
Pria itu melihat Cynthia yang sedang berbaring dalam cahaya temaram, perlahan Rico berjalan menghampiri istrinya, sementara Cynthia tampak pura-pura tidur untuk mengelabuhi suaminya.
Rico melihat penampilan Cynthia yang malam ini terlihat begitu menggoda, bagaimana pun juga Rico adalah pria yang normal, jikalau dihadapkan dengan persoalan seperti ini, Rico tidak kuat menahannya, selama ini dirinya tutup mata, Ia lebih sering tidur di kamar anaknya untuk menghindari keinginan nya untuk mendekati sang istri.
Namun, setelah Ia mendengar penuturan dari istrinya, Rico sedikit senang, ada kesempatan untuk dirinya mencurahkan hasrat kerinduannya kepada sang istri, setelah 3 bulan lamanya dirinya libur untuk beraktivitas itu.
Dengan posisi yang menantang dan menggoda, Cynthia berusaha membuat suaminya yang mulai terperdaya oleh pesonanya. Dengan menelentangkan kedua tangannya dan tentu saja tubuh seksinya begitu mudah untuk dinikmati oleh sang suami, apalagi Cynthia memakai Pakaian yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi.
Perlahan Rico naik ke atas ranjang, sementara Cyntia yang sudah mengerti jika suaminya sedang naik ke atas ranjang, tiba-tiba saja dirinya membuka kedua matanya dan pura-pura terkejut.
"Ahhh ... siapa Kamu?" Cynthia beringsut mundur dan menutupkan selimut pada seluruh tubuhnya. Namun sia-sia saja, Rico dengan cepat menarik selimut yang menutupi tubuh Cynthia. Tentu saja kemolekan tubuh Cynthia terpampang jelas. Dalam keremangan, wajah Rico mulai terlihat samar-samar, Cynthia mulai menyadari jika itu adalah suaminya sendiri.
"Ternyata kamu, Sayang? Bikin kaget saja tahu, nggak!" ucapnya sembari dirinya beranjak menghampiri Rico. Rico terlihat salah tingkah, dia bilang tidak akan mengganggu istrinya karena Rico masih takut untuk menggauli istrinya untuk pertama kali semenjak Cynthia melahirkan putra mereka.
"Em A-aku, Aku cuma ...!" ucap Rico dengan terbata-bata.
"Cuma apa, Sayang?" Cynthia justru sengaja membuka lebar-lebar kedua kakinya di hadapan sang Suami, Ah laki-laki mana yang tahan di goda oleh wanita dalam posisi seperti itu, kecuali laki-laki yang tidak normal saja yang mengabaikan sesuatu yang membangkitkan gairah kelelakian itu lagi.
Rico tampak menelan ludahnya kasar, matanya tak bisa berkedip, sungguh dirinya begitu merindukan kehangatan itu, karena dorongan hatinya yang semakin kuat, apalagi Cynthia yang hanya memakai kain yang super tipis yang terbuat dari tile berwarna putih, membuat penampilan kulit mulus Cynthia tampak begitu menawan dan tentunya membuat Rico ingin sekali menyelaminya.
__ADS_1
"Hap"
Seperti singa yang menerkam mangsanya, Rico segera melompat ke atas tubuh Cynthia dan menguncinya dengan ciuman-ciumannya yang membuat Cynthia tidak bisa bergerak. Cynthia cuma bisa menggeliat, rupanya sang suami begitu buas menikmati harum tubuhnya. Di sela-sela Rico menghirup aroma tubuh sang istri, sejenak dirinya membisikkan sesuatu pada telinga Cynthia.
"Kamu sengaja menggodaku, kan?"
"Hmm ... Aku rasa kamu sudah berhasil tergoda, Sayang! Tidak sia-sia Aku mandi kembang tujuh rupa untuk membuat tubuhku harum dan membuat mu terpikat!"
"Aku tidak bisa menahannya, kamu benar-benar membuatku sangat bergairah!"
"Sudah, jangan banyak bicara, lakukan saja! Aku juga sudah sangat merindukanmu!"
"Yes!"
Kini keduanya kembali menikmati surga dunia yang selama tiga bulan terakhir mereka tinggalkan demi fokus untuk merawat luka pasca operasi Caesar dan juga fokus untuk memberi perhatian kepada Baby mereka, kini saatnya mereka me time untuk melepaskan segala kerinduan suami istri, bercinta dalam kemesraan yang hakiki yang hanya boleh dirasakan bagi mereka yang sudah menikah saja.
