
"Kia! Apa maksudmu, Sayang?" tanya Juliet yang tidak percaya jika putrinya berkata seperti itu.
"Seperti yang Mommy dengar, Daddy akan menikah lagi Mom! Dan Kia akan memiliki Mama baru yang tentunya sangat menyayangi Kia, nggak seperti Mommy. Kiara benci sama Mommy, Mommy udah jahat sama Daddy."
"Tut ... tut ... tut ...."
"Halo ... Kia! Halo ... ah sialan!"
Juliet tampak membanting ponselnya. Wanita itu rupanya tidak menyangka jika sang anak mulai melupakannya.
"Ini memang salahku, tapi ... aku tidak rela jika ada wanita lain yang merebut perhatian putriku, aku tidak akan biarkan itu terjadi, siapa sebenarnya wanita itu? Bagaimana bisa Mas Rico jatuh cinta kepadanya? Mas Rico sangat mencintaiku, Aku tahu itu." Juliet merasa aneh, pasalnya saat mereka bercerai Ia tahu jika Rico masih sangat mencintainya.
FLASHBACK ON
"Sayang! Aku mohon jangan pergi, apa kamu tidak kasihan kepada Kiara! Dia pasti sangat mencarimu, Aku sangat mencintaimu, Aku akan berikan apa saja untukmu, tapi Aku mohon jangan pergi, tetaplah bersama kami, Aku dan Kiara sangat membutuhkanmu!" rengek Rico memohon kepada seorang wanita yang sudah memakai baju rapi serta membawa koper yang besar.
"Aku minta maaf, Mas! Aku sudah terlanjur tanda tangan kontrak dengan Pak Yudha, ini adalah kesempatanku untuk menjadi model Internasional, Mas! Kapan lagi Aku mendapatkan kesempatan emas ini, maaf Aku tidak bisa menuruti permintaan mu, lagipula Aku lebih memilih bersama Mas Yudha, pria itu lebih segalanya daripada dirimu, Mas! Kia pasti baik-baik saja bersamamu, dan perceraian kita akan tetap ku urus." wanita itu melepaskan tangan Rico dan pergi meninggalkan rumah yang selama ini telah mereka tempati selama sebelas tahun.
Ada tangis seorang gadis di samping pintu, gadis cantik yang terlihat sesenggukan menangisi kepergian Ibunya. Spontan gadis yang tepat berusia sepuluh tahun lari mengejar Juliet dan menahan agar wanita dengan perawakan sempurna itu agar berhenti dan tidak pergi dari rumah itu.
"Jangan tinggalkan Kia Mommy! Kia mohon, Kiara sayang sama Mommy!" gadis itu bernama Kiara, putri pasangan Rico Arven dan Juliet Isabella, model terkenal yang sekarang sedang mencapai puncak kariernya, wanita itu sudah di kontrak oleh PH milik Yudha Wibowo, pria yang diam-diam mencintai istri Rico itu. Digadang-gadang hubungan Juliet dan Yudha melebihi hubungan biasa, mereka berdua digosipkan telah berpacaran.
"Lepaskan tangan Mommy, Kia! Biarkan Mommy pergi, kamu bersama Daddy saja!" ucapan Juliet benar-benar membuat Kiara semakin menangis dan semakin erat menggenggam tangan sang Ibu.
"Kia nggak mau, Mommy! Kia mau Mommy tetap berada bersama kami, Kia sayang sama Mommy!"
Karena Juliet merasa putri dan suaminya akan menghalangi mimpinya, maka terpaksa Juliet meninggalkan mereka berdua, dengan kasar wanita berambut pirang itu menghempaskan tangan Kia, sehingga membuat gadis itu terjatuh.
__ADS_1
"Lepaskan, Kia!"
"Aaaahhh ... Mommy!"
Kia terjatuh di bawah, Rico yang melihat itu segera berlari menghampiri Putrinya dan mencoba menenangkan buah hatinya. Sementara Juliet terus berjalan ke mobil yang sudah menunggunya, terlihat di dalam mobil, Yudha sang produser yang sudah menunggu kedatangan Juliet.
"Kia, Sayang! Sudah Nak, jangan menangis lagi, Daddy akan selalu bersamamu!" ucap Rico sembari memeluk putrinya dengan haru.
Ayah dan anak itu menyaksikan Juliet pergi meninggalkan mereka, hingga akhirnya mobil mewah itu berlalu dari pandangan.
