
Setelah Kiara memakai baju, Ia pun kembali ke kamarnya, dengan sedikit mengendap-endap, takutnya Dio atau Kaila melihat dirinya keluar dari kamar Daniel. Kiara menoleh ke kanan dan ke kiri, berharap tidak ada orang disekitar kamar Daniel.
"Ah ... aman! Aku harus cepat-cepat pergi dari sini, sebelum Kaila dan Dio tahu. Kiara pun segera pergi ke kamarnya semula, dimana adiknya sudah menunggu kedatangan dirinya sedari tadi.
Sesampainya di depan pintu kamar, Kiara tampak merapikan rambutnya yang masih basah, setelah itu Ia pun mulai membuka pintu dan melihat sekeliling kamar, Ia tidak melihat Kaila di sana. Namun, dirinya mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
"Hmm Kaila pasti sedang mandi!" ucapnya sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur, Kiara tampak senyum-senyum sendiri, mengingat bagaimana dirinya saat semalaman bersama Daniel. Bagaimana sentuhannya, belaiannya, ciumannya, semua yang dilakukan oleh Daniel benar-benar membekas dalam ingatannya.
Tak berselang lama Kaila keluar dari kamar mandi dan Ia melihat Kiara yang sedang berbaring dengan senyum-senyum sendiri.
"Kakak! Kakak dari mana saja? Dari tadi Kaila nyariin Kakak, tapi Kakak nggak ada?" Kaila terlihat menghampiri Kiara dan memeluknya. Kiara pun membalas pelukan sang adik dan meminta maaf kepadanya.
"Maafin Kakak, ya! Kakak tadi sedang keluar sebentar!" ungkap Kiara.
"Kakak dari joging, ya? Tapi ... kok Kakak pakai baju itu, terus rambut Kakak kok basah, emang habis joging ampe kayak gitu, ya!" Kaila berkata sembari memperhatikan Kiara yang sedang memakai sebuah dress tanpa lengan dan tentu saja rambutnya terlihat basah, karena baru saja ia mandi dari kamar Daniel.
"Eh ... emm ... Iya! Tadi, baju Kakak ... baju Kakak ...!" belum selesai menyelesaikan kata-katanya, Kaila tiba-tiba saja menyela pembicaraan, "Baju Kakak dipinjam sana Om Daniel, ya!" rupanya ucapan sang adik membuat Kiara begitu terkejut.
"Hah ... dipinjam Om Daniel?" Kiara membulatkan matanya saat mendengar ucapan dari sang adik.
"Iya, Kak! Tadi Aku lihat sendiri Om Daniel memakai baju Kakak. Lucu banget tahu nggak sih, Kak! Masa ya, badan gede, kaki berbulu pakai bajunya Kakak, gokil banget Om Daniel itu." ungkap Kaila sembari tertawa mengingat saat Daniel membuka pintu dengan memakai baju milik Kiara.
Sontak apa yang dikatakan oleh Kaila membuat Kiara tertawa kecil, ternyata bukan hanya dirinya sendiri yang tertawa, Kaila pun ikut tertawa.
"Ya sudah! Sekarang Kakak sudah ada di sini, Kakak nggak akan ninggalin kamu lagi. Maafin Kakak ya!" ucapnya kepada Kaila yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi.
*
*
*
Tak berselang lama pelayan datang dan memberitahukan kepada Kiara dan Kaila untuk segera turun, karena Daniel meminta mereka untuk sarapan pagi bersama.
__ADS_1
"Maaf Non Kiara, Tuan Daniel menyuruh Nona Kiara dan Nona Kaila untuk segera turun, Tuan Daniel mengajak Non Kia untuk sarapan bersama." seru sang pelayan yang dijawab anggukan kepala oleh Kiara.
"Iya, terima kasih! Sebentar lagi Kami akan segera turun." ucapnya kepada sang pelayan. Setelah itu Kiara dan Kaila bersiap untuk turun dari kamarnya, Kaila pun memakai baju seragamnya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah bersama Dio.
Setelah beberapa saat, Kiara dan Kaila turun dari kamarnya, sementara itu Daniel dan Dio sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Daniel tampak memperhatikan wajah Kiara dengan tatapan kemesraan, membuat Kiara benar-benar sangat malu dan salah tingkah.
"Aduuhh, beneran nih orang bikin salting aja, mana cakep banget pagi ini, duuhh nggak nahan pingin tak peluk aja!" batin Kiara sembari berjalan menuju meja makan dengan mata yang tak bisa lepas dari memandang pria tampan itu.
"Selamat pagi, Mama Kiara!" Dio tampak menyapa Kia dengan senyum bahagia.
