
Rico dan Cynthia yang mendengar ucapan seorang pasien itu, lantas keduanya tersenyum dan minta maaf, kemudian keduanya segera pergi dari tempat itu. Namun, sebelum keduanya pergi, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang memanggil Cynthia.
"Nyonya Cynthia, Tunggu!"
Cynthia dan Rico berhenti seketika dan segera membalikkan badan mereka. Keduanya dibuat terkejut saat melihat seorang Dokter ahli kandungan yang kemarin memeriksa keadaan Cynthia dan menyatakan jika Cynthia tidaklah hamil.
"Dokter! Ada apa Dokter memanggil Saya?" tanya Cynthia sembari tersenyum dan tentu saja Ia sangat terkejut. Dang Dokter tersenyum dan menghampiri Cynthia, kemudian Dokter itu mengajak mereka berdua untuk datang ke ruangan nya.
"Kebetulan sekali Saya bisa bertemu dengan Tuan dan Nyonya di sini, Mari ikut Saya ke ruangan!" ajak sang Dokter kepada keduanya. Cynthia dan Rico saling menatap, Rico pun menganggukkan kepalanya. Ia merangkul pundak istrinya dan mencoba menenangkan nya, Cynthia masih takut untuk mendengarkan ucapan Dokter lagi mengenai hasil negatif kehamilannya.
Sesampainya di ruangan sang Dokter pun mempersilahkan keduanya untuk segera duduk. "Silahkan duduk!" Rico dan Cynthia pun duduk dengan perasaan yang penuh tanda tanya.
"Kenapa Dokter menyuruh kami untuk datang ke sini?" tanya Rico kepada sang Dokter.
"Maafkan saya, Tuan! Kebetulan sekali kita dipertemukan lagi, ada sesuatu yang harus Saya sampaikan kepada Anda berdua. Jadi, begini ... kami minta maaf atas kesalahan teknis ketika memeriksa laporan hasil tes darah milik Nyonya Cynthia, ternyata laporan tersebut tidak akurat atau tidak sah." ucap Dokter sembari membuka sebuah amplop coklat yang berisi hasil tes darah milik Cynthia.
"Maksud Dokter?" tanya Cynthia penasaran.
Dokter pun membacakan hasil tes darah yang autentik tersebut kepada keduanya.
"Dalam hasil tes darah ini, Nyonya Cynthia dinyatakan Positif hamil. Jadi, hasil tes darah yang kemarin itu adalah kesalahan teknis. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nya!" ucapan sang Dokter membuat Cynthia berkaca-kaca, Ia tidak percaya jika dirinya benar-benar sedang hamil.
"Dokter tidak bercanda, kan? Saya beneran hamil?" seru Cynthia mencoba meyakinkan dirinya. Sang Dokter mengangguk dan tersenyum.
"Itu benar, Nyonya! Kali ini Kami sudah sangat teliti dan tidak akan salah lagi, Anda memang sedang mengandung 5 Minggu, dan kandungan Anda benar-benar sehat, sekali lagi selamat ya!" jawab Dokter meyakinkan Cynthia yang merasa dirinya tidak percaya jika sedang hamil sungguhan.
Rico terlihat sangat bahagia mendengar berita itu, Ia pun segera memeluk istrinya, keduanya tampak terharu mendengar semua ini.
"Kamu hamil, Sayang! Kamu akan menjadi seorang Ibu,"
"Kia pasti sangat bahagia mendengar berita ini, kehamilan ini sangat dinantikan oleh Kiara, dia ingin sekali melihat ku segera hamil, dia pasti sangat bahagia akan mempunyai seorang Adek." ucap Cynthia sembari menitikkan air mata kebahagiaan.
__ADS_1
"Ayo kita pulang! Kita beritahukan kepada Mama dan Kia!"
Cynthia mengangguk dan saat itu juga mereka berdua segera beranjak pulang ke rumah untuk segera memberi tahukan kabar bahagia ini kepada orang-orang rumah.
"Terima kasih banyak, Dokter! Kalau begitu kami permisi dulu!" pamit keduanya dari hadapan sang Dokter.
"Sama-sama, Tuan! Semoga kandungan Nyonya Cynthia sehat terus hingga saatnya melahirkan nanti!" ucap sang dokter sembari tersenyum.
Akhirnya Cynthia bisa tersenyum bahagia, kehamilannya yang selama ini mereka tunggu-tunggu ternyata menjadi kenyataan.
Sementara itu di ruangan Dokter yang menangani Juliet, Ibra mendengarkan baik-baik saran dari sang Dokter untuk menjaga kandungan Juliet, karena kandungan Juliet sedikit masih sangat rawan dan sangat lemah.
"Kandungan Nyonya Juliet masih sangat rawan sekali, Saya harap Anda bisa menjaga kondisi istri Anda, usahakan jangan banyak beraktivitas berat-berat dulu, tunggu sampai trimester pertama berakhir, ini demi supaya kehamilan istri Anda bisa terjaga, oh iya dan satu lagi. Kurangi hubungan badan dulu, ya! Karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi kesehatan calon buah hati Anda berdua!"
