MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Beling gelas


__ADS_3

"Kalian berdua benar-benar menjijikkan," umpat Alana sembari beranjak pergi meninggalkan rumah Daniel dengan wajah yang kesal.


"Tidak usah marah dulu dong, Nyonya! Sebentar lagi kami berdua akan menikah. Jadi, apakah kita perlu mengundang mantan istri kamu ini, Sayang?" ucap Kiara sembari memandang wajah Daniel dengan mesra. Dan Alana pun berhenti dan membalikkan badan ke arah mereka berdua.


Daniel pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, Ia pun dengan semangat menegaskan akan segera menikahi Kiara dalam waktu dekat, dan tentu saja dirinya tidak butuh kehadiran mantan istrinya.


"Untuk menikahi mu itu sudah pasti. Tapi, jika untuk mengundangnya itu tidak pernah terpikirkan oleh ku, karena yang paling berharga hanyalah dirimu, Aku tidak butuh yang lainnya." jawabnya dengan tatapan mata yang lekat. Tentu saja Kiara dibuat gugup setengah mati, apalagi sekarang dirinya benar-benar berpelukan dengan Daniel dihadapan mantan istrinya.


"Cuiihh! Aku tidak peduli kalian menikah atau tidak, tapi bagiku Mas Daniel tetap sama seperti dulu, laki-laki lemah dan juga seorang gay, kalian pasti sedang bersandiwara, kan! Hai kamu, dibayar berapa kamu sama dia untuk membohongi publik, semua orang sudah tahu jika Mas Daniel ini adalah penyuka sesama jenis, tidak mungkin Ia tertarik untuk bercinta dengan mu, ingat itu!" Kiara benar-benar tidak habis pikir, kenapa wanita itu tidak percaya jika Daniel adalah laki-laki tulen dan tentu saja punya gairah terhadap wanita, Kiara pun menunjukkan kepada Alana jika tuduhannya itu tidaklah benar.


"Sialan nih Tante-tante, dia nggak percaya sama Aku rupanya, nih ya Aku buktikan jika mantan suami mu itu laki-laki normal, kasihan amat Om Daniel selama ini dituduh seperti itu." Kiara langsung membuktikan kepada Alana jika Daniel adalah laki-laki normal, Kiara pun tiba-tiba mencium bibir Daniel dengan lembut, tentu saja apa yang dilakukan Kiara adalah sebuah hadiah yang sangat istimewa bagi pria itu, dengan senang hati Daniel membalas ciuman Kiara dengan mesra.


"Hmm ... Kiara! Apa yang kamu lakukan, sayang! Kamu benar-benar membuatku mabuk kepayang, ah rasanya Aku ingin menikahimu sekarang juga." batin sang duda sembari menahan tengkuk Kiara dan Daniel pun mencium bibir gadis itu sembari membelakangi Alana yang tampak geleng-geleng kepala tak percaya melihat mantan suaminya yang lahap sekali mengecup bibir manis gadis itu.


"Sial! Ini tidak boleh, bagaimana mungkin Mas Daniel bisa melakukan hal itu kepadanya, dulu dia tidak pernah seperti itu padaku, dia selalu menolak ku, jangankan untuk menciumiku, bahkan untuk mengecup keningku saja Ia tidak mau. Brengsek! Sekarang Aku harus melihat pemandangan yang membuatku sangat terbakar, lebih baik Aku pergi saja dari sini, Aku benar-benar muak."

__ADS_1


Alana pun segera pergi dari ruangan itu dengan cepat. Wanita itu meninggalkan Daniel dan Kiara yang masih sibuk memberikan sentuhan lembutnya masing-masing, seolah keduanya sudah terlanjur tenggelam dalam suasana romantis yang mereka ciptakan, sehingga kepergian Alana pun tidak disadari oleh keduanya.


"Om Daniel! Kenapa kamu begitu menantang jiwaku untuk selalu merasakan sentuhanmu, mungkin Aku sudah gila, iya Aku sudah gila! Aku benar-benar tidak bisa menolaknya, pria ini pandai sekali membawa hatiku hanyut dalam sentuhan lembutnya, hmm benar-benar manis." batin Kiara sembari mencengkram erat lengan Daniel ketika pria itu semakin mesra membawanya dalam suasana yang membuat aliran darah Kiara semakin berdesir.


