MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Video call 2


__ADS_3

Cynthia langsung menutupkan selimut pada seluruh tubuhnya, hingga yang terlihat cuma kepalanya saja yang menyembul keluar.


"Mama Cynthia kenapa pakai selimut?" tanya Kiara saat melihat Cynthia yang mengenakan selimut pada tubuhnya.


"Hehehe ... nggak apa-apa, Kia! Mama cuma kedinginan. Jadi, Mama harus pakai ini, begitu!" jawab Cynthia dengan cengar-cengir.


"Oohh gitu ... eh bentar ya Ma, Kia mau pipis dulu, ngomong dulu sama Daddy, tapi jangan di putus ya, Ma! Kiara cuma sebentar kok! Tunggu, ya!"


Kiara memberikan ponselnya kepada Rico yang sedang menenangkan dirinya. Rico terlihat sangat terkejut saat Kia menepuk pundak nya.


"Daddy! Kia mau pipis. Tolong Daddy pegang ponsel Kia, nanti Kia balik lagi, cuma sebentar kok jangan di putus!" ucap gadis itu sembari memberikan ponselnya kepada Rico.


"Loh Kia! Ini gimana?" Rico tampak bingung apa yang harus Ia katakan kepada Cynthia.


"Udah Daddy! Ngomong aja, Kia cuma sebentar, kebelet nih!"


Gadis itu segera berlari masuk ke dalam kamar nya, sementara Rico di buat gemetaran saat berhadapan dengan gadis yang sudah membuat macan nya terbangun. Perlahan Rico menghadapi ponsel itu kepada wajahnya. Alhasil Rico dan Cynthia pun bertatap muka kembali.


"Om Rico!"


"Hai Cynthia!"


Rico tampak malu-malu ketika berbicara kepada Cynthia, begitu pun dengan Cynthia, Dirinya juga begitu malu, apalagi saat Rico tak sengaja melihat dirinya yang sedang memakai pakaian seksi.


"Ka-kamu belum tidur?" tanya Rico basa-basi.


"Nggak bisa tidur, Om!" jawabnya sembari tersenyum malu-malu.


"Sama dong! Aku juga nggak bisa tidur, kepikiran kamu terus!" balas duda itu dengan senyum nya yang menggoda.

__ADS_1


"Gombal!" spontan Cynthia berucap itu kepada Rico yang kini memposisikan dirinya duduk di sebuah kursi. Rico rupanya mulai tertarik menggoda Cynthia, awalnya Rico hanya menjaga ponsel putrinya, kini Ia merasa nyaman ngobrol-ngobrol dengan putri Benny tersebut.


"Gombal gimana, beneran! Aku nggak bohong. Ngomong-ngomong kamu kenapa pakai selimut?" Rico tampak mengerutkan keningnya saat melihat Cynthia yang sedang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Hmmm ... di sini udaranya dingin, Om! Saya takut nanti masuk angin hehehe!" jawabnya dengan senyum yang tertahan.


"Masuk angin? Apa kamu butuh pelukan?" rupanya ucapan Rico membuat Cynthia membaik alisnya.


"Pelukan! Maksud Om, apa?"


Rico tertawa kecil dan berkata, "Enggak ... nggak apa-apa, Aku cuma bercanda. Kali aja kamu butuh pelukan beneran, Aku siap kok!" jawabnya dengan mengulum senyumnya. Sementara itu Kiara yang selesai dari kamar mandi, Ia melihat Sang Daddy yang tengah asyik mengobrol dengan Cynthia, gadis itu menghentikan langkahnya dan Ia pun berbalik ke kamarnya.


"Daddy! Rupanya sedang ngobrol-ngobrol sama Mama Cynthia, ah biarin aja. Biar mereka semakin akrab. Dengan begitu Aku harap Daddy dan Mama Cynthia cepat-cepat nikah. Udah nggak sabar pingin punya Adek." gumam gadis kecil itu sembari tersenyum senang, dan Kiara pun kembali ke kamar nya dan tidur. Dia membiarkan Daddy dan Cynthia terus mengobrol lewat video.


Cynthia rupanya terlihat bersemu merah, wajahnya tampak malu sekali, Ia pun tak kalah ingin juga menggoda duda itu.


"Hmm ... emang Om Rico bisa memberikan Saya kehangatan? Cynthia nggak yakin!" goda Cynthia sembari tertawa. Rico pun ikut tertawa, suasana malam itu pun tampak seru dengan obrolan mereka berdua.


