MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Aku dan kamu untuk selamanya


__ADS_3

Cynthia beranjak bangun dan dilihatnya kaitan ikat pinggang suaminya yang terbuka dan mengenai perutnya.


"Pantesan ganjel banget di perut, udah ah Aku ambilin baju buat kamu!" Cynthia berdiri dan mengambil pakaian ganti di lemari, setelah itu Ia menghampiri Rico yang masih terlentang di atas ranjang.


"Sayang, Ini bajunya, sekarang ganti baju dulu." Cynthia memberikan pakaian ganti Rico sembari duduk di sampingnya. Rico menoleh dan cuma melihat saja.


"Ah males, Pakein!" rengek suaminya dengan manja. Cynthia menghela nafasnya, kemudian Ia pun melepaskan celana Rico dengan perlahan, Rico tampak senyum-senyum melihat Cynthia yang sedang melepaskan celananya.


"Ngapain senyum-senyum?" Cynthia menatap wajah sang suami yang sengaja mengerjai dirinya. Setelah celana Rico terlepas sempurna dari tubuhnya, kini meninggalkan pakaian dalam milik Rico.


"Ini dilepas juga?" Cynthia menaikkan alisnya sembari menunjuk pada pakaian dalam Suaminya.


"Ya iya dong," jawabnya sembari menyeringai. Cynthia menghela nafasnya, tangan lentik itu mulai melepaskan pakaian dalam itu dengan perlahan, tak bisa dipungkiri sangat terlihat dengan jelas sesuatu yang mulai berdiri kokoh membuat Cynthia mengerjapkan matanya berulang-ulang.


"Diiihh sensitif banget sih, padahal Aku nggak ngapa-ngapain kok dia berdiri sendiri," ucapnya lirih saat pakaian dalam itu sudah melorot sebatas lutut.


"Itu karena dia peka terhadap kamu, jadi berdiri sendiri!" jawabnya sembari dengan cepat menarik tubuh Cynthia ke dalam pelukannya.


"Hei ... lepaskan dong Om Rico yang nakal! Biar Aku pakein dulu celananya, biar nggak masuk angin!" ucapnya sembari mendorong dada Rico.


"Aku tidak butuh celana itu, dan Aku tidak akan masuk angin lagi jika dia masuk ke dalam sarangnya, itu lebih hangat dan tentunya kamu pasti suka!" ucap Rico sembari mencium bibir Cynthia.


Cynthia tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya sudah terkunci tidak bisa melepaskan diri dari Kungkungan suaminya. Alhasil burung Rico pun berhasil bersarang dalam tubuh istrinya. Cynthia hanya bisa pasrah, apa yang dilakukan oleh Rico memang tidak bisa dihindari oleh Cynthia, dirinya begitu terlena dengan sentuhan lembut yang diberikan Rico padanya.


Terlihat dengan jelas tubuh pria itu menindih Cynthia yang tampak sedang memejamkan matanya, namun ada pemandangan yang jelas sangat kontras dengan kemesraan mereka berdua, hiasan pada punggung Rico akibat kerokan sang Ibu terlihat begitu eksotis menghiasi punggung kekarnya yang tengah menutupi sebagian besar tubuh Cynthia.

__ADS_1


*


*


*


*


Sejam kemudian, mereka berdua sudah selesai melakukan aktivitas yang menyenangkan itu, Cynthia tampak bersandar pada dada bidang sang suami, Ia melihat ke arah wajah suaminya yang tersenyum puas.


"Jadi ini alasannya pulang kantor cepat, katanya sakit tapi masih bisa ...!" Cynthia tidak melanjutkan kata-katanya karena Rico sudah menyela pembicaraannya.


"Tapi ... masih bisa naikin kamu! Itu beda dong, Sayang! Itu booster buat Aku, tadi Aku lemes banget kepalaku pusing, sekarang Aku udah fresh lagi, udah nggak sakit lagi, apalagi Aku bisa sedekat ini dengan bayi kita, rasanya Aku ingin selalu bersamanya!" Rico berkata sembari menciumi perut istrinya yang masih rata.


Kemudian Cynthia beranjak berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi diikuti Rico di belakangnya. Keduanya mandi bersama di bawah guyuran shower yang hangat.


Entah kenapa tiba-tiba saja Cynthia merasa begitu ingin membelai belalai yang menjuntai itu, dengan cepat tangan lentiknya meraih milik suaminya yang sedang menggantung indah, tentu saja Rico terkejut dengan tingkah istrinya.


