
Cynthia pulang dengan perasaan berkecamuk, entahlah tiba-tiba saja perasaannya tidak enak, kenapa bisa suaminya tidak sadarkan diri, apa dia sakit? Atau apa? Cynthia masih bertanya-tanya, sementara itu Oma Nini terlihat menenangkan hati menantunya.
"Cynthia! Mama ngerti perasaanmu, tapi Mama yakin Rico pasti baik-baik saja, dia tidak mungkin mengkhianatimu, mungkin kebetulan ada Juliet di sana, sudahlah kita berfikiran positif saja," ucap Oma Nini sembari mengusap pundak menantunya.
"Mama nggak usah khawatir, sebentar lagi Daddy pasti pulang!" sambung Kiara mencoba menenangkan Cynthia.
"Iya ... " Cynthia mengangguk dan setelah itu Ia naik ke atas.
Sementara itu setelah Juliet berhasil mengambil gambar dirinya, Ia pun berpura-pura tidak tahu apa-apa, dan benar saja Rico mulai tersadar dan membuka kedua matanya. Pria itu bukan bingung bagaimana bisa dirinya berada di dalam mobil bersama mantan Istrinya.
"Juli, Kamu! Kenapa Aku bisa berada disini?" Rico terlihat memperhatikan sekitar.
"Ya ampun, Mas! Harusnya kamu berterima kasih sama Aku, Karena Aku mau nganterin kamu pulang, tahu nggak sih tadi kamu tuh nggak sadarkan diri, hah jatuh ngerti nggak?" Rico tidak percaya dengan ucapan Juliet, bagaimana bisa dirinya tidak sadarkan diri, Rico tidak merasa mengonsumsi makanan aneh-aneh, hanya minum soft drink dan setelah itu Ia merasa kepalanya terasa berat.
"Itu tidak mungkin, bagaimana bisa Aku tidak sadarkan diri, dan tiba-tiba saja Aku berada satu mobil denganmu, ini pasti ada yang aneh, atau jangan-jangan kamu sudah merencanakan semua ini?" Rico menatap wajah Juliet dengan tajam.
"Kamu Kok gitu sih, Mas! Nggak usah fitnah orang sembarangan deh, coba kamu pikir masa iya aku tega melihat kamu, meskipun kamu bukan suamiku lagi, tiba-tiba pingsan dan sekretaris kamu pulang karena anaknya sedang sakit, nggak ada yang nganter kamu dan Mr. Fransiskus juga udah pulang, terus apa kamu bisa pulang sendiri? Ya terpaksa Aku bawa kamu, eh bukannya terima kasih malah marah-marah nggak jelas." balas Juliet yang seolah-olah dirinya yang difitnah.
"Aku tetap tidak percaya padamu, pasti kamu sudah merencanakan sesuatu entah apa itu, dengar ya! Apapun rencanamu Kamu tidak akan pernah bisa memisahkan Aku dan Cynthia, Aku tahu betul kamu itu sangat licik!" Rico segera turun dari mobil Juliet dan dia lebih memilih pulang sendiri dengan taksi dan mengambil mobilnya yang masih berada di restoran itu.
*
*
*
Di dalam kamar, Cynthia tampak gelisah, Ia menunggu kedatangan suaminya sembari melihat ke arah jendela, sebagai seorang istri tentu saja fikirannya tidak tenang, apalagi setelah Ia tahu jika suaminya sedang berada dalam satu mobil bersama mantan Istrinya.
__ADS_1
"Apa mereka akan balikan? Hmm kenapa Aku cemburu begini, mungkin Mama benar, Juliet hanya mengantar pulang, tapi hati ini kok sakit banget ya!" ucapnya lirih.
Saat ini Cynthia sedang berdiri di atas balkon, sejenak Ia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah, rupanya itu adalah Rico yang sudah pulang. Cynthia tampak memandang wajah Rico nanar, ada rasa kecewa, takut, cemas jika saja Rico Kembali tergoda dengan mantan istrinya.
Rico mendongak ke atas, dilihatnya wajah sang istri yang tampak bersedih, Ia pun segera naik ke atas dan masuk ke dalam , kamar mereka. Namun, sebelum Rico masuk ke dalam kamarnya, sang Mama rupanya menahan Rico dan meminta Rico untuk menjelaskan tentang Kenapa dirinya bisa berada dalam mobil bersama Juliet.
"Rico, tunggu! Mama ingin bicara sama kamu!"
Rico berhenti dan membalikkan badannya, Ia melihat ekspresi wajah sang Mama yang terlihat serius.
"Mama! Mama belum tidur?"
Oma Nini menatap wajah sang anak dengan serius, kemudian Ia berkata. "Dari mana saja, Kamu?"
"Dari makan malam bersama klien lah, darimana lagi?" jawab nya.
"Bohong! Kamu tadi bersama Juliet, kan? Ngaku kamu?" desak Oma Nini yang membuat Rico benar-benar tidak terkejut bagaimana Sang Mama tahu jika dirinya baru saja bersama Juliet.
