MELAMAR OM DUDA

MELAMAR OM DUDA
Kodok kebalik


__ADS_3

Cynthia menutup ponselnya dan Ia memandang wajah suaminya lewat arah spion, Cynthia yang saat itu sedang duduk di kursi belakang dengan Juliet tampak tersenyum bahagia, Ia bersyukur jika suaminya memang bukan Ayah dari bayi yang dikandung oleh Juliet.


"Aku yakin kamu tidak mungkin melakukan hal itu kepada Tante Juliet. Tapi, jujur saja Aku sangat cemburu saat melihat foto-foto mesra itu, meskipun Aku tahu itu hanya di edit, tapi Tante Juli memang berfoto sedekat itu dengan mu, egois nggak sih, Aku!" gumamnya sembari menatap wajah Rico yang fokus mengemudi.


Rico mulai menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh sang istri, Ia pun membalas nya dengan senyuman, meskipun Ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh istrinya.


"Eh ngapain dia senyum-senyum, bukannya tadi dia marah, dasar wanita! Susah sekali ditebak, tadi marah sekarang tertawa, tak apalah setidaknya dia tidak mengusir ku lagi dari kamar, bisa-bisa migrain nih kepala." gumam Rico sembari tersenyum.


Setelah lima menit, akhirnya mereka tiba juga di rumah sakit dimana Cynthia dan Rico tadi memeriksakan kandungannya. Juliet sudah dibawa ke ruang IGD, Rico dan Cynthia terus menemani Juliet sampai akhirnya seorang perawat melarang mereka untuk ikut masuk ke dalam ruangan.


"Maaf bapak, Ibu, silahkan tunggu di luar, kami akan segera memeriksa kondisi pasien!" ucap seorang perawat sembari menutup pintu ruangan itu. Rico dan Cynthia mengangguk dan keduanya duduk di kursi tunggu.


"Semoga Tante Juli dan bayinya tidak apa-apa." ucap Cynthia berharap agar Juliet dan bayinya baik-baik saja. Rico menatap wajah sang istri, tidak ada lagi kemarahan pada wajahnya, Ia begitu khusuk mendoakan keadaan Juliet Agar tetap diberi kesehatan.


"Kamu serius sekali!" seru Rico sembari menatap wajah sang istri. Cynthia menoleh dan membalasnya.


"Memangnya Aku tidak boleh mendoakan Tante dan bayinya." tanya Cynthia.


"Bukan begitu, hanya saja bayi itu ...!" Rico tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia takut jika menyakiti perasaan Cynthia.


"Bayi itu tidak berdosa, Sayang! Yang berdosa itu kedua orang tuanya, bayi itu tidak minta di hadirkan dalam keadaan seperti ini, yang disalahkan adalah kedua orang tuanya yang tidak bisa menahan kemaluuannya, sehingga bayi yang malang itu harus menerima kenyataannya." balas Cynthia sembari tersenyum.


"Kamu tidak marah?" pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Rico. Cynthia tampak menggelengkan kepalanya. Rico sangat terkejut sampai dirinya tidak percaya bagaimana bisa Cynthia setenang itu menghadapinya.

__ADS_1


"Untuk apa Aku marah!"


"Jika itu adalah bayiku, kamu tidak akan marah?" pertanyaan konyol Rico nyatanya membuat Cynthia memutar bola matanya.


"Ya ampun, kenapa kamu tanya Aku, itu bayimu atau tidak, Merasa berbuat nggak?" pertanyaan Cynthia membuat Rico yakin menjawab tidak.


"Tidak! Itu tidak mungkin dan itu sangat mustahil, kalaupun Aku melakukannya aku pasti ikut merem melek, lah waktu itu Aku lagi merem terus, nggak mungkinkan Aku melakukannya, beda Kalau sama Kamu, bukan hanya bikin merem melek, tapi bikin Aku gemetaran dan menjerit puas!" spontan Cynthia menutup bibir sang Suami, malu saja jika ada yang mendengar ucapan suaminya.


"Hiiii ... jangan keras-keras ngomongnya! Nanti ada yang dengar!" bisik Cynthia saat telapak tangannya membekap mulut suaminya. Rico justru menciumi tangan istrinya saat menunggu Juliet selesai di periksa oleh dokter, sementara orang-orang yang duduk di sekitar mereka tampak senyum-senyum melihat tingkah mereka berdua.


