
Keesokan harinya, persiapan untuk acara ulang tahun Cynthia pun hampir rampung, Benny memilih sebuah Cafe untuk perayaan ulang tahun Putrinya yang ke 23. Semua teman-teman Cynthia diundang tanpa kecuali, termasuk Kimmy yang akan menyaksikan bagaimana Cynthia melamar Om-nya itu.
Sementara di tempat lain, Juliet sengaja datang ke kantor Rico, wanita itu ingin mengatakan jika Cynthia hanyalah melakukan pertaruhan dengan teman-temannya untuk mendapatkan mantan suaminya itu. Juliet melakukan itu untuk membuat Rico agar tidak menerima lamaran Cynthia.
"Di mana Rico? Aku ingin bertemu dengan nya?" Juliet tampak memaksa kepada sekretaris Rico.
"Maaf Nyonya, Pak Rico sedang ada rapat penting, apa ada pesan? Nanti akan Saya sampai kan?" ucap sang Sekretaris.
"Masih lama kah Dia rapat?"
"Pak Rico masih satu jam berada di dalam ruang rapat, mungkin sebentar lagi Beliau akan keluar, tapi saya tidak bisa pastikan jika Pak Rico mau bertemu dengan seseorang, karena hari ini Pak Rico sedang ada janji dengan putrinya." ucap sekretaris itu.
Juliet mengerutkan keningnya, Ia memutuskan untuk menunggu Rico di dalam ruangan nya. Namun, Sang sekretaris memperingati kan kepada Juliet jika tak seorang pun boleh masuk ke dalam ruangan bos nya.
"Maaf, Nyonya! Anda di larang masuk! Pak Rico memerintahkan saya untuk melarang siapapun masuk ke dalam ruangan nya." titah sekretaris Rico. Namun Juliet tidak menghiraukan ucapan sekretaris Rico tersebut. Justru Ia berbicara dengan nada sinis kepada Sekretaris Rico. "Siapa kamu berani-beraninya melarang Aku untuk menemui Ayah dari putriku, tidak ada yang bisa melarang ku untuk masuk ke dalam ruangan itu. Faham!"
Juliet memaksa masuk ke dalam ruangan Rico, sementara Sekretaris Rico tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun segera menghubungi Bos nya yang masih berada di ruangan rapat.
Dalam ruangan rapat, Rico sudah menyelesaikan rapat penting hari ini, setelah itu Ia memutuskan untuk mengajak putrinya jalan-jalan untuk membeli kado ulang tahun Cynthia besok malam.
__ADS_1
Rico melihat ke layar ponselnya, sang sekretaris tengah menghubunginya.
"Halo!"
"Maaf, Pak! Ada Nyonya Juliet ingin bertemu di ruangan Anda!"
"Apa! Juliet ada di ruangan ku? Bagaimana bisa? Aku sudah menyuruh mu untuk melarang siapapun masuk ke dalam ruangan ku!"
"Iya Pak! Saya mohon maaf! Tadi Nyonya Juliet memaksa terus, Saya sudah bilang jika Pak Rico sedang rapat. Nyonya Juliet tetap memaksa untuk menunggu kedatangan Anda."
Rico menghela nafasnya, Rico tak mengerti bagaimana bisa mantan istri nya itu tiba-tiba datang ke kantornya, sementara dirinya sudah mulai melupakan wanita yang sudah memberinya satu anak tersebut. Dengan terpaksa Rico harus menemui mantan istri nya.
Rico mulai masuk ke dalam ruangan nya, perlahan Ia melihat seorang wanita yang sedang berdiri di depan jendela kantor miliknya. wanita yang hampir setengah tahun ini tidak Ia temui.
"Untuk apa lagi kamu datang ke sini?" suara Rico yang membuat Juliet membalikkan badannya. Wanita itu tampak tersenyum kepada mantan suaminya itu.
"Mas Rico! Apa kabar kamu, Mas? Kamu terlihat berbeda sekarang!" ucap Juliet sembari berjalan menghampiri Rico yang berdiri di depan nya.
"Mau apa lagi, Kamu?" tanya Rico dingin.
__ADS_1
"Ya ampun, Mas! Kamu sekarang kok judes gitu sih, Aku datang ke sini karena Aku kangen kalian berdua. Kamu dan Kiara!" Juliet berkata dengan melingkarkan tangannya pada leher Rico. Tentu saja adegan itu tersorot kamera tersembunyi yang diletakkan Juliet pada tas miliknya yang Ia letakkan di atas meja, Dimana letak kamera itu menyorot pada mereka berdua.
"Lepaskan tanganmu!" titah Rico serius. Juliet pun mulai mengeluarkan jurus rayuan mautnya, wanita itu tampak pura-pura menangis karena ucapan Rico yang membuat nya tersinggung.
"Kamu tega sekali, Mas! Aku hanya ingin mengobati rasa rinduku kepada kalian berdua, tapi inikah caramu menyambut kedatangan ku, Aku tahu jika Aku salah, tapi Aku juga masih punya perasaan, Mas!" ucapnya sembari sesenggukan seolah-olah dirinya paling menderita. Rico tersenyum dan berkata. "Perasaan? Kamu membicarakan tentang perasaan? Sudahlah! Aku tidak punya waktu lama-lama untuk berbicara dengan mu, sebaik nya kamu pergi dari sini, sebelum Aku panggilkan security untuk mengusir mu, cepat pergi!" titah Rico yang benar-benar tidak ingin berbicara dengan mantan istrinya itu, Rico sudah tidak mau tahu bagaimana dan apa yang sudah terjadi pada Juliet.
Hingga akhirnya, Juliet mengungkapkan sesuatu yang membuat Rico membalikkan badannya.
"Jadi, Kamu sudah melupakan aku demi gadis yang bernama Cynthia itu, ya! Hmm Aku tidak mengira jika seorang Rico Arven sangat mudah di bodohi oleh seorang gadis yang hanya berpura-pura mencintai seseorang demi pertaruhan dengan teman-temannya." ucap Juliet dengan tersenyum sinis.
"Apa maksud ucapan mu? Jangan bicara sembarangan Kamu! Cynthia gadis baik-baik."
ucap duda itu membela Cynthia.
"Oh ya! Yakin sekali kamu, Mas! Kamu belum tahu saja jika gadis itu sudah memanfaatkan mu, ngerti nggak kamu!" Juliet terus meyakinkan Rico dan menghasutnya untuk percaya kepada-nya.
"Memanfaatkan ku!" gumam sang duda sembari mengerutkan keningnya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1