Rupanya ucapan sang Dokter membuat Ibra menaikkan alisnya dan merasa sedikit keberatan.
"Hmm maksud Dokter kami tidak boleh sama sekali melakukan hubungan intim saat ini?" tanya Ibra sembari garuk-garuk tengkuknya. Sang Dokter tersenyum dan berkata. "Boleh saja, tapi jangan terlalu sering, ya mungkin tiga atau empat hari sekali, jika keseringan dikhawatirkan kondisi kandungan istri Anda semakin melemah, dan itupun dilakukan dengan lembut dan jangan dikeluarkan di dalam dulu ya, takutnya terjadi kontraksi rahim saat Anda ejakuulasi di dalam!" ungkap sang Dokter sembari menuliskan resep vitamin untuk Juliet.
"Begitu ya Dok! Baik Dokter! Saya akan menjaga kandungan istri Saya dengan baik!" jawab Ibra yang sangat yakin jika dirinya pasti bisa menjaga kandungan Juliet.
Setelah Ibra menerima resep dari sang Dokter, kemudian Ia keluar dari ruangan itu. Tanpa di sadari Ibra melihat Rico dan Cynthia yang sedang berjalan di sepanjang koridor rumah sakit, Ibra tampak memanggil mereka berdua.
"Cynthia, Om Rico, tunggu!" seru Ibra sembari menghampiri keduanya. Cynthia dan Rico berhenti dan membalikkan badannya kearah Ibra yang sedang datang menghampirinya.
"Ibra! Bagaimana? Semuanya baik-baik saja, kan?" tanya Cynthia.
"Iya, Cyn! Semuanya baik-baik saja, hanya saja ada sedikit masalah, Tante Juliet harus istirahat selama 3 bulan untuk memulihkan kembali kondisi nya mengingat kandungan nya yang sangat lemah!" ungkap Ibra yang merasa bahagia bercampur sedih.
"Sudah! Kamu jangan khawatir, Tante Juliet pasti baik-baik saja!" hibur Cynthia sembari tersenyum.
"Iya terima kasih banyak, oh ya kalian berdua dari mana?" Ibra bertanya sembari memperhatikan keduanya yang terlihat bahagia.
__ADS_1
"Kami dari ruangan Dokter Maya," jawab Rico.
"Dokter Maya? Dokter kandungan itu?" tanya Ibra sembari menunjuk ke arah ruangan Dokter Maya. Sementara Ibra tadi juga dari ruangan dokter kandungan yang berbeda, tapi sama-sama menangani kehamilan pasien.
"Iya benar!" jawab Rico sembari mengangguk.
Ibra melihat ekspresi keduanya yang bahagia, Ia pun menebak apa yang sebenarnya terjadi pada Cynthia.
"Kamu hamil, Cyn?" pertanyaan Ibra membuat Cynthia terkejut dan tersenyum.
"Kok kamu tahu?"
"Ya tahulah! Udah kelihatan banget girangnya kayak gitu, by the way selamat ya! Aku ikut senang mendengarnya." ucap Ibra yang ikut senang melihat kebahagiaan mereka berdua.
"Terima kasih!" jawabnya sembari tersenyum.
"Oh ya, Aku juga minta maaf untuk kalian berdua, jika dulu aku sempat membuat kalian berdua berpisah, sekarang Aku sangat menyesal, ternyata cinta itu selamanya tidak harus saling memiliki dan sekarang Aku sudah menemukan cinta sejati ku, yaitu Tante Juliet!" ucapan Ibra membuat Rico tersenyum, Rico menepuk pundak Ibra sembari berkata. "Setiap orang pasti punya kekhilafan, dan kamu sudah menunjukkan dirimu bahwa kamu sudah berubah, semoga Juliet bisa mendapatkan kebahagiaan bersama mu, Aku lihat kamu sangat mencintainya!" ucap Rico sembari menatap wajah Ibra yang terlihat begitu serius.
"Om benar! Saya sangat mencintai mantan istri Om itu, Saya berjanji tidak akan pernah menyakiti Tante Juliet, usia kami memang terpaut sangat jauh, tapi tidak menghalangi keinginan Saya untuk memperistri Tante Juli sebagai teman hidup Saya. Tapi ... Tante Juli masih sangat mengharapkan kembali kepada Om Rico, Saya khawatir jika Tante Juliet tidak mau menerima cinta Saya!" ungkap Ibra sembari menundukkan wajahnya.
"Kamu jangan khawatir, Aku akan meyakinkan Juliet untuk menerima mu,"Rico mencoba menghibur Ibra.
"Terima kasih banyak, Om!" Ibra merangkul Rico, sungguh pemandangan yang membuat Cynthia ikut terharu, betapa kebahagiaan hari ini benar-benar membuatnya sangat bersyukur.
Tiba-tiba saja terdengar suara yang sedang memanggil nama Ibra.
"Ibra!"
...BERSAMBUNG...
...Suara siapakah itu?🤔😁...
__ADS_1