MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Jangan panggil Aku Om


__ADS_3

"Lepaskan Saya, Om! Biarkan Saya pergi." rengek Kia saat pria itu membawanya ke dalam pelukannya. Namun, rupanya Daniel tidak mendengarkan ucapan istrinya, Ia terus saja berusaha membangkitkan gairah Istrinya dengan menyentuh titik-titik sensitif dari seorang wanita, seolah oksigen mulai menipis dalam kamar nan mewah dengan cahaya lampu remang-remang, hanya ada suara cecapan dan lenguhan kecil yang memenuhi kamar berukuran besar itu.


Cukup lama Daniel melakukan pemanasan sebelum dirinya benar-benar mengarungi samudera cinta dengan sang istri untuk kedua kalinya, dan tentu saja Kiara yang tidak memiliki pengalaman di atas ranjang, dirinya dibuat kewalahan dengan perlakuan Daniel yang tidak memberinya kesempatan untuk lari, Kia justru semakin menikmati sentuhan-sentuhan itu, apalagi Daniel pintar sekali membangkitkan gairah percintaan di malam itu.


"Om ... Pliss! Jangan ...!" terdengar suara lirih dari bibir Kia kala Daniel melakukan sesuatu yang lebih terhadap dirinya, Pria itu benar-benar memanjakannya, memperlakukan Kia selembut mungkin, sehingga gadis itu merremas rambut Daniel dengan kuat, Kia pun benar-benar tidak bisa menahan rasa itu, Ia ingin sekali segera masuk kedalam surga dunia yang sudah dijanjikan oleh Daniel.


Sementara Daniel tahu jika istrinya sudah mulai terbuai dengan rangsangan yang telah Ia berikan, pria itu tersenyum dan menatap wajah Kiara yang sudah sangat mendambakan sentuhan yang semakin dalam.


"Kamu menginginkannya?" Daniel bertanya dengan tangan yang masih berada di sana, mengusapnya dengan lembut karena tempat itu sudah mulai basah sekali. Tentu saja Kia sudah tidak bisa lagi membohongi dirinya, jika Ia memang sangat menginginkannya, gadis itu menganggukkan kepalanya dan memohon kepada Daniel untuk segera melakukannya.


Namun, tiba-tiba saja Daniel bangkit dan mengambil kembali piyamanya yang telah Ia lepaskan, sementara itu Kia sungguh terkejut kenapa tiba-tiba saja pria itu menghindarinya saat dirinya sedang sangat ingin sekali merasakannya.


"Om mau kemana?" tanya Kia sembari melihat Daniel yang sedang berjalan menuju pintu keluar dari kamar itu.


"Katanya kamu ingin Aku lepaskan! Aku memenuhi permintaan mu, jika kamu mau pergi, silahkan! Aku tidak akan memaksamu!" ucap Daniel sembari membuka pintu kamar nya agar Kia bisa pergi sesuai permintaannya.

__ADS_1


Kemudian Kia beranjak dari tempat tidur mewah itu sembari merapikan bajunya yang sempat dibuka oleh pria itu. Dan setelah itu Kia berjalan menuju arah pintu dimana Daniel sedang berdiri sambil memegang handle pintu.


Setelah Kia sampai di depan pintu, Ia berhenti dan menatap wajah Daniel yang sedang memandangnya. Tanpa disangka rupanya Kia tidak pergi dari kamar itu, Ia justru menutup pintu dan menguncinya. Tentu saja Daniel terkejut dengan sikap Kia. Sementara itu Kia yang kini sedang berdiri di depan pintu kamar Daniel, tiba-tiba saja dirinya menghampiri Daniel dan tanpa aba-aba Ia langsung mencium bibir Daniel dengan cepat.


Sontak apa yang dilakukan oleh Kia membuat Daniel semakin terbakar asmara, pria itu pun semakin membara untuk menyatukan raga mereka.


"Kenapa kamu masih ada di sini? Bukan kah kamu ingin Aku melepaskan mu?" bisiknya pada telinga Kia. Gadis itu pun menjawab dengan suara yang tersengal-sengal.


"Kia nggak mau pergi dari sini, Kia nggak bisa bohong lagi sama Om, jika Kia juga menginginkannya, Kia cinta sama Om, Kia benar-benar cinta sama Om Daniel." rupanya pengakuan dari Kiara, tentu saja membuat Daniel begitu bahagia, ternyata mereka berdua memang ditakdirkan untuk bersama.


"Kia rela memberikan jiwa raga ini hanya untuk, Om! Karena Kia sangat mencintai Om!" ucap Kia sembari membenamkan wajahnya pada dada bidang Daniel Mahardika.


"Maafkan aku, jika tadi tanpa seizin mu, Aku sudah mengambil sesuatu yang paling berharga darimu, kamu pasti sangat membenciku." seru Daniel sambil membelai pipi Kia dengan mesra.


"Siapa bilang Kia membenci Om, justru Kia ingin merasakannya kembali, Kia cinta sama Om!" ucapnya dengan tatapan yang mesra.

__ADS_1


"Aku akan menikahi mu, dan Aku pastikan datang untuk melamarmu sebagai istriku. Aku akan meminta Ayahmu untuk mengizinkanku menjadi Suamimu." Kia terlihat bahagia sekaligus sedih, mengingat sang Daddy sudah menjodohkannya dengan pria lain, bagaimana Ia mengatakannya kepada Sang Daddy jika dirinya mencintai pria lain, yang pastinya Sang Daddy pasti sangat kecewa. Tapi, Dia harus segera mengatakan kepada Rico jika dirinya benar-benar mencintai Daniel, bukan pria pilihan Rico.


"Om benar ingin datang ke rumah Kia, dan Melamar Kia?" tanyanya penuh harap.


"Tentu saja, Aku pasti akan datang ke rumah mu, tapi setelah Aku pergi ke luar kota beberapa hari, setelah Aku pulang nanti, Aku pasti langsung datang ke rumah mu dan melamarmu sebagai istriku."


"Benar? Om tidak bohong?" Kiara berharap jika Daniel tidak membohonginya.


"Tentu saja, Sayang! Bagaimana bisa Aku membohongi mu, kamu adalah milikku dan tentunya Aku tidak mau ada orang lain yang memilikimu, kamu hanya milikku." Daniel berucap sembari melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi.


"Hmm ... Aku cinta Om! Aku Sayang Om!" ucapnya sembari merasakan sentuhan Daniel disetiap lekuk tubuhnya.


"Jangan panggil Aku Om! Panggil Aku dengan Sayang. Katakan Baby! Aku ingin kamu mengatakannya sekarang, Katakan jika kamu menyukainya." pinta Daniel sembari membenamkan dirinya dalam tubuh Kia, gadis itu memejamkan kedua matanya saat Daniel sudah berhasil masuk ke dalam raganya.


"Ooohhhh ... Sayang! Aku sangat menyukainya!" mendengar pengakuan dari bibir sang istri, Daniel pun terus bergerak lembut dan membawa Kia terbang melayang ke surga.

__ADS_1


"Surga ini adalah milik kita berdua, malam ini kita habiskan waktu bersama, sungguh kamu sangat membuat ku bergairah, Baby!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2