MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Dasar pikun


__ADS_3

Ketiganya menoleh ke arah sumber suara, Cynthia, Rico maupun Ibra sangat terkejut saat melihat Juliet yang sedang duduk di kursi roda dengan ditemani oleh Oma Nini dan Kiara.


"Mama, Kia! Kalian kok bisa ada di sini?" tanya Rico yang keheranan bagaimana bisa Mama dan putrinya bersama Juliet.


"Kamu jangan khawatir, Mas! Aku sudah menyadari semuanya, Aku tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian lagi, Kia sudah mau bertemu denganku saja, Aku sudah sangat bahagia. Terima kasih banyak Cynthia, berkat dirimu, Kia putriku mau bertemu denganku, Aku sungguh menyesal, Maafkan Aku!" ucap Juliet sembari menundukkan wajahnya.


Cynthia menghampiri Juliet dan berjongkok di depan wanita itu seraya berkata, "Aku mengerti mengapa Tante melakukan hal itu, Tante hanya ingin mendapatkan hak Tante sebagai Ibu kandung Kiara, bukan! Aku tidak pernah merebut perhatian Kiara dari Tante, bagaimana pun juga Kia adalah putri Tante, setiap hari Aku selalu menasehatinya untuk mau bertemu dengan Tante, Aku tidak pernah menghasut Kia untuk membenci Tante, seperti apapun Tante, Kia lahir dari rahim Tante, dan Tante lebih berhak menyayangi Kiara daripada Aku!" ucap Cynthia sembari menatap wajah sayu Juliet.


Entah kenapa tiba-tiba saja air mata itu jatuh menggenangi pipi Juliet, Ia tak menyangka jika Cynthia berkata seperti itu kepadanya, Juliet memeluk Cynthia penuh penyesalan, wanita itu sangat malu dengan apa yang pernah Ia lakukan kepada Rico dan Cynthia.


"Maafkan, Aku! Tak seharusnya Aku melakukan itu, Mas Rico beruntung memiliki seorang istri yang baik seperti mu, tidak seperti Aku yang sudah membuatnya kecewa, Kamu juga menyayangi Kiara dengan tulus, sungguh Aku sudah dibutakan oleh rasa cemburu, sehingga Aku tidak bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk, mau kah kamu memaafkan Aku, Cynthia!" Juliet tampak memohon sembari menundukkan kepalanya kepada Cynthia.


"Apa yang Tante lakukan? Jangan begitu Tante, Aku sudah memaafkan Tante, Tante tidak perlu menundukkan kepala seperti itu, Aku sangat menghormati Tante sebagai Ibu kandung Kiara. Sudahlah Tante! Kita lupakan saja apa yang sudah pernah terjadi." ucap Cynthia sembari mengusap air mata pada wajah Juliet.


Pemandangan itu membuat Rico, Ibra dan juga Oma Nini menjadi terharu, akhirnya semua masalah telah selesai, tak ada lagi dendam dalam hati Juliet.


Kiara yang sedari tadi memperhatikan Mommy dan Mama Cynthia-nya, kini gadis itu menghampiri keduanya dan berkata. "Mommy dan Mama Cynthia, kalian berdua adalah Ibu Kia yang paling hebat, Kia bahagia sekali mempunyai dua Ibu yang sama-sama menyayangi Kiara, Kiara sayang kalian berdua!" Kia memeluk keduanya dengan penuh rasa sayang.


Entah kenapa tiba-tiba saja air mata dari seorang Rico mulai menghiasi wajahnya, pria tampan itu begitu terharu melihat pemandangan yang membuatnya benar-benar ingin mengeluarkan air mata. Ada kebahagiaan sekaligus haru ketika momen saat Kia memeluk Juliet dan Cynthia.


"Terima kasih Tuhan! Akhirnya Engkau damaikan keluarga kami," batin Rico sembari mengusap air matanya.


"Kia! Maafkan Mommy! Mommy pernah membuat mu bersedih, Mommy sangat menyesal!" ucap Juliet kepada putrinya.

__ADS_1


"Sudahlah Mommy! Kia sudah memaafkan Mommy, kata Mama Cynthia, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, setiap manusia pasti mempunyai kesalahan besar, dan Kia yakin sekarang Mommy sudah berubah!" ucapan sang anak membuat Juliet semakin terharu, ternyata sang putri sudah semakin dewasa pemikirannya dan semua itu berkat Cynthia yang selalu menanamkan pikiran positif kepada putri tirinya itu.


"Sekarang Mommy sangat yakin, kenapa Daddy kamu sangat mencintai Mama Cynthia, itu karena dia wanita yang hebat, dia memang pantas untuk mendapatkan cinta Daddy kamu, semoga pernikahan mereka selalu bahagia!" seru Juliet sembari tersenyum kepada Cynthia dan Rico.


"Begitu pun juga dengan Tante, semoga Tante bahagia bersama Ibra, selamat atas kehamilan Tante, semoga Tante dan Ibra bahagia selalu, Ibra sangat menyayangi Tante, terimalah Ibra Tante! Aku yakin kalian berdua pasti hidup damai dan harmonis!" ucap Cynthia sembari berdiri membawa Ibra di hadapan Juliet.


