
Ibra melepaskan pelukannya sejenak dari Juliet, kemudian menghampiri Rico dan Cynthia.
"Om Rico! Terima kasih banyak atas dukungannya, dan kamu Cynthia, semoga bayi mu sehat dan selalu diberi kemudahan sampai lahiran nanti." rupanya ucapan Ibra membuat Oma Nini dan Kiara senang sekaligus terkejut.
"Apa? Menantuku hamil?" tanya Oma Nini yang terlihat begitu bahagia. Ibra mengiyakan pertanyaan Oma Nini.
"Iya Nyonya! Cynthia sedang hamil!"
Cynthia tampak malu sekaligus bahagia, kemudian Kiara menghampiri Cynthia dan memeluknya.
"Mama Cynthia beneran hamil? Kiara mau punya adik?" Kiara tampak berkaca-kaca.
Cynthia menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Kia yang selalu menginginkan Cynthia segera hamil.
"Iya benar, Sayang! Sebentar lagi Kia akan memiliki Adik!" ucap Cynthia sembari mengusap pipi Kiara. Rico menghampiri putrinya dan berkata. "Kia, tidak hanya punya satu Adik, tapi dua sekaligus. Mommy juga sedang hamil!"
Kia tersenyum dan menghampiri Mommy nya. "Kia bahagia banget, akhirnya Kia bisa mempunyai adik, bukan hanya satu tapi dua, makasih Mommy, Kia pasti menyayangi adik-adik Kia nanti!" ucap gadis itu sembari memeluk Juliet.
*
*
*
*
Akhirnya hari itu, semuanya terasa lega, hubungan Ibra dan Juliet pun semakin serius, mereka akan merencanakan pernikahan secepatnya, sementara Cynthia semakin hari semakin menikmati masa-masa kehamilannya, Ia terlihat semakin cantik dan semakin fresh, tidak seperti ibu hamil pada umumnya yang terlihat lemah, letih dan lesu. Cynthia semakin banyak makan dan dirinya tak pernah merasakan morning sickness seperti yang dialami oleh Ibu-ibu yang sedang hamil muda.
Hari itu ada yang berbeda, tidak biasanya Rico pulang lebih awal, jam dua siang pria tampan itu sudah berada di rumah, padahal hari itu Ia harus memimpin rapat, terpaksa Ia harus mewakilkannya kepada asisten nya. Rico terlihat lemas dan mual-mual.
__ADS_1
Cynthia yang baru saja bangun dari tidur siang, Ia beranjak pergi ke arah balkon kamarnya, mendadak dirinya sangat terkejut melihat mobil Rico yang terparkir di halaman rumah mereka.
"Loh kok udah pulang? Masih jam segini?" Cynthia melihat ke arah jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 2 siang. Ia lantas segera turun untuk memastikan suaminya berada di rumah.
Cynthia melihat di ruang tengah, Ibu mertuanya yang tampak sedang sibuk mengerok punggung putranya dengan koin. Sejenak Cynthia terdiam menyaksikan suaminya yang minta di kerokin sama Ibunya.
"Aduh kok bisa merah-merah semua ini punggung! Kamu tuh tidur nggak pernah pakai baju, ya?" tanya Oma Nini sembari mengerok punggung putranya dengan minyak angin, alhasil terlihat lukisan kerokan pada punggung Rico yang kekar.
"Nggak pernah Ma! Bugil Aku!" jawabnya spontan, Cynthia yang mendengar itu tampak menepuk jidatnya mendengar pengakuan polos Suaminya.
"Diiihh Kok ngaku sih, malu sama Mama!" gumam Cynthia.
"Kamu ini masuk angin! makanya Kalau tidur pakai selimut yang tebal, jangan telat makan!" nasihat sang Mama, Rico tampak manggut-manggut saja, karena Ia merasa kepalanya sangat berat dan pusing.
Tiba-tiba saja Kiara datang membawa mi goreng kesukaannya, biasanya Rico suka sekali makan mi goreng bersama sang putri. Namun, entah kenapa sekarang Rico merasa jijik jika melihat mi goreng yang biasa Ia makan.
"Hai Daddy! Tumben Daddy udah pulang?" tanya sang anak sembari membawa sepiring mi goreng kesukaannya. Tiba-tiba saja Rico merasa mual mencium aroma mi goreng itu.
