu itu pun sudah terkunci dari dalam.


Satu menit, dua menit hingga akhirnya lima menit telah berlalu, terdengar suara pintu mulai terbuka, Kiara keluar dari kamar Daniel sembari menurunkan roknya dan merapikan lipstik serta rambutnya yang sedikit acak-acakan, kemudian Ia segera turun dari kamar Daniel, meninggalkan pria itu dalam kondisi nafas yang tersengal-sengal, karena telah berhasil menyalurkan hasratnya yang menggila kepada istri tercinta.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2