"Ada apa? Kamu menginginkan nya?" Rico membiarkan tangan lentik Cynthia bermain pada terong miliknya, Cynthia tersenyum dan dengan lihainya tangan itu mengelus dan merremas sesuatu milik Rico yang paling sensitif itu.


Cynthia turun dan berjongkok di depan sang suami, dengan gaya estetik Cynthia berhasil membuat Rico melenguh panjang dan kedua tangannya bersandar pada dinding kamar mandi. Sementara di bawah Cynthia asik berkaraoke ria.


Setelah puas Cynthia berdiri mencumbui tubuh suaminya, kali ini Cynthia yang lebih agresif, mungkin saja efek hormon kehamilan yang menyebabkan Cynthia lebih bergairah dari biasanya. Pria itu sudah terlihat tak bisa menahan untuk segera masuk ke dalam sana.


"Kamu sudah membuat ku tak tahan lagi, Baby! Kamu lebih nakal dari biasanya!" bisik Rico sembari menciumi telinga Cynthia.

__ADS_1


"Apa Aku tidak boleh jika Aku yang meminta kepuasan dari mu, bukankan pahala untuk sang istri jika dia minta terlebih dahulu?" jawabnya dengan nafas yang mulai naik turun. Rico tersenyum bahagia, Ia pun menyenderkan tubuh istrinya pada dinding kamar mandi yang hangat itu, sehangat asmara dalam diri mereka.


"Tentu saja Aku tidak keberatan, karena Aku adalah milikmu dan Kamu adalah milikku!" ucapnya sembari mengangkat satu kaki Cynthia ke atas. Dan akhirnya terjadi juga apa yang diinginkan oleh Cynthia, penyatuan raga dalam cinta, bergejolak dalam dua jiwa yang saling mencintai, merengkuh indahnya surga dunia bersama, berpacu dalam mencapai puncak kenikmatan bersama.


*


*


*


*


Setelah beberapa menit akhirnya keduanya keluar dari kamar mandi dengan senyum-senyum, Rico terlihat membantu mengeringkan rambut dan tubuh istrinya seraya berkata, "Kamu tadi enerjik banget, Sayang! Aku suka itu!" ucapnya sembari menatap Cynthia pada cermin. Cynthia tampak malu-malu dan memalingkan wajahnya.


"Kata dokter memang seperti itu, libido wanita akan meningkat disaat mereka sedang mengandung, jadi kamu jangan heran jika nantinya Aku sering minta jatah," jawabnya sembari memasang pakaian dalam miliknya.


Rico mendengar itu terlihat sumringah, tentu saja Ia begitu bahagia jika Istrinya minta jatah lebih.


"Tidak masalah! Kapan pun kamu minta Aku pasti selalu siap, demi kamu dan calon buah hati kita, Aku akan membuat mu bahagia selama masa kehamilan, apapun yang kamu minta pasti akan aku berikan, oh iya dan Aku akan tambahkan saldo ke rekening kamu, untuk hadiah karena kamu sudah membuat ku semakin bergairah, belanja lah sepuas mu, beli apa yang kamu mau, Aku ingin kamu terlihat senang, Cantik dan selalu bahagia, agar setiap hari kamu bisa memberikan kebahagiaan untukku!" ucap Rico sembari mengecup pipi istrinya.


"Terima kasih, Sayang! Tapi aku tidak butuh uang terlalu banyak, apa yang sudah kamu berikan padaku, sudah lebih dari cukup, kamu setia mendampingi ku saja itu adalah hal yang paling berharga dalam hidupku!" balasnya.


"Rupanya Aku tidak salah memilih wanita seperti mu, bukan hanya masih muda dan cantik, tapi fikiranmu sudah sangat dewasa, terima kasih sudah mau menemani diriku yang sudah tidak muda lagi!" perkataan Rico membuat Cynthia menutup bibir Rico dengan satu jarinya.


"Sssttt jangan bicara seperti itu, cinta tidak memandang batasan usia, kita berdua sudah ditakdirkan untuk bersama, Aku tidak perduli dengan perbedaan usia diantara kita, Aku sudah nyaman bersama mu, dan Aku hanya ingin hidup bersama dengan dirimu, Aku dan kamu untuk selamanya!"

__ADS_1


__ADS_2