
Karena Cynthia merasa jika dirinya di situ terus, bisa-bisa Cynthia tidak bisa berhenti menatap wajah sang duda yang kini selalu membayangi pikiran nya. Gadis itu pamit untuk masuk mengambilkan air minum untuk Benny dan Rico.
"Emm ... Saya ambilkan minum dulu, permisi!"
Kemudian Benny mempersilahkan Rico untuk duduk, dan mereka pun tampak berbincang-bincang.
"Oh ya Ric! Aku ingin minta pendapat mu, besok lusa putriku ulang tahun, Aku bingung harus memberi hadiah apa untuknya. Sementara kamu tahu, Putriku sudah memiliki barang-barang mewah yang di belikan pacar-pacarnya, kadang kalau bosan Dia buang tuh apa Dia kasihkan sama teman-temannya, dari tas, baju, sepatu, makeup, belum lagi aksesoris dan perintilannya. Jadi, Aku sedikit pusing, hadiah apa yang akan Aku berikan!" ucap Benny sambil menopang kepalanya dengan satu tangan.
Rico tersenyum sembari menyalakan sebatang rokok, kemudian duda itu berkata kepada sang sahabat yang membuat Benny tertawa kecil.
"Putrimu sudah dewasa, dia tidak butuh hadiah-hadiah seperti itu, yang dia butuhkan adalah seseorang yang bisa menjadi sandaran bahu untuknya. Dia butuh sosok pelindung selain Ayahnya." balas Rico sambil menghisap rokok dan mengeluarkan asapnya perlahan.
"Maksud mu?" Benny tampak melihat Rico dengan serius.
"Putrimu butuh pendamping hidup." jawaban singkat tapi cukup membuat Benny berpikir. Mungkin juga apa yang dikatakan oleh Rico itu benar. Cynthia membutuhkan seseorang yang mencintai nya, setidaknya seseorang yang akan selalu melindungi nya setiap saat, Benny memang Ayahnya, tapi keterbatasan Benny sebagai seorang Ayah yang bekerja banting tulang untuk kehidupan mereka berdua, nyatanya membuat Cynthia masih merindukan sosok ibunya. Mungkin jika Cynthia menikah, dia akan mendapatkan kebahagiaan dari seseorang yang benar-benar mencintainya, selain Benny sebagai seorang Ayah.
"Kamu benar, Ric! Mungkin Cynthia membutuhkan seorang pria yang tulus mencintai nya. Tapi, Putri ku tidak pernah serius dengan pria manapun, dia selalu berganti-ganti pacar, Aku sendiri juga bingung, bagaimana bisa dia menemukan seseorang yang benar-benar cinta sama Dia, sedangkan Cynthia sendiri tidak pernah serius dengan pacar-pacarnya." ungkap Benny sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika kamu mengizinkan, apa bisa Aku menjadi pendamping hidup putrimu?" seru Rico kepada Benny dengan serius. Benny sangat terkejut dengan ucapan sang sahabat, Rico tiba-tiba saja meminta Benny untuk mengizinkan duda itu untuk menjadi pendamping hidup putrinya. Sejujurnya Benny sangat tidak keberatan jika Rico menjadikan putrinya sebagai istri.
__ADS_1
"Kamu menyukai putriku?" tanya Benny dengan tersenyum. Rico tersenyum dan berkata. "Entahlah, Ben! Sejak pertama kali Aku melihat putrimu, Aku merasa gadis itu tidak seperti gadis biasa nya, dia jutek, cuek, berani, tapi dibalik sifat judes nya, putrimu seorang yang penyayang. Kiara putriku sangat menyayangi Cynthia, bahkan Kiara memanggil Mama pada Cynthia." ucap sang duda sembari terus menikmati rokok yang ada di tangan nya.
"Oh ya! Putrimu memanggil Cynthia dengan Mama?" tanya Benny penasaran. Rico mengangguk dan tertawa kecil.
"Ya sudah tunggu apa lagi! Toh putrimu pasti nya sangat setuju jika kalian menikah." ucap Benny yang membuat Rico benar-benar bahagia.
"Apa kamu benar-benar mengizinkan ku untuk menjadi menantu mu, Ben?" tanya Rico sekali lagi untuk memastikan jika sahabatnya itu benar-benar menyetujui permintaan nya untuk menjadikan Cynthia sebagai Ibu dari Kiara.