Kini Ibra berdiri di depan Juliet yang sedang duduk di kursi roda, Juliet menatap sayu pada pemuda itu, dan Ibra pun mulai berjongkok di depan Juliet sembari memegang kedua tangan Juliet. Ada wajah bahagia terpancar dari seorang Ibra, pria itu langsung meminta Juliet untuk menikah dengannya.


"Tante Juli! Aku sangat mencintai Tante! Cynthia sudah menceritakan semuanya kepadaku tentang rencana Tante, dan Aku tidak perduli dengan semua itu, karena sekarang Aku terfokus pada bayi yang sedang berada dalam kandungan Tante, dia adalah anakku, iya kan Tante!" ucap pemuda itu sembari menatap bola mata Juliet yang coklat.


Juliet tersenyum dan menganggukkan kepalanya seraya berkata. "Maafkan Aku! Pada awalnya Aku memang memanfaatkan mu untuk melancarkan rencanaku, ternyata Aku salah, Kamu sudah membuat ku mulai sadar akan arti cinta yang sebenarnya, meskipun kamu sedikit konyol tapi aku suka itu, Iya bayi ini memang bayi Kamu, kamu adalah Ayahnya!" Juliet berkata sembari mengusap perutnya.


"Kalau begitu, tidak ada alasan lagi untuk Tante menolak cinta ku? Katakan Tante, Tante mau kan menjadi istriku? Jawab Tante?" rengek Pria itu dengan ekspresi yang penuh harap.


"Aku menerimamu!" sontak apa yang dikatakan oleh Juliet membuat Ibra begitu senang, Pria itu tampak menangis bahagia karena akhirnya Ia diterima oleh wanita yang dicintainya, Cinta tidak memandang umur, meskipun Ibra jauh lebih muda daripada Juliet, Namun Pria itu terlihat sangat melindungi Juliet. Ibra memeluk Juliet dengan bahagia.


"Terima kasih Tante! Aku berjanji akan selalu membahagiakan Tante!" ucapnya kepada wanita yang kini tengah mengandung anaknya itu. Rico dan Cynthia ikut tersenyum bahagia melihat Ibra dan Juliet akhirnya bisa bersatu.


"Bahagia sekali melihat mereka berdua akhirnya bisa bersama!" Cynthia tampak bersandar pada dada bidang sang suami. Rico mengecup kening istrinya sekilas.


"Dan akhirnya tidak ada yang bisa mengganggu kemesraan kita lagi, dan tentunya janji kamu pasti tetap Aku tagih!" jawab Rico sembari tersenyum nakal.


"Cynthia menatap wajah suaminya dan berkata. "Janji? Janji apa?" ucap Cynthia sembari memegang kepalanya karena lupa.

__ADS_1


"Baru saja tadi diomongin, sekarang udah lupa, sebenarnya yang tua itu kamu apa aku sih, dasar pikun!" Rico berkata sembari mencubit hidung istrinya.


"Hiii apa sih, emangnya Aku tadi janji apaan?" Cynthia tampak memutar bola matanya mengingat-ingat tentang apa yang sudah Ia katakan kepada suaminya itu.


Setelah sekian detik, akhirnya Cynthia berhasil mengingat apa yang tadi Ia katakan kepada suaminya itu. Sejenak Cynthia menatap wajah suaminya dan berkata. "Hehehe iya aku ingat, boleh di nego nggak sih gaya nya, jangan kodok kebalik dong, nggak suka!" ucapnya lirih.


Rico mengerutkan keningnya dan berkata. "Emang kamu mau gaya apa? Itu enak loh sayang!" jawabnya sembari meyakinkan istrinya agar mau mengikuti gaya nya.


"Iiihh kurang greget Sayang! Aku pinginnya gaya ular merayap, meliuk-liuk indah, hmm pasti enak banget tuh, Sayang! daripada kodok kebalik capek tahu ngangkang mulu!" ucapan Cynthia membuat Rico tertawa kecil dan akhirnya pria itu menyetujui permintaan istrinya.


"Oke ... kamu capek ngangkang ya! Gimana sama Aku yang terus menerus mompa tanpa berhenti, lebih capek mana coba?" balas Rico berbisik pada telinga Cynthia.


"Hehehe ... sama-sama capek sih, tapi kan sama-sama enak juga!" balas Cynthia sembari mencubit pinggang Rico.


"Aww kebiasaan nih cubit-cubit, ayo dong kita pulang sekarang, gara-gara ngomongin ular merayap, punyaku jadi pingin merayap beneran nih!" bisik Rico membuat Cynthia menyengir dan memijit pelipisnya.


"Heleh! Dasar Om Rico mesum!"


Rico tertawa kecil melihat ekspresi istrinya yang terlihat salah tingkah.


...BERSAMBUNG...


...😁😁😁😁...

__ADS_1


__ADS_2