MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Daddy jahat


__ADS_3

Kia tidak bisa berkata apa-apa, Ia hanya bisa meneteskan air mata yang tiba-tiba terjatuh begitu saja tanpa aba-aba, Ia tidak menyangka jika mendapatkan kejutan seperti ini. Daniel berjalan mendekati Istrinya, Ia melihat wajah sang istri yang terlihat sedang menangis, pria itu tampak menghapus air mata Kia yang membasahi wajah cantiknya.


"Jangan menangis! Aku sudah bilang, bukan! Aku pasti datang kepadamu. Kemari! Peluklah suamimu, apa kamu tidak rindu padaku?" sejenak Kiara sangat terkejut bagaimana bisa Daniel mengatakan jika dirinya adalah Suami Kiara.


"Suami? Maksudnya?" Rico menghampiri putrinya dan Daniel, kemudian pria itu mengatakan kepada sang putri tentang hal yang sebenarnya.


"Kiara, Sayang! Maafkan Daddy, jika Daddy tidak berkata jujur kepadamu, sebenarnya kamu dan Daniel sudah resmi menjadi suami istri, Aku sudah menikahkan kalian secara diam-diam, karena Daddy tahu jika hubungan mu dengan Daniel begitu dekat, Daddy tidak ingin putri Daddy jatuh pada laki-laki yang salah, entah kebetulan atau memang kalian sudah berjodoh, ternyata Daddy tidak salah pilih mencarikan jodoh untuk putri Daddy yang manja ini, ternyata pria yang selama ini dekat denganmu adalah pria yang sama dengan yang Daddy jodohkan untuk mu. Sambutlah suamimu, sekarang kalian berdua akan Daddy nikahkan sah secara hukum. Kamu senang, Kan!" mendengar penuturan dari Rico, Kiara tidak bisa membendung air matanya, spontan Ia langsung memeluk Daddy-nya.


"Daddy jahat! Kenapa Daddy seneng banget sih lihat Kiara nangis, Kia sayang banget sama Daddy. Kia dilema banget saat Daddy mau mempertemukan Kia dengan pria itu, ternyata dia adalah orang yang sama dengan yang Kia sayangi. Makasih Daddy, I love you!" Kiara berkata sembari memeluk sang Ayah penuh cinta. Rico pun memeluk sang putri penuh kasih sayang, tak terasa air mata bahagia itu jatuh di sudut mata pria tampan itu. Seorang Ayah pasti ikut bahagia melihat putrinya bahagia, bagaimana pun juga Ayah adalah cinta pertama putrinya. Ayah akan selalu memberikan kebahagiaan untuk putrinya, mencarikannya jodoh yang terbaik agar sang putri selalu mendapatkan kebahagiaan.


"Daddy sayang sekali padamu, Kia! Dan juga adik-adik mu. Kalian semua adalah kebanggaan Daddy. Daddy ingin melihatmu bahagia bersama orang yang tepat. Tentu saja orang itu sekarang sudah berdiri menunggumu untuk pulang ke rumahnya. Pergilah ke suamimu, Daddy sudah merestui dan mengikhlaskan kamu untuk menjadi istri seorang Daniel Mahardika, Daddy sangat yakin dia pasti akan membahagiakanmu." Rico melepaskan pelukan sang istri dan mengantarkan Kia kepada Daniel yang ikut terharu melihat Rico dan Kiara.

__ADS_1


"Daniel! Aku serahkan putriku untuk mendampingi mu selamanya, bahagiakan dia seperti Aku yang selalu membahagiakannya, jangan sakiti dia! Jika kamu menyakitinya, maka sama saja kamu juga menyakitiku, dan jika kamu sudah tidak mencintainya, jangan katakan padanya, katakan padaku. Maka Aku akan menjemputnya dari rumahmu." sungguh ucapan Rico membuat Kiara benar-benar terharu, semua tamu undangan ikut terharu mendengar Rico memasrahkan putrinya kepada suaminya.