Tiba-tiba saja keduanya terkejut dengan suara seorang pelayan menjatuhkan gelas dari nampannya, sang pelayan sangat terkejut melihat Tuannya sedang bercumbu dengan seorang gadis, sementara yang Ia tahu jika Daniel belum pernah membawa wanita ke rumahnya dan menciumnya, yang Ia tahu Daniel tidak pernah tertarik dengan wanita manapun, sehingga apa yang dilakukan oleh Daniel membuat sang pelayan heran dan terkejut.


"Ya ampun, Tuan Daniel ternyata tidak seperti yang diberitakan, buktinya dia masih bersemangat dengan gadis ini, benar-benar gadis yang beruntung, sudah berapa banyak wanita yang merayu Tuan Daniel, tak satupun yang bisa membuatnya bersemangat seperti ini. Tapi, gadis ini benar-benar sebuah magnet yang menarik gelora Tuan Daniel untuk mendekati wanita lagi, mudah-mudahan mereka berdua segera menikah." batin sang pelayan sembari melihat keduanya yang sedang berciuman, hingga tak sadar nampan berisi segelas air minum yang akan Ia berikan kepada Kiara pun terjatuh ke lantai.


"Pyarrrrrr grompyaanggg ......." sontak suara itu membuat Kiara melepaskan diri dari dekapan Daniel, dimana pria itu tampak sedang berdiri sembari mengatur nafasnya.


"Ma-maaf Tu-Tuan Saya tidak sengaja." pelayan itu segera membersihkan lantai dari pecahan gelas yang Ia jatuhkan, sementara Kiara melihat sang pelayan yang ketakutan, pelayan itu tampak gemetaran, Ia takut jika Daniel akan memarahinya karena sudah berani mengganggu kemesraannya bersama Kiara.


Daniel pun menghampiri sang pelayan. Namun, Kiara menghentikannya dengan menahan salah satu lengan kekar sang duda.


Daniel menghentikan langkahnya dan menatap wajah Kiara. Kiara menggelengkan kepalanya, tentu saja Daniel mengerti apa maksud Kiara mengehentikan langkahnya, Kiara tidak ingin Daniel memarahi sang asisten karena hal yang tak sengaja sang pelayan lakukan.

__ADS_1


Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Daniel pun mengikuti perintah Kiara dengan patuh, pria itu pun berhenti dan menundukkan wajahnya. Kemudian Kiara menghampiri sang pelayan dan membantunya untuk membereskan beling-beling itu.


"Sini biar Kia bantuin!" ucap Kia kepada sang pelayan yang tentu saja sangat terkejut melihat Kiara ikut membantunya.


"Jangan, Non! Tidak usah. Saya bisa sendiri, Nona duduk saja, biar saya yang membereskan, nanti Tuan bisa marah, Non!" ucap sang pelayan.


"Nggak apa-apa kok! Biar pekerjaan bibi cepet selesai, maafkan kami ya! Gara-gara kami, bibi jadi kaget dan menjatuhkan gelas ini." ucap Kia malu-malu.


"Hehehe tidak apa-apa, Non! Saya senang bisa melihat Tuan menemukan gadis pujaan hatinya, baru kali ini Saya melihat Tuan Daniel bersama seorang wanita dan memperlakukannya dengan sangat mesra, Saya berharap Non bisa segera menikah dengan Tuan." ucapan sang asisten rumah tangga itu membuat Kiara tersenyum paksa.


Sementara Daniel terus melihat Kiara yang sedang membantu pelayan itu membereskan beling-beling yang berserakan di atas lantai dan berkata, "Kiara! Nggak usah kamu bantu dia, itu sudah tugasnya, kesini kamu! Aku tidak mau tanganmu terluka."


Kiara menoleh dan menjawab, "Ta- tapi ... awwww!" baru saja Daniel memperingatkan Kiara agar tidak ikut membereskan beling-beling itu, rupanya jari tangannya tak sengaja tergores beling yang tajam itu. Daniel yang mendengar jeritan kecil dari bibir Kiara, pria itu pun langsung menghampiri Kiara dan meraih tangan Kiara yang berdarah.


"Sudah Aku bilang, jangan bantu dia! Dasar keras kepala. Bisa nggak sih kamu nurut sedikit saja!" Kiara tampak memperhatikan wajah serius Daniel yang sedang memasukkan jari Kiara yang berdarah pada mulutnya, Daniel menyesap darah yang keluar dari jari tengah gadis itu, tentu saja apa yang dilakukan oleh sang duda sukses membuat hati Kiara semakin tak karuan.

__ADS_1


"Dia pria yang lembut, luka sedikit saja dia sudah sangat khawatir, dia tidak ingin melihat ku terluka, oh ya ampun! Apa Aku mulai jatuh cinta kepada pria ini?"


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2