"Mommy! Jangan tinggalin Kiara Mommy!"
Kiara menjerit, dalam pelukan sang Ayah gadis itu menangisi kepergian Ibunya, Rico pun harus kuat demi sang putri.
"Sudah! Kia jangan menangis lagi, Daddy berjanji akan selalu membuat Kia bahagia, ayo kita masuk!"
"Aku harus bisa menahan semua ini, Aku memang sangat mencintaimu, Juli! Tapi Kamu sudah meninggalkan kami demi mimpimu dan pria itu. Hmm dasar perempuan! Tidak bisa melihat kemewahan sedikit saja," Rico benar-benar kecewa dengan sikap istrinya.
FLASHBACK OFF
Sementara itu Cynthia telah tiba di rumahnya, sepertinya mobil miliknya sudah terparkir di garasi mobil, Cynthia tersenyum ternyata Rico memang tidak berbohong.
"Hmm Om Rico benar-benar jujur!" ucapnya sembari tersenyum.
Cynthia masuk ke dalam rumah, dilihatnya sang Papa yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Kamu darimana saja! Jam segini baru pulang! Itu tadi ada orang yang mengantarkan mobil mu, katanya kamu sedang bersama Bos dan anak mereka, memangnya kamu pergi ke mana?" tanya Benny saat Cynthia mulai duduk di samping ayahnya.
__ADS_1
"Oh ... Cynthia pergi dengan Om kemarin Pi, tapi Cynthia nggak pergi berdua, Pi! Kami pergi bertiga, Cynthia udah janji sama anak dari Om itu, jika Cynthia akan menjemput Kiara di sekolah, eh kebetulan Daddy-nya datang, ya sudah akhirnya kita jalan bersama." ungkap Cynthia sambil melepaskan sepatunya.
"Oh ya! Tumben-tumbenan kamu pergi dengan anak kecil, noh biasanya kamu dugem mulu sama Abel dan Jessie," balas Benny sembari menelepon seseorang.
"Iya sih, Pi! Cynthia kasihan sama anak itu, Pi! Tahu nggak, Pi. Ibunya itu ninggalin dia dan Daddy-nya. Jadi gadis itu merasa sangat kesepian dan merindukan sosok ibunya, saat dia melihat Cynthia, gadis itu bahagia sekali, Pi! Cynthia jadi terharu, karena Cynthia sendiri juga tidak punya Ibu, jadi Cynthia tahu bagaimana perasaan Kiara. Hmm entahlah kenapa tiba-tiba saja Cynthia jadi suka sama gadis itu." ucap Cynthia menjelaskan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Heleh ... suka sama anaknya apa suka sama Daddy-nya?" celetuk sang Ayah yang membuat Cynthia mengerucutkan bibirnya.
"Diiih, apaan sih Papi! Orang kita nggak ada apa-apa, lagipula nggak mungkin Cynthia demen sama duda, tua kayak Papi, nggak asik!" ujar sang anak yang membuat pria berbadan gembul itu bermuka masam.
"Dasar kamu, udah sana mandi, habis ini kita segera pergi!" titahnya kepada sang putri.
"Ya ya Papi!" Cynthia kemudian pergi ke kamarnya. Sementara Benny rupanya sedang menghubungi teman-temannya.
"Hei Bro! Oke ... sebentar lagi Aku datang, bentar Aku lagi nunggu putriku dulu!"
"Putrimu pasti sudah dewasa sekarang! Secara kalian berdua nikah muda, pasti sekarang sudah kuliah." balas Rico yang merupakan teman sekaligus adik kelas Benny.
"Iya begitulah, Bro! Putriku sekarang sudah besar, tapi ya begitulah dia sulit di atur, mungkin ketidakhadiran istriku, putriku jadi seperti itu, Aku tidak tahu harus bagaimana, dia sedikit bandel." ucap Benny.
"Oh ya! Tapi aku yakin putrimu pasti sangat cantik, boleh dong jika aku jadiin Istri." seru Rico bercanda.
"Hahaha ... dengerin ya! Jika kamu bisa menaklukkan hati putriku, Aku akui kamu benar-benar hebat, tuh cowoknya itu berderet panjang di belakang, tapi tak satupun yang bertahan lama, dua hari udah putus terus cari lagi, selalu seperti itu." ungkap Benny sambil terkikik.
"Waahhh ... seru juga putrimu, jadi nggak sabar pingin bertemu dengannya." ucap Rico dengan senyum manisnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1