"Daddy jangan khawatir! Saya Daniel Mahardika berjanji kepada Daddy, tidak akan pernah menyakiti putri Daddy, Kia akan selalu Saya bahagiakan, Senyumnya adalah kebahagiaan Saya, dan tangisnya adalah kesedihan Saya. Putri Daddy tidak akan kekurangan kasih sayang. Daniel akan selalu memberinya kasih sayang setiap hari, setiap waktu dan tentu saja untuk selamanya." Daniel berkata sembari menatap mata Rico dengan serius.


Setelah mengatakan itu, Rico menyerahkan tangan sang putri kepada Daniel.


"Aku titip putriku, jagalah Dia! Seperti Aku yang selama ini selalu menjaganya." ucap Rico saat tangan Kia kini berpindah pada tangan sang suami. Daniel mencium tangan istrinya penuh kemesraan, terdengar sorak Sorai dari tamu undangan yang melihat keromantisan mereka berdua.


Kia pun spontan memeluk Daniel yang juga suaminya sendiri, keduanya terlihat saling melepaskan rindu, ada air mata bercampur bahagia menghiasi suasana malam itu. Malam itu juga Daniel dan Kiara menandatangani surat nikah resmi secara hukum negara dan kembali Daniel mengucapkan ijab Kabul untuk kedua kalinya di hadapan Rico dan seluruh tamu undangan yang menyaksikan kebahagiaan mereka Malam itu.


Terdengar suara para saksi secara bersamaan, dan tentu saja keabsahan Pernikahan mereka sudah tidak diragukan lagi.

__ADS_1


Kembali Daniel memeluk istrinya semakin mesra, bahkan Ia lebih berani mengecup bibir Kiara dan membisikkan sesuatu kepada istrinya, "Hmm sekarang kamu bahagia? Aku sudah tidak sabar untuk melewati malam ini bersamamu, kamu tahu Aku sudah sangat tidak tahan lagi, ingin sekali rasanya Aku membawamu pergi dari sini sekarang juga, Aku ingin berduaan saja denganmu, istriku!" bisiknya pada telinga Kiara, sejenak Kiara membalas ucapan suaminya.


"Kamu juga, kenapa sih musti bohong kalau kita udah nikah, tahu gitu Aku nggak bakalan pulang, Aku maunya sama kamu terus. Huuuuu dasar kamu sama Daddy udah sekongkol untuk nge-prank Aku. Jahatnya kalian!" melihat Kiara berkata dengan wajah cemberut, membuat Daniel semakin gemas dan ingin segera membawa Kiara pergi dari acara pernikahan mereka.


"Kamu tuh, ya! Pingin tak gigit aja tuh bibir. Kita pergi yuk!" ajak Daniel kepada Kiara.


"Kemana? Tamu-tamu masih banyak, nggak enak kalau kita tinggal." ucapnya sembari memperhatikan sekeliling. Tampak para tamu undangan sedang sibuk menikmati hidangan yang disajikan dan terlihat sedang sibuk menikmati hiburan yang sudah dipersembahkan untuk menghibur mereka. Rico, Cynthia dan juga adik-adik Kia terlihat begitu menikmati pesta pernikahan Daniel dan Kiara tanpa mereka sadari jika pasangan pengantin baru itu sedang berencana untuk pergi dari ruangan pesta itu.


Para tamu undangan tidak ada yang memperhatikan mereka berdua, Daniel pun segera membawa istrinya pergi dari pesta mereka, " Ayo pergi!" titahnya sembari menggandeng tangan Kiara. Kia pun tidak bisa menolaknya, Ia mengikut saja perintah Sang Suami untuk ikut bersamanya.


Daniel membawa Kia kedalam sebuah kamar hotel yang khusus Daniel siapkan untuk malam mereka.

__ADS_1


"Sekarang kamu dan aku tidak akan pernah berpisah lagi, kamu milikku sekarang dan untuk selamanya." Daniel berkata kepada sang istri yang kini tengah berada dalam pelukannya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2