MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Request cucu banyak


__ADS_3

Waktu pun berlalu, hari pernikahan yang dinantikan oleh Papi Cynthia, akhirnya terjadi juga. Hari yang paling membahagiakan bagi Benny dan Vivi, mereka berdua melaksanakan akad nikah di kediaman mempelai wanita, tentu saja Cynthia dan juga Rico menghadiri pernikahan Benny tersebut.


Cynthia ikut bahagia melihat sang Papi bahagia dengan wanita pilihannya, Vivi adalah janda beranak satu, Ia bercerai mati dengan suaminya sepuluh tahun yang lalu. Sama-sama memiliki pengalaman ditinggal mati, membuat dua orang itu memiliki kesamaan. Hari itu Benny terlihat rapi dengan memakai jas berwarna putih, hari ini Ia akan benar-benar melepaskan masa dudanya yang sudah sangat membuatnya bosan. Apalagi menunggu persetujuan dari putri kandungnya.


Cynthia hadir memberikan selamat untuk sang Papi dan Mami barunya, sembari


menggendong Baby Al, "Selamat untuk Papi ku Sayang! Semoga Papi selalu bahagia, maafkan Cynthia, Pi! Selama ini Cynthia tidak mengerti kebutuhan Papi, Cynthia terlalu egois, Papi membutuhkan kasih sayang dari seorang istri, Papi begitu sabar merawat Cynthia, Papi sudah sangat berjasa dalam hidup Cynthia, Papi adalah Mami juga bagi Cynthia, meskipun Cynthia tidak pernah bisa bertemu dengan Almarhumah Mami, tapi Cynthia merasa kehadiran Papi adalah sama seperti kehadiran Mami, semoga Mami juga setuju dengan apa yang Cynthia inginkan, melihat Papi bahagia, Cynthia sayang Papi!"


"Terima kasih, Nak! Papi juga bahagia melihatmu sekarang, akhirnya kamu bisa menemukan kebahagiaanmu bersama Rico, semoga pernikahan kalian berdua langgeng dan tentu saja kamu bisa memberikan Papi cucu yang banyak," ucapan Benny rupanya tanpa sengaja terdengar di telinga Rico. Pria itu mendekati Benny dan berkata, "Ayah mertua! Kamu ingin berapa cucu dari Cynthia? dua, tiga, empat atau lima, katakan saja, Aku pasti mengabulkan, bukan begitu, Sayang!" Rico menatap nakal kepada Cynthia.


Benny tertawa kecil mendengar ucapan sang sahabat, sementara Cynthia terlihat memutar bola matanya sambil memegang tangan Baby Al yang tampak sedang mengoceh. Tentu saja kehadiran bayi Rico dan Cynthia itu menyita perhatian tamu undangan, tubuh gemoy bayi yang kini sudah berusia 9 bulan itu terlihat begitu menggemaskan.


Tentu saja Baby Al menggoda sang Kakek yang baru saja melangsungkan pernikahan untuk menggendongnya. Benny rupanya ingin sekali menggendong cucu pertamanya itu. Ia mengambil Baby Al dari gendongan Cynthia dan menggendongnya dengan kasih sayang.


Baby Al tampak senang berada di tengah-tengah kebahagiaan Kakek dan nenek barunya, sementara itu Rico yang melihat sang istri yang kini sedang berdiri di sampingnya tampak memandangi wajah Cynthia dengan penuh kemesraan. Perlahan Rico mendekati istrinya dan berbisik di telinga Cynthia dengan lembut.


"Kamu cantik sekali hari ini!" mendengar hal itu Cynthia tersenyum dan berkata, "Hmm ngegombal gini pasti ada maunya iya, kan?" jawabnya sembari tersenyum. Rico tampak senyum-senyum sendiri karena nyatanya memang dirinya menginginkan sesuatu dari istrinya.


"Hehehe tahu aja kamu kalau Aku lagi pingin!" jawabnya sembari meraba pantat Cynthia dan merremasnya lembut. Cynthia yang merasa tidak nyaman, takut dilihat oleh banyak orang, Ia pun berkata kepada sang suami, "Ya ampun Om Rico! Di sini masih banyak orang! Di rumah kan, bisa. Lepaskan!"


"Janji dulu!"

__ADS_1


"Apa?"


"Malam ini kita tanding, yuk!" bisiknya nakal.


"Tanding? Emang main bola?" Cynthia terlihat menatap wajah sang suami sembari mengerutkan keningnya. Rico terkekeh dan berkata, "Kamu dengar sendiri, Papi kamu tadi bilang apa? Dia request cucu yang banyak dari kamu, lah kalau begitu kita gas kan saja, Baby Al sepertinya butuh adik biar nggak kesepian, lebih cepat lebih baik, pasti deh Kiara sama Mama juga senang!" ucapnya sembari menggerakkan alisnya naik turun.


"Hmm gitu ya! Tapi sebelumnya, Aku punya kejutan sama kamu!" Cynthia tampak malu-malu mengatakan sesuatu yang akan Ia katakan kepada suaminya. Rico mengerutkan keningnya dan menatap wajah istrinya.


"Kejutan? Kejutan apa?" tanyanya dengan penasaran.