"Ya ampun! Om Rico ada-ada aja deh, Om Rico lucu juga ya! Pinter bercanda nya!" ucap Cynthia sembari menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba saja Cynthia terdiam kala Rico mengucapkan sesuatu kepada gadis itu.


"Aku tidak bercanda, Cynthia! Aku serius. Kalau kamu mau, sekarang juga kita menikah, karena Aku sudah terlanjur melihat sesuatu yang berharga dari dirimu, daripada Aku semakin pusing karena terngiang-ngiang di kepala, lebih baik kita ...." Rico tidak melanjutkan kata-katanya karena Cynthia memotong pembicaraan Rico.


"Wait wait Om! Om nggak serius, kan? Maaf tadi Cynthia nggak tahu jika Om ada di belakang Kiara, Cynthia belum siap untuk memakai baju. Jadi, ya gitu deh!" ucap Cynthia sembari tersenyum paksa.


"Enggak apa-apa. Tapi, Aku lebih suka kamu seperti itu. Sangat seksi!" ucap Rico diselingi tawa renyahnya.


"Heleh ... mesum juga nih Om-Om!" gumam Cynthia sembari memutar bola matanya.


Sejenak Cynthia teringat Kiara yang tadi pamit ke kamar mandi. Tapi, rupanya gadis itu belum nongol juga.

__ADS_1


"Oh ya, Om! Kiara mana, ya? Kok jadi kita sih yang malah ngobrol, Kiara nya nggak ada!" tanya nya pada Rico yang juga baru ngeh jika putrinya belum juga datang.


"Eh iya! Kemana Kiara! Sebentar Aku lihat dulu di kamar nya."


Rico beranjak menuju ke kamar Kiara, Ia membuka pintu kamar Kiara. Rico tampak menghela nafasnya saat melihat Kiara yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidurnya.


"Astaga! Kiara! Kamu sengaja, ya! Membuat kami ngobrol terus. Hmm dasar anak bandel!" gumam Rico menggelengkan kepalanya. Kemudian Ia lanjutkan obrolannya dengan Cynthia.


Rupanya Cynthia juga masih betah berlama-lama ngobrol dengan duda tampan itu.


"Kiara sudah tidur! Rupanya Kia sengaja membuat kita agar bisa ngobrol lama, hhh dasar anak itu." ucap Rico dengan menggelengkan kepalanya.


"Tapi Om senang, kan?" tiba-tiba saja Cynthia berkata itu kepada Rico. Membuat sang Duda menatap wajah Cynthia dalam-dalam.


"Jangan bertanya kepada ku, Kamu juga senang, bukan?" ucapan Rico membuat Cynthia terdiam dan malu-malu. Karena malam yang semakin larut, akhirnya Cynthia menyudahi video call bersama Rico.


"Udah dulu ya, Om! Cynthia mau bobo. Udah hampir satu jam kita ngobrol. Om juga bobo, gih! Biar nggak telat. Makasih udah temani Cynthia begadang." pamit Cynthia sebelum dirinya menutup ponselnya.


"Sama-sama, Cantik! Aku juga berterima kasih kamu mau ngobrol dengan pria nggak laku seperti Aku ini, besok-besok kamu tidak akan pernah begadang lagi, karena Aku yang akan menemani mu bobo." balas Rico sembari tertawa kecil membuat Cynthia benar-benar dibuat malu-malu meong.


"Nih duda dari tadi bikin salting aja deh." gumamnya.


"Udah ya, Om! Bye! Selamat malam!" ucapan terakhir sebelum Cynthia mematikan layar ponselnya.


"Selamat malam, Cynthia! Semoga kamu mimpi indah, dan semoga Aku bisa hadir dalam mimpimu, meskipun hanya dalam mimpi, Aku berharap bisa bertemu denganmu!"


"Pett."


Layar ponsel itu pun berubah menjadi hitam. Cynthia tampak memeluk ponsel miliknya, ada senyum bahagia terukir pada wajah cantiknya. Ah sungguh Rico sudah merubah dunia Cynthia.

__ADS_1


"Udah nggak sabar, ingin cepat-cepat melamar Om Rico besok lusa." ucapnya sembari membayangkan bagaimana reaksi Rico saat dirinya mengabdikan diri sebagai calon istri nya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2