
Kemudian Rico dengan cepat membopong tubuh Cynthia untuk dibawa keluar dari kamar mandi, Rico membawa Cynthia ke atas tempat tidur Kiara.
"Daddy! Mama Cynthia kenapa?" tanya Kiara yang panik melihat Cynthia yang sedang pingsan, kemudian Oma Nini datang ke kamar sang cucu. Tapi, rupanya Ia dikejutkan dengan Cynthia yang terbaring di atas tempat tidur Kiara.
"Ya ampun! Cynthia kenapa? Apa yang terjadi pada dirinya?" Oma Nini segera memeriksa keadaan Cynthia.
"Aku nggak tahu, Ma! Tiba-tiba saja dia pingsan di dalam kamar mandi." jawab Rico.
"Pingsan? Kok bisa pingsan?" Nini tampak mengerutkan keningnya dan mencoba untuk menyadarkan gadis itu kembali dengan memberikan minyak angin pada indera penciuman Cynthia. Sementara Kiara terlihat duduk di samping Cynthia sembari mengusap lembut rambut Cynthia.
"Mama Cynthia! Cepat sadar, dong! Kiara takut kalau terjadi apa-apa pada Mama Cynthia." ucap gadis itu yang membuat Rico benar-benar tidak mengerti, bagaimana bisa putrinya begitu menyayangi Cynthia, padahal mereka baru saja kenal. Seolah Cynthia adalah sosok Ibu yang di impikan oleh putrinya.
Setelah Nini mengoleskan minyak angin itu, kemudian secara perlahan mata Cynthia terbuka. Gadis itu melihat dalam samar, Ia melihat ke wajah Nini yang terlihat mulai nyata, lalu berpindah pada wajah Kiara dan terakhir wajah tampan sang duda yang terlihat cemas.
__ADS_1
"A-apa yang terjadi? Bagaimana bisa Saya bisa ada di sini?" tanyanya saat melihat dirinya yang sedang terbaring di tempat tidur Kiara.
"Mama Cynthia tadi pingsan di kamar mandi, terus Daddy yang bawa Mama ke sini!" ungkap Kiara menjelaskan.
"Apa? Pingsan?" Cynthia tampak bingung, bagaimana bisa dirinya pingsan di kamar mandi.
"Kamu sakit, Cynthia?" tanya Nini kepada Cynthia yang masih mengingat kejadian saat dirinya sebelum pingsan.
"Ti-tidak, Nyonya! Saya tidak sakit, tadi Saya ..."
"Om Rico beneran cinta sama Aku! Kok Aku malah pingsan sih, dasar Cynthia gila! Harusnya senang dong! Aku punya kesempatan emas untuk membuktikan sama Juliet yang sombong itu, jika Aku sudah membuat mantan suaminya move on dari dirinya. Dikira nya Aku gadis bodoh? No no no , Juliet salah besar." batin Cynthia.
Rico pun duduk di samping Cynthia yang sedang duduk di atas tempat tidur Kiara, pria itu bertanya apakah Ia mau di antar pulang ke rumah, mengingat Cynthia masih terlihat lemas.
__ADS_1
"Hmm ... apa kamu mau ku antar kan pulang?" Rico menatap wajah Cynthia sembari tersenyum.
"Ti ...." belum juga Cynthia menjawab, Oma Nini langsung menyela pembicaraan dan berkata. "Udah Nak Cynthia! Biar Kamu pulang di antar sama Rico saja, iya kan, Rico!"
Rico tersenyum dan mengangguk. "Aku akan mengantar pulang! Aku nggak mau terjadi apa-apa dengan mu, nanti Aku bisa-bisa di marahi Benny lagi, nggak bisa jaga putrinya. Padahal Aku siap sekali untuk menjaga mu selamanya." ucap Rico tanpa sadar rupanya membuat Nini dan Kiara tersenyum senang. Sementara Cynthia terlihat salah tingkah.
"Hehehe ... maksud, Om?" tanya Cynthia dengan ekspresi yang terkejut. Rico terkesiap dan melihat ke arah Nini dan putrinya yang sedang senyum-senyum.
"Hah ... aku ngomong apa tadi?" Rico tampak garuk-garuk kepalanya dan Ia pun terlihat malu seketika.
"Ah Daddy payah! Bilang aja Mau kah kamu jadi istriku, Cynthia! Gitu loh ... ah nggak asik Daddy. Butuh les privat nih Daddy!" batin Kiara sambil mengerucutkan bibirnya.
Cynthia pun tampak mengalihkan wajahnya dan tersenyum tipis. Entahlah Ia sendiri juga merasa senang karena pada akhirnya Rico mengakui jika duda itu mencintai dirinya.
__ADS_1
"Ihhh ... Om Rico, sumpah ya! Kalau saja ini bukan pertaruhan ... oh shiiit! Apa Aku juga mulai mencintai Om duda ini? Jika Iya, fix aku memang sudah gila karena Om Rico." gumamnya sembari tidak percaya jika Cynthia mulai merasakan cinta kepada pria yang terpaut usia 15 tahun itu.
...BERSAMBUNG...