Cynthia yang menyadari jika dirinya dan Rico sedang diperhatikan oleh banyak orang dengan cepat Cynthia menarik tangannya dari genggaman Rico yang sedang menciuminya dengan mesra. Cynthia tampak cengar-cengir Kepada mereka yang sedang melihat adegan dirinya bersama Rico. Namun, Rico tidak semudah itu melepaskan tangan istrinya. Justru dirinya lebih erat menggenggam tangan Cynthia, sehingga membuat Cynthia berkata pada suami nya yang sudah membuatnya gemas. "Sayang, lepasin! Tuh orang-orang lihatin kita mulu,"


Rico tidak menatap wajah Cynthia tapi laki-laki itu berkata sesuatu yang mengharuskan Cynthia menjawabnya.


"Apa, cepetan!" desak Cynthia agar Rico segera melepaskan tangannya, mereka berdua telah menjadi tontonan orang-orang sekitarnya.


"Nanti kita praktekin gaya kodok kebalik ya? Gimana?" ucapan Rico sontak membuat Cynthia membulatkan matanya.


"Hah kodok kebalik?" sejenak Cynthia berfikir, bagaimana gaya kodok kebalik itu, dirinya pun tidak berfikir terlalu lama, Ia pun segera mengiyakan permintaan suaminya.


"Iya iya, biar gaya kodok kebalik kek, kodok kejengkang kek, terserah kamu, yang penting sekarang lepasin dulu!" jawabnya lirih. Rico pun tersenyum puas sudah mengerjai istrinya.Ia pun melepaskan tangan Cynthia.


"Gitu dong! Itu namanya istri yang nurut, mau diajak gaya apa saja nggak protes, yang penting kamu pasti puas." bisiknya kembali membuat telinga Cynthia kegelian.

__ADS_1


Setelah beberapa saat dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, Cynthia dan Rico tampak menghampiri dokter dan menanyakan tentang keadaan Juli.


"Bagaimana keadaan Juliet, Dok?"


"Nyonya Juliet baik-baik saja, dan anak yang dikandungnya pun baik-baik saja, saran Saya Nyonya Juli harus bed rest selama trimester awal ini, mengingat kondisi kandungan nya yang masih lemah, apakah Anda suaminya?" pertanyaan Dokter membuat Rico menatap Cynthia, tidak mungkin Ia mengakui Juliet sebagai istrinya. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang menyahuti ucapan sang Dokter.


"Saya suaminya, Dok!" Ibra terlihat datang menghampiri mereka, pria itu dengan yakin menyebut dirinya adalah suami dari Juliet.


"Benar Anda suaminya? Mari ikut saya!" titah dokter kepada Ibra.


"Baik, Dokter!" kemudian Ibra mengikuti sang dokter, sementara itu Rico masih bingung bagaimana bisa Ibra datang tiba-tiba dan mengaku sebagai suami Cynthia.


"Rupanya Ibra benar-benar sudah berubah, dia mau bertanggung jawab atas kehamilan Tante Juliet, syukur lah!" ucapan Cynthia membuat Rico mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu, Sayang!"


Cynthia menatap wajah sang suami dan berkata, "Tante Juli dan Ibra menjalin hubungan selama ini, dan itu dimanfaatkan oleh Tante Juliet untuk menjebak kamu, supaya kamu mau menikah lagi dengan nya, karena Tante Juliet sedang mengandung, yang nyatanya itu adalah anak dari Ibra." pernyataan Cynthia membuat Rico lega, ternyata itu semua hanya fitnah Juliet, meskipun dirinya sangat yakin tidak pernah menyentuh Juliet lagi.


"Syukurlah, semuanya sudah terkuak. Dan sekarang kamu tahu sendiri, bukan! Aku tidak akan pernah mengkhianati mu, karena Aku tahu sekali bagaimana rasanya dikhianati, mana mungkin aku akan melakukannya padamu, wanita yang paling Aku cintai!"


Rico memeluk Cynthia dengan lembut, Cynthia pun membalas pelukan sang suami dengan mesra, membuat orang-orang sekitarnya yang melihat kemesraan mereka tadi terlihat protes kepada mereka berdua.


"Aduh aduh ... kalau peluk-pelukan jangan disini dong, bikin sakit saya bertambah parah saja." ucap seorang pria yang sedang sakit mata, melihat kemesraan Rico dan Cynthia matanya semakin berair karena Ia tidak bisa memejamkan matanya saat melihat adegan Rico memeluk Cynthia mesra.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2