Tidak lama pergumulan itu terjadi, hanya sekitar lima menit keduanya sudah mencapai puncaknya, karena rindu yang tertahan itu membuat keduanya cepat mencapai puncak. Rico dan Cynthia tampak tersenyum bahagia, kini keduanya bisa menyalurkan hasrat itu lagi tanpa takut dengan keadaan Cynthia, Rico pun akhirnya bisa bernapas dengan lega, akhirnya dirinya bisa mengekspresikan gaya-gaya percintaannya tanpa harus takut jika Cynthia usai menjalani operasi Caesar.
"Sayang!" Rico bangkit dan menatap wajah Cynthia yang sedang terpejam menikmati sisa-sisa denyutan kecil dari bawah sana.
__ADS_1
"Hmm!"
"Lagi!"
Cynthia membuka kedua matanya dan tersenyum kepada sang suami yang minta nambah lagi. Rico pun mengerutkan keningnya melihat ekspresi Cynthia yang justru tersenyum saat dirinya berkata itu.
"Kok malah senyum sih, nggak boleh, ya?"
Rico terlihat sedikit kecewa karena Cynthia tidak juga mengatakan iya.
"Siapa bilang nggak boleh, ya boleh lah!" jawaban Cynthia membuat Rico sumringah, pria itu pun tidak berpikir lama, lagi-lagi Ia membuat Cynthia tak berdaya. Cynthia pun tidak pungkiri jika suaminya masih lah sangat kuat, usia tidak membatasi keperkasaan pria, jika pasangan selalu membuatnya bergairah, maka tidak bisa dipungkiri, seorang pria akan menjadi kuat agar bisa memuaskan pasangannya.
"Terima kasih, Sayang! Kamu sudah membuatku sangat bahagia!" Rico mencium kening istrinya saat pelepasannya baru saja terjadi.
"Ini sudah tugasku untuk membuatmu bahagia, suamiku! Aku berharap kamu puas dengan pelayananku, jika ada yang kurang, kamu bilang saja, Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu, asalkan kamu tidak membandingkanku dengan wanita lain, itu pasti sangat sakit!" balas Cynthia sembari mengusap keringat yang membasahi wajah tampan suaminya.
"Kamu ngomong apa sih, mana mungkin Aku membandingkan istriku sendiri dengan wanita lain, istriku tetap nomor satu, tak ada yang bisa menyaingi dirimu, bahkan wanita tercantik manapun tidak akan ada yang bisa menandingi istriku, kamu adalah Ibu dari anakku, kamu adalah wanitaku, apapun yang terjadi atas dirimu adalah tanggung jawabku, kamu terlihat cantik karena Aku menghargai mu, jika kamu terlihat jelek itulah kebodohan ku sebagai seorang suami, karena pada dasarnya suami istri itu ibarat pakaian, jika Aku ingin pakaianku terlihat bersih dan rapi, maka sudah tentu Aku harus sering mencucinya, merawatnya dengan baik, memberikan wewangian agar pakaian kita harum terus setiap hari, seperti halnya dengan dirimu,"
ucapan Rico membuat Cynthia terlihat malu-malu kucing, dirinya sungguh bersyukur memiliki suami yang dewasa seperti Rico, bukan hanya usia yang sudah matang tapi pemikiran-pemikiran nya sebagai laki-laki yang bertanggung jawab untuk mencintai istrinya, itulah yang Cynthia kagumi dari sosok Suaminya, Cynthia selalu diperbolehkan untuk merawat tubuhnya ke salon, membeli make up mahal dan baju-baju mahal serta bermerek, sepatu dan tas branded yang Cynthia impikan semuanya Rico belikan untuk istrinya, itu semua semata-mata Rico lakukan hanya untuk menyenangkan istrinya seorang, maka dari itu Cynthia selalu berusaha memberikan kebahagiaan untuk suaminya, karena Rico pun sudah sangat membuatnya bahagia, sebagai timbal balik atas hak dan kewajiban sebagai suami istri.
__ADS_1
"Aku lah wanita yang paling beruntung di dunia ini, mendapatkan suami yang sempurna seperti dirimu!" balasnya sembari mengecup bibir Rico.