Namun, tiba-tiba saja terdengar suara Cynthia yang membuat Benny maupun Rico sangat terkejut.
"Tidak! Aku tidak mau!" jawab gadis itu sembari membawa nampan yang berisi minuman untuk Benny dan Rico.
"Cynthia! Apa maksudmu, Nak! Kamu tidak mau jika Om Rico ....!" Benny tidak melanjutkan kata-katanya karena Cynthia tampak menyela pembicaraan mereka.
"Cynthia pernah bilang kan, Om! Cynthia tidak akan pernah suka apalagi sampai menikah dengan laki-laki yang suka merokok. Jadi, siapapun yang menjadi suami Chyntia nanti, pria itu tentunya bukan pria perokok. Titik."
Spontan Rico mematikan rokoknya dan membuang puntungnya pada asbak. Benny yang melihat itu tampak tersenyum, ternyata Rico memang serius dengan putrinya.
"Hehehe ... rupanya kamu benar-benar ingin memiliki putriku, hmm!" bisik Benny pada Rico yang baru saja mematikan rokoknya.
__ADS_1
"Iya ... tapi aku tidak tahu, Apa putrimu akan menerima diriku yang seperti ini?" ucapnya kepada Benny sembari menatap wajah Cynthia yang merah merona. kemudian Cynthia tiba-tiba saja berkata. "Saya akan berikan Om kejutan di hari Valentine nanti, dan itu adalah jawaban terdalam dari hati Saya!"
Cynthia tampak malu-malu dan Ia pun segera masuk ke dalam kamar nya. Rico tersenyum melihat Cynthia yang sedang berlari ke kamar nya, duda itu memiliki kesempatan emas, Ia yakin jika Cynthia pasti menerima cintanya.
Cynthia masuk ke dalam kamar dan dirinya terlihat Senyum-senyum sendiri. Entah lah hatinya begitu bahagia, mungkin ini lah yang di namakan cinta.
"Ya ampun! Kok Aku bisa jadi gini, sih! Aku benar-benar cinta sama Om Rico, dan pertaruhan itu! Ah bodo amat lah dengan pertaruhan, udah nggak perduli lagi Aku. malam Valentine nanti, Aku akan melamar Om Rico, pastinya Om Rico juga merasakan hal yang sama seperti diriku. Aku nggak perduli lagi dengan Kimmy ataupun Juliet. Yang jelas Aku dan Om Rico memiliki perasaan yang sama, kami saling mencintai. Oh ya Tuhan! Ini benar-benar gila. Cynthia! Baru kali ini Aku merasakan cinta yang sesungguhnya. Hmm Om Rico, I LOVE YOU!" ucapnya sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya. Setelah nya Cynthia beranjak berdiri dan berjalan menuju ke arah balkon. Dengan senyum yang mengembang Cynthia terlihat begitu bahagia hari itu.
Akhirnya setelah berunding dengan Benny, Rico pun mempersiapkan diri untuk menghadiri acara ulang tahun Cynthia nanti, yang pastinya ulang tahun putri Benny itu akan menjadi momen spesial untuk dirinya.
"Baiklah! Aku pulang dulu. Kiara pasti sangat senang sekali jika Cynthia mulai membuka hati untuk ku, sorry bro! Aku sudah berani mencintai putrimu!" ucap Rico sembari berjalan keluar menuju mobilnya.
"Hehehe ... ayolah, bro! Buat apa kamu minta maaf, jika kalian memang berjodoh mau gimana lagi! Jika Cynthia iya, Aku pun pasti menyetujui nya." balas Benny sembari mengantarkan Rico ke luar rumah.
Sementara itu Cynthia yang tampak berdiri di atas balkon, tak sengaja melihat ke bawah, Rico yang sedang menuju ke mobilnya, duda itu pulang dan tiba-tiba saja Ia melihat Cynthia yang sedang berdiri di atas balkon memperhatikan dirinya.
Pandangan mereka saling bertemu, dan Rico melambaikan tangan kepada gadis itu. Cynthia pun membalasnya dengan ciuman jauh. Ah meleleh lah hati sang Duda. Rico tersenyum dan kemudian masuk ke dalam mobilnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1