Cynthia meraih tangan Rico dan meletakkannya pada perutnya, dengan tersenyum Cynthia berkata kepada suaminya. "Apa kamu bisa merasakan kehadirannya?" ucapan Cynthia perlahan membuat Rico mengerti apa yang dimaksud oleh Cynthia.


Ekspresi Rico berubah menjadi sumringah, tatkala Ia mulai mengerti maksud sang istri.


"Terima kasih, Sayang! Aku bahagia sekali, ternyata tidak sia-sia Aku bangun malam-malam untuk menggodamu, ternyata kini ada adiknya Baby Al yang akan menambah kebahagiaan Kita."


"Apa? Tidak sia-sia? Iya ... Om Rico memang senang sekali menggoda Mommy nya Baby Al, nggak bisa lihat Mommy nya tidur sedikit saja!" sindir Cynthia kepada suaminya. Rico pun tak mau kalah menyahuti ucapan istrinya.


"Ya pasti dong, Aku nggak akan membiarkan sia-sia sesuatu yang sudah menggodaku untuk datang segera, makanya kalau mau bobo pasang dulu itunya, ya jangan salahkan Aku kalau setiap malam ingin masuk terus!" bisiknya pada telinga Cynthia.


"Nggak enak pake itu, gerah!" jawabnya spontan diiringi tawa kecil nya. Rico pu ikut tertawa kecil mendengar penuturan istrinya.

__ADS_1


Keduanya terlihat bahagia dengan berita kehamilan kedua Cynthia. Setelah puas menggendong Baby Al. Benny pun memberikan Baby Al kepada Rico dan Cynthia. Namun, rupanya sang anak tidak mau turun dari gendongan sang Kakek, Baby Al terlihat memeluk Benny dengan erat.


"Wah wah! Rupanya Baby Al nggak mau ditinggal Kakeknya belah duren!" ucap Rico menggoda Benny. Cynthia dan Vivi tampak tersenyum malu, karena hari sudah malam, Rico dan Cynthia akhirnya pamit pulang kepada Benny dan Vivi. Tapi, tidak dengan Baby Al yang masih nemplok kayak cicak pada Sang Kakek.


"Hai, Sayang! Ayo kita pulang! Biarkan Opa sama Oma berdua dulu, kalau kamu nemplok di situ terus, nanti Mommy nggak bakal di bikinin Adek sama Oma dan Opa!" celetuk Cynthia sembari mengajak sang anak.


Baby Al menoleh mendengar suara sang Ibu, dan Ia pun tersenyum sembari ngoceh-ngoceh khas bahasa bayi, hingga tak sadar tangan Baby Al tiba-tiba saja menggenggam wig yang dipakai oleh Benny, Benny yang notabene nya memiliki rambut botak, hari itu Ia memasang rambut palsu agar penampilannya terlihat sempurna di hadapan sang Istri baru.


Saat Cynthia mengambil Baby Al dari gendongan Benny, tanpa sengaja rambut palsu Benny juga ikut tertarik tangan bayi lucu itu, alhasil kepala botak Benny pun terlihat dengan jelas.


"Eh ... eh ... ya ampun, Sayang! Itu rambut Opa ngapain kamu bawa?" Cynthia tampak tetawa melihat putranya menggenggam wig milik Sang Ayah. Sementara Benny terlihat memegangi kepalanya yang terlihat kebotakannya. Begitu pun Rico yang tampak menahan tawanya melihat ekspresi Benny terlihat melongo saat Baby Al membawa rambut palsunya.


Sontak apa yang terjadi membuat Vivi ikut tertawa, tentu saja itu membuat Benny malu kepada istrinya. Vivi yang tahu jika suaminya malu, kemudian Ia berbisik pada telinga Benny, "Nggak apa-apa botak, yang penting enak!" sontak apa yang dikatakan oleh Vivi membuat Benny tersenyum bangga. Ia pun segera menyuruh Cynthia dan Rico pulang.


"Ya sudah! Kalian pulang saja, ya! Sudah malam, Baby Al pasti sudah mengantuk, sama seperti Opa nya yang juga sudah mengantuk, mau bobo. mumpung ada yang nemenin bobo!"


"Heleh Papi! Ya sudah, Cynthia pulang dulu, selamat bersenang-senang Papi, oh iya Cynthia mau request adik, tolong buatin Adek buat Cynthia ya, Pi! Karena Cynthia sudah menuruti permintaan Papi, Papi akan memiliki cucu lagi!" ucapan Cynthia membuat Benny sangat bahagia.


"Kamu hamil lagi?" tanyanya dengan tidak percaya. Cynthia mengangguk dan tersenyum. Kemudian Benny mendekati sahabatnya itu.


"Bro! Bagi resepnya dong biar cepet nular sama Aku?"

__ADS_1


Rico tersenyum dan membisikkan sesuatu pada telinga Benny, "Gampang! Ibu mertua kalau mau tidur nggak usah pakai pelindung, di jamin tokcer," rupanya ucapan Rico membuat Benny garuk-garuk kepalanya. "Gimana nggak tokcer, kalau seperti itu ya tentu saja si Jhonny pingin ngandang terus!"


"Lah itu!" Keduanya terlihat tertawa lepas.


__ADS_2