"Eh ... eh kamu mau kemana Rico! Kerokannya belum selesai!" seru Oma Nini sambil melambaikan tangannya kepada Rico.
"Daddy kenapa tuh, Oma? Daddy sakit ya?" tanya Kiara yang heran melihat sikap Daddy-nya.
"Nggak tahu, tuh! Daddy mu aneh hari ini!" jawab sang Oma sembari menggelengkan kepalanya.
Sementara itu Cynthia mengikuti sang suami yang sedang muntah-muntah di dalam kamar, Cynthia membuka pintu kamar mandi itu dan alangkah terkejutnya Ia melihat suaminya bersandar pada dinding kamar mandi dengan keadaan lemas.
"Ya ampun, Sayang! Kasihan banget sih kamu!" Cynthia menghampiri suaminya dan mengusap keringat yang keluar dari wajahnya yang tampan.
"Kamu kenapa sih? Kamu sakit ya? Kita ke dokter yuk!" ajak Cynthia kepada Rico.
__ADS_1
"Enggak, Aku nggak apa-apa, akhir-akhir ini kepala ku pusing sekali, di kantor semakin pusing, terus lihat Kia bawa mi goreng tadi, perutku terasa mual banget, pingin muntah mulu." jawabnya dengan nafas terengah-engah.
"Kita ke kamar, yuk! Kamu istirahat saja, sepertinya kamu sakit deh!" ucap Cynthia sembari merangkul suaminya untuk dibawa ke kamar mereka.
Kia dan Oma Nini melihat Rico yang begitu manja kepada Cynthia. Kepala Rico tampak menyender pada pundak Cynthia, Kia dan Oma tampak tertawa kecil melihat tingkah Daddy-nya yang konyol.
"Daddy lucu, masa badan segedhe itu kepalanya nyender sih sama pundak Mama, mana merah semua. Dasar Daddy!" ucapan Kia yang tidak sengaja terdengar di telinga Daddy-nya, membuat Rico berkata kepada putrinya.
"Ini semua gara-gara kamu nih, Kia! Kamu minta dibikinin Adek, Daddy jadi menderita kayak gini, dulu saat Mommy-mu hamil kamu, Daddy nggak gini-gini amat, giliran Mama Cynthia yang hamil, kenapa Daddy yang ngerasain kayak orang hamil, peluk Aku dong sayang, Aku butuh senderan nih!" ucapnya dengan manja kepada Cynthia yang terlihat tertawa kecil mendengar ucapan manja suaminya.
"Iya iya sini Aku peluk! Kia, Mama, Cynthia ke kamar dulu, mau mau boboin bayi yang besar ini dulu!" ucap Cynthia kepada keduanya. Oma Nini dan Kiara terlihat tertawa cekikikan melihat Rico yang bergelayut manja pada lengan Cynthia.
Sesampainya di dalam kamar, Cynthia merebahkan tubuh kekar suaminya, pria itu tidak melepaskan begitu saja tangan sang istri.
"Eh ... kamu mau kemana?" Rico menahan lengan istrinya dan menarik Cynthia hingga terjatuh di atas tubuhnya.
"Aku mau ambilin kamu baju, biar nggak masuk angin lagi, tuh kan pada merah-merah punggungnya, kamu juga sih nggak mau pake baju pas tidur, jadi masuk angin, kan!" ucap Cynthia sembari mengelus dada sang suami.
"Mana bisa Aku pakai baju saat tidur, toh sudah pelukanmu sebagai selimutku, yang selalu menghangatkan tubuhku setiap malam, bahkan lebih hangat daripada selimut paling tebal sekalipun." rayuan maut Rico pun mulai keluar. Pria itu tampak menyunggingkan senyumnya.
"Gombal! Dari dulu Om Rico memang paling jago ngegombal," ucap Cynthia sembari berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.
"Lepaskan dong, Sayang!" rengek Cynthia saat tubuhnya berada di atas sang suami.
"Kamu kenapa sih, Aku kan lagi pingin peluk Istri ku!" sahut Rico yang terus mendekap tubuh Cynthia.
"Iya ... tapi ada sesuatu yang mulai nggak nyaman deh!" ucap Cynthia sembari merasakan sesuatu yang mengeras pada perutnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...Hei apa itu ya? 🤔...