"Selamat pagi, Dio!" jawabnya sembari mencium kening putra Daniel itu. Rupanya apa yang dilakukan oleh Kiara mendapatkan protes dari Daniel yang sedari tadi memperhatikan Kiara dan putranya.
"Hmm ... masa cuma anaknya saja yang dicium, apa Papanya juga nggak dicium!" ucap Daniel dengan senyum smirknya. Rupanya pernyataan Daniel sejenak membuat Dio berkata, "Ah Papa, nggak usah ngomong kayak gitu, manja banget sih, Papa tuh udah gede, nggak butuh kiss kiss segala, tuh tembok, banyak yang nganggur!" tiba-tiba saja terdengar suara tertawa kecil dari mulut Kiara dan Kaila.
"Dasar anak semprul! Masa Papa harus nyium tembok, Awas saja nggak tak kasih Ujang jajan kamu!" ancam Daniel kepada putranya.
"Ya ... jangan gitu dong, Pa! Iya deh Dio minta maaf, tapi uang jajan tetap dikasih ya, Pa!" rengek Dio merayu sang Papa yang terlanjur marah.
"Ya ... Papa nggak asik, Dio nggak bisa jajan dong hari ini!" mendengar Dio mengeluh tidak mendapatkan uang jajan dari sang Papa, Kiara terlihat kasihan melihat Dio.
"Aduh Om! Kasih aja Dio uang jajannya, Om!" ucap Kiara mencoba merayu agar Daniel tidak menghukum Dio.
"Ogah! Biarkan saja. Sembarangan ngomong gitu, biar saja nggak bisa jajan, bisa apa dia tanpa uang jajan dari Papa nya." ucap Daniel dengan wajah kesalnya." tiba-tiba saja Kiara berdiri dan menghampiri Daniel yang sedang duduk di kursinya.
Daniel melihat Kiara yang sedang menghampirinya dan Ia pun tiba-tiba mencium kening Daniel dengan lembut sembari berkata, "Udah kasih saja Dio uang jajannya, jangan bikin Aku tidak mood."
"Hmm ... kamu manis sekali, Baby! Sayang ada anak-anak, jika mereka tidak ada di sini, sudah ku llumat habis itu bibir!" balas nya dengan suara berbisik. Setelah mendengarkan ucapan Daniel, Kiara segera beranjak dan berkata kepada Dio.
"Dio! Kata Papa, kamu tetap mendapat uang jajan, kok! Benar kan, Om?"
"Tentu saja! Dio, Papa sudah memaafkan mu." ucap Daniel yang kini berseri-seri setelah mendapatkan ciuman dari Kiara.
Setelah itu Kiara kembali duduk di kursi nya, dan akhirnya mereka pun melanjutkan sarapan pagi bersama. Di saat mereka sedang menikmati sarapan pagi itu, tiba-tiba saja terdengar dering suara ponsel Kiara. Ia pun segera mengangkat ponselnya.
__ADS_1
"Om Ibra!"
"Iya Om!"
Kia tampak mendengarkan suara Ibra di dalam Ponselnya, sejenak Ia memperhatikan Daniel yang sedang menatapnya serius.
"Gitu ya, Om! Hmm ya sudah, nanti biar Saya bilang sama Kaila, jika Om pulang seminggu lagi!"
Ada kebahagiaan terpancar dari wajah seorang Daniel, dirinya pun bisa berlama-lama dengan istrinya sebelum Ibra pulang ke rumah. Kia pun menutup telepon dari Ibra.
"Siapa? Ibra, ya?" tanya Daniel.
"Iya! Katanya Om Ibra akan pulang seminggu lagi."
"Hmm itu artinya kalian berdua tinggal lebih lama saja di sini, sampai Ibra kembali pulang. Om khawatir jika kalian berdua saja di rumah, apalagi kalian berdua masih gadis-gadis. Tentunya pasti ada saja orang jahat yang mengintai kalian berdua, kalau disini kalian pasti aman, tidak akan ada yang menggangu kalian, Aku pastikan kalian berdua aman di rumah ini." ucapnya sembari tersenyum smirk melihat ekspresi wajah Kia.
"Ya elah! Kalau di rumah ini yang tidak aman itu aku, hmm nggak bisa dibayangin nih! Apalagi seminggu, Oh God!" batin Kiara sembari menghela nafasnya sementara Kaila dan Dio terlihat bahagia.
"Yeee ... Mama Kiara tinggal di rumah Dio lagi, makasih ya Pa, Papa memang baik banget. Papa memang cakep deh!" kata Dio kegirangan.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
*
Yuk mampir dulu ke karya punya kak Tika Permata yang berjudul LELAKIKU ... cuss kepoin yuk 😊🏃🏃
__ADS_1