"Cynthia melihat mu berada dalam mobil Juliet, dan dia mencoba mengejar mobil Juliet tapi tidak bisa, katakan pada Mama! Kenapa kamu bisa berada di dalam mobil dia? Kalian janjian?" desak Ok Oma Nini.
Rico mengusap wajahnya kasar, ternyata sang istri sudah mengetahui kebersamaannya dengan Juliet, Ia benar-benar tidak habis pikir rencana apa lagi yang akan dilakukan oleh mantan istrinya itu.
"Sial! Ini semua pasti sudah direncanakan Juliet, dari awal aku sudah curiga saat dia datang di daulat untuk menjadi brand ambassador produk kosmetik itu. Dan ternyata dia benar-benar licik," umpatnya dengan kesal.
"Aku dan Juliet memang berada dalam satu mobil, tapi kami tidak melakukan apa-apa, Ma! Percayalah, Aku juga tidak tahu bagaimana bisa Aku berada dalam mobilnya begitu saja, Aku yakin ini pasti rencana Juliet untuk memisahkan kami, karena entah kenapa Aku merasa pusing yang tiba-tiba, dan tahu-tahu Aku sudah berada di dalam mobil itu bersamanya." ungkap Rico.
"Ya sudah kamu temui Istrimu, Mama takut jika istrimu menganggap hubunganmu dan Mommy-nya Kiara ada hubungan apa-apa, tadi saja ia begitu bersedih saat Kia bilang jika kamu sedang bersama Juliet.
__ADS_1
"Kia! Darimana Kia bisa tahu?" balas Rico penasaran.
"Kia menelepon Mommy-nya, dan Juliet bilang jika kamu memang sedang bersamanya," balas Oma Nini.
"Sekarang temui Istrimu! Mama lihat dia terlihat kecewa saat melihat dirimu berada di dalam mobil bersama Juliet."
Rico segera menganggukkan kepalanya, dan segera bergegas ke kamar untuk menemui sang istri. Tangan Rico memegang handle pintu dan membuka pintunya pelan. Perlahan ia melihat suasana kamar yang sepi, kemana Cynthia? Tentunya Cynthia masih berada di atas balkon, dan Rico yang sudah mengetahui keberadaan istrinya langsung bergegas menuju ke sana.
Terdengar tap sepatu seseorang yang sedang mendekati Cynthia, Rico berdiri di belakang istrinya, sementara Cynthia tampak masih terdiam dan menatap pemandangan malam yang begitu kelam terasa.
Rico mulai menyentuh pinggang Cynthia dan dengan mesra pria itu memeluk nya dari belakang. Cynthia yang mulai menyadari tangan sang suami yang melingkar pada pinggang nya, Ia tampak mencoba melepaskan diri dari dekapan Rico.
"Lepaskan, Aku! Aku mau tidur!" ucapnya sembari beranjak pergi. Namun, tangannya justru ditahan oleh Rico, Cynthia pun tidak bisa pergi begitu saja dari hadapan suaminya.
"Kamu marah?" tanya Rico yang tiba-tiba. Cynthia tetap terdiam tak berucap satu katapun. Rico pun tidak tinggal diam, Ia terus berusaha merayu Istrinya agar tidak marah lagi kepadanya.
"Katakan padaku? Apa kamu masih marah?" tanyanya sekali lagi. Cynthia yang sudah dipenuhi oleh rasa cemburu rupanya Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Cynthia memilih diam dan pergi menuju ranjang tidurnya. Rico mengambil nafas dalam-dalam, Ia tahu istrinya sedang cemburu.
Cynthia tampak duduk dengan membelakangi Rico, Ia menutup matanya rapat-rapat agar ia tidak melihat wajah suaminya.
Sedangkan Rico tampak duduk di bawah Cynthia sembari memegang kedua tangan Cynthia.
"Maafkan Aku! Apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu duga, Aku dan Juliet tidak sengaja bertemu di restoran, Aku pun tidak tahu bagaimana bisa dia menjadi model produk baru kami, dan setelah itu entah apa yang terjadi dengan ku, tiba-tiba saja kepalaku sangat pusing, Aku tidak sadar dan tahu-tahu Aku sudah berada di dalam mobil Juliet. Percayalah!" ucap Rico berharap Cynthia bisa mengerti.
"Aku tidak tahu, apakah itu kebetulan atau kesengajaan, tapi yang jelas Aku sakit banget saat lihat Kamu berada satu mobil bersama mantan istrimu, egois nggak sih Aku, Mas?" jawabnya sembari menundukkan wajahnya.
Rico mengangkat wajah Cynthia dan menatap nya dalam-dalam.
__ADS_1
"Kau bisa lihat dalam mataku, apakah ada kebohongan? Aku tidak akan pernah mengkhianati mu, hanya Kamu wanita satu-satunya dalam hatiku, jadi jangan pernah berpikir Aku akan mengkhianatimu, itu tidak akan mungkin, tidak akan pernah!" ucap pria itu sembari membelai lembut bibir Istrinya.
...BERSAMBUNG...